Archive for ‘Pemerkosaan’

May 4, 2011

Diperkosa ternyata Nikmat

Namaku Winie, umurku sudah 35 tahun dengan dua orang anak yang sudah beranjak dewasa. Waktu menikah umurku masih 19 tahun dan sekarang anakku yang paling tua sudah berumur 15 tahun sedang yang bungsu berumur 13 tahun. Kedua anakku disekolahkan di luar negeri semua sehingga di rumah hanya aku dan suami serta dua orang pembantu yang hanya bekerja untuk membersihkan perabot rumah serta kebun, sementara menjelang senja mereka pulang.

Suamiku sebagai seorang usahawan memiliki beberapa usaha di dalam dan luar negri. Kesibukannya membuat suamiku selalu jarang berada di rumah. Bila suamiku berada di rumah hanya untuk istirahat dan tidur sedang pagi-pagi sekali dia sudah kembali leyap dalam pandangan mataku. Hari-hariku sebelum anakku yang bungsu menyusul kakaknya yang sudah lebih dulu menuntut ilmu di luar negeri terasa menyenangkan karena ada saja yang dapat kukerjakan, entah itu untuk mengantarkannya ke sekolah ataupun membantunya dalam pelajaran. Namun semenjak tiga bulan setelah anakku berada di luar negeri hari-hariku terasa sepi dan membosankan. Terlebih lagi bila suamiku sedang pergi dengan urusan bisnisnya yang berada di luar negeri, bisa meninggalkan aku sampai 2 mingguan lamanya.

Aku tidak pernah ikut campur urusan bisnisnya itu sehingga hari-hariku kuisi dengan jalan-jalan ke mall ataupun pergi ke salon dan terkadang melakukan senam. Sampai suatu hari kesepianku berubah total karena supirku. Suatu hari setibanya di rumah dari tempatku senam supirku tanpa kuduga memperkosaku.

Seperti biasanya begitu aku tiba di dalam rumah, aku langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk ke dalam rumah dan melangkahkan kakiku menaiki anak tangga yang melingkar menuju lantai dua dimana kamar utama berada. Begitu kubuka pintu kamar, aku langsung melemparkan tasku ke bangku yang ada di dekat pintu masuk dan aku langsung melepas pakaian senamku yang berwarna hitam hingga tinggal BH dan celana dalam saja yang masih melekat pada tubuhku. Saat aku berjalan hendak memasuki ruang kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Sesaat aku melihat tubuhku ke cermin dan melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang dan berbentuk mirip perut padi, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang besar seperti bentuk gitar dengan pinggang yang kecil kemudian aku menyampingkan tubuhku hingga pantatku terlihat masih menonjol dengan kencangnya.

Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, buah dadaku yang masih diselimuti BH terlihat jelas lipatan bagian tengah, terlihat cukup padat berisi serta, “Ouh.. ngapain kamu di sini!” sedikit terkejut ketika aku sedang asyik-asyiknya memandangi kemolekan tubuhku sendiri tiba-tiba saja kulihat dari cermin ada kepalanya supirku yang rupanya sedang berdiri di bibir pintu kamarku yang tadi lupa kututup.

“Jangan ngeliatin.. sana cepet keluar!” bentakku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yang terbuka.
Tetapi supirku bukannya mematuhi perintahku malah kakinya melangkah maju satu demi satu masuk kedalam kamar tidurku.
“Aris.. Saya sudah bilang cepat keluar!” bentakku lagi dengan mata melotot.
“silakan ibu teriak sekuatnya, hujan di luar akan melenyapkan suara ibu!” ucapnya dengan matanya menatap tajam padaku.
Sepintas kulihat celah jendela yang berada di sampingku dan ternyata memang hujan sedang turun dengan lebat, memang ruang kamar tidurku cukup rapat jendela-jendelanya hingga hujan turun pun takkan terdengar hanya saja di luar sana kulihat dedaunan dan ranting pohon bergoyang tertiup angin kesana kemari.

Detik demi detik tubuh supirku semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tahu harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya kakiku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.
“Mas.. jangan!” kataku dengan suara gemetar.
“Hua.. ha.. ha.. ha..!” suara tawa supirku saat melihatku mulai kepepet.
“Jangan..!” jeritku, begitu supirku yang sudah berjarak satu meteran dariku menerjang tubuhku hingga tubuhku langsung terpental jatuh di atas ranjang dan dalam beberapa detik kemudian tubuh supirku langsung menyusul jatuh menindih tubuhku yang telentang.

Aku terus berusaha meronta saat supirku mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya. Perlawananku yang terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuat supirku juga kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumi aku sampai aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yang besar dan kekar itu. Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, supirku berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang kembali dan celana dalam putihku tertarik hingga bongkahan pantatku terbuka. Namun aku terus berusaha kembali merangkak ke tengah ranjang untuk menjauhinya. Lagi-lagi aku kalah cepat dengan supirku, dia berhasil menangkap tubuhku kembali namun belum sempat aku bangkit dan berusaha merangkak lagi, tiba-tiba saja pinggulku terasa kejatuhan benda berat hingga tidak dapat bergerak lagi.

“Aris.. Jangan.. jangan.. mas..” kataku berulang-ulang sambil terisak nangis.
Rupanya supirku sudah kesurupan dan lupa siapa yang sedang ditindihnya. Setelah melihat tubuhku yang sudah mulai kecapaian dan kehabisan tenaga lalu supirku dengan sigapnya menggenggam lengan kananku dan menelikungnya kebelakan tubuhku begitu pula lengan kiriku yang kemudian dia mengikat kedua tanganku kuat-kuat, entah dengan apa dia mengikatnya. Setelah itu tubuhnya yang masih berada di atas tubuhku berputar menghadap kakiku. Kurasakan betis kananku digenggamnya kuat-kuat lalu ditariknya hingga menekuk. Lalu kurasakan pergelangan kaki kananku dililitnya dengan tali. Setelah itu kaki kiriku yang mendapat giliran diikatkannya bersama dengan kaki kananku.

“Saya ingin mencicipi ibu..” bisiknya dekat telingaku.
“Sejak pertama kali saya melamar jadi supir ibu, saya sudah menginginkan mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini.” katanya lagi dengan suara nafas yang sudah memburu.
“Tapi saya majikan kamu Ris..” kataku mencoba mengingatkan.
“Memang betul bu.. tapi itu waktu jam kerja, sekarang sudah pukul 7 malam berarti saya sudah bebas tugas..” balasnya sambil melepas ikatan tali BH yang kukenakan.
“Hhh mm uuhh,” desah nafasnya memenuhi telingaku.
“Tapi malam ini Bu Winie harus mau melayani saya,” katanya sambil terus mendengus-denguskan hidungnya di seputar telingaku hingga tubuhku merinding dan geli.

Setelah supirku melepas pakaiannya sendiri lalu tubuhku dibaliknya hingga telentang. Aku dapat melihat tubuh polosnya itu. Tidak lama kemudian supirku menarik kakiku sampai pahaku melekat pada perutku lalu mengikatkan tali lagi pada perutku. Tubuhku kemudian digendongnya dan dibawanya ke pojok bagian kepala ranjang lalu dipangkunya di atas kedua kaki yang diselonjorkan, mirip anak perempuan yang tubuhnya sedang dipeluk ayahnya. Tangan kirinya menahan pundakku sehingga kepalaku bersandar pada dadanya yang bidang dan terlihat otot dadanya berbentuk dan kencang sedangkan tangan kanannya meremasi kulit pinggul, pahaku dan pantatku yang kencang dan putih bersih itu.

“Aris.. jangan Ris.. jangan!” ucapku berulang-ulang dengan nada terbata-bata mencoba mengingatkan pikirannya.
Namun Aris, supirku tidak memperdulikan perkataanku sebaliknya dengan senyum penuh nafsu terus saja meraba-raba pahaku.
“Ouh.. zzt.. Euh..” desisku panjang dengan tubuh menegang menahan geli serta seperti terkena setrum saat kurasakan tangannya melintasi belahan kedua pahaku.
Apalagi telapak dan jemari tangannya berhenti tepat di tengah-tengah lipatan pahaku.
“Mass.. Eee” rintihku lebih panjang lagi dengan bergetar sambil memejapkan mata ketika kurasakan jemarinya mulai mengusap-usap belahan bibir vaginaku. Tangan Mas Aris terus menyentuh dan bergerak dari bawah ke atas lalu kembali turun lagi dan kembali ke atas lagi dengan perlahan sampai beberapa kali. Lalu mulai sedikit menekan hingga ujung telunjuknya tenggelam dalam lipatan bibir vaginaku yang mulai terasa berdenyut-denyut, gatal dan geli.

Tangannya yang terus meraba dan menggelitik-gelitik bagian dalam bibir vaginaku membuat birahiku jadi naik dengan cepatnya, apalagi sudah cukup lama tubuhku tidak pernah mendapatkan kehangatan lagi dari suamiku yang selalu sibuk dan sibuk. Entah siapa yang memulai duluan saat pikiranku sedang melayang kurasakan bibirku sudah beradu dengan bibirnya saling berpagut mesra, menjilat, mengecup, menghisap liur yang keluar dari dalam mulut masing-masing.

“Ouh.. Winie.. wajahmu cukup merangsang sekali Winie..!” ucapnya dengan nafasnya yang semakin memburu itu.
Setelah berkata begitu tubuhku ditarik hingga buah dadaku yang menantang itu tepat pada mukanya dan kemudian, “Ouh.. mas..” rintihku panjang dengan kepala menengadah kebelakan menahan geli bercampur nikmat yang tiada henti setelah mulutnya dengan langsung memagut buah dadaku yang ranum itu. Kurasakan mulutnya menyedot, memagut, bahkan menggigit-gigit kecil punting susuku sambil sekali-kali menarik-narik dengan giginya.

Entah mengapa perasaanku saat itu seperti takut, ngeri bahkan sebal bercampur aduk di dalam hati, namun ada perasaan nikmat yang luar biasa sekali seakan-akan ada sesuatu yang pernah lama hilang kini kembali datang merasuki tubuhku yang sedang dalam keadaan tidak berdaya dan pasrah. “Bruk..” tiba-tiba tangan Mas Aris melepaskan tubuhku yang sedang asyik-asyiknya aku menikmati sedalam-dalamnya tubuhku yang sedang melambung dan melayang-layang itu hingga tubuhku terjatuh di atas ranjang tidurku. Tidak berapa lama kemudian kurasakan bagian bibir vaginaku dilumat dengan buas seperti orang yang kelaparan. Mendapat serangan seperti itu tubuhku langsung menggelinjang-gelinjang dan rintihan serta erangan suaraku semakin meninggi menahan geli bercampur nikmat sampai-sampai kepalaku bergerak menggeleng ke kanan dan ke kiri berulang-ulang. Cukup lama mulutnya mencumbu dan melumati bibir vaginaku terlebih-lebih pada bagian atas lubang vaginaku yang paling sensitif itu.

“Aris.. sudah.. sudah.. ouh.. ampun Aar.. riss..” rintihku panjang dengan tubuh yang mengejang-ngejang menahan geli yang menggelitik bercampur nikmat yang luar biasa rasanya saat itu. Lalu kurasakan tangannya pun mulai rebutan dengan bibirnya. Kurasakan jarinya dicelup ke dalam lorong kecil kemaluanku dan mengorek-ngorek isi dalamnya.
“Ouh.. Ris..” desisku menikmati alur permainannya yang terus terang belum pernah kudapatkan bahkan dengan suamiku sendiri.
“Sabar Win.., saya suka sekali dengan lendirmu sayang!” suara supirku yang setengah bergumam sambil terus menjilat dan menghisap-hisap tanpa hentinya sampai beberapa menit lagi lamanya.
Setelah puas mulutnya bermain dan berkenalan dengan bibir kemaluanku yang montok itu si Aris lalu mendekati wajahku sambil meremas-remas buah dadaku yang ranum dan kenyal itu.

“Bu Winie.., saya entot sekarang ya.. sayang..” bisiknya lebih pelan lagi dengan nafas yang sudah mendesah-desah. “Eee..” pekikku begitu kurasakan di belahan pangkal pahaku ada benda yang cukup keras dan besar mendesak-desak setengah memaksa masuk belahan bibir vaginaku.
“Tenang sayang.. tenang.. dikit lagi.. dikit lagi..”
“Aah.. sak.. kiit..!” jeritku keras-keras menahan ngilu yang amat sangat sampai-sampai terasa duburku berdenyut-denyut menahan ngilunya. Akhirnya batang penis supirku tenggelam hingga dalam dibalut oleh lorong kemaluanku dan terhimpit oleh bibir vaginaku.

Beberapa saat lamanya, supirku dengan sengaja, penisnya hanya didiamkan saja tidak bergerak lalu beberapa saat lagi mulai terasa di dalam liang vaginaku penisnya ditarik keluar perlahan-lahan dan setelah itu didorong masuk lagi, juga dengan perlahan-lahan sekali seakan-akan ingin menikmati gesekan-gesekan pada dinding-dinding lorong yang rapat dan terasa bergerenjal-gerenjal itu. Makin lama gerakannya semakin cepat dan cepat sehingga tubuhku semakin berguncang dengan hebatnya sampai, “Ouhh..”
Tiba-tiba suara supirku dan suaraku sama-sama beradu nyaring sekali dan panjang lengkingannya dengan diikuti tubuhku yang kaku dan langsung lemas bagaikan tanpa tulang rasanya. Begitu pula dengan tubuh supirku yang langsung terhempas kesamping tubuhku.

“Sialan kamu Ris!” ucapku memecah kesunyian dengan nada geram.
Setelah beberapa lama aku melepas lelah dan nafasku sudah mulai tenang dan teratur kembali.
“Kamu gila Ris, kamu telah memperkosa istri majikanmu sendiri, tau!” ucapku lagi sambil memandang tubuhnya yang masih terkulai di samping sisiku.
“Bagaimana kalau aku hamil nanti?” ucapku lagi dengan nada kesal.
“Tenang Bu Winie.., saya masih punya pil anti hamil, Bu Winie.” ucapnya dengan tenang.
“Iya.. tapi kan udah telat!” balasku dengan sinis dan ketus.
“Tenang bu.. tenang.. setiap pagi ibu kan selalu minum air putih dan selama dua hari sebelumnya saya selalu mencampurkan dengan obatnya jadi Bu Winie enggak usah khawatir bakalan hamil bu,” ucapnya malah lebih tenang lagi.
“Ouh.. jadi kamu sudah merencanakannya, sialan kamu Ris..” ucapku dengan terkejut, ternyata diam-diam supirku sudah lama merencanakannya.
“Bagaimana Bu Winie..?”
“Bagaimana apanya? Sekarang kamu lepasin saya Ris..” kataku masih dengan nada kesal dan gemas.
“Maksudnya, tadi waktu di Entotin enak kan?” tanyanya lagi sambil membelai rambutku.
Wajahku langsung merah padam mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh supirku, namun dalam hati kecilku tidak dapat kupungkiri walaupun tadi dia sudah memperkosa dan menjatuhkan derajatku sebagai majikannya, namun aku sendiri turut menikmatinya bahkan aku sendiri merasakan organsime dua kali.

“Kok ngak dijawab sich!” tanya supirku lagi.
“Iya..iya, tapi sekarang lepasin talinya dong Aris!” kataku dengan menggerutu karena tanganku sudah pegal dan kaku.
“Nanti saja yach! Sekarang kita mandi dulu!” ucapnya sambil langsung menggendong tubuhku dan membawa ke kamar mandi yang berada di samping tempat ranjangku. Tubuhku yang masih lemah lunglai dengan kedua tangan dan kakiku yang masih terikat itu diletakkan di atas lantai keramik berwarna krem muda yang dingin tepat di bawah pancuran shower yang tergantung di dinding. Setelah itu supirku menyalakan lampu kamar mandiku dan menyalakan kran air hingga tubuhku basah oleh guyuran air dingin yang turun dari atas pancuran shower itu. Melihat tubuhku yang sudah basah dan terlihat mengkilat oleh pantulan lampu kamar mandi lalu Aris supirku berjongkok dekatku dan kemudian duduk di sampingku hingga tubuhnya pun turut basah oleh air yang turun dari atas.

Mata supirku yang memandangiku seperti terlihat lain dari biasanya, dia mulai mengusap rambutku yang basah ke belakang dengan penuh sayang seperti sedang menyayang seorang anak kecil. Lalu diambilnya sabun Lux cair yang ada di dalam botol dan menumpahkan pada tubuhku lalu dia mulai menggosok-gosok tubuhku dengan telapak tangannya. Pinggulku, perutku lalu naik ke atas lagi ke buah dadaku kiri dan kemudian ke buah dadaku yang kanan. Tangannya yang terasa kasar itu terus menggosok dan menggosok sambil bergerak berputar seperti sedang memoles mobil dengan cairan kits. Sesekali dia meremas dengan lembut buah dada dan punting susuku hingga aku merasa geli dibuatnya, lalu naik lagi di atas buah dadaku, pundakku, leherku lalu ke bahuku, kemudian turun lagi ke lenganku.
“Ah.. mas..” pekikku ketika tangannya kembali turun dan turun lagi hingga telapak tangannya menutup bibir vaginaku.
Kurasakan telapak tangannya menggosok-gosok bibir vaginaku naik turun dan kemudian membelah bibir vaginaku dengan jemari tangannya yang lincah dan cekatan dan kembali menggosok-gosokkannya hingga sabun Lux cair itu menjadi semakin berbusa.

Setelah memandikan tubuhku lalu dia pun membasuh tubuhnya sendiri sambil membiarkan tubuhku tetap bersandar di bawah pancuran shower. Usai membersihkan badan, supirku lalu menggendongku keluar kamar mandi dan menghempaskan tubuhku yang masih basah itu ke atas kasur tanpa melap tubuhku terlebih dahulu.
“Saya akan bawakan makanan ke sini yach!” ucapnya sambil supirku melilit handuk yang biasa kupakai kepinggangnya lalu ngeloyor ke luar kamarku tanpa sempat untuk aku berbicara. Sudah tiga tahun lebih aku tidak pernah merasakan kehangatan yang demikian memuncak, karena keegoisan suamiku yang selalu sibuk dengan pekerjaan. Memang dalam hal keuangan aku tidak pernah kekurangan. Apapun yang aku mau pasti kudapatkan, namun untuk urusan kewajiban suami terhadap istrinya sudah lama tidak kudapatkan lagi.

Entah mengapa perasaanku saat ini seperti ada rasa sedang, gembira atau.. entah apalah namanya. Yang pasti hatiku yang selama ini terasa berat dan bosan hilang begitu saja walaupun dalam hati kecilku juga merasa malu, benci, sebal dan kesal. Supirku cukup lama meninggalkan diriku sendirian, namun waktu kembali rupanya dia membawakan masakan nasi goreng dengan telor yang masih hangat serta segelas minuman kesukaanku. Lalu tubuhku disandarkan pada teralis ranjang.
“Biar saya yang suapin Bu Winie yach!” ucapnya sambil menyodorkan sesendok nasi goreng yang dibuatnya.
“Kamu yang masak Ris!” tanyaku ingin tahu.
“Iya, lalu siapa lagi yang masak kalau bukan saya, kan di rumah cuma tinggal kita berdua, si Wati kan udah saya suruh pulang duluan sebelum hujan tadi turun!” kata supirku.
“Ayo dicicipi!” katanya lagi.

Mulanya aku ragu untuk mencicipi nasi goreng buatannya, namun perutku yang memang sudah terasa lapar, akhirnya kumakan juga sesendok demi sesendok. Tidak kusangka nasi goreng buatannya cukup lumanyan juga rupanya. Tanpa terasa nasi goreng di piring dapat kuhabisi juga.
“Bolehkan saya memanggil Bu Winie dengan sebutan mbak?” tanyanya sambil membasuh mulutku dengan tissue.
“Boleh saja, memang kenapa?” tanyaku.
“Engga apa-apa, biar enak aja kedengaran di kupingnya.”

Kalau saya boleh manggil Mbak Winie, berarti Bu Winie eh.. salah maksudnya Mbak Winie, panggil saya Bang aja yach!” celetuknya meminta.
“Terserah kamu saja ” kataku.
“Sudah nggak capai lagi kan Mbak Winie!” sahut supirku.
“Memang kenapa!?” tanyaku.
“Masih kuatkan?” tanyanya lagi dengan senyum binal sambil mulai meraba-raba tubuhku kembali.
Aku tidak memberi jawaban lagi, hanya menunduk malu, tadi saja aku diperkosanya malah membuatku puas disetubuhinya apalagi untuk babak yang kedua kataku dalam hati. Sejujurnya aku tidak rela tubuhku diperkosanya namun aku tidak mampu untuk menolak permintaannya yang membuat tubuhku dapat melayang-layang di udara seperti dulu saat aku pertama kali menikah dengan suamiku.

# TAMAT #

May 4, 2011

Warung Remang – Remang

Warung yang menjual minuman keras itu , terletak jauh dari keramaian di pinggir kota . Warung itu selalu buka dan hampir tak pernah tutup . Hampir seluruh pengunjungnya adalah laki-laki pemabuk, preman, bandit , rampok , pembuat onar. Tempat itu menjadi sarang penjahat .

Sejumlah preman terlihat sedang asik minum-minum. Empat dari mereka bermain kartu remi yang sudah lusuh . dan yang lima lainnya sedang berbicara dengan Rony. Mereka sedang merencanakan perampokan terhadap toko emas di kota

Setelah berbicara cukup lama , Rony menyalakan Rokoknya , lalu berjalan ke luar warung . Matanya menerawang jauh , menatap jalan kecil yang mulai gelap itu . Sampai matanya agak memicing , karena silau , tersorot lampu mobil .

Suzuki Carry itu tepat berhenti di samping Rony . Perlahan kaca gelap mobil itu terbuka , dan terlihat sosok gadis muda . “ malam pak , numpang tanya , perumahan cemara indah , dimana pak..” suara gadis itu begitu lembut , membuat birahi Rony jadi bangkit .

Rony menatap gadis itu , dia tersenyum , di otaknya mencari cara , untuk memperdaya gadis itu .

“ sebenarnya bisa lewat jalan ini terus lurus , tapi jalan di depan ada galian kabel , jadi harus muter , terus lewat gang kecil di sebelah sana..” kata ronny membohonginya .

“ Oh , lewat jalan gang .. yang mana yah pak..” kata gadis itu lagi . “ wah jalannya sempit dan rusak , terus agak belok belok..” kata Rony lagi .

Gadis itu diam , sepertinya binggung . “ begini saja , biar saya antar , saya naik motor , nanti kamu ikuti motor saya ..” kata Rony .

Gadis itu tersenyum , “ wah , terima kasih , jadi repotin bapak saja nih..” .

Rony tersenyum , jantungnya berdetak lebih cepat , rencananya sudah makin mendekati ke mangsanya . Rony tersenyum lagi lalu berkata “ tidak apa apa koq , tapi saya mau makan dulu yah.. di warung dalam sana .. kamu tunggu saja sebentar..” .

Rony berencana , untuk mengepungnya bersama teman temannya dan membawanya masuk ke warung itu .

Tapi di luar dugaan Rony , gadis itu malah turun dari mobil suzuki carry itu. “ eh pak , saya juga agak haus .. saya ingin minum juga..” katanya .

Itu langkah yang salah , gadis itu tak menyadari banyak serigala lapar di dalam sana
Rony tersenyum sekali lagi , dan menatap gadis itu . Yang berpakaian seksi dan sensual. Dia mengenakan gaun pesta . Bagian dadanya lumayan rendah membuat belahan dadanya agak terlihat .

Buah dada gadis itu tidak besar, tapi padat dan bulat, dan tetap mengacung walaupun ia tidak mengenakan BH sekalipun. Pantatnya juga terlihat bulat di tutupi oleh gaun pesta itu.

Panjang gaun malam itu hanya sampai sepuluh senti di atas lutut , membuat kakinya yang panjang terlihat jelas, halus, putih mulus. Karena ketatnya gaun yang ia pakai, gadis itu berjalan perlahan, masuk ke dalam warung itu. Rambutnya yang berwarna kecoklatan jatuh tergerai di punggungnya.

Setelah gadis itu berada di dalam warung itu , Dia tidak yakin apakah memang tempat ini yang baik , setelah matanya melihat keadaan di sekelilingnya. Ia sendiri harus bertanya beberapa kali kenapa bisa sampai ke tempat ini.

Gadis itu mulai grogi , dia terus dekat Rony yang asik melahap mie instan rebus , lalu memutuskan untuk memesan teh botol dan sambil berdiri menunggu sebentar.

Keempat orang yang sedang bermain kartu remi memandanginya dengan mata melotot penuh nafsu birahi .Gadis itu sendiri merasa merinding ketika matanya menatap mata mereka. Mereka menjilati bibir mereka setiap kali mata Selly beradu pandang dengan mereka. Tak lama , suasana semakin memanas .

“ pak , ayo tolong antarkan saya.” kata gadis itu pada Romy . Rony tersenyum “ sabar yah , oh iyah nama kamu siapa sih ” . Gadis itu tak menjawab . Tapi Rony bertanya lagi “ eh , nama kamu siapa ?” . “ Linda “ jawabnya singkat.

“ Oh nama eloe bagus juga , “ kata Rony . Linda berkata lagi “ ayo pak , nanti saya bayar ongkosnya , tolong bapak antar saya sekarang “ .

Rony tersenyum sinis , lalu tangannya hinggap di pantat Linda dan merabanya . Gadis itu tersendak “ eh.. jangan kurang ajar yah..” katanya . Rony tersenyum menyeringai “ he he he baru gitu aja eleo udah marah , gimana kalo gua entot loe..” .

Nada bicara Rony berubah , yang tadinya lembut ,sekarang jadi kasar . Linda menyadarinya , ini tidak baik . Segera dia menuju ke pintu , untuk pergi dari sana . Tapi terlambat , dua orang bandit berada di depan pintu . Mereka berdiri sambil mengusapi selangkangan mereka .

“Hei Non, gimana kalo loe buka baju eleo , jadi kita bisa senang senang!” seseorang dari mereka berkata. “Gimana kalo kita nyanyi sama-sama , sambil telanjang Non?” yang lain menimpali.

Linda mulai panik , “ minggir , saya mau pergi ..” katanya .

Tapi seseorang segera mendekatinya dan menempatkan tangannya di bahunya serta mendorongnya duduk di kursi sementara preman itu sendiri duduk di sebelah Linda. “ Hei , apa apa nih..” kata Linda

Kemudian tanpa aba aba , preman itu menjilat dan mencium telinga Linda .Linda berontak , dan menjerit “ apa apa nih , bajingan… “ . Lalu tangan Linda reflek menampar pipi preman itu . Teman temannya yang lain tertawa tawa .

Tiba tiba , preman itu mencabut belatinya , dan menancap belati itu di kursi kayu yang di duduki Linda , tepat di antar kedua paha Linda . Untungnya belati itu tak sampai melukai pahanya .

Linda hanya bisa memandangi belati mengkilap itu dengan mulut terbuka tak percaya kejadian ini harus menimpa dirinya .

Ketika Linda tidak mengatakan apa-apa, orang itu memasukkan tangannya ke dalam gaun Linda, merabai pahanya dan berusaha membuka kaki Linda. “ Hei , apa apa nih tolong , jangan “ . Linda meronta dan memandang sekelilingnya dengan tatapan memelas mohon pertolongan.

“ Hei , jangan gangu dia , dia milik gua..” bentak Rony . Dan preman itu melepaskan tangannya .

Rony segera mendekati pintu dan menguncinya. Dua orang preman memegang tangan Linda yang terus berusaha meronta dan menjerit, “ Tolong.. tolong… lepaskan… jangan…” dari atas tempat duduknya. Kedua laki-laki itu berkata “ yah terus menjerit .. gua suka dengar suara jeritan eleo…”

Wajah Linda memutih pucat ketakutan, dan memohon pada mereka untuk melepaskan dirinya.

Tapi dua dari preman itu segera menarik tangannya , dan membawanya ke meja kayu , yang biasa dipakai buat makan . Linda terus meronta . Tangan preman itu menjambak rambutnya . Akhirnya mereka berhasil membawa dan membaringkan Linda di meja kayu itu .

Kemudian kedua tangannya di ikat pada kaki meja . Kini tangan linda , terikat terbuka , satu ke kiri dan satu kekanan . Kini Linda terbaring tak berdaya , dengan tangan terikat seperti di salib . Hanya kakinya yang bergerak menendang nendang tanpa arah . Juga jerit tangisnya yang memilu .

“ Yah , terus berontak , gua suka sekali melihatnya..” kata Rony tertawa . Linda terus berontak , dan menangis memohon dilepaskan . Tapi Rony hanya tertawa . “ eh , eloe orang minggir , liatin gua aja yah , cewek ini punya gua..” kata Rony pada teman temannya.

Teman temannya hanya tertawa tawa .

Lalu Rony segera merobek gaun Linda , dengan bantuan belatinya . Sekali tarik gaun itu lepas seluruhnya di sertai jeritan Linda .

Semua mata langsung tertuju pada tubuh Linda yang hanya memakai celana dalam hitam , dan juga bra yang hitam .

Rony merangkak naik keatas meja . Tapi Linda segera menedangnya . Rony cepat tanggap ,menangkis tendangannya , lalu memukul keras perutnya , Linda menjerit kesakitan “ aduh , ampun jangan pukul…” .

Rony pun turun lagi , dan mengikat kedua kakinya pada kaki meja itu . Kini Linda benar benar tak berkutik . Dia terikat diatas meja dengan kaki terbuka lebar. “ Ha ha cewek sialan loe , ayo berontak lagi..” kata Rony.

Linda hanya bisa menitikan air mata . Dan Rony pun segera mendekatkan mukanya pada selangkanan Linda , menciumi aroma vaginanya yang masih terbungkus celana dalamnya. Linda mengelijing dan memohon “ tolong hentikan jangan lakukan ini…” . Tapi itu sia sia saja .

Rony terus saja menciumi celana dalamnya , dan tak lama dengan belatinya itu dia merobek celana dalam dan Bra Linda . Kini tubuh Linda terbuka , tanpa sehelai benang pun . Rony menatap tubuh telanjang gadis itu , demikian juga preman preman bejat lainnya.

Buah dada Linda yang montok , vaginanya yang kecil dengan sedikit bulu bulu kemaluannya. Rony segera mendekat ke vaginanya . Dengan dua jarinya dia membuka lebar bibir vagina Linda .” wah , memek eloe masih bagus yah , apa eloe masih perawan..” kata Rony.

Linda tak menjawab , hanya terisak tangis . Rony pun mejulurkan lidah menjilati klitorisnya . Linda mengelijing dan meronta “ sudah tolong hentikan ” . Rony terus saja bernafsu melumat vagina Linda . Membuat Linda terus mengelijing .

“ aghhh “ jerit Linda , ketika Rony memasukan dua jarinya ke liang wanita Linda . Jari Rony menyolok nyolok vagina linda dengan cepat . Jerit kesakita Linda , malah semakin membuat gerakkan jari Rony Liar . Rony mengorek ngorek liang vagina linda . Lalu menarik jarinya keluar.

Rony mencabut jarinya , menatap jarinya yang basah , menyeringai , lalu kembali memasukan jarinya di liang vaginanya . “ rupanya , eloe udah gak perawan yah.. dasar perek ” ejek Rony .

Kembali jarinya menyodok nyodok vagina Linda , membuat Linda mengeram pedih.

Setelah Rony puas memainkan vaginanya , Rony melepaskan ikatan Linda dan langsung menariknya turun dari meja kayu itu .Linda tersungkur di lantai , dan Rony membuka celananya . Penis ngacung keras.

Tiba-tiba, Rony menjambak rambut Linda dan menariknya , Linda menjerit kesakitan “ ahhhh , tolong ampun…” .

Rony memerintahkan Linda untuk segera mengulumnya dan jika ia berani mengigit penisnya, ia akan merontokan gigi Linda .

Rony memajukan penisnya mendekati muka Linda , penisnya yang sudah tegang dan keras, ia menjepit hidung Linda untuk membuat Linda membuka mulutnya. Linda meronta , tapi Kembali Linda menjerit keras , “ Ahhhh … “ ketika satu pululan tepat di mukanya

Ketika Linda kehabisan nafas dan membuka mulutnya untuk menghirup udara, Rony segera mendorong penisnya ke dalam mulut Linda. dan mulai mendorong dan menarik kepala Linda.

Kepala Linda bergerak maju dan mundur tanpa henti, terus menerus. Lipstik Linda yang berwarna merah menempel di batang penis yang ada di mulutnya. Dan ketika kepala penis itu masuk ke tenggorokannya Linda tersedak, tapi Rony tetap mendorong hingga kepala penis itu masuk lebih dalam di tenggorokan Linda.

Air mata mulai meleleh di pipinya . Sambil Linda dipegangi hingga tak bergerak dengan penis yang terbenam hingga tenggorokannya. Rony kemudian menarik penisnya keluar , lalu mendorong lagi.

Setelah kira kira 10 menit , Rony menekan masuk penisnya . Linda tersedak , dan terasa sperma Rony muncrat di tenggorokkannya . Setelah penis itu benar benar terlepas dari mulutnya , Linda segerah memuntahkan sperma yang memenuhi mulutnya.

Seorang dengan perut buncit , tangannya penuh tatto segera menghapiri Linda.Membuka resleting celananya , Tangannya kemudian menjambak rambut Linda dan mulai mendorong masuk penisnya dalam mulut linda mengantikan Rony

Menggerakan penisnya dengan kasar membuat penisnya kembali bergerak keluar masuk di mulut Linda. Semua orang dapat mendengar suara dahi Linda yang menumbuk perut orang itu, dan erangan Linda yang terdengar setiap kali penis itu masuk jauh ke tenggorokannya.

Ketika laki-laki itu akan mengalami orgasem ia mendorong kepala Linda hingga hidung Linda terbenam di dalam rambut kemaluan orang itu tanpa bisa menarik nafas. Sperma langsung menyembur keluar memenuhi mulut Linda.

Dan dari sudut mulut Linda sperma menyemprot keluar, mengalir turun, menggantung di dagu Linda. Kemudian orang itu mulai bergerak lagi tanpa henti. Sperma terus mengalir keluar, jatuh dari leher Linda .Ketika akhirnya ia menarik penisnya dari mulut Linda, Linda megap-megap menarik nafas dan terbatuk-batuk memuntahkan sperma yang masih ada di tenggorokannya.

Dua orang kemudian memegangi Linda sementara yang lain mulai melepaskan pakaian mereka. Linda sendiri tak berdaya untuk melarikan diri, setelah baru saja ia mengalami shock.

Ketika semuanya telah telanjang bulat, kembali Linda diangkat dan diletakan di atas meja kayu dan langsung dipegangi oleh empat orang laki-laki, setiap orang memegangi tangan dan kakinya. Kaki Linda terbuka lebar dan tubuhnya telentang.

Rony kembali mendekat dan naik ke atas meja. Perlahan ia menggosokan penisnya yang besar ke kaki Linda. Yang lain hanya bisa memandang iri pada penis Rony yang panjangnya hingga 25 senti dan selalu ia yang mendapat kesempatan pertama. Rony memerintahkan orang di dekat kepala Linda untuk mengangkat kepala Linda hingga Linda bisa melihat ketika penis Rony mulai masuk ke vagina Linda.

Orang yang memegangi kaki Linda berusaha membuka kaki Linda lebih lebar. Dengan satu kali dorongan keras, penis Rony dengan keras memasuki vagina Linda. Linda menjerit sekeras-kerasnya, “ AaHHHGG . . .” dan makin meronta-ronta, tanpa daya menghentikan Rony memperkosa dirinya.
Rony sendiri menikmati sekali segala jeritan dan rontaan Linda. Ia menyeringai setiap kali Linda menjerit kesakitan.

Ketika Rony sedang memperkosanya, laki-laki lainnya ikut menyakiti Linda dengan mencubit, meremas, meraba, mengisap, mengigit, menjilat dan menciumi seluruh tubuh Linda.

Mereka mulai dengan memainkan buah dada Linda dan mengisapi puting susunya, tangan-tangan mereka juga menarik-narik dan menjepit puting susunya. Linda terus menjerit , pilu “ ahhhggg ampun Ahhhh hentikan tolong….” .

Kaki Linda diangkat tinggi-tinggi dari atas meja sementara tangan-tangan merabainya, menikmati halusnya kaki Linda.

Beberapa menit kemudian jeritan Linda hanya tinggal erangan dan rintihan tapi Rony tetap memperkosa Linda tanpa henti, terus bergerak makin cepat. Setelah lama kemudian, Rony menarik penisnya hingga hampir terlepas dari jepitan vagina Linda, ia mengerang dan maju mendorong ke depan sekuat tenaga.

Kepala Linda terdongak dan jeritan melengking terdengar, melolong panjang keluar dari mulut Linda “ AGHHHH………”. Rony mengejang beberapa saat penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Linda. Setelah Rony mencabut penis , spermanya pun berhamburan keluar dari liang vagina Linda yang membengkak dan memar.

Laki-laki yang lain kemudian melepaskan pegangan Linda dan bertengkar mengenai giliran siapa selanjutnya.

Linda hanya bisa berbaring , menangis , tubuhnya menjejang kesakitan . kaki dan tangannya masih terbuka lebar, ia menangis histeris. Ia telah diperkosa , dilecehkan, harga dirinya di injak injak .

“Eh perek , kenapa nangis , Loe mustinya nikmatin, soalnya masih banyak cowok yang antri , semua mau cobain memek eloe kita baru aja mulai!” katanya pada Linda.

Seorang laki-laki segera naik ke atas meja setelah Rony turun. Sekarang, Linda dapat merasakan bagaimana bibir vaginanya perlahan membuka kembali dan penis itu sedikit demi sedikit masuk ke dalamnya. Kesakitan kembali tercermin di wajah Linda, ketika ia merasa tubuhnya seperti dirobek oleh penis yang masuk.Linda mengerang lagi “ aghhh sakit…”

“Loe jangan belagu deh! Kalo lo nggak suka sama punya gue atau punya temen gue tadi, masih ada yang laen! Cepet atau lambat lo pasti temuin yang lo suka!” bentak orang itu.

Perkataan orang itu membuat apa yang telah ia takutkan selama ini menjadi nyata. Linda akan diperkosa bergantian oleh seluruh orang yang ada di bar itu. Dan ia tidak punya pilihan sama sekali. Linda hanya bisa menyerahkan dirinya dan melayani mereka hingga selesai.

Sekarang Linda hanya berharap ia bisa keluar dari situ hidup-hidup, dan berharap tidak ada seorangpun yang tahu apa yang telah ia alami.

Tak lama preman itu menyemburkan spermanya ke dalam vagina Linda yang sudah terisi oleh sperma Rony. Lalu dengan segera orang lain menggantikan laki-laki itu, kemudian laki-laki lain menyusul, setelah itu temannya juga mulai memperkosa Linda.

Linda tidak bisa lagi menahan rasa sakit dan ia sudah kehabisan tenaga melayani laki-laki itu. Linda lalu menangis dan memohon pada semuanya agar melepaskan dirinya.” Sudah tolong lah Ahhh saya , sudah tak kuat , ahhh sakit…” .

Tapi Laki-laki yang sedang menindihnya meremas buah dada Linda keras-keras hingga Linda menjerit kesakitan. “ AHHGGG sakit hentikan tolong…” . Dan menarik puting susunya dengan kuat “ AGHH sakit ampunnn…”

“Jangan berisik! Lo belon ngelayanin temen-temen gue! Masih ada lima orang lagi!” bentaknya pada Linda.

Tiba-tiba orang itu menarik penisnya keluar dan merangkak ke dada Linda. Linda sudah sangat ketakutan sekarang hingga ia hanya bisa berbaring dengan mata terpejam erat, menunggu orang selanjutnya yang akan mengambil giliran memperkosanya.

Ia sama sekali tidak menyadari orang yang baru saja memperkosanya mengarahkan penisnya ke muka Linda. Dan tepat sebelum orang itu orgasme Linda membuka matanya. Sperma segera menyembur ke seluruh wajah Linda. Sehingga seluruh sperma itu keluar menyembur dari penis itu.

Ketika orang itu puas ia menarik rambut Linda dan menamparkan penisnya ke wajah Linda. “satu-satunya yang boleh loe mohon cuma ini tau? Loe sendiri yang masuk ke sini pake pakaian merangsang kayak perek , dan loe mohon kita berhenti? Lo bercanda apa? Lo musti ngelayanin kita sampe kita nggak bisa bangun lagi! Ngerti” Orang itu membentak Linda.

Lima orang terakhir kemudian mengambil giliran masing-masing dan memperlakukan Linda sama dengan orang sebelumnya. Ketika hampir orgasme, mereka menarik penisnya keluar, merangkak di atas dada Linda, dan memyemprotkan sperma mereka ke seluruh wajah dan buah dada Linda kemudian menarik rambut Linda untuk membersihkan penis mereka.

Dan ketika orang yang terakhir selesai Linda berbaring hampir tak sadarkan diri.

Wajah, buah dada, dan puting susu Linda seluruhnya dilumuri sperma. Sperma itu mengalir turun dari sisi wajahnya, masuk ke telinga dan leher Linda. Linda tidak bisa membuka matanya karena semuanya tertutup oleh sperma. Linda harus bernafas melalui mulutnya karena sperma sudah masuk ke hidungnya.

Rambut Linda yang kecoklatan terlihat kusut karena terkena sperma yang mengering di rambutnya. Ketika orang-orang itu beristirahat sejenak, Linda hanya berbaring di atas meja , kakinya terbuka lebar dan sperma mengalir keluar dari vaginanya, menunggu orang selanjutnya memperkosa dirinya.

Vagina Linda tampak memar, memerah, dan terasa sakit karena baru saja dimasuki sepuluh orang bergantian tanpa henti.

Dua orang menarik tubuh Linda turun dari meja itu dan menyeretnya ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan tubuh Linda dengan kertas tisu yang kasar dari sperma yang menempel. Dan ketika tubuhnya diseret keluar lagi, Linda melihat meja tadi telah dipindahkan ke pinggir ruangan.

Di tengah ruangan itu sekarang tergelar matras kusam dan delapan laki-laki telanjang bulat berdiri mengelilinginya. Linda didorong ke tengah-tengah lingkarang orang itu, hingga ia terjatuh ke atas matras, tubuhnya tersungkur tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya.

Linda merasakan tangan-tangan di seluruh tubuhnya mulai menarik, mendorong dan mengangkat tubuhnya. Ketika Linda membuka matanya ia melihat seseorang telah berbaring telentang di bawah tubuhnya.

Orang itu adalah si Rony, dan penisnya sudah tegak berdiri. Kedua bibir vagina Linda kemudian dibuka oleh dua pasang jari-jari ketika perlahan tubuh Linda diturunkan mengarah ke penis Rony. Dengan sisa-sisa sperma yang ada, penis itu dapat lebih mudah masuk ke dalam vagina Linda.

Dan Linda sendiri hanya mengerang, merasakan kembali sakit “ Ahggg Aghh perih tolong hentikan sudahh..”

Seseorang kemudian menarik rambutnya, dan sebuah penis lain mendekati mulutnya. Linda dengan perlahan membuka mulutnya, berharap mereka tidak akan menyakitinya jika ia menuruti kemauan mereka. Penis itu masuk hingga ke tenggorokan Linda dan berhenti tak bergerak.

Selanjutnya Linda merasakan sebuah tangan mendorong tubuhnya hingga turun. Kemudian tangan-tangan lain mulai membuka belahan pantatnya. Linda panik dan berusaha merangkak menjauhi tangan-tangan itu. Dengan merangkak Linda membuat penis di mulutnya masuk makin dalam ke tenggorokannya.

“Hei, lo suka juga akhirnya! Kalo gitu ayo mulai aja sayang!” kata orang yang memasukan penisnya ke mulut Linda sambil tersenyum.

Ia mulai menggerakan pinggulnya secepat dan sekuat tenaga. Tubuh Linda yang terdorong mundur karena gerakan orang itu, disambut dengan sebuah penis lain di liang anusnya. Sekarang rasa sakit yang perlahan mulai hilang dari tubuh Linda, kembali menyengat seluruh tubuhnya.

Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, sakit yang tidak pernah dirasakan Linda sebelumnya. Pikiran Linda menjerit-jerit kesakitan, sedangkan mulutnya hanya bisa mengeluarkan suara tidak jelas diredam oleh penis yang keluar masuk.

Rasa sakit itu makin menjadi-jadi, ketika ketiga orang itu mulai bergerak berirama. Tubuh Linda seperti terkoyak-koyak ketika penis-penis itu bergantian keluar masuk di dalam vagina dan anusnya.

Dua orang kemudian mendekat memegangi tubuh Linda hingga ia tidak terjatuh ke samping. Semua lubang di tubuh Linda, mulut, vagina dan anus dipergunakan oleh mereka untuk memuaskan nafsu mereka secara bersamaan.

Kemudian dua orang terkakhir tadi menarik tangan Linda, melingkarkan jari-jari Linda di penis mereka dan menyuruhnya untuk mulai mengocok penis-penis mereka, sementara dua orang lainnya berlutut di samping Linda, dan menarik buah dadanya untuk kemudian digosokan pada penis mereka.

Sekarang Linda sudah dalam keadaan berlutut, tubuhnya bergoyang maju mundur. Tujuh dari sepuluh orang itu terus-menerus menggunakan tubuh Linda untuk membuat mereka puas. Tidak seorang pun peduli dan melihat bahwa Linda sama sekali tidak bisa bergerak. Semuanya tampak sangat bernafsu memperoleh bagian tubuh Linda.

Setelah beberapa menit rasa sakit itu mulai bisa ditekan oleh Linda. Linda terus memejamkan matanya karena ia tidak ingin melihat bagaiman orang-orang itu mempergunakan tubuhnya untuk memuaskan mereka. Ia hanya berharap semua itu segera selesai, karena dirinya hampir tidak bisa lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

Orang di anus Linda lebih dulu orgasme. Ketika ia selesai dan menarik penisnya keluar, orang lain maju dan dengan mempergunakan sperma orang yang pertama, ia melumasi penisnya dan memasukannya ke anus Linda. Lalu orang di mulutnya menyemburkan sperma, membuat Linda tersedak tak bisa bernafas, berusaha sekuat tenaga menelan sperma orang itu.

Lalu penis itu ditarik dan digantikan oleh penis lain, yang kali ini lebih besar. Linda berusaha membuka mulutnya, tapi orang itu tidak sabar dan langsung mendorong penisnya masuk, dan mulai bergerak.

Ia mendorong penisnya dalam-dalam dan tidak menariknya keluar, terus menahannya di dalam tenggorokan Linda. Linda kemudian merasakan getaran dari tubuh Rony di bawahnya dan cairan hangat mengalir ke dalam vaginanya, segera setelah itu orang lain menggantikan posisi Rony tadi.

Orang-orang tadi bergantian memperkosa Linda di seluruh lubang yang ada, ia terus menelan semua sperma yang disemburkan di dalam mulutnya. Dua orang di depan wajahnya mengocok penisnya masing-masing dan mengarahkan penisnya ke wajah Linda.

Ketika Linda melihat ke bawah, orang di bawah tubuhnya sedang menatap wajahnya dan kepalanya diganjal oleh kedua tangannya. Tak lama kemudian sperma kembali masuk ke dalam vagina Linda, dua detik kemudian sperma menyembur ke anusnya.

Penis lain kembali masuk ke vagina Linda. Linda kembali memejamkan matanya, ia sekarang hanya bisa mengeluarkan suara erangan, “ aghhh aghh aghh…” . yang semakin tinggi ketika penis lain masuk ke anusnya. Ketika ia membuka matanya lagi, Linda melihat sebuah penis diarahkan ke wajahnya.

Kepala penisnya berwarna ungu bulat, dan beberapa detik kemudian sperma menyembur menghantam wajahnya mengalir masuk ke mulutnya. Orang tubuh kemudian minggir dan sebuah penis lain maju mendekat.

Sepanjang malam Linda terus melanyani sepuluh orang itu hingga semuanya mendapat bagian menggunakan mulut, vagina dan anusnya paling sedikit satu kali.
Dan ketika orang-orang tersebut puas dan menjauh dari tubuh Linda, tubuh Linda tersungkur , terkapar tak berdaya .Linda lalu mengangkat wajahnya berusaha melihat orang-orang yang mengelilinginya, setelah itu semuanya gelap Linda tak sadarkan diri.

# TAMAT #

May 4, 2011

Pemerkosaan Calon Pengantin

Ada sepasang kekasih bernama Tono dan Denita, mereka berdua tinggal bersama di sebuah rumah yang terletak di daerah yang agak terpencil di Jakarta. Sehari-harinya mereka hidup bahagia bersama dan mereka berencana untuk menikah dalam waktu dekat. Denita berusia 20 tahun sementara Tono baru berusia 18 tahun. Banyak yang menyayangkan keputusan Denita untuk menikah dengan Tono, selain karena Tono lebih muda dari Denita, Denita sendiri adalah gadis yang sangat cantik.

Wajahnya amat manis, rambut hitam panjangnya yang berkilau dan kulitnya yang putih mulus karena Denita masih merupakan keturunan Chinese menambah daya tariknya selain tubuhnya yang proporsional. Tinggi Denita sekitar 165 cm, tubuhnya yang langsing namun padat cukup menonjolkan bagian dada dan pantatnya yang lumayan besar. Orang-orang merasa bahwa Tono tidak pantas untuk Denita karena selain penakut, Tono juga tidak begitu mandiri. Walaupun demikian, mereka saling mencintai satu sama lain. Denita sudah membeli gaun pengantinnya, dan Tono juga sudah mempersiapkan benda-benda yang mereka perlukan nantinya.

Suatu malam, ada segerombolan penjahat berjumlah 6 orang datang ke rumah Tono dan Denita. Mereka terdiri dari 5 laki-laki dan seorang perempuan. Mereka berhasil melumpuhkan Tono dan menawan Denita. Denita sempat melawan, namun salah satu penjahat itu menjambak rambut panjang Denita dan memukul perutnya sehingga Denita terkapar kesakitan; Denita lalu ditampar dan diikat di ranjang dengan masih menggunakan gaun tidurnya dan mereka memukuli Tono didepan Denita. Denita yang sadar bahwa ia tidak mungkin bisa melawan para penjahat itu hanya bisa pasrah, ia masih shock saat dipukul tadi. Denita memohon pada para penjahat itu untuk tidak menyakiti Tono, namun ia justru ditertawakan karena melindungi Tono. Para penjahat itu mulai tertarik melihat wajah Denita yang cukup cantik dan keseksian tubuh Denita yang mengenakan gaun tidurnya itu. Mereka juga kagum melihat keberanian Denita. Para penjahat itu lalu mulai mencari barang-barang berharga, namun mereka tidak menemukan apapun. Penjahat perempuan itu menemukan gaun pengantin Denita dan cincin nikah Tono dan Denita. Ia lalu menemukan sebuah ide, dan ia lalu memberitahukan idenya itu pada para temannya. Kelima penjahat laki-laki itu setuju pada ide perempuan itu.

Perempuan itu lalu membawa Denita ke kamarnya, dan mengancam akan membunuh Tono apabila Denita tidak menuruti kemauannya. Perempuan itu lalu menelanjangi Denita dan membawa cewek itu ke kamar mandi. Denita lalu dimandikan oleh perempuan itu, rambutnya dicuci dan tubuhnya diberi wewangian, sehingga tubuh Denita memancarkan aroma yang amat wangi. Perempuan itu juga mencukur rambut di kewanitaan Denita hingga bersih. Denita lalu dipaksa meminum air mentah sebanyak dua gayung penuh oleh perempuan itu sehingga Denita merasa agak pusing karena perutnya kembung.
Setelah selesai mandi, perempuan itu mendandani Denita secantik mungkin. Ia lalu memakaikan celana dalam yang baru, stocking, sarung tangan, dan gaun pengantin milik Denita lengkap dengan rok petticoat agar rok gaunnya tampak mengembang kepada Denita, sehingga Denita benar-benar terlihat seperti pengantin wanita yang hendak menikah. Perempuan itu memerintahkan Denita agar berkelakuan seperti yang ia perintahkan. Saat dipengantinkan, perempuan itu menyadari bahwa Denita sedang dalam masa subur saat melihat bercak di pembalut wanita dan celana dalam yang sebelumnya dipakai Denita.

Sementara itu, para penjahat laki-laki itu menyekap Tono di sofa ruang tamu untuk menunggu Denita. Mereka mengejek dan memukul Tono di sofa itu. Hingga Tono babak belur tak berdaya.

Tak lama kemudian, pintu kamar Denita terbuka dan keluarlah perempuan itu beserta Denita yang sudah dipengantinkan. Tono dan para penjahat itu terpesona melihat kecantikan Denita. Denita mengenakan gaun pengantinnya yang bertipe braless dengan rok petticoat sebagai rok dalam sehingga rok gaunnya tampak mengembang dan gaun itu berekor panjang, rok gaun Denita dihiasi dengan pita-pita yang terjalin sehingga rok itu tampak berlapis-lapis. Rambut Denita yang hitam panjang dibiarkan tergerai, dan dihiasi dengan tudung kepala sutra. Mahkota bunga berwarna putih yang dipakaikan di kepala Denita menambah kecantikan Denita. Bibir dan kelopak mata Denita berwarna pink. Denita memakai stocking putih, sarung tangan berwarna putih, dan sepatu hak tinggi berwarna putih. Dengan gaun model braless itu, dada Denita yang berukuran 34 B terlihat menonjol, dan tubuhnya menampakkan kesan seksi karena gaun itu memang agak ketat untuk Denita. Gaun itu makin tampak serasi dengan kulit Denita yang putih mulus karena Denita masih merupakan keturunan Chinese. Para penjahat itu berdiskusi sebentar, lalu mereka mengikat Tono erat-erat, dan membawa Tono ke kamar. Tono lalu didudukkan dikursi sofa yang mereka pindahkan dari ruang tamu kedalam kamar itu.
Sementara itu, Denita dipakaikan celemek putih berenda oleh para penjahat itu, dan disuruh memasak makanan untuk para penjahat itu. Denita lalu memasak makanan untuk para penjahat itu dengan diawasi oleh perempuan itu. Saat memasak, Denita sering kentut, perempuan itu menyadari bahwa Denita akan buang air besar. Denita lalu menghidangkan masakannya ke para penjahat itu. Saat menghidangkan makanan, perempuan itu menepuk pantat Denita dan Denita langsung kentut. Wajah Denita memerah karena malu. Para penjahat itu memerintahkan Denita untuk menari dan bernyanyi untuk menghibur mereka saat makan sebagai hukuman karena ia kentut. Denita dipaksa menyanyikan lagu dangdut untuk mengiringi tariannya. Denita dipaksa bergoyang sehingga lekuk tubuhnya dapat dipertontonkan dihadapan para lelaki itu. Para penjahat itu amat menyukai makanan yang disajikan Denita karena Denita memang mahir memasak, terlebih mereka bisa mendengar suara merdu Denita sambil menonton tarian Denita yang gemulai. Setelah selesai makan, para penjahat itu lalu menyuruh Denita menjilati piring bekas makanan mereka seperti seekor ******. Perempuan itu berbisik memberi perintah pada Denita. Denita sempat menolak perintah perempuan itu, namun ia terpaksa menuruti perintah perempuan itu setelah ia kembali diancam.
Denita kemudian dibawa ke toilet oleh para penjahat itu. Denita lalu menuruti perintah perempuan itu untuk berkelakuan seperti yang ia perintahkan. Denita menungging, lalu menarik rok gaunnya keatas hingga celana dalamnya yang berwarna putih berenda terlihat. Para penjahat itu bersiul melihat pantat dan paha mulus Denita yang masih dibalut stocking putih itu.

Perempuan itu kemudian membagi undian kepada para penjahat itu untuk mengundi tubuh Denita. Tubuh Denita dibagi menjadi 4 bagian tubuh yang diundi lewat secarik kertas untuk menentukan hak masing-masing para penjahat itu atas tubuh Denita. Penjahat pertama memenangkan memek Denita, sekaligus keperawanan pengantin itu. penjahat kedua juga mencabut kertas bertuliskan vagina Denita, namun ia tampak kesal karena keperawanan Denita sudah diantri duluan oleh rekannya, apalagi pandangannya dari tadi tertuju kepada pantat montok pengantin cantik yang sedang menungging itu, seolah tidak sabaran ingin memperawani liang dubur Denita yang masih belum terjamah lelaki. Penjahat ketiga tampak cukup puas saat mendapatkan mulut dan bibir Denita yang mungil itu, dimana ia akan dilayani dengan servis oral dari bibir pink sang pengantin.
Penjahat keempat yang bertubuh kecil tidak begitu senang saat mendapatkan lubang pantat Denita, ia merasa tidak senang kalau harus bercinta dengan lubang pantat pengantin itu. Apalagi mengingat Denita kentut saat mereka makan, ia malah merasa semakin jijik dengan gadis itu. Ia yakin lubang pantat gadis itu pasti dipenuhi kotoran yang jorok, dan tentu saja, ia tidak mau terkena penyakit karena kuman-kuman kotoran Denita dalam duburnya. Namun, penjahat kedua menawarkan untuk menukarkan jatah mereka dengan imbalan Rp. 15.000 dan izin dari perempuan itu untuk menjamah payudara Denita pada rekannya itu. Walaupun keberatan, penjahat keempat itu menerima tawaran temannya itu. Denita tertegun dan merasa amat terhina saat menyadari keperawanan duburnya dihargai hanya Rp. 15.000, bahkan jauh lebih rendah dari biaya sewa pelacur semalam.

Penjahat terakhir yang berbadan paling besar mendapat “kehormatan” untuk menyetubuhi Denita sepuas hatinya di bagian manapun yang ia mau karena penjahat itu tampaknya adalah pemimpin gerombolan itu.

Denita terkejut saat salah satu penjahat yang “membeli” pantatnya di undian itu tiba-tiba mengelus dan meremas pantatnya yang seksi sambil menggoda bahwa Denita cantik, namun ia ‘nakal’ karena melawan mereka dan kentut saat mereka makan. Wajah Denita memerah karena malu dan marah, ingin rasanya ia menampar penjahat yang kurang ajar itu, namun ia tidak berdaya karena mereka pasti semakin akan berbuat buruk pada Tono dan dirinya.

Penjahat itu lalu melorotkan celana dalam Denita hingga terlepas, sehingga pantat dan kewanitaan Denita terlihat jelas. Denita dipaksa melebarkan kakinya dan menungging di kloset, tangan Denita disuruh memegang kloset itu. Denita mulai dipermalukan oleh penjahat itu, penjahat itu lalu bertanya pada Denita apakah Denita hendak buang air besar. Denita yang malu menggelengkan kepala, namun penjahat itu mengatakan bahwa ia tak percaya. Penjahat itu kembali menyingkapkan rok gaun Denita hingga pantat Denita kembali terlihat jelas, ia lalu mencengkeram kedua bongkahan pantat Denita dan menariknya ke arah berlawanan sehingga lubang pantat Denita terlihat. Tanpa merasa jijik, dibenamkannya hidungnya ke lubang pantat itu dan diendusinya lubang kotoran Denita. Denita merasa geli saat hembusan nafas lelaki itu menyapu lubang terlarangnya itu, apalagi kumis lebat lelaki itu menggelitik pantatnya.

Setelah puas mengendusi pantat Denita, penjahat itu mengejek Denita dengan mengatakan bahwa ia mencium bau kotoran cewek itu. Penjahat itu lalu mengambil dua tangkai cotton buds. Salah satu cotton buds itu dilesakkannya kedalam lubang pantat Denita, sehingga Denita mengejang terkejut sesaat. Penjahat itu lalu mengorek pantat Denita dengan cotton buds itu selama beberapa detik dan tiba-tiba menarik cotton buds itu keluar dari pantat Denita sehingga Denita meringis. Kapas cotton buds yang tadinya berwarna putih itu kini berwarna kuning kecoklatan karena kotoran Denita. Denita malu sekali saat dipaksa melihat cotton buds yang sudah dilapisi oleh kotorannya itu. Penjahat itu juga sempat memukuli pantat Denita sebagai hukuman karena Denita kentut sehingga kedua belahan pantat Denita yang tadinya putih mulus kini berwarna pink kemerahan karena dipukul.

Denita lalu dipaksa duduk di kloset, sementara perempuan itu menarik rok Denita keatas, dan menarik kedua tungkai kaki Denita ke arah yang berlawanan sehingga kewanitaan Denita terlihat jelas karena Denita berada dalam posisi mengangkang. Perempuan itu lalu menyuruh Denita untuk buang air besar dihadapan mereka. Denita terkejut mendengar perintah perempuan itu, terutama saat perempuan itu mengatakan bahwa penjahat laki-laki yang memenangkan pantat Denita di undian akan mencuci pantat Denita setelah Denita buang air besar. Denita lalu berpura-pura sedang dalam keadaan tidak ingin buang air besar, namun para penjahat laki-laki itu mengancam Denita apabila Denita tidak buang air besar, maka Tono akan mereka bunuh. Denita terpaksa menuruti perintah para penjahat itu untuk buang air besar, namun Denita memohon pada para penjahat itu agar mereka tidak menyakiti Tono.

Wajah Denita memerah karena malu saat para penjahat itu menyaksikan dirinya buang air besar. Denita merintih sejenak, lalu kentut dengan keras. Beberapa saat kemudian, kotoran Denita berjatuhan dari pantatnya. Para penjahat itu menutup hidung mereka karena bau kotoran Denita, namun mereka terangsang melihat Denita yang cantik sedang buang air besar dengan mengenakan gaun pengantinnya. Denita sendiri merasa amat malu, baru kali ini seumur hidupnya ia buang air besar sambil ditonton pria, apalagi mata mereka tampak lebih tertuju melihat ke selangkangannya. Denita juga melihat bagian kejantanan para penjahat itu tampak menegang saat melihatnya buang air besar. Tidak jauh berbeda dengan para penjahat laki-laki itu, perempuan itu terus melihat dan mengamati vagina Denita, ia tersenyum saat melihat Denita tidak banyak kencing saat buang air besar.

Setelah selesai buang air besar; sesuai perintah perempuan itu, Denita lalu meminta penjahat laki-laki yang memenangkan pantatnya untuk mencuci pantatnya. Penjahat laki-laki itu lalu membersihkan pantat Denita, Denita merasa malu saat jari penjahat itu menyentuh dan mencuci lubang pantatnya dengan air. Namun Denita merasa nyaman karena penjahat itu membersihkan pantatnya dengan lembut, terutama saat menyentuh lubang pantat Denita. Setelah pantatnya selesai dibersihkan, Denita dipaksa berterima kasih kepada penjahat itu.

Denita lalu diberi pilihan oleh para penjahat itu untuk menikah massal dan bercinta dengan mereka, atau menyaksikan Tono dibunuh. Dengan berat hati, Denita memilih untuk mengorbankan dirinya. Denita tidak diperbolehkan memakai celana dalam oleh kelima penjahat itu, supaya ia siap bercinta dengan mereka.

Denita dan para penjahat itu lalu kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, Perempuan itu lalu berdiri di belakang sebuah meja yang dijadikan seperti altar oleh para penjahat itu. Denita lalu bergandengan dengan salah satu penjahat itu, dan mereka berjalan menuju ‘altar’ itu. Setibanya di altar, mereka melecehkan Denita yang mengenakan gaun pengantin dengan berpura-pura mengadakan upacara pernikahan. Denita dan penjahat itu lalu berlutut didepan altar buatan itu. Denita mengucapkan sumpah setianya kepada penjahat itu dan mengakui kekuasaan penjahat itu atas dirinya, namun penjahat itu melecehkan Denita dengan menolak mengakui Denita sebagai istrinya, dan mengakuinya sebagai penghibur. Penjahat itu mengaitkan tali merah di ibu jari Denita sebagai ‘cincin kawin’. Denita tidak dapat berbuat banyak agar Tono selamat. Tono yang tidak tahu bahwa Denita dipaksa menikah oleh perempuan itu berteriak keras, namun mulutnya disumpal dengan pembalut wanita bekas Denita oleh para penjahat itu. Perempuan itu lalu mengawasi Tono. Denita ‘menjual’ dirinya sebagai penghibur kepada para penjahat itu satu-persatu di ‘pernikahan’ itu. Denita mengakui 5 orang lelaki sebagai suaminya malam itu, namun ia tidak pernah dianggap sebagai istri oleh mereka. Semua jari di tangan kanan Denita dipasangi tali merah itu. Denita ‘menikah’ saat usianya baru 20 tahun.

Setelah pernikahan itu, Denita lalu melaksanakan ‘kewajibannya’ sebagai seorang istri dari para penjahat itu. Denita berlutut di ranjang, kedua pahanya dibuka lebar-lebar. Denita lalu menunggingkan pantatnya, siap untuk bercinta. Denita menitikkan air mata menghadapi perlakuan para ‘suaminya’. Wanita itu membawa sebuah kamera yang ia dapatkan dari lemari Denita dan siap mengabadikan malam itu.

Sambil disaksikan oleh Tono yang terikat didepan ranjang, dagu lancip Denita ditegadahkan ke wajah salah satu penjahat itu dan bibir mungil Denita dicium oleh penjahat yang mendapat undian untuk memperoleh mulutnya, Denita merasa sedikit aneh karena ia berciuman untuk pertama kalinya. Penjahat pertama itu memaksa memasukkan lidahnya ke mulut Denita, Denita hanya bisa pasrah menahan rasa geli saat lidah penjahat itu menggerayangi mulutnya. Penjahat itu memeluk tubuh Denita dengan erat, tangannya dilingkarkan ke pinggul Denita sambil sesekali meremas pantat Denita. Penjahat itu tampaknya berusaha menyedot ludah Denita sambil menjilati gigi dan lidah Denita untuk merangsang Denita.

Adegan berciuman itu membuat para penjahat yang lain terangsang, penjahat yang melepas celana dalam Denita lalu menyingkap rok gaun Denita, mereka melihat kewanitaan Denita agak lembab, tanda bahwa Denita terangsang. Penjahat berikutnya lalu berbaring dibawah selangkangan Denita dan segera menjilati kewanitaan Denita. Denita terkejut saat merasa kewanitaannya dijilati, namun ia tidak bisa melawan karena tangannya dipiting oleh penjahat yang sedang berciuman dengannya. Denita hanya bisa meronta saat ia merasakan sensasi yang aneh di kewanitaannya, sensasi yang baru pertama kali ia rasakan sebagai seorang wanita. Denita berusaha mengatupkan pahanya, namun penjahat itu menarik kedua tungkai pahanya kearah yang berlawanan, dan menekan paha Denita. Denita tidak mampu melawan tenaga penjahat itu, apalagi penjahat itu cukup kekar perkasa. Lama kelamaan Denita semakin terangsang sehingga kewanitaannya semakin banyak mengeluarkan cairan cintanya, membuat penjahat yang menjilati kewanitaannya kini mulai menghisap cairan cintanya. Penjahat itu sesekali menjilat klitoris Denita, sehingga Denita semakin menggelinjang kegelian. Denita juga tidak lagi berusaha mengatupkan pahanya, karena tenaganya mulai habis karena sensasi yang ia terima di mulut dan kewanitaannya. Usaha kedua penjahat itu akhirnya berhasil; setelah beberapa lama berciuman dan dijilati, Denita mulai terangsang karena keahlian berciuman dan jilatan para penjahat itu. Denita lalu menjulurkan lidahnya dan mulai memainkan lidahnya dengan lidah penjahat itu, Denita juga menerima ludah yang dituangkan penjahat itu ke dalam mulutnya dan menelan ludah itu. Denita dan penjahat itu lalu mulai saling mengulum bibir mereka.

Denita merasa malu sekali saat para penjahat yang sedang menunggu giliran menjelaskan kepada Tono bahwa Denita sedang terangsang dan menunjukkan kewanitaan Denita yang semakin banyak mengeluarkan cairan sebagai bukti. Walaupun Tono berusaha tidak mendengar, Denita tetap merasa malu sekali, Ia seharusnya mengenakan gaun pengantinnya saat menikah dengan Tono, namun kini ia malah terangsang dan bercinta dengan pria lain dihadapan Tono sambil mengenakan gaun pengantinnya. Tono sendiri mulai terangsang, kemaluannya juga terlihat menegang karena baru pertama kalinya ia melihat kewanitaan Denita setelah sekian lama mereka berpacaran dan tinggal bersama.

Setelah merasa cukup memberikan Denita ‘pemanasan’, penjahat yang menghisap cairan kewanitaan Denita berhenti. Ia lalu memberi isyarat pada temannya yang sedang berciuman dengan Denita. Penjahat itu menganggukkan kepalanya dan berhenti mencium bibir Denita. Denita lalu dipaksa belutut dengan paha yang terbuka lebar di hadapan Tono, penjahat yang menghisap cairan kewanitaan Denita lalu melepas celana dan celana dalamnya. Tono dan Denita bisa melihat kemaluan pria itu yang sudah menegang, dan tonjolan uratnya terlihat jelas, apalagi ukurannya cukup besar, sekitar 17 cm. Penjahat itu lalu berbaring dibawah tubuh Denita, ia mengatur posisi kemaluannya yang sudah menegang agar tepat dibawah kewanitaan Denita sehingga posisi mereka kini menjadi ‘woman on top’. Dua dari tiga penjahat yang belum mendapat kesempatan untuk bercinta dengan Denita lalu memegang rok gaun Denita di arah yang berlawanan, dan menarik petticoat dan rok gaun Denita keatas sehingga kewanitaan Denita dan kemaluan penjahat itu terlihat jelas oleh Tono.

Perempuan itu lalu menyuruh Denita menurunkan pinggulnya. Denita yang menyadari apa yang akan terjadi berusaha menolak, namun perempuan itu mengeluarkan pisau dari sakunya dan mengacungkan pisau itu ke leher Tono. Denita tidak dapat menolak lagi. Perempuan itu menyuruh Tono melihat adegan terenggutnya keperawanan Denita. Denita mulai menurunkan pinggulnya dengan pelan, ia bisa merasakan kemaluan penjahat itu di mulut kewanitaannya. Sambil menutup mata, Denita terus melanjutkan menurunkan pinggulnya pelan-pelan. Karena tidak sabar, salah satu penjahat itu memegang pinggul Denita dan menurunkannya dengan cepat, seketika itu juga kemaluan penjahat itu menghunjam vagina Denita. Denita menjerit kesakitan karena keperawanannya direnggut, apalagi ukuran penis itu begitu besar, sehingga hanya masuk sebagian di kewanitaannya walaupun kewanitaannya sudah basah oleh cairan cintanya dan ludah penjahat yang tadi menjilati memeknya itu. Penjahat itu mendesah puas, ia bisa merasakan hangatnya liang kewanitaan Denita dan juga vagina Denita yang masih sempit karena baru pertama kalinya dimasuki kejantanan lelaki. Penjahat itu mulai memegang pinggang Denita dan menggoyangkan pinggul Denita, layaknya goyangan gerakan dangdut, agar penisnya masuk sepenuhnya di vagina Denita. Denita hanya merintih pelan saat ia ‘digoyang’ diatas penis penjahat itu. Perlahan-lahan penis penjahat itu mulai tertelan masuk kedalam vagina Denita Beberapa saat kemudian, penjahat itu mengubah goyangan Denita menjadi pompaan. Denita dientot naik-turun sehingga penis itu menghunjam vaginanya berulang kali. Jeritan Denita semakin keras, tapi mulut Denita langsung disumpal dengan kemaluan penjahat yang berciuman dengannya. Denita lalu dipaksa untuk mengoral kemaluan penjahat itu.

Denita hanya bisa pasrah mengulum dan memainkan kemaluan penjahat itu di dalam mulutnya sambil menangis menahan rasa perih di kewanitaannya, namun suara tangisan Denita terhalangi oleh kemaluan penjahat yang menyumpali mulutnya. Denita merasa amat jijik dan hampir muntah saat mengulum kemaluan penjahat itu yang bau, namun penjahat itu malah menekan kepala Denita ke kemaluannya sehingga pangkal penis itu masuk hingga ke tenggorokan Denita, dan membuat Denita sulit bernafas. Penjahat itu puas saat merasakan kehangatan mulut dan kelembutan bibir Denita. Denita lalu diperintahkan untuk menjilat dan mengemut kemaluan itu. Setelah sekitar 15 menit diperkosa, Denita mulai tidak bisa mengontrol tubuhnya lagi, rintihannya berganti menjadi lenguhan dan ia kini menggerakkan tubuhnya sesuai nalurinya, para penjahat itu tertawa melihat Denita yang terbawa nafsunya.

Beberapa menit kemudian, penjahat yang dioral oleh Denita menekan kepala Denita dengan keras di penisnya lalu memuncratkan spermanya tepat ke tenggorokan Denita. Denita terkejut saat merasa mulutnya dipenuhi cairan kental yang amis. Penjahat itu terus menekan kepala Denita sehingga Denita terpaksa menelan bibit-bibit bayi yang baru saja dituangkan ke mulutnya itu. Suara lenguhan Denita terdengar semakin keras saat penjahat itu melepas penisnya dari mulut Denita, penjahat itu tertawa puas melihat benang lendir sperma di mulut Denita yang terlihat jelas diantara gigi Denita yang putih saat Denita membuka mulutnya ketika ia melenguh.

Penjahat yang sedang memompa Denita melihat bahwa temannya sudah memberi Denita sperma. Ia juga tak mau kalah dari temannya itu sehingga ia mempercepat pompaannya. Akibatnya, Denita semakin melenguh keras merasakan kenikmatan di kewanitaannya, yang kini sudah bisa dimasuki penuh oleh penis penjahat itu. Namun penjahat itu tidak membiarkan Denita mencapai orgasme, ia mengontrol gerakan memompanya, sesekali gerakannya begitu cepat, namun saat merasa Denita hendak orgasme, ia memperlambat pompaannya sehingga Denita semakin kerepotan. Penjahat itu juga sering menggoda Tono dengan cara memeluk Denita dari belakang dan menjilati wajah Denita yang cantik atau sesekali menghentikan gerakannya, sehingga Denita secara otomatis menggoyang-goyangkan pantatnya agar penis itu tetap menyodoknya. Para penjahat itu menertawakan tingkah Denita itu sambil menyebutnya pelacur. Penjahat itu juga sesekali menghentikan pompaannya dan memaksa Denita melihat penisnya yang sedang menyatu dengan kewanitaan Denita. Beberapa saat kemudian, penjahat itu mendesah keras dan Denita menjerit saat kewanitaannya dimasuki para calon bayi mereka, hasil buah percintaan Denita dengan penjahat itu. Penjahat itu lalu mencabut penisnya dari kewanitaan Denita setelah ia merasa spermanya telah tertuang hingga habis.

Dengan kejamnya, perempuan itu menyuruh para penjahat itu segera mengangkat kedua tungkai kaki Denita setinggi mungkin dan tegak lurus sehingga Denita kini bertumpu pada bahunya. Kewanitaan Denita sengaja dipamerkan di depan Tono agar Tono melihat jelas proses awal kehamilan Denita. Tono dapat melihat jelas paha Denita yang indah yang dibalut dengan stocking putih itu dan pusar Denita. Rok gaun Denita menutupi wajah Denita, dalam keadaan seperti itulah Denita dibiarkan selama beberapa menit agar sperma hasil percintaannya membuahi rahimnya sehingga ia kelak dapat hamil.
Penjahat yang baru saja menuangkan spermanya di vagina Denita itu mengocok-kocok liang vagina Denita agar spermanya benar-benar tertelan habis kedalam tubuh pengantin wanita itu untuk memastikan bahwa spermanya dapat menjadikan Denita sebagai seorang ibu bagi anak-anak mereka kelak.

Denita menangis keras dan meronta-ronta saat merasakan sperma penjahat itu semakin cepat memasuki rahimnya dalam jumlah yang banyak. Namun, Penjahat yang dioral Denita segera melumat bibir Denita sehingga Denita tidak bisa mengeluarkan suara lain selain rintihan pelan.

Di dalam hatinya, Denita tidak mau menjadi ibu dari anak yang akan ia kandung hasil dari pemerkosaan itu, apalagi dari pria yang sama sekali tidak ia cintai, namun disisi lain sebagai seorang wanita, Denita merasa aneh dan takut bercampur bahagia karena ia akan menjadi seorang wanita sepenuhnya saat melahirkan bayi yang ia kandung kelak dan menjadi ibu dari anak itu. Tono terpukul saat melihat kewanitaan gadis yang ia cintai kini telah dipenuhi calon bayi dari pria lain, pertanda bahwa Denita bisa saja hamil dari percintaannya dengan penjahat itu.

Perempuan itu lalu membisikkan sesuatu pada Denita untuk membujuk dan meyakinkan Denita agar Denita dapat menerima kehamilannya itu sebagai kodrat, dan mengatakan bahwa kehamilan adalah impian tiap wanita, dan Denita baru saja mulai menapaki jalan menjadi seorang wanita sejati. Perempuan itu juga mulai membisikkan keindahan menjadi seorang ibu pada Denita sekaligus kembali mengancam akan membunuh Tono apabila Denita bertingkah macam-macam, sehingga Denita mulai berhenti menangis dan mulai dapat menerima calon bayi yang akan ia kandung. Denita juga tidak lagi meronta, ia tampaknya pasrah menerima nasibnya itu. Lagipula, ia tidak mau Tono kembali dilukai oleh para penjahat itu.

Beberapa menit kemudian, setelah perempuan itu merasa sperma penjahat itu telah sepenuhnya masuk dan mengering di kewanitaan Denita, Denita mulai disiapkan untuk kembali bercinta dengan 3 penjahat yang masih menunggunya. Denita tidak lagi berontak, ia hanya menuruti perintah para penjahat itu tanpa menolak lagi.
Ketiga penjahat yang berikutnya sudah melepas celana mereka dan penis mereka yang cukup besar terlihat sudah menegang cukup lama sejak adegan percintaan Denita sebelumnya.

Penjahat yang mendapat giliran ketiga lalu duduk di kursi, laki-laki itu bertubuh jauh lebih besar dan gagah dari penjahat yang baru merenggut keperawanan Denita, tingginya sekitar 190 cm dan kulitnya yang hitam gelap makin menonjolkan kesan sangarnya; kontras dengan Denita yang tingginya hanya sekitar 160 cm dan berkulit putih. Denita gemetar melihat laki-laki itu, yang rupanya adalah penjahat yang tadi memukulnya. Laki-laki itu rupanya adalah pemimpin para penjahat itu, ia memiliki penis dengan ukuran terbesar, sekitar 20 cm. Tonjolan urat penisnya terlihat jelas. Penis berwarna hitam itu terlihat berdiri tegak dengan gagah perkasa, siap membawa Denita ke kenikmatan surgawi. Tono dan para penjahat bahkan lainnya sempat minder melihat kegagahan lelaki itu.

Perempuan itu membisikkan sesuatu ke Denita, dan Denita mengangguk tanda mengerti. Denita lalu berlutut di depan lelaki itu dan memasukkan penis itu ke mulutnya, Denita mulai memainkan penis besar itu didalam mulutnya Bibirnya yang mungil memijat kemaluan itu, liur Denita membasahi penis itu, dan penis itu terkadang digesekkan di giginya yang putih. Penjahat itu memegang kedua buah dada Denita dan sesekali meremasnya. Ia merasa gemas melihat gadis muda secantik Denita dalam balutan busana pengantinnya sedang memberinya servis. Tak lama kemudian, penjahat itu melorotkan bagian dada gaun Denita, sehingga kedua buah dada Denita ‘melompat’ keluar karena Denita tidak memakai bra. Penjahat itu lalu mengeluarkan penisnya dari mulut Denita, perempuan itu kembali memberi Denita perintah baru. Denita lalu menjepit penis itu diantara kedua buah dadanya, dan mengocok penis itu dengan kedua buah dadanya itu sambil menjilati ujung penis itu. Mereka yang menonton adegan itu menelan ludah; Denita seperti sedang makan hot dog. Buah dada Denita yang putih dan montok bagaikan roti menjepit sempurna kemaluan penjahat itu yang hitam gelap seperti sosis. Tak lama kemudian, Denita kembali disembur sperma hangat dari ‘sosis’ yang ia ‘makan’, sehingga wajah dan buah dadanya berlepotan dengan sperma kental. Penjahat itu beristirahat sebentar, sementara para penjahat yang lain menyendoki sperma yang berlepotan di wajah dan tubuh Denita, lalu memaksa menyuapi Denita dengan sperma itu sehingga sperma yang tadinya berceceran di wajah dan dada Denita kini pindah kedalam perut Denita. Para penjahat itu juga memaksa membersihkan kewanitaan Denita dari bercak darah keperawanannya dan bekas sperma yang mengering.

Setelah cukup beristirahat, penjahat lalu menyuruh Denita untuk kembali melayaninya. Denita lalu menaikkan rok gaunnya dengan bantuan kedua penjahat lainnya dan mendudukkan dirinya dengan arah menghadap penjahat itu, tepat diatas kemaluan penjahat itu sehingga sekali lagi kewanitaannya dimasuki penis. Denita lalu memeluk leher penjahat itu, ia juga melingkarkan kakinya ke pinggang penjahat itu dan menyilangkan kedua mata kakinya sehingga kini ia mengunci pinggang penjahat itu. Setelah merasa sudah siap, Denita mulai menggerakkan pinggulnya agar penis penjahat itu semakin memasuki kewanitaannya, karena kewanitaannya masih sempit dan penis itu begitu besar. Penjahat itu memegangi pinggul Denita dan membantu Denita memasukkan penisnya kedalam liang kewanitaan Denita sambil menjilati dan mengisap puting susu Denita yang sudah mengeras. Denita hanya mendesah ringan saat menyusui penjahat itu. Setelah ia merasa penisnya telah masuk sepenuhnya kedalam memek Denita, penjahat itu memegang pinggul Denita dengan kencang dan mulai memompa Denita naik turun sambil meremas dada Denita dan menggigiti puting susu Denita. Denita jelas kewalahan menghadapi sensasi di kewanitaan dan puting susunya sekaligus, Denita pun mendesah keras penuh kenikmatan.

Penjahat itu lalu memanggil salah satu rekannya yang masih belum bercinta dengan Denita. Penjahat keempat itu datang menghampiri Denita dengan membawa sebuah pompa ban. Denita mengenal penjahat itu sebagai penjahat yang mengendusi pantatnya di toilet sebelumnya. Penjahat lalu berlutut di depan kursi itu, tepat didepan pantat Denita. Kemudian Ia menelusup ke dalam rok gaun Denita dan menarik kedua bongkahan pantat pengantin wanita itu ke arah berlawanan sehingga terlihatlah lubang pantat yang tadinya ia cuci. Rupanya penjahat ini adalah penggemar pantat wanita, ia mulai meludahi pantat seksi itu dan memasukkan jari tengahnya kedalam anus Denita. Denita menjerit saat lubang pantatnya dimasuki benda yang tak dikenal itu, namun mulutnya disumpal dengan celana dalam putihnya yang ia pakai saat dijadikan pengantin. Pantat Denita yang seharusnya dipakai untuk mengeluarkan kotorannya sekarang dipakai untuk pemuas nafsu lelaki itu. Perlahan lahan jari penjahat itu terbenam dalam lubang pantat Denita, penjahat itu dapat merasakan kehangatan dan kelembutan dalam lubang pantat Denita karena daging lubang pantat itu melingkari jari penjahat itu dengan pas seperti sebuah cincin. Penjahat itu lalu mengocok jarinya didalam anus Denita untuk membuka lubang pantat itu lebih lebar, sehingga Denita semakin tak berdaya, serasa ada tornado yang berputar dalam pantatnya, apalagi tubuhnya masih terhempas-hempas karena dientot oleh pemimpin para penjahat itu. Habis sudah Denita diperkosa dari depan dan belakang, Denita hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras karena ia tidak dapat menjerit karena mulutnya disumbat, namun ia merasakan sensasi yang luar biasa karena ia sedang bercinta dengan 2 lelaki sekaligus dengan menggunakan kedua lubang tubuhnya. Denita lalu mulai menikmati kocokan di anusnya itu, ia berharap kocokan itu tidak pernah berhenti.

Setelah cukup mengocok anus Denita sekitar 10 menit, penjahat itu mencabut jarinya dari pantat Denita sehingga lubang pantat Denita kini terbuka lebar sebesar lubang jari kelingking dan tidak bisa terkatup lagi, dari lubang pantat itu tercium bau tidak sedap. Denita terhenyak, ia sebenarnya masih ingin penjahat itu mengorek duburnya hingga puas, Denita sempat menggelengkan kepala saat penjahat itu mencabut jarinya dari pantat Denita. Bahkan kotoran Denita kembali muncrat sedikit saat jari itu tercabut dari pantatnya.

Penjahat itu lalu menggoda Denita sambil mengatakan bahwa Denita masih belum bisa menceboki pantatnya sendiri dengan baik, bahkan setelah menjadi seorang pengantin wanita. Ia lalu menawarkan untuk membersihkan pantat Denita. Denita yang sudah dilanda nafsu hanya mengangguk dengan segera, ia mengira penjahat itu akan membersihkan pantatnya dengan tissue, namun penjahat itu tersenyum dan segera menelusup lagi kedalam pantat Denita tanpa membawa tissue. Sadarlah Denita bahwa penjahat itu hendak menjilati duburnya. Denita menggeleng keras namun terlambat, penjahat itu menjulurkan lidahnya dan memasukkan lidahnya kedalam pantat Denita, penjahat mulai menjilati anus Denita, lidahnya dibenamkannya kedalam lubang pantat pengantin wanita itu sedalam mungkin untuk mencicipi nikmatnya anus Denita tanpa peduli bahwa Denita baru saja buang air besar, dan tidak menghiraukan aroma tidak sedap dari lubang pantat Denita. Denita merasa geli sekali saat pantatnya dicicipi seperti itu, lidah itu terasa seperti daging yang licin dan lunak memasuki pantatnya. Penjahat itu dengan senang hati menjilati lubang pantat Denita, bahkan ia juga menjilati kotoran Denita yang sedikit berlepotan setelah pantatnya dikocok tadi. Denita benar-benar tidak habis pikir, ada juga lelaki yang mau memakan kotoran wanita seperti itu. Namun penjahat itu malah semakin senang menjilati pantat Denita, seperti mimpi ia bisa menikmati pantat pengantin secantik Denita. Ia tidak keberatan walau harus memakan kotoran cewek cantik itu.

Setelah puas menikmati lezatnya pantat Denita, penjahat itu memasukkan pentil pompa ban itu ke dalam anus Denita. Penjahat itu lalu memompa pantat Denita agar penuh berisi angin. Denita melenguh saat ia merasa perut dan pantatnya sudah dipenuhi angin. Penjahat itu baru berhenti memompa Denita setelah mendengar suara kentut Denita yang pelan.

Penjahat yang sedang memompa vagina Denita lalu berdiri mengangkat Denita yang masih memeluk lehernya dengan mudahnya sambil memegangi kedua bongkahan pantat Denita. Kuncian kaki Denita terlepas sehingga paha Denita terangkat membentuk huruf ‘M’, Denita tetap memeluk leher penjahat itu dengan erat agar ia tidak jatuh. Penjahat yang lainnya mengangkat rok gaun Denita keatas sehingga lubang pantat Denita terlihat jelas didepan mata penjahat keempat yang menggemari pantat wanita itu. Denita akhirnya juga kehilangan keperawanan pantatnya, setelah pantatnya disodomi oleh kemaluan penjahat itu dari belakang. Denita melenguh keras sekali saat penis besar itu memasuki anusnya. Saat pantat Denita dimasuki kemaluan penjahat itu, Denita langsung kentut karena tubuhnya sudah dipenuhi angin, sehingga penjahat itu semakin tergoda. Setiap kali kemaluan penjahat itu membentur lubang pantat Denita, Denita selalu kentut. Cairan kewanitaan Denita juga meluber ke lubang pantatnya sehingga memudahkan penis penjahat itu untuk memasuki anusnya.

Tono takjub melihat pemandangan itu, baru kali ini ia melihat adegan percintaan seperti itu. Seorang pengantin wanita yang cantik bagai seorang putri raja, gadis yang amat ia cintai kini sedang bercinta dengan 2 orang nista. Tubuh yang putih mulus itu kini terapit oleh 2 tubuh gelap dan perkasa. Tubuh yang seharusnya diberikan Denita kepadanya kelak kini sedang dinikmati oleh para lelaki bejat itu, dan bahkan Denita akan mengandung buah cintanya dengan para lelaki itu.

Suara tumbukan antara tubuh Denita dan para penjahat itu menggema di ruangan itu selain suara desahan Denita, suara kentut Denita setiap kali pantatnya bertumbukan dengan kemaluan penjahat itu, suara kepuasan kedua penjahat yang mendapat kepuasan di kewanitaan dan lubang pantat Denita, dan suara jepretan kamera yang mengabadikan adegan percintaan itu. Kini Denita malah melenguh sendiri dan menggoyang-goyangkan pantatnya walaupun para penjahat itu berhenti memompanya; sehingga para penjahat itu kadang-kadang membiarkan Denita bergoyang sendiri. Para penjahat itu selalu mengingatkan Denita bahwa ia sedang diperkosa, tetapi Denita tidak peduli lagi, ia hanya merasakan kenikmatan luar biasa yang ia rasakan dan kini ia tidak mau melepaskan rasa nikmat itu, ia malah terus bergoyang agar kedua penis itu mengocoknya.

Melihat sikap Denita, para penjahat itu lalu memanggil Denita dengan kata-kata kotor, seperti Puteri para pelacur, Pengantin Binal, atau Pelacur Glamor karena Denita cantik dan mengenakan gaun pengantinnya sehingga tampak seperti wanita yang kaya dan terhormat. Kata-kata itu semakin membuat Denita bersemangat dalam bercinta dengan para penjahat itu sehingga para penjahat itu semakin senang pada pelayanan Denita. Tono masih tidak percaya saat melihat Denita, yang dulunya amat galak saat masih kecil kini rela menurut pada para penjahat itu dan mau diperlakukan seperti itu. Denita mulai merasakan pengaruh dari 2 gayung air yang ia minum saat mandi tadi, kini ia kebelet hendak kencing, namun vaginanya masih disumbat oleh kemaluan pemimpin para penjahat itu.

Tak lama kemudian, tubuh Denita bergetar dengan hebat, ia melengkungkan tubuhnya, memeluk leher penjahat itu dengan erat, dan melenguh keras sekali, kakinya menendang-nendang ke segala arah, akhirnya Denita mengalami orgasme pertama kalinya. Bahkan kedua penjahat itu harus memegangi tubuh Denita yang bergerak menggelepar-gelepar dengan liar itu. Tanpa ia sadari, Denita juga kencing saat orgasme sehingga air seninya membasahi tubuh kedua penjahat itu. Tono dan para penjahat itu takjub melihat air kencing Denita yang keluar dan tertimpa cahaya lampu yang remang-remang, sehingga tampak seperti air terjun kristal. Pemimpin para penjahat itu semakin terangsang melihat Denita yang kencing saat orgasme, ia lalu menyodok Denita lebih cepat dan ia mengeluarkan spermanya tak lama setelah Denita mengejang karena orgasme.
Setelah merasa semua spermanya telah dikeluarkan, penjahat tadi memberi isyarat pada temannya yang sedang menikmati kenikmatan anal seks dengan Denita. Penjahat yang menyodomi Denita langsung memegang paha Denita, mengangkat tubuh Denita sehingga penis temannya itu tercabut, Denita melingkarkan tangannya ke bahu penjahat itu agar tidak jatuh. Penjahat itu menggendong Denita berjalan ke sekeliling kamar itu dalam keadaan anus Denita dan penisnya masih menyatu dalam pantat Denita sambil memamerkan memek Denita yang dibanjiri sperma. Tono bisa melihat banyaknya sperma di kewanitaan Denita meluber keluar dari rahim Denita, dan menimbulkan bercak di stocking putih itu. Penjahat itu menggendong Denita kehadapan Tono dan menunjukkan penisnya yang bersatu dalam tubuh Denita di lubang pantat Denita.

Penjahat itu lalu mengocok memek Denita dihadapan Tono, sehingga Denita melenguh nikmat dan cairan cintanya disertai sperma pemimpin penjahat itu meleleh keluar dari celah vaginanya. Tono dipaksa berlutut oleh perempuan itu di depan selangkangan Denita, pembalut wanita bekas Denita dicabut dari mulut Tono, dan Tono lalu dipaksa menjilati memek Denita yang masih mengeluarkan sperma dan cairan cintanya. Tono lalu menjilati memek kekasihnya itu sesekali ia menghisap-hisap klitoris Denita untuk menghisap sperma dan cairan cinta di kewanitaan Denita dengan harapan untuk menurunkan kemungkinan Denita akan hamil dari bibit para penjahat itu. Penjahat itu juga terus mengocok kewanitaan Denita. Denita benar-benar terbang ke langit ketujuh, sensasi yang ia rasakan amat luar biasa, dimana memeknya kini sedang dikocok oleh penjahat itu sekaligus dijilati oleh kekasihnya, sementara pantatnya masih terasa sedikit sakit dan sesak karena dipenuhi oleh penis penjahat itu.

Beberapa saat kemudian, mata Denita melotot lebar saat ia hendak mencapai orgasmenya, namun penjahat itu segera menghentikan kocokannya dan menarik Denita sedikit menjauhi Tono sehingga jilatan Tono di memek Denita terhenti. Akibatnya Denita tidak jadi orgasme. Denita menoleh ke arah penjahat itu dengan wajah yang sayu dan nafas yang terengah-engah memohon orgasmenya sehingga tawa para penjahat itu meledak melihat tingkah Denita. Mulut Tono lalu kembali disumpal dengan pembalut wanita itu.

Penjahat itu lalu memberi Denita perintah untuk menggerakkan pantatnya sendiri yang masih dimasuki penis. Denita segera mematuhi perintah penjahat itu, pantatnya digoyang-goyangkan dan ia memompa penis itu dalam pantatnya sendiri. Denita masih sesekali kentut, dan Tono dipaksa mencium pantat Denita yang masih dimasuki penis itu. Denita sendiri merasa amat malu saat Tono menciumi penis penjahat itu dan pantatnya, namun ia terus menggerakkan pantatnya dihadapan Tono karena ia sudah tidak tahan dengan kenikmatan di lubang pantatnya itu.

Setelah merasa kentut Denita semakin pelan; penjahat itu berbaring, dan sekali lagi perempuan itu menyuruh para penjahat itu untuk segera mengangkat kedua tungkai kaki Denita setinggi mungkin dan tegak lurus. Denita tetap dientot oleh penjahat itu, dan akhirnya seluruh sisa sperma penjahat ketiga itu memasuki rahim Denita. Penjahat yang menyodomi Denita mengganti posisi bercintanya dengan menelungkupkan Denita sehingga Denita kini dientot dari belakang dengan gaya ******. Denita pasrah ditunggangi oleh penjahat itu dari belakang; ia berusaha menahan perih sekaligus kenikmatan di pantatnya saat penis itu memasuki pantatnya dan ia kentut. Saat celana dalam yang menyumpal mulutnya dilepas, Denita kembali mendesah keras, ia bahkan menuruti perintah penjahat itu untuk menggonggong seperti ****** betina.
Kedua tungkai kaki Denita lalu ditarik kebelakang oleh teman-teman penjahat itu melewati pinggang pemerkosanya itu; Denita lalu dipaksa menyilangkan kedua mata kakinya agar dirinya menjepit pinggang penjahat itu sehingga Denita kini seperti sebuah ikat pinggang. Dalam posisi itulah Denita kembali mengejang hebat dan melenguh keras sekali. Cairan cintanya muncrat disertai air kencingnya membasahi ranjang dan sebagian rok gaunnya saat ia mengalami orgasme kedua kalinya. Penjahat itu makin terangsang melihat Denita yang kencing sambil mengenakan gaun pengantin putih itu. Penjahat itu membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke leher Denita; dijilatinya leher Denita yang basah karena keringat setelah orgasme sambil terus menyodok anus Denita. Sekitar 15 menit kemudian, penjahat itu merasa telah mencapai puncak kenikmatan, ia langsung mengganti targetnya, penis itu dicabut dari anus Denita dan langsung ditanamkan ke kewanitaan Denita dan Denita mendesah keras saat kewanitaannya dibanjiri para calon bayinya yang lain. Kini Denita bahkan menaikkan kakinya sendiri untuk memberikan kesempatan bagi para calon bayi itu untuk dilahirkan olehnya ke dunia. Tentu saja para penjahat itu dengan sukarela membantu Denita dengan kembali mengangkat kedua tungkai kaki Denita tinggi-tinggi seperti yang mereka lakukan sebelumnya.

Setelah dibuahi, Denita menungging dan penjahat itu membenamkan wajahnya ke pantat Denita yang kini sudah tertutup rok gaunnya. Diendusnya pantat cewek itu; ia bisa merasakan kelembutan rok gaun Denita dan mencium bau wangi rok gaun cewek itu bercampur dengan bau amis sperma dan bau pesing air kencing Denita.

Sebagai acara penutup, penjahat itu menepuk pantat Denita dan menyuruh Denita untuk kentut dihadapan mereka. Denita yang masih menungging kelelahan tidak merespon perintah penjahat itu. Akibatnya, para penjahat itu amat marah dan menyeret Tono ke arah Denita. Rok Denita disingkapkan, dan wajah Tono dibenamkan diantara bongkahan pantat Denita dengan hidung Tono yang sengaja diposisikan tepat di lubang pantat Denita. Tono sempat melihat lubang pantat Denita yang kini terbuka menganga amat lebar sebesar ibu jari orang dewasa setelah disodomi oleh penjahat itu.

Denita lalu dipaksa kentut oleh mereka dengan hidung Tono yang membenam di lubang pantatnya. Denita diancam dengan sebilah belati yang ditempelkan di lehernya. Dengan berat hati, Denita mengumpulkan segenap tenaganya yang sudah terkuras untuk memenuhi perintah para penjahat itu, mengentuti wajah Tono.

Denita meringis sejenak dan PREET… Denita akhirnya kentut dengan keras. Air matanya kembali meleleh karena rasa perih di pantatnya dan juga perasaan amat malu terhadap Tono, yang kini menciumi aroma anusnya. Tanpa bisa ditahan, Denita langsung jatuh terbaring di ranjangnya dalam posisi terlungkup.

Penjahat terakhir membalikkan dan mengangkangkan tubuh Denita di ranjang itu, pinggul Denita diberi bantal untuk menaikkan posisi pinggulnya. Setelah merasa posisi Denita sudah tepat, kaki Denita diangkat tinggi dan dilebarkan membentuk huruf ‘V’, sehingga mereka semua dapat melihat paha indah yang dibalut stocking putih itu. Kedua kaki Denita dipegangi oleh penjahat-penjahat yang baru bersetubuh dengannya. Denita melihat ukuran penis penjahat ini paling kecil diantara teman-temannya, mungkin karena itulah ia mendapat giliran terakhir untuk bercinta dengan Denita, lagipula penjahat itu adalah yang paling muda diantara gerombolan itu, bahkan lebih muda dari Tono karena postur tubuhnya seperti anak SMP, lebih pendek dan kurus dibandingkan Denita. Denita sempat menanyakan usia penjahat itu; betapa terkejutnya ia saat mendengar jawaban penjahat itu: 13 tahun! lebih muda 7 tahun darinya. Denita sempat meragukan kemampuan seks anak itu; tentunya anak itu tidak sehebat keempat lelaki yang baru saja menggagahinya. Tono amat iri melihat anak itu, ia sudah bisa menikmati tubuh gadis dewasa seperti Denita padahal usianya masih amat muda.

Anak itu memasukkan kemaluannya ke kewanitaan Denita dan mulai memompa Denita kembali. Denita lalu dipapah keatas, dan ia memeluk leher anak itu. Bibir Denita lalu dilumat oleh anak itu. Kini Denita malah membalas menciumi bibir anak itu dan menuangkan ludahnya kedalam mulut anak itu. Anak itu dengan senang hati mereguk ludah pengantin wanita cantik itu. Denita tidak melawan lagi saat pinggulnya kembali dipegang. Secara otomatis Denita menggerakkan pantatnya dan vaginanya langsung menelan penis anak itu sepenuhnya. Mungkin karena anak itu masih amat muda sehingga penisnya belum bisa ereksi sepenuhnya dan tentu saja penis anak itu lebih kecil dari penis pemimpin mereka, maka agak gampang baginya untuk menembusi vagina Denita yang sudah diperawani teman-temannya yang lain. Vagina Denita yang sudah tidak perawan itu memang terlihat seperti lubang menganga yang besar akibat dimasuki penis besar pemimpin penjahat itu, namun masih cukup untuk memuaskan hasrat anak itu untuk menikmati nikmatnya tubuh wanita.

Setelah puas mereguk ludah Denita, anak itu lalu mengemuti puting susu kanan Denita dan menghisapnya dengan kuat, sementara tangannya memegangi payudara kiri Denita dan menyodorkan payudara itu ke mulut Denita. Anak itu menyuruh Denita untuk menyusui dirinya sendiri. Denita hanya menuruti perintah anak itu tanpa membantah, dengan rakusnya ia menghisap puting susunya sendiri seperti bayi yang hendak meminum air susu ibunya. Mereka kemudian saling bertukaran mencicipi payudara Denita; anak itu menyusu di payudara kiri Denita dan Denita mencicipi payudara kanannya sendiri. Denita terlihat seperti ibu yang menyusui anaknya karena tubuh Denita yang lebih besar dari anak yang sedang disusuinya. Denita sendiri tidak percaya melihat kemampuan bercinta anak itu yang hampir setara dengan keempat temannya tadi; walaupun usianya masih amat muda dibandingkan Denita. Denita tentunya bukanlah wanita pertama yang bercinta dengan anak itu.

Suara desahan Denita dan tumbukan tubuh mereka menggema di ruangan itu, payudara Denita kini berbekas lipstik merah mudanya sendiri. Denita sendiri sudah kesulitan mengatur nafasnya, ia sudah lelah setelah dikawini oleh empat laki-laki sebelumnya dan kini ia harus melayani nafsu penjahat yang kelima ini. Tak lama kemudian, anak itu mencengkeram pinggul Denita dan menyemburkan spermanya kedalam rahim Denita diikuti dengan teriakan Denita. Setelah menerima semburan sperma anak itu, pelukan Denita terlepas dari leher anak itu; Denita rebah ke ranjang, terlentang tak berdaya.
Pemimpin para penjahat itu segera naik ke ranjang, dihampirinya tubuh pengantin wanita yang tak berdaya itu. Tampaknya ia berniat memperkosa Denita untuk ketiga kalinya malam itu. Penis raksasanya pun kembali membesar seperti saat ia belum bercinta dengan Denita. Tono dan para penjahat itu terkagum melihat keperkasaan pemimpin penjahat itu. Penjahat itu lalu duduk di ranjang, dengan mudahnya ia memapah tubuh Denita yang masih lemas itu dan didudukkannya Denita diatas penisnya seperti sebelumnya saat ia memperkosa Denita di kursi. Memek Denita langsung menelan kemaluan penjahat itu diikuti rintihan pelan Denita. Kedua kaki Denita ditarik melewati pinggang penjahat itu. Penjahat itu memegang pantat Denita dan mulai memompa kewanitaan Denita kembali. Tidak seperti tadi, kini Denita terbaring lemas, sementara penjahat itu mengentotinya. Denita hanya bisa mendesah pelan karena staminanya benar-benar habis.

Melihat Denita yang kelelahan, penjahat itu mengatur irama entotannya dengan perlahan-lahan. Penjahat itu tampaknya menguasai teknik seks yang hebat. Setelah dientot pelan selama 5 menit, lenguhan Denita semakin keras, matanya merem melek, dan lidahnya terjulur keluar merasakan kenikmatan di vaginanya. Liur Denita meluber keluar dari mulutnya. Penjahat itu senang sekali melihat ekspresi Denita yang kini tampak persis seperti pelacur. Penjahat itu meraih kepala Denita, tubuh Denita lalu diangkat sehingga payudara Denita terjepit diantara tubuhnya dan tubuh penjahat itu. Penjahat itu segera mencium bibir Denita dan menghisap ludah cewek itu, sehingga kini suara lenguhan itu teredam. Denita tetap dientot sambil berciuman. Denita dan penjahat itu tetap dalam posisi itu selama 15 menit. Akhirnya, penjahat itu menggeram, dan menyemburlah spermanya memenuhi rahim Denita sekali lagi. Penjahat itu mendesah puas dan mencabut kemaluannya dari kewanitaan Denita. Sekali lagi kedua tungkai kaki Denita diangkat setinggi mungkin dan tegak lurus untuk memastikan agar Denita dapat menjadi hamil dari perkawinannya itu.

Setelah memastikan bahwa rahim Denita telah menyerap seluruh calon bayi pemimpin mereka dan setelah mereka puas mengentoti Denita, dimulailah acara bukkakke sebagai acara penutup. Keempat penjahat laki-laki itu berlutut mengelilingi tubuh Denita yang tergeletak diatas ranjang. Mereka lalu mengocok kemaluan mereka dihadapan Denita. Sementara pemimpin para penjahat yang baru saja mendapat giliran memperkosa Denita kini melebarkan paha Denita selebar mungkin sehingga vagina Denita terpampang jelas. Mereka menekan kepala dan hidung Denita sehingga Denita tidak bisa bernafas, Denita terpaksa membuka mulutnya dan bernafas melalui mulutnya.

Karena sudah terangsang berat dari tadi, satu persatu penis para penjahat itu menyemburkan sperma hangat kental memenuhi mulut Denita sehingga meluber keluar melewati bibir Denita. Namun, Denita tampaknya tidak mau menelan sperma mereka. Salah satu dari penjahat itu membawa sebuah sedotan minuman. Mereka lalu mulai menyendoki sperma yang tertampung di rongga mulut Denita dengan sedotan itu. Sperma yang berhasil disedot mereka lalu dituangkan ke memek Denita melalui sedotan itu, sementara memek Denita dikocok-kocok agar menyerap sperma mereka. Mereka berharap Denita mau menelan sperma mereka saat menyadari bahwa sperma yang masih tertampung di mulutnya akan dipakai untuk menghamilinya. Namun, Denita sudah kelelahan untuk berontak dan ia bersikeras untuk tidak menelan sperma para penjahat itu.

Nyaris setengah dari sperma yang tertampung di mulut Denita telah dituangkan ke rahim Denita, namun tidak ada tanda-tanda bahwa Denita akan menelan sperma di mulutnya. Karena kesal melihat tingkah laku Denita, mereka kembali menekan hidung Denita dengan keras sehingga Denita sulit bernafas, apalagi dengan sperma yang masih tertampung di mulutnya membuatnya tidak dapat bernafas menggunakan mulutnya. Denita terpaksa menelan sperma para penjahat itu. Setelah menelan seluruh sperma para penjahat itu yang disuapkan padanya, Denita langsung tertidur kelelahan.
Tono merasa amat geram karena ia hanya bisa melihat Denita diperkosa dalam keadaan sedang mengenakan gaun pengantinnya dan Denita diperkosa di depan matanya, namun ia tidak bisa menolong Denita.

Denita benar-benar berantakan setelah perkawinannya dengan kelima penjahat itu, kedua payudaranya yang telah penuh cupangan dan bekas lipstiknya mencuat keluar dari gaunnya yang dilorotkan oleh pimpinan penjahat itu. Rok gaunnya tersingkap hingga pusarnya sehingga kewanitaannya terlihat jelas. Di stocking putihnya sudah terdapat banyak bercak darah keperawanannya dan sperma para penjahat itu.

Wajah Denita yang berlumuran sperma tampak sayu; lipstiknya sudah meluber ke sekitar bibirnya yang masih terengah-engah kelelahan Matanya terpejam dan sembab, kelopak matanya yang dirias pink kini berantakan karena air matanya. Mahkota bunganya sudah rusak dan riasan bunga itu bertaburan di sekitar ranjang tempat ia kini terbaring. Tudung kepalanya yang sudah kusut masih menempel di rambutnya yang kini acak-acakan.

Penjahat perempuan itu kembali mendapat ide dan ia lalu berdiskusi sebentar dengan para penjahat yang baru saja berhasil memperkosa Denita. Para penjahat itu setuju dengan ide perempuan itu. Mereka lalu mendekatkan wajah Tono ke kewanitaan Denita. Tono bisa melihat bibir kewanitaan Denita yang tadinya seperti dua buah garis lurus kini telah melengkung akibat perkawinannya dengan kelima pria bejat itu. Tono bisa mencium bau amis sperma di kewanitaan Denita yang tadinya sempat dibanjiri sperma. Penjahat yang melepas celana dalam Denita lalu memijat kewanitaan Denita didepan wajah Tono. Denita kembali mendesah penuh kenikmatan karena jari-jari penjahat itu memijat vaginanya dengan sempurna. Beberapa saat kemudian, Denita mendesah keras sekali, tubuhnya menikung keatas, dan kedua kaki dan tangannya menegang. Penjahat wanita itu segera mencabut pembalut wanita bekas Denita dari mulut Tono, dan menempelkan mulut Tono ke kewanitaan Denita. Tono lalu merasa mulutnya dipenuhi cairan panas dari kewanitaan Denita. Tono lalu sadar bahwa cairan dalam mulutnya itu adalah air seni Denita. Tono tidak punya pilihan lain selain mereguk air seni Denita. Rupanya apabila Denita telah mencapai puncak orgasmenya, maka ia akan buang air kecil. Kini Tono bisa merasakan sendiri air terjun kristal yang tadi ia lihat, dan bau pesing cairan itu. Setelah Tono selesai meminum air seni Denita, mulutnya kembali disumpal dengan celana dalam Denita.

Mereka lalu merapikan Denita kembali dan memakaikan celana dalam putih yang baru pada Denita. Tono lalu dibawa ke toilet dan diikat di kloset, Tono bisa mencium bau tidak sedap dari dalam toilet itu karena Denita baru saja buang air besar didalam toilet itu, dan bahkan di kloset itu masih ada bekas kotoran Denita yang belum dibilas. Para penjahat itu lalu kembali ke kamar untuk menikmati indahnya bulan madu bersama pengantin mereka yang sedang terlelap sambil dijaga oleh teman perempuan mereka.

# TAMAT #

May 4, 2011

Kisah Astrid

Namanya Astrid Anindita, dia adalah seorang wartawan yang bekerja di sebuah surat kabar ibu kota. Umurnya baru 25 tahun. Sangat disayangkan sebetulnya kalau Astrid bekerja sebagai wartawan. Astrid memiliki wajah yang sangat cantik, banyak yang membandingkannya dengan Siti Nurhaliza, penyanyi dari Malaysia yang memang jelita itu, kulitnyapun putih mulus dengan bodi aduhai. Tingginya mungkin mencapai 170 cm dan bobotnya ideal. Tubuhnya juga ramping berisi. Payudaranya yang kencang sekitar 36B sering sekali menjadi pusat perhatian teman-teman prianya. Daya tarik Astrid yang paling besar adalah rambutnya yang panjang dan hitam legam berkilau, mungkin kalau jadi bintang iklan shampopun Astrid tidak terlalu mengecewakan.

Bos Astrid bernama Pak Bob, pria tua yang gendut dan mata keranjang. Wajahnya bulat dengan leher pendek, tidak pernah muat memakai baju model apapun. Berkumis lebat dan tidak teratur dengan sedikit jenggot yang sudah mulai memutih. Orangnya galak bukan main. Kalau marah suaranya bisa menggentarkan seisi ruangan. Dua kali Pak Bob menyatakan cinta pada Astrid, tapi Astrid menolaknya karena tahu bosnya sudah beristri bahkan punya anak yang hampir berumur 17 tahun.

Belakangan ini Astrid sering mendapat teror dari orang tidak dikenal, ini terkait dengan pemberitaan yang diliputnya tentang tindak kriminal yang sering terjadi di ibu kota. Hal itu membuat teman-temannya cemas akan keselamatannya. Tapi Astrid hanya menanggapinya dengan ucapan ?tenang aja, gue nggak apa-apa?. Padahal teror itu sering mampir ke padanya, lewat telepon maupun surat kaleng yang isinya benar-benar jorok dan melecehkan. Rata-rata surat kaleng yang ditujukan kepada Astrid berisi foto wanita cantik telanjang yang sedang disetubuhi, dengan tulisan ?Gue bakal perkosa elo?

Malam itu sekitar pukul 23.00 terlihat Astrid terlihat keluar dari kantornya setelah kerja lembur. Pikirannya masih menyangkut pada naskah yang sudah hampir deadline. Dia berjalan dengan langkah lambat dan pandangan menunduk. Astrid berjalan menyusuri tempat parkir, mencari-cari tempat mobilnya diparkir. Mobil itu pemberian orang tuanya sesaat setelah dia lulus dan diterima bekerja.

Dengan gerakan pelan Astrid membuka pintu mobilnya lalu mobil itu meluncur manuju ke jalan raya yang lengang. Satu dua mobil yang berlari kencang mendahuluinya dengan kilatan lampu seperti mendesing. Mobil Astrid tidak terpengaruh oleh mobil lain yang seolah memprovokasinya. Dia tetap melaju dengan konstan. Tapi ketika membelok ke sebuah jalan kecil yang sangat sepi Astrid merasakan gerakan mobilnya oleng ke kiri dengan suara gradak-gruduk dari arah depan dan terdengar suara gesekan keras seperti suara benda logam menggesek aspal jalan.
Astrid segera turun dari mobilnya lalu memeriksa bagian depan. Dilihatnya ban depan sebelah kiri kempes total.

?Damn..? Astrid mengutuk pendek. ?Kenapa musti bocor? Dan kenapa musti di sini?? pikirnya, perasaaan gelisah mulai merayapi punggungnya. Dan dalam kegelisahan itulah tiba-tiba muncul sesosok bayangan dari balik kegelapan, Astrid hanya sempat melihatnya sekilas karena sesaat bayangan yang jelas-jelas manusia itu memukul tengkuknya membuat kepalanya pusing. Pandangan Astrid yang mengabur sempat melihat wajah dari sosok bayangan itu, tapi sedetik kemudian satu kepalan besar negarah ke dagunya membuatnya terlempar dan jatuh terkapar. Kemudian dunia menjadi gelap baginya.

Keatika tersadar Astrid menemukan dirinya berada dalam sebuah ruangan yang pengap. Dan dia sangat terkejut ketika mengetahui dirinya dalam keadaan terikat pada sebuah tiang besar. Dia mencoba meronta tapi ikatan yang membelit tangan dan kakinya begitu kuat. Dalam kebingungan dia mencoba melihat ke sekeliling ruangan. Ruangan itu seperti bagian dari sebuah rumah semi permanen dengan dinding separo tembok dan separo kayu papan, diterangi oleh lampu listrik bertenaga batere ukuran besar di atasnya. Ukuran ruangan itu cukup besar tapi terkesan sempit oleh tumpukan barang, Astrid melihat ada sebuah lemari bobrok tanpa pintu di sebelah kirinya dan sebuah meja kayu usang dan bocel-bocel berwarna cokelat plitur pudar di dekatnya serta sebuah sofa usang berwarna merah marun yang sudah rusak. Ada sebuah ranjang ukuran besar di depannya yang ? anehnya – dibuat sangat rapi dan bersih, kontras dengan suasana si sekitarnya. Ranjang itu terlihat bagus dan nyaman dengan kain bed cover berwarna putih.

Astrid terlonjak ketika pintu kayu yang ada di samping kanannya berderit dan terbuka. Astrid langsung terkesiap pucat. Dua orang pria berwajah sangar masuk ke ruangan itu dan menutup pintunya.

?Kamu…? Astrid menjerit tertahan. Dia kenal dua orang itu. Dua orang itu adalah penjahat kambuhan yang sering keluar masuk penjara, kebetulan kasus terakhirnya terungkap berkat investigasi Astrid. Kasus perampokan disertai perkosaan yang menimpa seorang gadis foto model berusia 19 tahun. Yang satu sering disapa Jack meski nama aslinya Joko. Orangnya beringas, wajahnya ditumbuhi kumis dan janggut yang tidak rapi, rambutnya gondrong dan awut-awutan. Badannya penuh tato, tinggi besar dan menyeramkan. Memakai kaus buntung dan celana jeans robek-robek. Yang satunya sering disapa dengan sebutan Jon, Astrid tidak tahu nama aslinya, orangnya bertampang tolol dan menjengkelkan dengan senyum-senyum mirip orang gila, wajahnya hitam dengan bekas luka dijahit melintang di pipinya, kumis dan janggutnya juga jarang-jarang, badannya lebih kecil dari Jack, bahkan lebih pendek dari Astrid, tapi berotot dan bertato. Astrid melihat ada tato naga hijau yang melilit lengan kirinya sampai ke batas siku.

?Hallo Nona manis.. masih ingat gue kan?? Jack membuka suara. Suaranya terdengar berat dan kasar.

?Apa-apaan ini?? Astrid memberontak. ?Lepasin saya!? Lepasin!?
?Tsk.. tsk..? Jack menggeleng. ?Masih saja galak dan sombong ya..? dia mendekati Astrid, lalu dengan gerakan lembut dia membelai pipi Astrid yang mulus. Astrid langsung melengos ketakutan.

?Jangan .. Jangan Bang..? Astrid merintih ketakutan, dari sudut matanya mulai menetes air mata. ?Ambil saja uang saya, tapi jangan sakiti saya..?
?Jangan sakiti? Jangan sakiti katanya..? Jack tertawa keras, Jon di belakangnya ikut tertawa dengan suara sember. ?Enak saja elo bilang jangan sakiti.. Karena berita yang elo buat kami berdua masuk penjara. Memang enak dipenjara??
?Tapi.. Tapi.. itu karena..? Ucapan Astrid putus oleh bunyi Plak keras. Jack menampar pipinya, meninggalkan bekas kemerahan di pipi yang putih mulus itu. Astrid merasa kepalanya berputar, bintang-bintang seperti terhambur di depan matanya. Tapi itu belum cukup, Jack kembali membenamkan tinjunya ke perut Astrid, Astrid terhenyak kasakitan. Perutnya seperti pecah. Air mata mengalir dari sudut matanya karena manahan sakit.

?Hehehehe.. itu tadi baru icip-icip..? kata Jack santai seolah tidak terjadi apa-apa. ?Kalau elo tidak mau gue siksa elo harus nurutin apa mau gue. Ngerti?? Jack menjambak rambut Astrid dan menyentakkannya sehingga wajah Astrid menengadah, tepat berhadapan dengan wajahnya yang sangar. ?Atau kalau tidak..? Jack mengeluarkan sebilah pisau komando besar dari bagian belakang tubuhnya. Pisau berwarna putih berkilau itu ditempelkannya ke wajah Astrid. Darah Astrid seakan berhenti melihat pisau itu menelusuri wajahnya.

?Gimana Nona cantik?? Jack bertanya. Astrid memejamkan mata menghindari tatapan Jack yang liar. Perlahan dia mengangguk. Jack langsung tertawa berderai sampai badannya terguncang-guncang. Dia mau, dia mau katanya sambil menoleh ke arah Jon yang juga tertawa. Dia lalu memerintahkan Jon melepaskan ikatan di kaki dan tangan Astrid. Astrid langsung terpuruk ke lantai yang dingin. Sekilas dilihatnya Jack mengambil sesuatu. Astrid tidak tahu apa itu, dia sudah tidak mampu berpikir lagi karena katakutan. Tiba-tiba Jon mencengkeram tangannya dan menyentaknya membuat Astrid terpaksa berdiri. Jack mendekat dan memberikan secarik kertas pada Astrid.

?Baca ini dengan baik!? perintahnya sambil menyodorkan kertas itu ke wajah Astrid. Astrid membacanya sekilas, tulisannya besar berwarna merah.
?Tidak.. jangan..? Astrid ketakutan dan meronta seperti melihat sesuatu yang mengerikan di kertas itu. Tapi Jack segera mengacungkan pisaunya membuat Astrid terdiam meskipun masih saja menangis sesenggukan.
?Baca yang baik, jangan pakai menangis soalnya ini mau direkam..?
Ucapan Jack membuat Astrid tersentak seperti disambar gledek, wajahnya memucat dan makin memelaskan, dia menggeleng-geleng pertanda tidak mau. Dia sekarang tahu apa yang ada di tangan Jack, sebuah handycam.
?Ayo kita mulai..? Jack mulai menyalakan handycamnya dan merekam ke arah Astrid. Dia memberi tanda ke arah Astrid yang sedang menghapus air matanya. Astrid berusaha tersenyum di kamera, lalu.

?Hai, nama saya Astrid, saya adalah bintang film bokep, dan saya paling suka disetubuhi. Ini adalah film saya yang terbaru.?
Astrid berujar datar dengan perasaan tidak karuan, berusaha untuk sewajar mungkin meskipun perasaannya hancur bukan main. Inilah yang rupanya direncanakan oleh kedua penjahat yang menculiknya. Astrid merasa hidupnya sudah berakhir. Sebentar lagi dirinya akan diperkosa oleh dua penjahat yang brutal.
?Bagus.. bagus..? Jack berujar. ?Sekarang buka bajunya..? perintahnya kalem tapi menusuk hati, seolah memerintahkan seorang pelacur murahan saja. Astrid dengan gemetar mulai menjamah bajunya, dilepaskannya kancing-kancing bajunya satu persatu, diiringi tegukan ludah kedua bajingan di hadapannya. Perlahan-lahan tubuh bagian atas Astrid tersingkap saat baju itu jatuh ke lantai.

?Uoohh.. muluss..? Jon berkomentar. Dia menatap liar ke tubuh putih itu. Terutama ke payudara Astrid yang mencuat indah dan hanya tertutup BH berenda warna putih. Payudara itu terlihat sangat kecang dan montok, ukurannya terlihat lebih besar ketimbang saat Astrid memakai baju. Sementara perut Astrid terlihat ramping dan padat dan sangat rata, Astrid memang termasuk hobi olah raga sehingga perutnya sangat kencang.

?Celananya juga.. celananya juga..?

Astrid mulai menangis lagi mendengar perintah itu. Dia mulai melepaskan sabuk di celana panjangnya lalu memelorotkan celana panjang itu. Sepasang paha putih berkilau langsung menjadi pemandangan yang sangat indah. Paha Astrid benar-benar proporsional, tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil, membulat membentuk pinggul yang sempurna berakhir pada pinggang yang ramping. Bagian selangkangannya membentuk sebuah gundukan yang masih tertutup celana dalam putih berenda-renda.
?Sekarang lepas itu BH dan celana dalam.? Perintah Jack datar. Astrid terkesiap pucat. Dia menggeleng takut.

?Jangan .. jangan telanjangi saya..? Astrid menghiba memohon memuat wajahnya semakin memelas tapi justru membuat Jack dan Jon tertawa senang.
?Buka!? Jack membentak. Astrid tidak punya pilihan lain, dengan gematar dia mulai meraih kait BH di bagian belakang punggungnya lalu perlahan BH itu merosot dari tempatnya, seketika sepasang payudara yang putih mulus mencuat telanjang di depan Jack dan Jon, payudara yang sangat indah, bulat padat dan kenyal dengan puting berwarna merah muda segar. Astrid secara reflek menutupi payudaranya dengan kedua lengannya. Tapi Jack segera melarangnya.

?Siapa yang suruh menutupi, ayo sekarang copot itu celana dalam.?
Astrid tidak mampu berbuat banyak, dia menurut dan memelorotkan celana dalamnya sendiri. Sekarang Astrid sudah bediri telanjang bulat di hadapan kedua penjahat itu, satu-satunya yang masih melekat di badannya Cuma kalung dan jam tangannya. Astrid berusaha sekuat tenaga menutupi bagian-bagian vital tubuhnya dengan kedua belah tangannya.

?Nah Astrid, Elo senang nggak waktu kami telanjangi?? tanya Jack sambil terus merekam Astrid yang berdiri bugil.
?Se.. senang Bang..? jawab Astrid terbata di sela tangisnya.
?Jangan panggil Bang, panggil Tuan, ngerti??Jack berkata lagi.
?Nger.. ngerti Tuan..? kembali Astrid terbata menjawab.
?Nah, karena kamu suka kami telanjangi, sekarang kamu berdiri yang tegak, pentangkan kaki lebar-lebar, dan angkat tanganmu ke belakang kepala.? Jack memberi perintah jelas seperti seorang sutradara mengarahkan artisnya. ?Ngerti??
?I.. iya Tuan.. saya ngerti Tuan..? kata Astrid diiringi isakan tangis. Astrid lalu berpose seperti yang ddinginkan Jack, dibukanya kedua kakinya lebar-lebar lalu tangannya diangkat dibelakang kepala, pose tersebut membuat bagian selangkangannya terbuka lebar sehingga memperlihatkan vaginanya dengan jelas. Vagina Astrid yang masih perawan terlihat terawat dengan baik, ditumbuhi rambut-rambut halus dan rapi, Astrid selalu merawat bagian genitalnya dengan sangat cermat. Sementara dengan tangan di belakang kepala membuat payudaranya makin membusung dan mencuat menggemaskan.

?Oke.. ini dia pelacur kita.. ? Jack mengarahkan kameranya ke bagian payudara dan vagina Astrid yang telanjang berkali-kali. Astrid merasa harga dirinya sudah hancur sama sekali, dirinya bahkan disamakan dengan pelacur oleh Jack. Jack lalu mengarahkan kameranya ke wajah Astrid yang basah oleh air mata.
?Nah, sekarang karena kamu suka kami telanjangi, bolah nggak kami meraba tubuhmu?? tanya Jack kalem dengan nada ramah.
Astrid tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti permintaan itu.
?I.. iya Tuan, tentu saja boleh Tuan..? Astrid meneguk ludah. Dia melihat Jack meletakkan kameranya di meja tinggi sehingga Astrid yakin kamera itu bisa merekam seluruh tubuhnya.

?Sekarang kita mulai ya..? kata Jack, Astrid hanya mengangguk, dia merasakan sentuhan tangan Jack bergerilya di wajahnya.
?Uhh.. wajahmu mulus sekali Non..? Jack lalu mencium pipi Astrid, antara geli dan jijik Astrid memajamkan mata. Lalu Jack mulai menelusuri bibir Astrid yang merah dan mulai melumatnya dengan gerakan lembut. Astrid sampai megap-megap saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Jack. Tapi Jack terus berusaha mendesakkan bibirnya mengulum bibir Astrid, lidahnyamencoba menerobos masuk ke mulut Astrid, sementara tangannya juga bergerilya meraba-raba dan meremas payudara Astrid. Astrid menggelinjang mendapat perlakuan itu. Sambil bibirnya terus mengulum bibir Astrid, tangan Jack juga memelintir-melintir puting payudara Astrid dengan gerakan kasar. Astrid meringis kesakitan tapi perlahan perlakuan Jack justru menimbulkan sensasi aneh dalam dirinya, tubuh Astrid menegang saat sensasi itu melandanya, tanpa sadar Astrid mulai mendesah.

?Hoi Jon.. ngapain lu bengong di situ?? Jack memanggil kawannya yang agak bego yang dari tadi cuma menonton sambil mengocok penisnya sendiri. ?Sini, Pelacur ini nggak puas kalau berdua.?
Astrid makin menderita mendengar ucapan itu, kali ini dua orang yang mengerubutinya, mereka meraba-raba ke sekujur tubuhnya. Jon bahkan meremas-remas payudara kiri Astrid dengan kasar, sementara sebelah tangannya meraba dan meremas pantat Astrid yang sekal.
?Uohh.. Jack, Pentilnya dahsyat, pantatnya juga nih.. kayaknya enak nih kalo ditidurin,? kata Jon. Sementara Jack sedang asyik berkutat dengan payudara Astrid sebelah kanan. Dia menjilati dan menyentil puting payudara Astrid dengan lidahnya.
?Ohh.. baru tahu lu?? Jack tertawa di tengah usahanya menjilati payudara Astrid. Astrid hanya bisa merintih pasrah. Apalagi saat Jack mulai menggerayangi vaginanya.
?Ohh.. tempiknya bagus banget nih Jon..? Jack menggesek-gesekkan jarinya di bibir vagina Astrid, sementara Jon kali ini sibuk menciumi dan menjilati payudara Astrid sementara tangannya membelai-belai perut Astrid yang licin.
?Ohh..? Astrid menjerit kecil saat saat Jack mencoba memasukkan jari-jarinya ke vagina Astrid.

?Jangan Tuan..? Astrid merintih. ?Saya masih perawan.. tolong jangan lakukan..?
?Masih perawan ya..? kebetulan..? kata Jack dingin, dia makin liar menggesekkan jarinya ke selangkangan Astrid bahkan dia juga meremas-remas gundukan vagina Astrid. Astrid merintih. Tubuhnya mengejang mendapat perlakuan itu.
?Hei Jack.. kayaknya lonte ini sudah mulai terangsang nih..tuh lihat dia mulai merintih, keenakan kali ye..?? ujar Jon diiringi tawa, Astrid makin sakit hati dilecehkan seperti itu, tapi memang dia tidak bisa mungkir kalau dirinya mulai terangsang oleh perlakuan kedua penjahat itu.

?Janganhh..ohh…? Astrid mulai meracau tidak karuan saat Jack mulai menjilati vaginanya. Astrid menjerit saat lidah Jack bermain di klitorisnya. Lidah Jack mencoba mendesak ke bagian dalam vagina Astrid sambil sesekali jari-jarinya juga ikut mengocok vagina itu.

?Ahkkhh.. ohh.. janganhh..? Astrid menggeliat. Semantara Jon kali ini berdiri di belakang Astrid sambil mendekap tubuhnya dan meremas-remas kedua payudara Astrid dengan gerakan liar. Sesekali puting payudara Astrid dipilin-pilin dengan ujung jarinya seperti orang sedang mencari gelombang radio. Astrid mengejang, sebuah sensasi aneh secara dahsyat mengusir akal sehatnya. Dia mendesah-desah dengan gerakan liar, hal ini membuat kedua penjahat itu terlihat makin bernafsu.
?Ayo terus Jack..sebentar lagi dia orgasme..? Jon berteriak-teriak kegirangan seperti anak kecil sambil terus menerus meremas payudara Astrid sementara Jack masih menelusupkan wajahnya ke selangkangan Astrid. Lidahnya terus menyapu bibir vagina Astrid dan sesekali menyentil klitorisnya. Astrid menjerit kecil setiap kali lidah Jack menyentuh klitorisnya, semantara tangannya juga bermain meremasi pantat Astrid. Tubuh Astrid sudah basah oleh keringat, sekuat tenaga dia menahan desakan sensasi liar di dalam tubuhnya yang makin lama makin kuat sampai membuat wajahnya merah padam. Tapi Astrid akhirnya menyerah, tubuhnya mengejang dahsyat dan tanpa sadar dia mendorongkan vaginanya sendiri ke wajah Jack dan menggerakkannya maju mundur dan bergerak liar menyentak-nyentak. Astrid tidak dapat menahan diri lagi. Tubuhnya menggeliat dan menegang.
?OOHHHKKHHHH…. AHHHH…? Astrid mengerang kuat-kuat seperti mengejan. Dan seketika itu pula ?Crt… crt… crt…? cairan vaginanya muncrat keluar membasahi wajah Jack. Tanpa sadar Astrid mengalami orgasme untuk pertama kali, dan kemudian tubuhnya melemas lalu jatuh terpuruk, Jon menahan tubuh Astrid dengan kedua tangannya yang kekar.

?hahahahaha…? Jack tertawa. ?Pelacur di mana-mana sama, bilang nggak tapi muncrat juga.?

?Iya nih.. dasar pelacur..? Jon menambahi. Dibiarkannya tubuh Astrid terpuruk di lantai. Astrid merasa sangat hina, ditelanjangi dan dilecehkan seperti seorang pelacur. Dia menangis sesenggukan.

?heheh.. lihat , dia menangis..? Jack kembali melontarkan penghinaan. ?Oke Jon, sekarang rekam yang ini..? Jack mengangkat wajah Astrid yang bersimbah air mata. Jon mulai merekam adegan tersebut.
?Nah Nona, sekarang Nona gue minta untuk ngemutin ****** gue.. Nona mau nggak ngemut ****** gue?? ujar Jack ringan. Astrid terkesiap mendengar permintaan Jack.
?Jangan Tuan.. jangan..? Astrid menggeleng mencoba menolak.
?Mau menolak ya?? Jack mengacungkan pisaunya. Hal itu mambuat Astrid ketakutan setengah mati.
?Ti..tidak Tuan.. i.. iya Tuan.. saya mau ngemutin ******nya tuan..? kata Astrid terbata-bata.
?Sekarang elo kesini.. merangkak, lalu memohon buat ngemutin gue punya ****** ya..? kata Jack dengan ringan. Astrid menunduk malu campur takut. Belum pernah sekalipun dalam hidupnya dia melakukan permainan seks model apapun dan sekarang dia dipaksa untuk melakukannya. Tidak punya pilihan, Astrid akhirnya menuruti perintah itu. Dia merangkak menuju ke arah Jack lalu menatap ke arah Jack dengan tatapan memelas.

?Tuan, boleh.. bolehkah saya ngemut ******nya Tuan, plis Tuan.. ijinkan saya ngemut ******nya Tuan, ? kata Astrid dengan cukup jelas.
?Coba ulangi dengan lebih mesra..? kata Jack. Wajah Astrid langsung merah padam mendengar ucapan itu, dipaksakannya untuk bicara.
?Tuan, boleh nggak saya ngemut ******nya Tuan, plis.. ijinkan dong .. saya sudah enggak tahan.? Astrid berkata dengan senyum dipaksakan.
?Berapa gue harus bayar elo buat ngemut ****** gue?? Jack bertanya yang membuat Astrid kebingungan.
?Ehh… gratis Tuan.. Tuan nggak usah bayar.. saya sukarela kok,? kata Astrid akhirnya.
?Hehehehe.. gratis ya? Jadi elo sukarela ya? Bukan paksaan kan?? tanya Jack.
?Eh.. iya Tuan.. saya nggak terpaksa..? jawab Astrid pendek.
?Yah.. karena elo yang memaksa, buruan gih..? Jack membuka ritsletingnya sendiri, lalu Astrid menurunkan celana jeans butut itu, seketika penis Jack yang panjnag menonjol dari balik celana dalamnya yang kumal. Astrid dengan gerakan terburu-buru memelorotkan celana dalam itu. Penis Jack yang besar dan panjang langsung mencuat tegak di depan wajah Astrid. Penis itu besar sekali, mungkin sekitar 20 cm dengan diameter hampir 4 cm, hitam dan berurat mengerikan. Astrid memalingkan wajahnya saking jijiknya memandang penis itu.
?Lho katanya mau ngemut, kok malah melengos sih?? Jack berkata datar membuat Astrid tersadar. Perlahan Astrid mulai memegang penis itu yang terasa penuh dalam genggamannya, lalu dengan gerakan pelan Astrid mulai mengocok-ngocok penis itu. Astrid lalu mendekatkan penis itu ke mulutnya, dan mulai menjilati ujung penisnya, terasa asin, dan terasa ada cairan sedikit pada ujungnya, kemudian Astrid menahan nafas dan langsung memasukkan penis itu ke dalam mulutnya kemudian dihisap-hisapnya dengan kuluman lembut, dan dikocok-kocok dengan tangan, lama kelamaan Astrid mulai terbiasa dengan penis itu, meskipun tidak pengalaman tapi naluri seksualnya sudah mengalahkan akal sehatnya mulai dapat menyesuaikan diri, Astrid juga menjilati samping sampingnya hingga ke buah pelirnya, Astrid sedikit memberi ludah pada ujung penis itu dan memainkan ludah itu di penisnya, kemudian diratakan dan dihisap dan dijilat kembali, tampaknya Astrid mulai menikmati penis Jack.
“Ohh.. yess.. ahh… enak tenan? nggak kayak pelacur-pelacur pinggir jalan, asyik tenan, mirip artis-artis bokep jepang atau bule.” kata Jack mengomentari kuluman Astrid. ?Ayo teruss Nona.. teruss.. ? Jack mengerang. Astrid mempercepat gerakan kulumannya, sesekali penis itu dikeluarkan dari mulutnya lalu dimasukkan kembali, Astrid berusaha sekuat tenaga memuaskan Jack, terlihat penis itu dikulumnya sampai mentok ke tenggorokannya, dikeluarkan lalu dimasukkan lagi, dikeluarkan lagi dimasukkan lagi, persis seperti orang sedang manikmati es mambo.
?Ohhh.. Ahhh.. teruss..? Jack mengerang, sampai akhirnya dia menjambak rambut Astrid lalu menekan wajah Astrid ke selangkangannya dan dengan gerakan kasar Jack mendesakkan penisnya maju mundur di dalam mulut Astrid, Astrid sampai tersedak dan kehabisan nafas,api Jack tidak memberinya kesempatan, dia terus menggoyangkan pantatnya dengan liar.

?AHH.. AHHH.. AHHHH…? gerakan Jack baru berhenti setelah dia mengerang keras, Astrid merasakan semburan cairan kental di dalam mulutnya yang meluncur langsung ke dalam tenggorokannya, rupanya Jack berejakulasi di dalam mulut Astrid, cairan spermanya banyak sekali sampai memenuhi mulut Astrid, sebagian cairan putih kental itu meleleh keluar di sudut bibir Astrid yang terpuruk di lantai sambil terengah-engah kehabisan nafas.

Astrid tersengal mencoba mengambil nafas dengan terpaksa dia menelan sperma Jack yang ditumpahkan ke dalam mulutnya. Dia hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu, tapi dia tidak kuasa melawan. Tapi penderitaan Astrid belumlah selesai. Tiba-tiba Jack menyentak rambut Astrid dengan kasar.

?Sekarang Nona cantik merangkak ke teman gue yang di situ, lalu memohon untuk ngemut ******nya, ingat ya.. harus sopan,? Jack berujar kalem.
?Iya Tuan.. ,? Astrid mengangguk ketakutan. Dia lalu merangkak ke arah Jon yang sudah tidak sabar. Jon bahkan sudah tidak memakai apa-apa lagi seningga penisnya yang besar mengacung tegak. Dengan perasaan jijik Astrid belutut sehingga wajahnya tepat berada di depan penis Jon yang besar dan hitam.
?Tuan yang baik, bolehkah saya ngemut ******nya Tuan, saya ingin sekali ngemut ******nya Tuan, boleh ya?? Astrid berkata dengan suara tertahan, bernada memelaskan, tapi dia berusaha tersenyum semanis mungkin. Sementara Jack beraksi merekam adegan demi adegan yang dilakukan Astrid dengan kameranya.
?Hehehe.. Nona ini sudah cantik, sopan pula..? Joan melontarkan sindiran. ?Tapi nggak bayar kan Non??

?Tidak Tuan.. tidak.. saya rela kok.. nggak usah bayar..? Astrid menggeleng-gelengkan kepalanya.

?Yah.. karena Nona cantik dan sopan, saya mau deh Non, ayo jangan malu-malu kalau mau ngemut..? Jon memajukan pinggulnya membuat penisnya mengacung lebih dekat ke wajah Astrid. Dengan gerakan ragu Astrid mulai menggenggam penis Jon, lalu dengan lembut mulai mengocok penis yang seukuran genggaman tangannya itu. Jon langsung mengejang menerima kocokan itu. Astrid lalu menjilati ujung penis Jon dengan ujung lidahnya, sesekali lidahnya juga menyapu batang penis Jon sambil terus mengocoknya dengan gerakan lembut.
?Ohhh.. Ohhhh.. enakhh.. ? Jon mengerang. ?Benar-benar nggak kayak lonte-lonte murahan yang biasa kita entotin itu Jack..?

Astrid berdesir mendengar hinaan itu, hatinya terasa sakit, air matanya kembali menetes disamakan dengan pelacur murahan. Tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa selain menuruti perintah kedua penjahat itu dengan harapan mereka akan segera melepaskannya.

?Masukan ke mulut dong Non..? kata Jon ringan. Astrid hanya melirik sekilas lalu mulai membenamkan batang penis Jon ke mulutnya dan menggerakkan kepalanya maju mundur membuat penis itu keluar masuk di mulutnya.
?Diemut yang benar dong Non!? perintah Jon yang langsung dituruti oleh Astrid, di dalam mulut dia mainkan lidahnya sehingga memberi sensasi nikmat pada penis itu. Jon melenguh nikmat merasakan kuluman Astrid, lalu tangannya menjulur ke bawah meraih buah dada Astrid yang menggantung kenyal. Astrid menjerit kecil saat tangan Jon yang kasar mulai meremas payudaranya dengan gerakan kasar, tapi remasan itu justru membuat dorongan seks dari diri Astrid semakin menggelegak menimbulkan sensasi tersendiri membuatnya semakin bergairah melakukan kuluman di penis Jon.
?Ohh.. enak Non.. ahh.. ahh teruss..? Jon mengerang sambil tangannya terus menerus meremas-remas payudara Astrid dengan kasar, Astrid merasa sakit pada payudaranya, tapi gerakan kasar itu sekaligus membakar nafsu seksualnya membuat wajahnya merah padam dan gerakan kepalanya menjadi semakin teratur makin lama makin lembut membelai dan mengocok penis Jon dengan bibir mungilnya.
?Ahhkhh.. Ohhh..? Tiba-tiba Jon mengejang dan mengerang. Dengan kasar dia mencabut penisnya dari cengkeraman bibir Astrid lalu memaksa Astrid menggenggam penis itu.

?Kocok.. ayo kocok..? perintahnya. Astrid menurut dan mengocok penis Jon dengan lembut. Jon menjadi semakin liar, tubuhnya mengejang dan menyentak-nyentak.
?Ohhh.. gue mau ngecroott.. Ahhhh..? Jon mengerang lalu menjambak rambut Astrid membuat wajah Astrid menengadah tepat di depan penisnya, lalu.
?Crott.. crott.. crott..? sperma Jon muncrat dengan deras menyembur tepat di wajah Astrid, Astrid gelagapan saat wajahnya tersemprot cairan putih kental itu, dia mencoba menghindar tapi cengkeraman Jon pada rambutnya membuatnya tidak berkutik, akhirnya dia pasrah Jon menyemprotkan sperma ke wajahnya. Wajah Astrid yang cantik langsung berlumuran sperma kental, sebagian meleleh membasahi payudaranya dan sebagian lagi mengalir masuk ke mulutnya.
?Ahhhh….? Jon mengerang lega. Dia merasakan kepuasan yang luar biasa saat beejakulasi di wajah cantik itu. Dia langsung melepaskan cengkeramannya dari rambut Astrid membuat Astrid langsung tersimpuh di lantai dan menangis tersedu-sedu. Tubuhnya yang putih mulus kini basah oleh keringat dan sperma. Sementara Jon dengan santainya merebahkan tubuhnya di sofa merah marun yang sudah rusak yang ada di dekatnya.
?Hehehee.. ? Jack menunjukkan kameranya. ?Nona berbakat juga lho jadi bintang film bokep. Benar-benar mirip sekali dengan bintang bokep mandarin..?
Astrid memejamkan mata, mencoba tidak mendengarkan penghinaan penjahat-penjahat itu, hatinya seperti ditindih sebongkah batu besar dan berat membuatnya kembali menangis tersedu-sedu.
?Oke Jon, kayaknya Nona cantik ini harus membersihkan diri dulu,? kata Jack lagi. Jon mengacungkan jempolnya ke atas, dia lalu keluar dari ruangan dan masuk lagi beberapa saat kemudian dengan membawa seember air.
?Bersihin wajah sama badan elo!? perintah Jack sambil menunjuk ember yang dibawa Jon. Astrid melirik sekilas, ada air bersih dan kain di dalamnya, lalu dengan takut-takut dia mulai membersihkan sisa-sisa sperma yang menempel di wajah dan payudaranya.
?Sekarang berdiri Nona..? Jack memerintahkan.
?Ampun Tuan.. lepasin saya.. saya kan sudah menuruti semua perintah Tuan..? Astrid memohon dengan memelaskan sambil menangis tersedu.
?Oho.. jangan buru-buru Nona cantik, bagian terbaiknya belum lagi dimulai,? kata Jack dingin. ?sekarang Nona naik ke atas ranjang itu!? perintahnya dingin.
?Jangan Tuan..? Astrid terperanjat mengetahui apa yang bakal menimpanya. ?Jangan perkosa saya Tuan! Saya masih perawan.. ampun Tuan.. jangan perkosa saya..!? Wualn menjerit menghiba dan memohon.

?PLAKK!!? sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Astrid membuat Astrid terhuyung ke belakang disertai jeritan.

?Berani membangkang?? Jack menghunus pisau besarnya kembali, darah Astrid seperti berhenti melihat kilatan pisau itu. Astrid gemetar ketakutan begitu melihat Jack mengacungkan pisau itu tepat di wajahnya.

?Bagaimana? Berani menolak?? Tanya Jack kalem. Astrid memalingkan wajahnya, air matanya mengalir makin deras. Dia tidak punya pilihan lain, dengan hati hancur dia menggeleng lemah, dia sudah tidak punya harapan lagi mengetahui sebentar lagi dirinya akan diperkosa oleh dua preman brutal.
?Hehehe.. bilangnya yang sopan dong masa Cuma menggeleng gitu,? Jack tertawa sinis. ?Ayo bilang yang sopan.?

?Iya Tuan, saya mau..? jawab Astrid sambil terisak.
?Mau apa?? Jack bertanya galak.
?Ehh.. saya.. saya mau dikenthu sama tuan berdua..? jawab Astrid dengan perasaan hancur.

?Mau apa kepingin?? Jack bertanya dengan nada menghina.
?Eh.. iya Tuan, saya kepingin dikenthu sama Tuan berdua, saya pingin Tuan berdua menyetubuhi saya, ?jawab Astrid gemetar.
?Kalau gitu memohon yang sopan dong..? Jack berujar datar, membuat Astrid makin terhina, inilah tujuan Jack, makin terhina Astrid berarti semakin dia berkuasa pada diri Astrid.
?Tuan yang baik, maukah Tuan berdua menyetubuhi saya, please Tuan, saya sudah nggak tahan pingin kenthu..Please..? Astrid memohon-mohon untuk disetubuhi.
?Bayar nggak?? Tanya Jack kalem.

?Tidak Tuan, saya mau dikenthu tanpa bayaran, gratis Tuan, gratis.? Astrid memohon-mohon seperti pelacur murahan.

?Kalau gitu sih boleh.. ?Jack tersenyum liar. ?Nona sekarang tiduran deh di ranjang.? Astrid menuruti perintah itu, dia langsung naik ke ranjang yang sepertinya memang sudah direncanakan untuk memperkosa Astrid.

?Terlentang dong.. masa cuma duduk begitu, Gimana caranya gue *******in elo kalau elo cuma duduk di situ? Jack memberi perintah ketika melihat Astrid Cuma duduk di tepi ranjang. Astrid lalu merebahkan badannya dan terlentang.
?Bagus sekali Nona cantik, sekarang pentangkan kaki elo lebar-lebar, rentangkan tangan ke atas.? Jack memberi perintah lagi dan Astrid dengan pasrah menurut, dipentangkannya tangan dan kakinya sesuai perintah. Sekarang posisi Astrid lebih mirip huruf X dengan tangan dan kaki terbentang, huruf X yang sangat bagus.
?Hadap ke sini dong Sayang..? Jack mengarahkan handycamnya ke tubuh Astrid yang telanjang bulat mulai dari ujung kaki sampai ujung tangan, pada bagian vagina dan payudara sengaja disyut lebih lama dengan berbagai posisi.

?Ayo Non, bilang lagi yang sopan kalau mau dikenthu,? Jack memerintah.
?Mari Tuan, silakan, buruan kenthu saya Tuan, nikmati tubuh saya..? Astrid berkata dengan gemetar. Jack lalu menyerahkan Handycamnya pada Jon.
?Tentu Nona manis, dengan senang hati, ? kata Jack sambil mendekati Astrid, dia lalu berbaring di dekat Astrid. Astrid gemetar ketakutan saat Jack mulai membelai wajahnya dan menciumi pipinya, kumisnya yang kasar seperti duri menusuk-nusuk pipi Astrid yang halus. Jack lalu menciumi bibir Astrid dengan gerakan lembut berulang-ulang sambil tidak lupa tangannya bergerak ke payudara Astrid yang kenyal dan lembut, payudara yang putih mulus itu dibelai-belai dan diremas dengan lembut, sesekali Jack mempermainkan puting payudara Astrid yang berwarna pink segar dengan jari-jarinya. Astrid berusaha menahan agar tidak terhayut oleh perlakuan itu, tapi gerakan-gerakan Jack yang sangat berpengalaman membuat pertahanannya sedikit demi sedikit bobol. Perlahan Astrid mulai memberikan respon pada ciuman Jack, tanpa disadari, Astrid mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Jack bermain-main dengan lidahnya, bahkan Astrid mulai ikut memainkan lidahnya sendiri dan membiarkan bibirnya berpagutan dengan bibir Jack. Sambil terus berciuman, Jack terus membelai dan meremas-remas payudara Astrid dengan lembut. Lalu Jack mengarahkan ciumannya ke bagian leher Astrid. Astrid menerima perlakuan itu sambil mendesah pelan.

?hehehe.. udah mulai terangsang ya Non.. ? Jack tertawa pelan sambil terus menciumi sekujur leher Astrid, lalu ciumannya bergerak menelusuri bagian payudara Astrid. Dengan lidahnya, Jack menjilat-jilat payudara mulus itu dengan lembut, ujung lidahnya sesekali menyapu puting payudara Astrid membuat Astrid makin terangsang. Desahan nafasnya mulai memburu, wajah Astridpun mulai memerah.
?Wah.. ini memang pentil yang sangat indah,? kata Jack ditengah usahanya menciumi payudara Astrid, sementara bibir dan lidahnya mengarah ke payudara sebelah kiri, tangan Jack tetap meremas-remas payudara Astrid yang sebalah kanan.
?Memang pentil yang baguss, gue belum pernah menikmati barang yang segini bagus kayak punya Non, beda lho sama pentilnya lonte-lonte yang pernah gue pakai..? kata Jack dengan nafas tidak teratur. Tapi Astrid sudah tidak bisa mendengarkan ucapan itu, gejolak nafsu seksnya begitu besar menghantamnya.
Jack lalu menelusuri bagian perut Astrid yang licin dengan lidahnya dan terus ke bawah, dilihatnya belahan vagina Astrid yang mulai basah untuk sesaat.
?Wuah.. tempik Non emang yahud banget, belum pernah dipakai ya..?? Jack tersenyum buas.

?Ahh.. jangan Tuan.. jangan di situ.. ohhh..? Astrid menggeliat saat Jack mulai menjilati vaginanya sambil tangannya mengelus-elus sepasang paha Astrid yang mulus.Jack lalu membuka paha Astrid lebih lebar untuk lebih leluasa menjilati vagina Astrid, dan kali ini lidahnya berputar-putar di bagian klitoris Astrid. Astrid mengejang sesaat ketika klitorisnya dijilati.

?Jangan Tuan.. ? Astrid meronta saat Jack dengan perlahan mulai menindih tubuhnya. Tapi ucapannya terhenti saat bibirnya kembali dilumat oleh Jack dengan ganas. Dan sambil berciuman Jack mengarahkan penisnya ke vagina Astrid. Astrid menggeliat saat merasakan ada benda tumpul yang mencoba menerobos ke dalam vaginanya.
?Tidak Tuan.. jangann.. jangann..? Astrid meronta dan bergumam tidak jelas. Astrid menggeliat saat Jack mendesakkan pantatnya mendorong penisnya masuk ke dalam vagina Astrid.

?Ahhkh.. sakiitt..? Astrid menjerit kecil saat penis itu mengoyak vaginanya, air mata meleleh di pipinya. Astrid memejamkan mata dan menangis, keperawanannya yang dijaga seumur hidup kini direnggut paksa oleh seorang preman bengis.
?Ohh.. masuk juga akhirnya..? Jack mendengus lega. ?Gila, tempiknya Nona seret banget lho..?

Lalu Jack mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, mula-mula pelan, tapi setelah beberapa saat gerakannya makin teratur, Vagina Astrid yang masih sempit mulai licin dan lancar meskipun masih sangat menjepit. Astrid tidak tahan lagi, dorongan nafsu seksualnya sudah mangalahkan akal sehatnya, diapun mengerang dan mendesah seirama gerakan penis Jack yang menggenjot vaginanya. Gesekan penis di dalam vaginanya memberikan sensasi luar biasa pada sekujur tubuh Astrid membuatnya mengejang dan bergerak liar. Astrid akhirnya menikmati persetubuhan yang baru pertama kali dilakukannya ini. Dan setelah beberapa menit diperkosa, Astrid sudah tidak lagi kelihatan seperti orang yang sdang diperkosa tapi justru menikmati persetubuhannya. Dia bahkan membiarkan saja saat Jack kembali menciumi bibirnya ditengah-tengah persetubuhan. Bahkan ketika Jack menghentikan genjotannya, secara tidak sadar Astrid gantian menggerak-gerakkan pantatnya, dan Astrid pun menurut saja ketika Jack menyuruhnya berganti posisi. Kali ini Astrid disuruhnya nungging dengan gaya Doggy style. Lalu dari arah belakang Jack kembali memasukkan penisnya ke dalam vagina Astrid dan kembali menyetubuhinya. Astrid kali ini tidak melawan lgi, dia bahkan bergoyang seirama dengan genjotan Jack dengan lenguhan dan desahan penuh nikmat. Sementara Jon dengan gaya kameraman professional sibuk mengambil adegan pemerkosaan itu dari berbagai sudut.Dia paling suka mengarahkan kamera ke wajah Astrid yang merintih-rintih nikmat, dan sesekali mengarahkan kameranya tepat di vagina Astrid yang sedang digenjot oleh penis Jack sehingga suara gesekannya terekam dengan jelas.
Tapi ditengah-tengah usaha memperkosa Astrid tiba-tiba Handphone milik Astrid berdering dengan nyaring, hal itu menyadarkan Astrid dari sensasi seksual yang sedang dialaminya. Astrid kembali menangis, tapi Jack tidak mempedulikan tangisan itu.
Jon mengambil handphone Astrid, dilihatnya sesaat, lalu diserahkannya pada Jack. Lalu Jack menyodorkan handphone itu kepada Astrid yang masih disetubuhinya.
?Jawab!? perintahnya. ?Tapi ingat, jangan sampai dia curiga, kalau tidak..? Jack menyodorkan Handphone itu disertai ancaman. Astrid menerimanya, panggilan itu dari temannya, Rani.

?Hallo..? Astrid menjawab panggilan Rani dengan susah payah ditengah-tengah persetubuhan yang dia lakukan. Astrid berusaha setengah mati sewajar mungkin untuk tidak membuat temannya curiga, tapi menjawab telepon sambil disetubuhi membuatnya sesekali kelepasan dan mengerang. Gilanya Jack bukannya menghentikan genjotannya, dia justru mempercepat gerakannya membuat tubuh bugil Astrid tersentak-sentak. Sekuat tenaga Astrid menahan nada suaranya agar terdengar biasa sementara dari belakang Jack menyetubuhinya dengan ganas. Astrid menggigit bibirnya menahan agar tidak mengerang sampai wajahnya memerah, tapi Jack melihat Astrid yang kepayahan menahan diri justru semakin senang, digenjotnya vagina Astrid dengan kuat sehingga Astrid tersentak ke depan dan mau tidak mau Astrid melenguh tertahan.

?Trid, elo nggak apa-apa kan?? suara Rani dari telepon terdengar cemas.
?Ngaakk.. ahhkkh..? Astrid tiba-tiba berteriak, pada saat yang bersamaan Jack kembali menyodok vaginanya kuat-kuat membuat Astrid terlonjak. ?Gue nggak apa-apa…ohh.. ohh.. ?Astrid mengerang perlahan.
?Tapi kok suara elo aneh gitu, elo lagi ngapain sih?? tanya Rani lagi.
?Gue nggak ngapa-ngapain.. ahh.. ahh..? kembali Astrid mengerang lirih. ?Udah ya.. gue mau tidur dulu..? lalu buru-buru Astrid memutuskan hubungan teleponnya sambil mengerang keras melepaskan tekanan seksual yang dari tadi menyiksanya.
?Ahhkhhh… ohhhh…? Astrid menggeliat saat Jack menyentakkan penisnya kuat-kuat.
?Hehehehe.. enak ya Non, ******* sambil telepon..? Jack mengejek. Astrid diam saja sambil menggigit bibirnya. Jack makin bersemangat menggenjotkan penisnya sampai tubuh bugil; Astrid tersentak-sentak maju-mundur. Dorongan seksual dari dalam diri Astrid kembali menggelegak membuat tubuhnya mengejang kuat sekali. Dan pada saat mendekati klimaks Astrid tiba-tiba bergerak dengan liar mengimbangi genjotan Jack.
?AHHHHH……… AHHHH………? Astrid mengerang keras sambil menggeliat liar, tubuhnya menegang, tangannya mencengkeram kasur dengan kuat dan kemudian perlahan mengendur lagi lalu melemas kehabisan tenaga, rupanya Astrid kembali mengalami orgasme yang kali ini bahkan lebih dahsyat dari orgasme sebelumnya. Tapi rupanya Jack belum merasa puas, mungkin karena sudah berejakulasi sebelum menyetubuhi Astrid. Dia membalikkan tubuh bugil Astrid yang terengah-engah sehingga kebali terlentang di ranjang. Bagian vagina Astrid terlihat mengalirkan lendir bercampur darah segar pertanda memang Astrid masih perawan sebelum diperkosa olehnya. Jack lelu mengangkat kedua paha Astrid dan membukanya lebar-lebar, dengan memagan kedua pergelangan kaki Astrid Jack kembali mengarahkan penisnya ke vagina Astrid, Astrid menggeliat saat vaginanya kembali dimasuki oleh penis Jack, tapi dorongan seksual sudah menguasai Astrid, dia diam saja ketika Jack mulai kembali menyetubuhinya, bahkan kembali mendesah-desah penuh kenikmatan saat Jack menyodok-nyodokkan penisnya dengan brutal.
Astrid sangat tidak berdaya menghadapi sodokan-demi sodokan Jack, dia memilih untuk menyerahkan ketotalan kepasrahan dirinya untuk diapakan saja oleh Jack, untuk di garap habis ? habisan dan kepasrahan itu mambuat Astrid kembali merasakan orgasme membuat tubuhnya kembali menegang, melihat Astrid kembali orgasme Jack semakin keras saja mengenjot vagina Astrid, ia memompa Astrid habis habisan sampai Astrid merasakan ada busa-busa mengalir disekitar vaginanya.
?Argggghhhh emmhhh oohhh yeahhhh yeahhhhhh yahhhh…. gua mau kluar… enak banget nih…. oooiiiii ahhhh… ahhh ahhhhhh….? teriak Jack, dan akhirnya semburan spermanya memenuhi rongga vagina Astrid.
Astrid terkapar lemas di ranjang, tubuhnya yang putih mulus basah kuyup oleh keringat membuat tubuh bugil itu berkilau. Nafasnya naik turun membuat payudaranya ikut naik turun menggairahkan. Astrid kembali menangis ketika ingat Jack menyemprotkan sperma di dalam vaginanya yang bisa membuatnya hamil, beruntung saat ini bukan masa subur baginya.

?Hehehee.. Uenak tenan Jon, bisa merawanin cewek secakep ini, elo coba deh,? kata Jack. Astrid gemetar mendengar ucapan Jack. Dilihatnya mereka bertukar tugas, kali ini Jack yang bertugas merekam adegan saat dirinya diperkosa.
?Tenang aja ya Non, Non bakal ketagihan nanti,? kata Jon sambil mendekati Astrid yang masih terbaring kelelahan. Dia lalu mulai membaringkan Astrid dengan posisi terlentang, lalu dia membungkuk mengarahkan mulutnya ke payudara Astrid. Dilumatnya payudara itu dengan kenyotan dan gigitan-gigitan ringan. Hal itu menyebabkan Astrid menggeliat-geliat dan mengeluarkan desahan, perasaannya terombang-ambing dalam ketakutan dan kenikmatan yang tak bisa dibendungnya. Hisapan pria itu pada putingnya menaikkan libidonya walaupun itu diluar kehendaknya. Astrid hanya bisa pasrah saja, tangannya meremas-remas rambut Jon karena rasa geli akibat kenyotan pada payudaranya, payudara yang lain juga sedang diremasi tangan Jon, nampak jari-jarinya menggesek-gesek putingnya memanaskan birahi gadis itu. Desahannya bercampur dengan suara tangis sesenggukan.

?Hmmm?Non emang sempurna banget, punya body montok gini siapa yang ga ngiler? gumam Jon sambil tangannya menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Astrid.
Lalu Jon menindih tubuhnya, dipeluknya tubuh Astrid dan diresapi kehangatan dan kemulusannya. Astrid dapat merasakan benda keras dengan daerah kemaluannya. Astrid memalingkan wajah ketika Jon menyentuh bibirnya, tapi ruang gerak yang terbatas Jon berhasil juga melumat bibirnya.

?Mmhh?uummm !? gumamnya saat menciumi Astrid dan berusaha memasukkan lidahnya ke mulut gadis itu yang masih menutup.
Astrid sendiri dapat merasakan hembusan nafas pria itu pada wajahnya, panas dan bau rokok. Dia merasa tidak enak dengan nafas Jon yang bau rokok itu tapi toh pertahanannya bobol juga karena sulit bernafas dan Jon terus merangsangnya dengan menggerayangi tubuhnya. Lidah Jon pun mulai bermain-main di rongga mulutnya, Astrid tidak sanggup lagi mengelak darinya karena setiap kali lidahnya bergerak yang terjadi adalah saling beradu dengan lidah Jon sehingga diapun membiarkan lidah Jon menari-nari di mulutnya. Matanya terpejam dengan air mata membasahi kelopak matanya. Percumbuan itu membuat nafasnya makin memburu, badannya bertambah panas.

?Jangan Tuan.. jangan lagi…? Astrid merintih pelan saat benda tumpul itu mulai menyentuh kemaluannya.
?Nikmatin aja Non, jangan!? kata Jon dekat telinganya. ?Tahan yah Non, agak sakit, tapi nantinya bakal enak deh. Gue ga bakal kasar kok kalo Non nurut..!? kata Jon, lalu dia mulai menekan kepala penisnya yang sudah menempel di bibir vagina Astrid.
?Aahh?sakit?!! Oohh?tolong hentikan !? rintih Astrid menahan sakit sampai tubuhnya menggeliat dan dadanya terangkat hingga makin membusung, keringat mengucur membasahi tubuhnya.

?Sabar yah Non, sabar !? Jon menenangkannya sambil membelai rambut gadis itu, dia dapat merasakan genggaman tangan gadis itu yang makin erat karena telapak tangan mereka saling genggam.

?Sempit oi, enak banget !? gumam Jon sambil terus mendorong-dorongkan penisnya ke vagina Astrid. Kepala penis yang seperti jamur itu sudah menancap di vagina Astrid, lalu Jon mendorong lebih dalam lagi.

?Aakkhh?aaaahhh !? jerit Astrid tubuh makin mengejang.
?Pheeww?masuk juga akhirnya, asoy banget tempik perawan nih !? kata Jon sambil menghembuskan nafas panjang. Sementara Jack terus merekam adegan perkosaan itu sambil tertawa-tawa.
Mulut Jon mulai menjalar naik ke bahu, leher, hingga bibirnya. Bibir yang sudah berkerut itupun bertemu dengan bibir Astrid yang mungil dan segar sehingga erangannya teredam. Lidah pria itu mengaduk-aduk mulutnya, Astrid pun secara refleks menggerakkan lidahnya sehingga tanpa terasa dia malah hanyut melayani permainan lidah Jon, ini juga dikarenakan sodokan-sodokan Jon yang menimbulkan rasa nikmat yang tidak bisa disangkalnya. Penjahat itu makin bersemangat menggenjot vagina Astrid sambil menggumam tak jelas.

?Okh-oohh?enak, ohh-uuuuh?udah perawan, cantik lagi uhh..!? ceracaunya sambil menikmati kontraksi dinding vagina Astrid yang memijati penisnya.

Tangan kekar Jon yang memegangi paha gadis itu membelai-belai menikmati kemulusan pahanya, sesekali juga meremasi bongkahan pantatnya. Kontras sekali
pemandangannya saat itu, tubuh mulus seorang gadis jelita dihimpit tubuh hitam kekar penuh tato dan menyeramkan.
Hampir liambelas menit lamanya Jon menggenjot tubuh bugil yang makin melemah itu. Astrid sudah kehabisan tenaga untuk melawan, tubuhnya kini tersentak-sentak mengikuti setiap genjotan penis Jon di vaginanya. Tiba-tiba Jon berdiri lalu membalikkan tubuh Astrid, Pantat Astrid ditunggingkannya sehingga posisi Astrid sekarang menungging dengan tangan menutupi bagian dadanya.
?Uih.. pantatnya asoy banget, gede, mulus lagi..? Jon membelai-belai dan meremasi pantat Astrid. Astrid menegang sesaat ketika tangan Jon membelai belahan vaginanya yang berlendir. Jon lalu mengarahkan penisnya bersiap menyetubuhi gadis itu dalam posisi doggie. Astrid meringis ketika merasakan penis Jon yang besar menyeruak masuk ke vaginanya, dia merintih, perih, namun kali ini sudah lebih mendingan berkat cairan kewanitaan yang melicinkan vaginanya.
?Aahh?!? itulah yang keluar dari mulut Astrid saat Jon menyentakkan penisnya hingga amblas seluruhnya.

Jon mulai maju-mundur sambil tangannya berkeliaran menggerayangi pantat, punggung dan payudaranya yang menggelantung indah. Sementara Jack asyik merekam adegan demi adegan perkosaan itu dengan seksama. Bagian yang paling sering dia sorot adalah wajah Astrid yang terlihat begitu memelaskan tapi sekaligus terangsang hebat.
?Ayo.. teruss Jon.. teruss.. sebentar lagi dia ngecret lagi.. teruss..? Jack menyemangati kawannya seperti menyemangati tim sepak bola membuat Jon mendesakkan penisnya dengan kuat, Astrid tersentak berkali ?kali saat Jon menyodokkan penisnya dengan kuat.
Sepuluh menit lamanya dia digumuli dalam posisi itu, sodokan-sodokan Jon mendatangkan kembali perasaan aneh yang tadi dirasakannya, kembali tubuh Astrid mengejang disertai erangan panjang. Dirinya serasa terbang selama 1-2 menit, dan dia harus mengakui kenikmatannya.
?Ahhhhkkhhhh… Ohhhh…? Astrid melenguh panjang merasakan orgasme untuk kesekian kalinnya gelombang orgasme yang menerpa Astrid dirasakan juga nikmatnya oleh Jon karena otot-otot vaginanya semakin menghimpit penisnya serta menghangatkannya dengan cairan yang dihasilkan. Hal ini tentu memicu Jon menggenjotnya lebih cepat lagi dan membuatnya ejakulasi.

?AHHHH… Ahhhh…? Jon menerang keras-keras sambil menekan penisnya dalam-dalam di vagina Astrid merasakan kenikmatan ejakulasi, penisnya menyemprotkan sperma dengan derasnya ke rahim Astrid. Setelah mengeluarkan isinya, Jon menarik lepas penisnya, ketika dikeluarkan terlihat cairan kental belepotan di batangnya yang lalu dilapkan pada belahan pantat gadis itu.

Astrid langsung tersungkur di ranjang karena kelelahan, sementara Jon berdiri sempoyongan.
?Ohhh.. gile… tempik perawan memang beda, seret banget, nggak kayak punya lonte-lonte pinggiran jalan..? Jon menggumam sendiri sambil berjalan. Astrid kembali menangis sesenggukan, dirinya sudah tidak berharga lagi, diperkosa oleh dua penjahat dan dilecehkan habis-habisan, direndahkan bahkan lebih hina dibandingkan pelacur pinggiran jalan.
Masih belum cukup penghinaan dan pelecehan yang diterimanya, kedua penjahat itu memaksanya untuk berpose dalam keadaan telanjang bulat, dan dengan kamera milik Astrid sendiri kedua penjahat itu memotret pose-pose Astrid yang berpose dengan gaya persis bintang film porno.
?Hehehehe… Nona memang pantas menjadi pintang film bokep, gayanya natural sekali lho..? ujar Jack santai sambil terus memotret tubuh bugil Astrid dalam berbagai posisi. Baru setelah puas mereka mengijinkan Astrid pulang ke rumahnya sambil disertai ancaman.

?Jangan berani-berani cerita macam-macam ya! Gue tahu persis keluarga elo, jadi kalau mau keluarga elo selamat, elo mulai sekarang harus nurutin apa mau gue..? Jack mengancam. Dia membiarkan Astrid berpakaian, tapi dia mengambil BH dan celana dalam Astrid. Dia juga bilang kalau mobil Astrid akan dikembalikan. Astrid berjalan dengan pikiran kalut. Mendapati dirinya baru saja diperkosa saja sudah merupakan mimpi buruk, apalagi sekarang dia diancam bila bercerita para penjahat itu akan menghabisi keluarganya. Astrid merasa penderitaannya baru saja dimulai.

# TAMAT #

May 4, 2011

Kuperkosa adik mantan pacarku

ini merupakan sebuah cerita yang pernah terjadi pada bulan januari tahun lalu ketika aku punya pacar, dan pacarku juga memiliki adik yang sangat seksi sekali sama dengan akaknya. Tapi pacaarku tidak pernah memberiku suatu kenikmatan yang sangat berlebih dibandingkan dengan adiknya yang sengaja aku perkosa saja demi memuaskan hasrat birahiku ini. Cerita kali ini memang merupakan kenikmatan seks dari adik pacarku yang seksi dang bergairah sekali. Begini awal kisanya dari cerita bebas kali ini, kisah kali ini merupakan kisah nyataku bersama dengan seorang cewek sebut saja namanya putri, Putri adalah adik dari cewekku, cewekku itu telah mengkhianatiku sehingga timbul niatan yang tidak baik didiriku untuk membalas, tetapi karena aku dengan cewekku beda kota, jadinya niat itu agak sulit terwujud, namun putri adik dari cewekku itu kebetulan kuliah di Jogja, ya…Jogja adalah kota tempat tinggalku, dengan banyak hiruk pikuk banyak anak sekolah. Putri berumur 19 tahun, dan aku sendiri berumur 24 tahun. Putri menganggapku sebagai kakakknya, karena dari dulu putri sangat menginginkan punya kakak laki2, sedangkan mereka hanya 2 bersodara, begitu juga aku yang menginginkan seorang adik cewek, pada mulanya kami sering pergi bareng, bahkan putri pernah menunggui aku ketika aku mengalami sakit parah di RS, tetapi kembali lagi bahwa tidak ada niatan dan rasa apa-apa, karena kami selalu menganggap bahwa kami adalah saudara kandung.

Oh iya Putri cewek dengan tinggi sekitar 165cm, dengan berat 45 kg, cukup kurus memang, wajah spesifik khas orang jawa, ya mirip-mirip Anggun C. Sasmi dengan potongan rambut pendek lah… tonjolan di dadanya tampaknya cukup kecil dengan ukuran 32b.

Setelah mengetahui aku dikhianati oleh cewekku, maka timbul niatan didalam hatiku untuk membalas cewekku itu, namun aku bingung bagaimana caranya, disaat aku melamun mencari cara untuk membalas, tiba-tiba terdengar bunyi dering SMS, yang ternyata dari putri, putri pingin tanya tugas ujian yang akan ditempuhnya, maklum karena aku adalah asisten dosen, sehingga putri sering banyak tanya ke aku. Lalu aku menjawab sms tsb “ ya udah kamu ke sini aja, nanti aku ajarin, kira-kira 1 jam lagi ya, karena aku mau mandi dulu”, karena saat itu Putri mau datang, aku bergumam kalau “ Nah ini aja cara untuk balas dendam ke Tyas ( nama kakak dari putri ) ” dengan cepat aku siapkan handycam dan aku pasang sedemikian rupa sehingga tidak kelihatan oleh orang yang tidak tahu, kemudian aku langsung keluar naik motor membeli obat peangsang untuk wanita. Semua persiapan sudah dilakukan, tinggal menunggu kesempatan saja. Tepat jam 2 siang dirumahku, “ting-tong” bel berbunyi, pintu dibukakan oleh adikku, Putri kupersilakan masuk, tetapi aku masih bingung bagaimana akan menikmati tubuh Putri, karena ortu dan adikku ada dirumah, sambil berpikir keras mencari cara, ternyata tiba-tiba ada telepon dari nenekku kalau ada rapat keluarga mendadak membahas masalah warisan, biasanya ortuku selalu mengajakku untuk nyopir, tetapi karena sedang ada putri, maka akhirnya adikku yang menyopir. “Kebetuan sekali” gumamku, sambil menutup pagar setelah mereka pergi, aku menyiapkan segelas teh yang tentunya udah kuberi dengan obat perangsang yang tadi aku beli. Dosisnya kuberi agak banyak untuk jaga-jaga kalau putri minum sedikit, karena putri sangat haus, maka putri langsung menghabiskan teh itu, karena kebanyakan dosis putri malah pusing dan langsung pingsan.

Aku tipikal orang yang tidak bergairah jika menyetubuhi cewek yang lagi tidur, maka aku ambil seutas tali, tangan kiri dan kanan aku ikat di pojok tempat tidur, kaki aku biarkan saja, supaya nanti ada sedikit usaha untuk menikmati tubuhnya..setelah persiapan selesai, Putri aku bangunkan dengan memerciki air ke wajahnya, akhirnya putri terbangun, putri berteriak “ Mas apa2an ini??!!??”, “gak apa-apa Put, kamu belom pernah ngrasain surga dunia kan?, kamu akan aku kasih gratis put, kamu harusnya bangga lho put, soalnya gak semua cewek bisa nikmatin kaya gini, cewek2 lain tunggu mereka nikah” jawabku…lalu putri memohon” Aku mau diapakan mas? Jangan mas” mulutnya langsung kubekap dengan bibirku, aku ciumi bibirnya secara liar, tampaknya putri belum terangsang dan masih menolak membalas ciumanku, langsung aku cium lehernya dengan liar, putri agak sedikit merasa geli campur kenikmatan, dengan tangan yang terikat putri tetap berteriak “ Jangan Mmmmaaasshh, mmmhhh, ahhhh, janghhggaannn” karena putri mulai mendesah, tanganku mulai bergerilya, mula-mula aku remas-remas punggungnya, sambil tetap kuciumi leher dan tengkuknya, tanganku masih memain2kan punggungnya biar tali Bhnya lepas, dan tak lama setelah itu tali Bhnya pun lepas, aku udah tidak tahu lagi apa yang putri teriakkan, karena diriku udah terkubur oleh nafsu, perlahan-lahan tanganku mulai kedepan sambil tetap meremas, namun kupindah kebelakang lagi, dengan permainan lidahku dilehernya, tampaknya udah membuat Putri lupa ingatan, mungkin karena pengaruh perangsang tadi, Putri tanpa sengaja mendesah, “ Janggann mmmassshh, mmmppphhh, jaangann, jangan, hentikaann, ahhh, jangan hentikan, ahh teruss” tanpa sengaja Putri berusaha untuk memutar badannya, tampaknya malah putri yang menginginkan payudaranya diremas, karena dari tadi aku hanya meremas punggungnya, aku bergumam “ bentar lagi kena kamu “ akhirnya putri udah tidak tahan lagi, badannya memutar dadanya langsung diarahkan ke tanganku, tetapi tetap kupermainkan putri, tidak langsung aku pegang payudaranya. Karena pengaruh obat perangsang tadi, putri malah memohon dengan suara memelas “ please mas….tolong aku…, pegang susuku, remas, dan cium…tolong mas…jangan hentikan….” Putri masih kupermainkan, payudaranya tidak langsung aku pegang, setelah berkali-kali aku mendengar rintihannya, langsung kulepas kaosnya, pada mulanya aku bingung gimana cara melepasnya, karena tangannya terikat, tanpa pikir panjang langsung aku ambil gunting di dekat kasur, yang rencananya akan digunakan untuk mengancam, langsung aku gunting bajunya dan Bhnya, karena aku udah tidak tahan lagi, langsung aku jilat putingnya yang kanan, dan yang kiri aku remas, sambil aku mainkan putingnya dengan jari, Putri yang saat itu masih terhanyut dalam obat perangsang tiba-tiba agak tersadar dan berteriak “ mas…kenapa ahh mas ahh lakukan ini?? Ahh..ahh” kujawab “ karena aku sayang kamu, jadi kuberi kamu kenikmatan yang cewek lain gak bisa nikmatin, bahkan mbak kamu aja gak pernah lho…”sambil bergantian kiri kanan menjilat putingnya, tanganku yang satunya lagi bergerilya kebawah, Putri saat itu masih memakai celana jeans. Aku buka pengait di jeansnya, terlihat saat itu putri masih agak memberontak, karena meskipun fisiknya menerima rangsangan yang hebat, namun hatinya masih menolak karena disetubuhi orang yang putri anggap kakak kandungnya sendiri, kakinya berusaha menendang2, tetapi justru itu memudahkan bagiku untuk melepas jinsnya, dengan cepat aku tarik jinsnya sehingga putri kini hanya tinggal menggunakan celana dalam saja..sambil menjilati putingnya, dengan cepat kutarik cdnya dengan cepat, bahkan mungkin cdnya robek karena aku menariknya kuat2.

Kini putri udah telanjang bulat, melihat putri telanjang bulat, aku langsung bangun dan memandangi wajah putri dengan tangan terikat, tanpa benang sehelaipun, putri saat itu langsung menangis, mungkin merasa malu karena tubuhnya yang telanjang bulat dilihat oleh cowok yang dianggapnya kakak sendiri. Dengan cepat aku langsung melepas seluruh pakaianku sehingga aku juga telanjang bulat, melihat aku telanjang, putri langsung menjerit, dan merem melek, liat penisku. Penisku sih kayaknya standar saja, karena ukurannya 14 cm, tapi karena putri itu dasarnya orang yang tidak aneh2, dan bisa dikatakan lugu, maka dia tetap kaget.

Putri memohon “ mas…jangan mas, aku itu sayang mas, dan kuanggap sebagai kakakku sendiri, kenapa mas tega lakukan ini??”… “ Put…aku juga sayang kamu, makanya kamu kuberi hadiah yang tidak bakal terlupakan, sudah kamu nikmatin aja ya put” bibirku langsung cepat melumat bibirnya dengan memeras dan memilin putting susunya, putri mulai mengerang “ ahhh…ahh…mmmhhh”ciumanku mulai menurun ke arah putting susunya, dan mulai kebawah lagi hingga ke liang kenikmatannya, sambil tetap memeras dan memilin2 susunya, aku mencoba menjilat vaginanya ( jujur aja saat itu aku juga baru pertama kali melakukannya ) pertama aku juga agak jijik dan sedikit mual, tetapi karena reaksi yang diterima putri menunjukkan respon positif dengan mendesah agak keras, maka aku juga semakin berani menjilat-jilat kekiri dan kekanan di lubang kenikmatannya. Putri saat itu udah merem melek merasakan nikmat, sambil terus mendesah “mmmphhh….ahhhh….ammpphh…aahhh…mmmphh” karena merasa udah sedikit aman, aku mencoba melepas ikatan tali ditangannya, untuk melihat respon dia yang sudah terangsang, ternyata yang dilakukan sama putri secara tidak sengaja malah membimbing tanganku untuk memilin2 putingnya sambil berteriak “terrusss maasss….mmmpphhh,,,..aahhh…” selama 15 menit aku jilat lubang kenikmatannya tiba-tiba dia memegang tanganku dengan kencang sekali, tubuhnya kaku, dan dia menggelinjang hebat sambil berteriak “ kepalanya jangan disitu mas…..aku mau ngeluarin…” aku gak perduli dan tetap menjilat2, sampai akhirnya dia orgasme banyak sekali sampai mulutku blepotan terkena cairan kenikmatannya..”ahhh…ahhh…ahhh” dia berteriak sambil menggelinjang.

Beberapa saat setelah putri orgasme dengan hebat, putri langsung memeluk badanku, tampaknya putri udah tidak perduli lagi…langsung kesempatan itu aku lakukan dengan berusaha memasukkan penisku kedalam vaginanya, karena dia habis orgasme, maka vaginanya masih terdapat banyak cairan, karena aku udah tidak tahan lagi, sambil memeras dan menjilat putingnya, aku mencoba memasukkan penisku, “ Putri yang saat itu udah mulai sadar dari kenikmatannya langsung berteriak “ Jangan dimasukkan mas…aku mohon, aku lakukan apapun biar mas bisa merasakan enak, apapun mas…” “bener nih??” tanyaku “ Iya mas, apapun, aku juga janji gak bakal cerita sama siapapun mas…” Setelah itu aku cium bibirnya dengan penuh kelembutan, putri pun mau membalas ciumanku, kujulurkan lidahku di bibirnya, dan dia membalas dengan saling menjulurkan lidah, kami saling berciuman hebat selama 10 menit, sambil berciuman tanganku tetap meremas dan memilin putting susunya, sehingga putri udah mulai terangsang kembali, sambil terus mendesah aku terus menciumi lehernya hingga kebawah, tampaknya Putri udah mulai tidak perduli atas perkosaan yang dialaminya, mungkin karena pengaruh obat perangsang, putri terus mendesah, dan mendesah, desahan-desahan yang kudengar sangat membuat nafsuku semakin tinggi, aku mulai semakin turun menjilat vaginanya kembali, dan vaginanya udah mulai basah kembali, karena sudah mulai terangsang, aku mencoba kembali untuk memasukkan penisku, putri agak tersentak kaget “ Mas aku mohon..jangan mas”, “ Cuma menggesek-gesek kok put, gak apa2, gak bakalan masuk”, jawabku..lalu putri mengiyakan, dengan menggesek-gesekan penisku ke lubang kenikmatannya, membuatku leluasa menciumi lehernya sambil meremas dan memilin putingnya, kadang aku memberhentikan gesekanku, tetapi malah putri menggoyang pinggulnya supaya klitorisnya mengenai penisku, dan hal tersebut berlangsung selama 15 menit, karena putri sudah tidak tahan atas rangsangan yang begitu hebat, maka secara tidak sadar putri terlena dan berbisik kepadaku “ Mas…akkhhh akkuu, uddaah gak tahaan..akkhhh, massukkin aja mas…sssshhh” mendapat lampu hijau aku langsung mencoba untuk masukin, karena aku pada dasarnya juga belum melakukan seperti itu, maka aku coba masukin secara pelan-pelan, lubangnya sempit sekali, karena memang putri masih perawan. Aku coba terus menerus dan berusaha sekuat tenaga, Putri berteriak “ Pelan-pelan Mas”, selama hampir 5 menit aku mencoba juga belum masuk2, akhirnya dengan perjuangan sekuat tenaga blessshhh, penisku berhasil masuk ke vaginanya, putri mem*kik “ Ahhh… sakit mas“, keluar darah segar dari vagina putri tanda keperawanannya telah bobol. “ Sakitnya cuma sebentar sayang, habis itu enak sekali” jawabku, aku terus memompa batang penisku di lubang kenikmatan putri, aku merasakan penisku dipijit-pijit oleh lubang kenikmatannya, rasanya nikmat sekali, benar-benar merasakan surga dunia, Putri pun juga tampak menikmatinya sambil mendesah “ Ahhhkk…ahhh…ahh…teruss mass..ssshh…mmmhh, jangann berrhenti…ahhkk, ennaakk sekali mass…”, “sepeti surga dunia kan put?” tanyaku.. “ Iyyaa…ahhkk..masshh..” jawab putri..

Aku terus memompa dengan sangat cepat sekali, sampai payudara putri bergerak naik turun..suatu pemandangan yang sungguh indah melihat Putri telanjang bulat sedang aku setubuhi..setelah 25 menit aku memompa, tiba-tiba badan putri kembali kaku, mengejang, dan menggelinjang dengan hebat tanda putri sudah mau orgasme…langsung kupercepat kocokanku supaya aku juga dapat ngluarin bareng.. tetapi karena putri udah tidak tahan maka dia berteriak “ Maasss…..eennaakk sekaalii…aku mau keluarin” putri orgasme untuk yang kedua kalinya, aku merasakan ada cairan panas di kepala penisku, aku tetap mengocok tubuh putri sehingga selang beberapa saat aku juga mau orgasme ” Put aku juga mau keluar…” kataku, langsung aku keluarkan di dalam rahim Putri, putri merasakan ada cairan hangat yang masuk kerahimnya, setelah orgasme, kami berdua saling berpelukan cukup lama, dan aku membiarkan penisku berada di liang vaginanya…

Entah apa yang berada di dalam pikiran putri, sehingga dia hanya terdiam seribu bahasa, lalu aku kecup keningnya sambil berkata “ Gimana Put? Enak kan ? “ dia mengangguk dengan mata yang agak sembab, mungkin dalam hati kecilnya dia agak menyesal atas apa yang terjadi, tetapi dia tidak bisa menahan keinginan fisik dan nafsunya untuk disetubuhi..akhirnya kami tertidur dalam keadaan telanjang, sampai akhirnya kami kaget dengan bunyi bel tanda ortuku dan adikku pulang..Saat itu kami panik, kami berdua masih telanjang, sedangkan baju putri udah robek semua terkena gunting…cdnya juga udah robek..

Setelah pintu digedor beberapa lama namun kami tidak membukakan karena masih bingung akan pakai pakaian apa putri nanti, putri langsung kusuruh sembunyi di lemari pakaian, dan aku pura2 dari kamar mandi. “ Kenapa pintunya lama sekali dibuka ? “ tanya ayahku, “ Oh maaf, tadi aku baru mandi pap “. “Lho Putri mana ? kok motornya masih disini ?” tanya ibuku. “ Oh tadi ketempat temennya di dekat sini aku yang anterin mam, terus nanti aku jemput. Lho papa mama kok udah pulang ? “ tanyaku “ Oh ini ada yang ketinggalan berkas sertifikat rumah, bentar lagi juga berangkat “ Jawab ayahku. “ Yes “ gumamku dalam hati, masih ada kesempatan untuk bisa lepas dari masalah ini. Setelah ortuku berangkat, aku buka pintu lemari, dan aku bilang ke Putri kalau semuanya sudah aman. Aku kembali mencium keningnya, mulut kami saling berpagutan dan akhirnya saling bersetubuh kembali sampai 1 jam lamanya, entah berapa kali dia orgasme, yang jelas aku merasakan orgasme sampai 3 kali, putri tampaknya benar-benar menikmati persetubuhan ini. Setelah itu akhirnya putri pulang dengan pinjam kaosku, setelah kejadian itu kami tidak pernah saling kontak, dan komunikasi. Tapi setelah kejadian itu, Putri malah punya pacar, dan dia membuka diri untuk berhubungan dengan cowok, tidak seperti dulu yang tidak bisa menerima cowok, mungkin karena ketagihan kali ya?

Tetapi setiap mengingat desahan dan goyangan putri membuatku langsung dibakar nafsu..Putri benar-benar hebat untuk pengalaman pertamaku, aku menyesal kenapa dia tidak kujadikan pacar saja, karena kalo dia pacarku bisa jadi aku merasakan kenikmatan setiap saat.

# TAMAT #

May 4, 2011

Kisah Pemerkosaan Di Sebuah Pulau

Cerita Panas,Teman2ku, Sintia dan Dina mengajak aku ke pulau, nginep semalem. Mereka akan membawa pasangan masing2, sedang aku gak punya pasangan. “Nanti di pulau ada senior trainer untuk snorkeling dan diving, orangnya 40an, ganteng dan tegap badannya. Tipe kamu banget deh Nes. Kamu bisa partneran sama dia”, kata Dina. “Iya, kalo gak aku bengong, sedang kalian berdua asik dengan pasangan masing2″, jawabku. Ketika di Marina Ancol setelah makan siang, aku dikenalkan Dina dengan mas Anto, trainer yang dia sebutkan itu.Cerita Panas Dewasa

Orangnya ganteng juga dan perawakannya tegap, maklumlah untuk olahraga air seperti itu perlu stamina yang tinggi, apalagi dia harus mengajari orang yang akan melakukan diving, kalo snorkeling katanya relatif mudah. “Mas, staf pulau ya”, kataku membuka pembicaraan, ketika speedboat meluncur meninggalkan Marina. “Oh enggak, aku hanya bantu pulau untuk acara diving dan snorkeling. Kalo ada permintaan, pulau akan kontak aku. Ines senang diving?” “Belon pernah mas, susah ya kalo mo diving. Temenku juga pada belon pernah diving”. “Kalo gitu kita snorkeling aja, gak susah kok, cuma ngambang sambil menikmati panorama bawah laut. Di pulau ada lokasi yang sangat indah untuk snorkeling. Kalo mau diving sedikit sambil snorkeling juga bisa, gak dalem kok lautnya”. “Kalo diving kan butuh peralatan, mas”. “Gak usah, dilokasi snorkeling lautnya gak dalem, tahan napas sebentar bisa kok nyilem sedikit. Nanti deh aku ajari”. Cuaca sangat cerah, laut sepertinya tanpa ombak sehingga perjalanan menuju ke pulau tanpa hambatan apa2. Sesampai di pulau ke 2 temanku langsung cek in ke cottage masing2 dengan pasangannya. Kami mendapatkan cottage yang terapung di laut, letaknya agak berjauhan. Aku dapat cottage yang paling menjorok ke laut. Segera aku cuma mengenakan bikini ku karena mas Anto sudah menunggu untuk snorkeling. Mas Anto membelalak melihat bodiku yang tertutup bikini yang minim itu. Toketku seakan mau tumpah dari bra bikiniku yang aga kekecilan. “Nes kamu seksi amat”. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Dia memberiku kacamata snorkeling yang ada perati untuk bernapas. aku gak tau ke2 temanku lagi ngapain sama pasangannya. Mula2 kita latihan dulu di kolam renang untuk membiasakan diri dengan kacamata snorkeling itu dan sepatu kataknya. “Kamu mau diving sedikit gak Nes, kalo mau gak usah pake pelampung”. “Iya deh mas, mau. Gak dalem kan lautnya”. “Temen2 kamu gak mau ikutan snorkeling”. “Gak tau pada kemana, kalo udah sama cowoknya masing2 ya asik sendiri lah, Ines sama mas aja, gak punya cowok sih”. “Masak sih, kamu kan cantik, seksi lagi, masak gak ada cowok yang mau, aku aja mau kok”. Dia mulai menggodaku. Aku hanya tersenyum mendengar celetukan usilnya. Kami mulai latihan di kolam renang. Setelah aku terbiasa dengan kaca mata itu, aku diajaknya ke lokasi diantar dengan speedboat pulau. Sampai dilokasi, aku langsung nyebur ke laut ditemani mas Anto, sedang speedboat kembali ke pulau, dijanjikan akan dijemput lagi setelah kami puas ber snorkeling. Pemandangan bawah airnya indah sekali, jauh lebih indah katimbang ngeliat di akuarium laut. Tidak puas hanya snorkeling saja, mas Anto mengajakku sedikit diving. Aku diajarinya sebentar untuk bagaimana menahan napas, kemudian kami menyelam. Aku bisa lebih dekat dengan objek yang kulihat dari permukaan. Karena gak bisa menahan napas lama, sebentar2 aku harus kepermukaan untuk menahan napas. Tapi menyenangkanlah bersama mas Anto di laut.

Mas Antopun mulai usil, beberapa kali toketku sengaja digesek dengan lengannya. Aku kembali tersenyum membiarkan. Dia makin berani, toketku malah dirabanya. “Nes, kamu napsuin deh”, katanya to the point. “Masak sih mas napsu ngeliat Ines”. “Iya lah Nes, toket kamu montok banget, aku pengen ngeremes jadinya”, katanya sambil langsung meremes toketku. “Mas…”, keluhku. “Tuh yang jemput sudah dateng”. Aku gak tau berapa lama, kita main2 dilaut, tapi kayanya matahari sudah condong ke barat ketika kami sampai di pulau. Mas Anto mengajakku ke kolam renang lagi untuk main air. Di kolam renang, Dina dan Sintia sedang main air juga dengan pasangannya masing2, mereka juga pake bikini yang seksi. Terutama Dina yang toketnya paling besar dari kami bertiga. Cowoknya tanpa sungkan meremas2 toket Dina, Dina hanya cekikikan aja. Juga Sintia yang diremas2 oleh cowoknya. Karena kami ke pulau ketika week day, maka di pulau tidak ada tamu lain selain kita. “Darimana Nes”, tanya Sintia. “Aku snorkeling sama mas Anto, asik deh”. “Kok gak ngajak2″, protes Dina. “Aku nunggu kalian gak keluar2 dari cottage, makanya ditinggal. Tapi kalo ada kalia malah mengganggu aku dan mas Anto”. Kami main2 dikolam sampe lewat magrib, mas Antopun dengan napsunya meremas2 toketku terus. Aku membalas dengan meremas kon tolnya. Terasa kon tolnya sudah keras sekali dibalik celana pendek gombrongnya. Yang mengejutkanku ukurannya, terasa besar sekali dan panjang, kon tol kesukaanku. “Mas besar sekali”, bisikku. “Mau ngerasain Nes, belon pernah ya ngerasain yang besar seperti punyaku”, jawabnya sambil berbisik juga. Karena sudah gelap, kami balik ke cottage masing2, mas Anto ikut ke cottageku walaupun pulau menyediakan kamar untuknya diperumahan staf. Dia duduk saja di teras yang menghadap ke laut, sementara aku mandi. Aku mengenakan celana super pendek dan bra bikini. Dia tetap saja memakai celana gombrongnya walaupun basah. Kita langsung menuju ke ruang makan karena perut sudah keroncongan. Kami makan malem sembari ngobrol dan becanda2.

Mas Anto mengelus2 pahaku terus. Paha kukangkangkan. Aku jadi menggeliat2 karena rabaannya pada paha bagian dalam, “Aah”, erangku, karena napsuku mulai naik. “Kenapa Nes, napsu ya”, katanya. “Tangan mas nakal sih”, kataku terengah. “Abis kamu napsuin sih”, jawabnya dengan tetap ngelus2 pahaku, elusannya makin lama makin naik ke atas. Kini tangannya mulai meraba dan meremes no nokku dari luar celana pendekku, Aku semakin terangsang karena ulahnya, “Aku jadi napsu nih”, bisikku. Baiknya temen2ku sudah selesai makan dan ngajak karaokean. Aku terbebas dari elusan mas Anto. Di ruang karaoke, kami nyanyi2 bergantian. Bosen karaoke, mas Anto minta dvd sama operator karaoke dan memutarnya, ternyata film biru. Asiknya ceweknya tampang melayu, cowoknya bule. Mereka maennya di kolam renang. Mulai dari ngelus, ngeremes, ngemut sampe akhirnya ngenjot dalam berbagai posisi. Mas anto kembali menggerayangi toketku. Kulihat temen2ku sudah tenggelam dalam pelukan pasangannya masing2. Gak lama kemudian Dina keluar ruang, diikuti dengan Sintia. Pastinya mereka akan meneruskan acara di cottage masing2. Mas Anto berbisik, “Kekamar aja yuk Nes”. Aku ikut saja ketika tanganku ditariknya, sambil berpelukan kita menuju ke cottageku. Di cottage, mas Anto membereskan teras, dipan yang ada diteras dihampari selimut sebagai alas. Dia mengambil bantal dari kamar dan mematikan lampu teras. Suasana reman2 karena hanya disinari lampu dari kamar. Romantis sekali suasananya karena hanya terdengar demburan ombak dan terasa sekali2 ada angin membelai badan.

Aku berbaring di dipan yang sempit sehingga agak berdesakan dengan mas Anto. Dia terus meremas-remas gundukan di selangkanganku. Aku merespon dengan gerakan pinggulku yang
menekan-nekan tangannya. Perlahan-lahan celana pendekku dilbukanya, aku mengangkat pantatku supaya celana itu mudah dilepaskan. Terasa jarinya mulai menelusuri CDku. Dia meremas kembali gundukan yang kini hanya terlindung oleh cd. Kemudian jarinya menguak cdku dari samping. Jari
tengahnya dengan trampil mencari belahan no nokku. Jari tengahnya mulai menelusuri kehangatan sekaligus kelembaban di balik jembut keritingku yang lebat. Sampai akhirnya mendarat di i tilku. Daging kecil itu sudah mengeras. Dia segera berkosentrasi pada bagian itu. Aku tidak mampu menahan kenikmatan akibat gelitikan jarinya di i tilku. Aku makin erat memeluknya dan dia makin intensif memainkan jariku di i tilku. Aku tidak bisa memperkirakan berapa lama jarinya bermain di
i tilku. Akhirnya aku mengejang. Aku nyampe. “Mas, belum apa2 Ines dah nyampe. Hebat ih permainan jarinya mas. Apalagi kon tol mas ya”, kataku terengah. Dia mengangkangkan pahaku dan terasa hembusan napasnya yang hangat di pahaku. Dia mulai menjilati pahaku, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil digigit2nya pelan. Aku menggigil menahan geli saat lidahnya menyelisuri pahaku. “Mas pinter banget ngerangsang Ines, udah biasa ngerangsang cewek ya”, kataklu terengah. CD ku yang minim itu dengan mudah dilepasnya, demikian pula bra bikiniku dan tak lama kemudian terasa lidahnya menghunjam ke no nokku yang sudah sangat basah. Aku hanya pasrah saja atas perlakuannya, aku hanya bisa mengerang karena rangsangan pada no nokku itu. Lidahnya menyusup ke dalam no nokku dan mulai bergerak keatas. Aku makin mengejang ketika dia mulai menjilati i tilku. “Ines sudah pengen dien tot”, aku mengerang saking napsunya. Dia menghentikan aksinya, kemudian memelukku dan mencium bibirku dengan napsunya. Lidahnya menerobos bibirku dan mencari lidahku, segera aku bereaksi yang sama sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutku. Pelukannya makin erat. Terasa ada sesuatu yang mengganjal diperutku, kon tolnya rupanya sudah ngaceng berat. Tangannya mulai bergerak kebawah, meremas pantatku, sedang tangan satunya masih ketat mendekapku. Aku menggelinjang karena remasan dipantatku dan tekanan kon tolnya yang ngaceng itu makin terasa diperutku. “Aah”, lenguhku sementara bibirku masih terus dikulumnya dengan penuh napsu juga. Lidahnya kemudian dikeluarkan dari mulutku, bibirku dijilati kemudian turun ke daguku. Tangannya bergeser dari pantatku ke arah no nokku, “Aah”, kembali aku mengerang ketika jarinya mulai mengilik no nokku. Lidahnya mengarah ke leherku, dijilatinya sehingga aku menggeliat2 kegelian. Sementara itu jarinya mulai mengelus2 no nokku yang sudah sangat basah itu dan kemudian kembali menjadikan i tilku sasaran berikutnya. Digerakkannya jarinya memutar menggesek i tilku. Aku menjadi lemes dipelukannya. “Nes, jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini, padahal baru nyampe”, katanya sambil mengangkangkan pahaku lagi. Dia membuka celananya, sekaligus dengan cdnya. Ternyata kon tolnya besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat. Aku ditariknya bangun kemudian disuruh menelungkup ditembok teras. Dia memposisikan dirinya dibelakangku, punggungku didorong sedikit sehingga aku menjadi lebih nungging. Pahaku digesernya agar lebih membuka. Aku menggelinjang ketika merasa ada menggesek2 no nokku. no nokku yang sudah sangat licin itu membantu masuknya kon tol besarnya dengan lebih mudah.

Kepala kon tolnya sudah terjepit di no nokku. Terasa sekali kon tolnya sesek mengganjal di
selangkanganku. “Aah, gede banget kon tol mas”, erangku. Mas Anto diam saja, malah terus mendorong kon tolnya masuk pelan2. Aku menggeletar ketika kon tolnya masuk makin dalam. Nikmat banget rasanya kemasukan kon tolnya yang besar itu. Pelan2 dia menarik kon tolnya keluar dan didorongnya lagi dengan pelan juga, gerakan keluar masuk kon tolnya makin cepat sehingga
akhirnya dengan satu hentakan kon tolnya nancep semua di no nokku. “Aah, enak banget kon tol mas”, jeritku. “No nokmu juga peret banget Nes. Baru sekali aku ngerasain no nok seperet no nokmu”, katanya sambil mengenjotkan kon tolnya keluar masuk no nokku. “Huh”, dengusku ketika terasa kon tolnya nancep semua di no nokku. Terasa biji pelernya menempel ketat di pantatku. No nokku terasa berdenyut meremes2 kon tolnya yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tangannya yang tadinya memegang pinggulku mulai meremes toketku dengan gemesnya. Aku menjadi menggelinjang karenanya, sementara itu enjotan keluar masuk kon tolnya makin dipercepat. Tubuhku makin bergetar merasakan gesekan kon tolnya di no nokku. “Enak , enjotin yang keras, aah, nikmatnya”, erangku gak karuan. Keluar masuknya kon tolnya di no nokku makin lancar karena cairan no nokku makin banyak, seakan menjadi pelumas kon tolnya. Dia menelungkup dibadanku dan mencium kudukku. Aku menjadi menggelinjang kegelian. Pinter banget dia merangsang dan memberi aku nikmat yang luar biasa. Toketku dilepaskannya dan tangannya menarik wajahku agar menengok ke belakang, kemudian bibirku segera diciumnya dengan napsunya. Lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Tangannya kembali meneruskan tugasnya meremes2 toketku. Sementara itu, kon tolnya tetep dienjotkan keluar masuk dengan cepat dan keras. Jembutnya yang kasar dan lebat itu berkali2 menggesek pantatku ketika kon tolnya nancep semuanya di no nokku. Aku menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatnya untuk makin mgencar mengenjot no nokku. Pantatku mulai bergerak mengikuti irama enjotan kon tolnya. Pantatku makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan kon tolnya sehingga rasanya kon tolnya nancep lebih dalem lagi di no nokku. “Terus , enjot yang keras, aah nikmat banget deh dien tot mas”, erangku. Dia makin seru saja mengenjot no nokku dengan kon tolnya. Aku tersentak. Perutku terasa kejang menahan kenikmatan yang luar biasa. Bibirku kembali dilumatnya, aku membalas melumat bibirnya juga, sementara gesekan kon tolnya pada no nokku tetep saja terjadi. Akhirnya aku tidak dapat menahan rangsangan lebih lama, no nokku mengejang dan “Ines nyampe aah”, teriakku. no nokku berdenyut hebat mencengkeram kon tolnya sehingga akhirnya, kon tolnya mengedut mengecretkan pejunya sampe 5 semburan. Terasa banget pejunya yang anget menyembur menyirami no nokku. Kon tolnya terus dienjotkan keluar masuk seiring ngecretnya pejunya. Napasku memburu, demikian juga napasnya. “Nes, gak apa2 kan aku ngecret didalem no nok kamu”, katanya. “Gak apa2 kok mas, Ines punya obat biar gak hamil”. Kon tolnya terlepas dari jepitan no nokku sehingga terasa pejunya ikut keluar mengalir di pahaku. Dia segera berbaring didipan. “Nes, nikmat banget deh no nok kamu, peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Mas sudah sering ngen totin abg ya, ahli banget bikin Ines nikmat. “, jawabku sambil menelentangkan badanku disebelahnya. “Paling sama customer yang ngundang aku ke pulau seperti kamu gini. Ya aku milih yang bag lah, kalo sepantaran aku mana asik”, jawabnya.

Mas Anto bangun dan masuk kamar mandi. Dia rupanya sedang membersihkan dirinya karena sejak abis berenang di laut dia belum mandi, sementara aku masih saja telentang di dipan menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja aku rasakan. Dia keluar dari kamar mandi, duduk disampingku yang terkapar telanjang bulat. “Kamu bener2napsuin deh Nes, toket kamu gede dan kenceng, mana pentilnya gede lagi”, katanya. Aku hanya tersenyum mendengar ocehannya. “Aku paling suka liat jembut kamu, lebat banget sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, toketnya gede kenceng dan jembutnya lebat, nikmat banget dien totnya,” katanya lagi. Dia berbaring disebelahku dan memelukku, “Nes, aku pengen lagi deh”, katanya. Aku kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu lagi, tapi aku suka lelaki kaya begini, udah kon tolnya gede dan panjang, kuat lagi ngen totnya. Dia mulai menciumi leherku dan lidahnya menjilati leherku. Aku menggelinjang dan mulai terangsang juga. Bibirku segera diciumnya, lidahnya kembali menyusup kedalam mulutku dan membelit lidahku. Sementara itu tangannya mulai meremes2 toketku dengan gemes. Dia melepaskan bibirku tetapi lidahnya terus saja menjilati bibirku, daguku, leherku dan akhirnya toketku. Pentilku yang sudah mengeras dijilatinya kemudian diemutnya dengan rakus. Aku menggeliat2 karena napsuku makin memuncak juga. “Aah, mas napsu banget sih, tapi aku suka banget”, erangku. Toketku yang sebelah lagi diremes2nya dengan gemes. Jari2nya menggeser kebawah, keperutku, Puserku dikorek2nya sehingga aku makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutku dielus2nya, tidak lama karena kemudian jarinya menyusup melalui jembutku mengilik2 no nokku. Pahaku otomatis kukangkangkan untuk mempermudah dia mengilik no nokku. “Aah”, aku melenguh saking nikmatnya. Dia membalik posisinya sehingga kepalanya ada di no nokku, otomatis kon tolnya yang sudah ngaceng ada didekat mukaku. Sementara dia mengilik no nok dan i tilku dengan lidahnya, kon tolnya kuremes dan kukocok2, keras banget kon tolnya. Kepalanya mulai kujilati dan kuemut pelan, lidahnya makin terasa menekan2 i tilku sehingga pantatku terangkat dengan sendirinya.

Enggak lama aku mengemut kon tolnya sebab dia segera membalikkan badannya dan menelungkup diatasku, kon tolnya ditancapkannya di no nokku dan mulai ditekennya masuk kedalam. Setelah nancep semua, mas Anto mulai mengenjotkan kon tolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Bibirku kembali dilumatnya dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget kon tolnya mengisi seluruh ruang no nokku sampe terasa sesek. Nikmat banget ngen tot sama dia. Aku menggeliat2kan pantatku mengiringi enjotan kon tolnya itu. Cukup lama dia mengenjotkan kon tolnya keluar masuk, tiba2 dia berhenti dan mencabut kon tolnya dari no nokku. Dia turun dari dipan
dan duduk di kursi yang ada didekat dipan, aku dimintanya untuk duduk dipangkuannya mengangkang diantara kedua kakinya. Dia memelukku dengan erat. Aku sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan kon tolnya yang masih ngaceng itu masuk ke no nokku. Aku menurunkan badanku sehingga sedikit2 kon tolnya mulai ambles lagi di no nokku. Aku menggeliat merasakan nikmatnya kon tolnya mendesak masuk no nokku sampe nancep semuanya. Jembutnya menggesek jembutku dan biji pelernya terasa menyenggol2 pantatku. Aku mulai menaik turunkan badanku
mengocok kon tolnya dengan no nokku. Dia mengemut pentilku sementara aku aktif bergerak naik turun. Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah, enak banget deh, lebih nikmat dari yang tadi”, erangku sambil terus menurun naikkan badanku mengocok kon tolnya yang terjepit erat di no nokku. No nokku mulai berdenyut lagi meremes2 kon tolnya, gerakanku makin liar, aku berusaha menancepkan kon tolnya sedalam2nya di no nokku sambil mengerang2. Tangannya memegang pinggulku dan membantu agar aku terus mengocok kon tolnya dengan no nokku. Aku memeluk lehernya supaya bisa tetep mengenjot kon tolnya, denyutan no nokku makin terasa kuat, dia juga melenguh saking nikmatnya, “Nes, empotan no nokmu kerasa banget deh, mau deh aku ngen tot ama kamu tiap hari”. Akhirnya aku gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Ines nyampe, aah”, teriakku dan kemudian aku terduduk lemas dipangkuannya. Hebatnya dia belum ngecret juga, kayanya ronde kedua membuat dia bisa ngen tot lebih lama. “Cape Nes”, tanyanya tersenyum sambil terus memelukku. “He eh”, jawabku singkat.

Pelan mas anto mengangkat badanku dari pangkuannya sehingga aku berdiri, kon tolnya lepas dari jepitan no nokku. kon tolnya masih keras dan berlumuran cairan no nokku. Kembali aku dimintanya nungging didipan, doyan banget dia dengan doggie style. Aku sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat aku. Dia menjilati kudukku sehingga aku menggelinjang kegelian, perlahan jilatannya turun ke punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulku. Otot perutku terasa tertarik karena rangsangan jilatan itu. Mulutnya terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang adalah pantatku, diciuminya dan digigitnya pelan. Apalagi saat lidahnya mulai menyapu daerah sekitar lubang pantatku. Geli rasanya. Jilatannya turun terus kearah no nokku, kakiku dikangkangkannya supaya dia bisa menjilati no nokku dari belakang. Aku lebih menelungkup sehingga pantatku makin menungging dan no nokku terlihat jelas dari belakang. Dia
menjilati no nokku, sehingga kembali aku berteriak2 minta segera dien tot, “nakal deh mas, ayo dong Ines cepetan dien totnya”. Dia berdiri dan memposisikan kon tolnya dibibir no nokku dan dienjotkannya kedalam dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Dia mulai mengenjot no nokku dengan kon tolnya, makin lama makin cepat. Aku kembali menggeliat2kan pantatku mengimbangi enjotan kon tolnya dino nokku. Jika dia mengejotkan kon tolnya masuk aku mendorong pantatku kebelakang sehingga menyambut kon tolnya supaya nancep sedalam2nya di no nokku. Toketku berguncang2 ketika dia mengenjot no nokku. Dia meremes2 toketku dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan kon tolnya keluar masuk. “Terus mas, nikmat banget deh”, erangku lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu aku mengganti gerakan pantatku dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes kon tolnya. Dengan gerakan memutar, i tilku tergesek kon tolnya setiap kali dia mengenjotkan kon tolnya masuk. Denyutan no nokku makin terasa keras, diapun melenguh, “Nes, nikmat banget empotan no nok kamu”. Akhirnya kembali aku kalah, aku nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya, Ines nyampeee”. Otot perutku mengejang dan aku ambruk ke dipan karena lemesnya.

Aku ditelentangkan di dipan dan segera mas Anto menaiki tubuhku yang sudah terkapar karena lemesnya. Pahaku dikangkangkannya dan segera dia menancapkan kembali kon tolnya di no nokku. Kon tolnya dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena no nokku masih licin karena cairan yang berhamburan ketika aku nyampe. Dia mulai mengenjotkan lagi kon tolnya keluar masuk. Hebat sekali staminanya, kayanya gak ada matinya ni orang. Aku hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan kon tolnya. Dia terus
mengejotkan kon tolnya dengan cepat dan keras. Dia kembali menciumi bibirku, leherku dan dengan agak membungkukkan badan dia mengemut pentilku. Sementara itu enjotan kon tolnya tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Aku agak sulit bergerak karena dia agak menindih badanku, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya. Enggak tau sudah berapa lama dia mengen toti ku sejak pertama tadi. Dia menyusupkan kedua tangannya kepunggungku dan menciumku lagi. Kon tolnya terus saja dienjotkan keluar masuk. Perutku mengejang lagi, aku
heran juga kok aku cepet banget mau nyampe lagi dien tot dia. Aku mulai menggeliatkan pantatku, kuputar2 mengimbangi enjotan kon tolnya. No nokku makin mengedut mencengkeram kon tolnya, pantatku terkadang terangkat menyambut enjotannya yang keras, sampe akhirnya, “terus mas, yang cepet, Ines udah mau nyampe lagi”, teriakku. Dia dengan gencarnya mengenjotkan kon tolnya
keluar masuk dan, “Aah Ines nyampe lagi”, aku berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejunya yang kuat di no nokku. Diapun ngecret dan ambruk diatas badanku. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2 aku karena aku udah nyampe 3 kali sebelum dia akhirnya ngecret dino
nokku. ” Mas kuat banget deh ngen totnya, mana lama lagi. Nikmat banget ngen tot ama mas. Kapan mas ngen totin Ines lagi”, kataku. Dia tersenyum mendengar sanjunganku. “Kalo ada kesempatan ya aku sih mau aja ngen totin kamu. No nok kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku en tot”, jawabnya memuji.

Kita pindah kedalem kamar. Aku terkapar telanjang karena nikmat dan tak lama lagi tertidur. Paginya aku terbangun karena mas Anto memelukku. Kayanya sarapan pagi bakalan ngerasain kon tolnya lagi keluar masuk no nokku. “Nes, aku pengen ngerasain empotan no nok kamu lagi ya, boleh kan”, katanya. Dia lalu berbaring telentang di ranjang, lalu aku mulai jongkok di atasnya dan menciumi nya, tangannya mengusap-usap punggungku. Bibirnya kukulum, “Hmmmhh… hmmhhh…” dia mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahnya, aku mulai bergerak ke bawah, menciumi dagunya, lalu lehernya. Kuciumi dadanya. “Hmmmhhh… aduh Nes enak ..” rintihnya. Dia terus mendesah sementara aku mulai menciumi perutnya, lalu pusarnya, sesekali dia berteriak kecil kegelian. Akhirnya , kon tolnya yang sudah ngaceng berat kupegang dan kukocok2, “Ahhhhh… Hhhh….Hmmhmh… Ohhh …” dia cuman bisa mendesah doang. Kon tolnya langsung kukenyot-kenyot, sementara dia meemas-remas rambutku saking enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan aku ngemut kon tolnya, kemudian aku bilang, “sekarang giliran mas yach?” Dia cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan aku sekarang yang ganti tiduran. Dia mulai nyiumin bibirku, kemudian leherku sementara tangannya meraba-raba toketku dan diremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti aku yang mendesah keenakan. Apalagi ketika dia menjilati pentilku yang tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas melumat pentilku bergantian, dia mulai menjilati perutku. Dia langsung menciumi no nokku dengan penuh napsu, otomatis pahaku mengangkang supaya dia bisa mudah menjilati no nok dan i tilku. “Ahh.. Ahhhh…” aku mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali kudengar “slurrp… slurrp…” dia menyedot no nokku yang sudah mulai basah itu. “Ahhhh… Enak …”, desahan ku semakin keras saja karena merasa nikmat, seakan tidak peduli kalau terdengar orang di luar. Napsuku sudah sampe ubun2, dia kutarik untuk segera menancapkan kon tol besarnya di no nokku yang sudah gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake kon tol. Pelan-pelan dia memasukkan kon tolnya ke dalam no nokku. dengan satu enjotan keras dia menancapkan seluruh kon tolnya dalam no nokku. “Uh… uhhh….aahh…nikmat banget” desahku ketika dia mulai asyik menggesek-gesekkan kon tolnya dalam no nokku. Aku menggoyang pinggulku seirama dengan keluar masuknya kon tolnya di no nokku. Dia mempercepat gerakannya. Gak lama dienjot aku sudah merasa mau nyampe, “Ah…Ines sepertinya mau… ahhh…” dia malah mempergencar enjotan kon tolnya dino nokku, “Bareng nyampenya ya Nes, aku juga dah mau ngecret”, katanya terengah. Enjotan kon tolnya makin cepat saja, sampe akhirnya, “Ines nyampe aah”, badanku mengejang karena nikmatnya, terasa no nokku berdenyut2 meremas kon tolnya sehingga diapun menyodokkan kon tolnya dengan keras, “Nes, aku ngecret aah”, terasa semburan pejunya yang deres dino nokku. Dia terkapar lemes diatas badanku, demikian pula aku.

# TAMAT #

May 4, 2011

Variasi cinta

Ini cerita kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Gina, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.

Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tidak kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami. Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yang melakukan hal ini dengan batang kemaluan yang besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga tidak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tidak menyeleweng, tapi yang terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yang tidak berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Gina belum puas, katanya merengek.
Habis aku lagi capai sih.. kataku.
Ah, gitu terus alasannya.. katanya.
Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tidak fit, kataku.
Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yang hot yang lama 2 jam dan batang kemaluannya gede, kata Gina.
Enak kali ya.. sama bule, katanya menyambung.
Memang kamu berani Gin.. kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu, katanya.
Memang kamu pengen batang kemaluan yang gede dan yang hot? tanyaku.
Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu! katanya.
Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.
Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras.

Akkhh.. desah Gina keenakan.
Mhh.. enak Gin.. tanyaku.
Iyyaa.. desahnya keenakan.
Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yang gede Ndii.. Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
Yang lamaa.. yang hot.. akhh.. desah dia keenakan.

Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya, Kamu mau sama yang gede kayak bule Gin..? tanyaku.
Mauu.. desahnya sambil badannya bergetar.
Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
Kamu pengen yang hot yaa? tanyaku lagi.
Akhh.. aahh iyaa.. katanya.
Ya sudah kamu cari aja.. kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.

Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Gina, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Gina tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yang mengeras dan bulu-bulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Gina dan melihat ke dalam sambil berbicara,
Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf.. katanya sambil terbelalak matanya.
Dia kaget melihat posisi Gina terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dengan puting yang telah mengeras dan bulu halus kemaluan Gina terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.

Gina tidak kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.
Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih.. wajahnya merah karena malu.
Sudah tidak apa-apa.. kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya, Maaf, ini pacar saya. Apa yang bisa saya bantu.
Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Gina dia bilang, Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan, kata si bule.
Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini, katanya lagi.
Ya sudah, anda masuk saja ke belakang, kataku.
Ooh ya, terima kasih.. katanya sambil melirik ke arah Gina.
Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Gina masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, Aku kan malu.. katanya.
Katanya pengen bule, kataku berbisik.
Tapi kan tidak begini dong.. katanya merajuk.
Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.

Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman, Dan ini Gina..
Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, Kamu punya body bagus Gin..
Gina mencubit pahaku, Aku kan maluu..
Terus aku bilang, Katanya kamu pengen tahu Gin, gedenya seberapa, kataku.
Yaa, aku kan cuma.. kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.
Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja, katanya sambil tersenyum.
Tidak apa-apa kok.. kata si bule.

Aku yang sudah penasaran sejak tadi oleh keinginan Gina terus menimpali, Ya sudah Gin.. kamu ke belakang saja Gin.. kataku.
Aakhh, tidak ahh. Gila kali.. kata Gina tersenyum.
Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran, kataku.
Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

Kalau kamu penasaran ya lihat saja, katanya tersenyum.
Karena terus diajak bicara dan Gina antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
Lihat saja yaa.. kata Gina tersenyum malu.
Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Gina yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yang besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Gina.
Gina melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yang besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

Kamu lihat ini dan pegang saja! kata Chal.
Wihh takut akhh.. desah Gina dengan suara serak.
Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi, kata Chal.
Gina terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Gina perlahan, karena Gina diam saja maka wajah Gina dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Gina dengan perlahan dan perlahan kulihat Gina membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.

Emmhh.. desah Gina perlahan.
Kamu suka Gin.. bisik Chal di kuping Gina.
Melihat reaksi positif dari Gina, tangan kiri Gina diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yang ditutupi rambut kemaluan. Gina mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Gina penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah, Aakkhh gedee bangeet.. desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Gina berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tidak tahan keenakan.
Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Gina menuruti permintaan Chal dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Gina. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.
Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Gina terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Gina dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Gina, karena Gina belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Gina yang ternyata telah mengeras dan menonjol.

Akhh enak Chal.. desah Gina menggelinjang. Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Gina dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Gina sambil terus meremas perlahan. Puting Gina dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga, Akhh.. uuff.. erang Gina keenakan. Wajah Gina sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yang besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.

Ooohh.. Anndii.. desahnya keenakan lupa kalau yang sedang bersamanya itu si Chal. Tangan kanan Gina menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

Chal menyadari yang diminta Gina dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Gina dan menarik ke bawah reitsleting celana Gina. Tahu atau pura-pura tidak tahu Gina membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Gina tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Gina yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Gina di atas dengkul Gina sedikit. Tersembul sudah batang paha Gina yang putih mulus dan gundukan kemaluan Gina yang ditutupi oleh rambut kemaluannya yang halus berwarna hitam ikal.

Kamu mulus sekali Ginn.. bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Gina.
Ahh kamuu.. Gina tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Gina hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Gina yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari kemaluan Gina. Mereka benar-benar telah tidak memperhatikanku yang membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang sudah seperti orang kepanasan.

Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.
Saya suka sekali wanita Indonesia.. desah Chal.
Wanginya sangat enak sekali, kata Chal sambil mendesah.
Emmhh.. desah Gina sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Gina sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Gina sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadang-kadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Gina, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Gina, sementara itu mulutnya menghisap puting Gina yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Gina atau mengulum bibir Gina dengan emosi yang teratur.

Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Gina sementara baju Gina telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Gina tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Gina yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Gina sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Gina telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Gina dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Gina tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Gina yang telah terpampang dengan pasrah. Sementara Gina telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

Chal melihat Gina sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Gina. Dia berlutut di depan Gina yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Gina yang mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yang panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Gina yang telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yang terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Gina.
Takuut.. erang Gina.
Tidak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Gina.
Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek.. kata Gina sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.

Kamu harus mencobanya Gin.. pelan-pelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Gina yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari Chal yang terus membelai belahan kemaluan Gina. Rupanya Gina benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yang ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau.. kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Gina. Gina yang keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Gina melihat batang kemaluan Chal yang besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Gina yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Gina sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Gina, Gina merasa dengan posisi yang aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh.. erang Gina.
Uuuff.. desah Chal keenakan.
Yaa enakk Gin.. kata Chal.
Teruss digeseek dan ditekan Chal.. pinta Gina.
Ya sayang.. kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Gina. Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tidak.
Tekan teruuss Chal.. erang Gina yang makin lama semakin keenakan.
Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk.. desah Gina dengan suara yang telah parau.

Posisi kaki Gina telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Gina. Kulihat kemaluan Gina telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yang terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Gina, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir kemaluan Gina dengan sedikit tekanan yang terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Gina yang telah terbuka.

Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh, desah Gina sementara tangan Gina telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Gina membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yang terus berusaha mendobrak klitoris Gina.
Emh.. uff.. erang Chal menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Gina tapi kerena Gina tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya yang telah di kepalanya.

Chal.. Chal.. eeng.. Gina bergumam, aku tahu kalau Gina telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu. Terlihat tangan Gina gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Gina. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Gina mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Gina yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Gina sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, Ahhkk.. sakiitt.. ahh.. Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yang telah terbenam di dalam kemaluan Gina. Dia melihat Gina dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

Ginaa.. Ginnaa.. akhh, desah Chal meminta kepastian kesiapan Gina apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Gina. Tapi Gina sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.
Ekhh.. akkhh.. oohkk, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Gina dengan kepala batang kemaluannya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Gina mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan.

Uuff.. uff.. uuff.. desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya. Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Gina berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan. Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg.. Gina mencengkeram pantat Chal kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan, Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak.. erang Gina kelonjotan dan bergetar seluruh badan Gina di dalam pelukan Chal. Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Gina yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

Kamuu.. keluar Giinn.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh.. desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
Eeennakk.. oohh akuu.. puaass, Gina terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yang dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Gina dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Gina terus menerus.
Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh.. Gina tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya. Chal melihat Gina tersenyum dan ikut tersenyum puas.
Kamu puass.. Gin.. enak.. kan.. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
Biar kamuu.. puaas Ginn.. kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Gina.

Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Gina terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yang terjepit di lubang kemaluan Gina.
Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Ginn.. untuk masuk.. Chal penasaran sekali dengan kemaluan Gina yang terlalu sempit. Gila memang, batang kemaluan Chal yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Gina, posisi Gina sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Gina, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Gina terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Gina.

Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot.. Gina kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Gina. Tangan Gina terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

Kamuu kuat.. Ginaa.. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak.. Chal tersenyum melihat Gina merem-melek keenakan. Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Gina setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Gina sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Gina yang tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Gina, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Gina yang sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Gina tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

Kamuu berbalik Gina.. desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Gina mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kami juga. Melihat bibir kemaluan Gina dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Gina yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Gina setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Gina dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Gina dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Gina yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Gina dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Gina.

Aahh.. ennaak.. Chal.. desah Gina terpejam.
Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal.. setelah delapan gesekan naik turun Gina mendesah.
Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yang enak.. aahhk, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Gina. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Gina.
Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak! Chal terlihat mengeram dengan nafas yang memburu begitu juga Gina.
Ookk.. yak.. yak.. Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Gina untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yang menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Gina.

Hee.. aakhh.. okh.. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Gina.
Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus.. erang Gina. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.

Giinaa.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Ginn.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh.. Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Gina. Sementara Gina hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.
Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak.. erang Gina terpejam.

Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina, keringatnya telah menetes ke punggung Gina. Sementara punggung Gina telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Gina dua di leher belakang Gina. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Gina dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Gina benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.

Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal.. pinta Gina memelas.
Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Ginn.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Ginn.. Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Gina dengan paha Gina dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Gina yang mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.
Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak.. Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Gina dan mulutnya mencium bibir Gina yang telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Gina dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Gina terlihat masih berada di dalam kemaluan Gina, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

# Tamat #

May 4, 2011

Yuni dan Ningsih, ABG seksi

Seperti telah kuceritakan di atas, aku sudah tiga tahun ikut dengan keluarga Budhe. Saat itu usiaku sudah 15 tahunan dan Mbak Ningsih yang usianya tiga tahun di atasku sudah kelas 3 di salah satu SMK swasta di kotaku. Pada saat itulah aku pertama kali mengenal apa yang namanya seks.

Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya Budhe Harti. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 10 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan EBTA. Aku yang selalu disiplin tidak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dengan naik angkot.

Sampai di rumah aku heran karena pintu rumah tidak terkunci tetapi tidak ada orang. Padahal tadi pagi sebelum berangkat Mbak Ningsih bilang kalau sekolahnya libur selama 6 hari karena minggu tenang. Aku menduga pasti Mbak Ningsih sedang belajar di kamar menjelang EBTA yang akan diadakan minggu depan. Karena takut mengganggu Pakdhe yang mungkin sedang tidur aku berjalan pelan-pelan melintasi ruang tengah langsung ke kamarku dan Mbak Ningsih yang ada bagian belakang.

Aku kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamarku yang setengah terbuka. Kudengar suara Mbak Ningsih mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. Dengan langkah mengendap-endap kudekati pintu kamarku dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka. Astaga!! Aku benar-benar kaget!! Ternyata di kamarku ada Mbak Ningsih dan Pakdhe. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya sudah berantakan.

Saat itu pakaian bagian atas Mbak Ningsih sudah terbuka sama sekali, begitu pula dengan Pakdhe Mitro. Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa kugunakan tidur dengan Mbak Ningsih. Pakdhe hanya mengenakan sarung dan satu-satunya kain yang menutupi tubuh Mbak Ningsih hanyalah celana dalam saja.

Apa yang kulihat benar-benar membuat hatiku tercekat. Kulihat Pakdhe dengan rakus meneteki payudara Mbak Ningsih kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan Mbak Ningsih meremas-remas rambut Pakdhe yang sudah mulai memutih. Kepala Mbak Ningsih bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dengan Pakdhe yang dengan lahap terus menetek kedua payudara Mbak Ningsih secara bergantian.

Aku yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya. Tubuhku gemetar dan lututku lemas. Hampir saja kepalaku terbentur daun pintu saat aku berusaha melihat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian kulihat Pakdhe menarik satu-satunya pembungkus yang melekat di tubuh Mbak Ningsih dan melemparkannya ke lantai. Kini tubuh Mbak Ningsih sudah telanjang bulat di bawah dekapan tubuh Pakdheku yang kelihatan masih berotot walau usianya sudah kepala lima.

Erangan Mbak Ningsih semakin keras saat kulihat wajah Pakdhe menyuruk ke selangkangan Mbak Ningsih yang terbuka. Tangan Mbak Ningsih yang memegang kepala Pakdhe kulihat semakin kuat menekan ke arah kemaluannya yang sedang diciumi Pakdhe. Aku yang baru kali ini melihat pemandangan seperti itu menjadi terangsang. Aku membayangkan seolah-olah tubuhku yang sedang digumuli Pakdhe.

Kedua kaki Mbak Ningsih melingkar di leher Pakdhe. Suara napas Pakdhe terdengar sangat keras seperti kerbau. Mbak Ningsih semakin keras mengerang dan tubuhnya kulihat melonjak-lonjak saat kulihat wajah Pakdhe menggesek-gesek bagian selangkangan Mbak Ningsih. Beberapa saat kemudian tubuh Mbak Ningsih mulai melemas dan terdiam.

Kemudian kulihat Pakdhe melepas sarungnya. Dan astaga! Kulihat batang kemaluan Pakdhe yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit. Pakdhe langsung mengangkangi wajah Mbak Ningsih dan mengosek-ngosekan batang kemaluannya yang dipeganginya ke wajah Mbak Ningsih.

Mbak Ningsih yang masih lemas kulihat mulai memegang batang kemaluan Pakdhe dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu. Pakdhe pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan Mbak Ningsih. Kini posisi mereka sungguh lucu. Mereka saling menjilati selangkangan lawan dengan posisi terbalik.

Pakdhe yang mengangkangi wajah Mbak Ningsih menjilati selangkangan Mbak Ningsih yang telentang dengan lutut tertekuk dan paha terbuka. Tubuhku mulai meriang. Vaginaku terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau vaginaku sedang diciumi Pakdhe. Tanpa sadar tanganku bergerak ke arah vaginaku sendiri dan mulai menggaruk-garuk.

Kejadian yang kulihat berikutnya membuat hatiku semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, tubuh Pakdhe berbalik lagi sejajar dengan Mbak Ningsih. Mereka saling berhadap-hadapan dengan tubuh Pakdhe menindih Mbak Ningsih.

Kemudian kulihat Pakdhe menempatkan diri di antara kedua paha Mbak Ningsih yang mengangkang. Lalu dengan memegang batang kemaluannya Pakdhe menggosok-gosokkan ujung batang kemaluannya ke selangkangan Mbak Ningsih. Kulihat kepala Mbak mendongak-dongak ke atas dengan kedua tangan meremas-remas payudaranya sendiri saat Pakdhe mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan Mbak Ningsih. Mereka terdiam beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain.

Mbak Ningsih mulai merintih dan mengerang saat Pakdhe mulai memompa pantatnya maju-mundur dengan mantap. Kulihat pantat Mbak Ningsih bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Pakdhe. Dan setiap kali tulang kemaluan Mbak Ningsih dan Pakdhe beradu selalu terdengar seperti suara tepukan. Suara deritan dipan tidurku pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka.

Tubuh Mbak Ningsih menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya pun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang. Akhirya kudengar Mbak Ningsih merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Pakdhe. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Mbak Ningsih mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.

Pakdhe lalu menarik pantatnya dan kulihat dari arah ku yang persis di samping kirinya, batang kemaluan Pakdhe yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Pakdhe menarik tubuh Mbak Ningsih agar merangkak di kasur. Dengan bertumpu pada lututnya, Pakdhe menempatkan diri di belakang pantat Mbak Ningsih yang menungging. Pakdhe memegang batang kemaluannya dan mengarahkannya ke belahan pantat Mbak Ningsih.

Kulihat kepala Mbak Ningsih terangkat saat Pakdhe mulai mendorong pantatnya. Kembali kulihat pantat Pakdhe mengayun dari depan ke belakang dengan posisi Mbak Ningsih merangkak dan Pakdhe berlutut di belakang pantat Mbak Ningsih. Batang kemaluan Pakdhe kelihatan dari tempatku berdiri saat Pakdhe menarik pantatnya dan hilang dari penglihatanku saat ia mendorong pantatnya. Aku yang mengintip menjadi tidak tahan lagi. Tanganku secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang vaginaku dan meremas-remasnya. Vaginaku mulai basah oleh cairan. Jari tangahku kutekankan pada daerah sensitifku dan kugerakkan memutar.

Kudengar Pakdhe mulai menggeram. Tangannya meremas payudara Mbak Ningsih yang berayun-ayun seirama dengan dorongan pantat Pakdhe yang menyodok-nyodok Mbak Ningsih. Gerakan Pakdhe semakin cepat dan geramannya semakin keras. Mbak Ningsih pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Pakdhe dengan memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun kudengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang.

Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat. Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu tubuh Pakdhe ambruk dan menindih Mbak Ningsih yang ambruk tengkurap di kasur. Aku pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutku. Tubuhku seperti melayang dan akhirnya aku merasa lemas.

Aku yang takut ketahuan melihat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan keluar rumah pergi ke rumah Rina sahabat paling eratku di kelas. Aku baru pulang setelah jam 13.30 saat aku biasa pulang.

Sampai di rumah aku pura-pura bersikap seperti biasa. Aku bersikap seolah-olah tidak mengetahui perbuatan Mbak Ningsih dan Pakdhe tadi pagi. Selama beberapa hari itu pikiranku selalu terganggu dengan bayangan apa yang dilakukan Mbak Ningsih dengan Pakdheku di kamarku ini.

[Kegadisanku Direnggut Pakdhe]

Aku sudah mulai dapat melupakan kejadian yang kulihat antara Mbak Ningsih dengan Pakdheku karena kesibukanku mempersiapkan EBTA. Begitu EBTA selesai aku mendapatkan liburan sambil menunggu pengumuman. Saat itu waktuku lebih banyak kuluangkan di rumah membersihkan rumah dan menyetrika serta membantu Mbak Ningsih memasak.

Suatu hari, aku harus berada sendirian di rumah dengan Pakdhe. Mbak Ningsih mengikuti acara darma wisata ke Selecta yang diadakan sekolahnya sebagai acara perpisahan. Mbak Ningsih sudah berangkat saat pagi-pagi buta. Aku yang sedang libur harus menggantikan Mbak Ningsih menyiapkan sarapan buat Pakdhe. Setelah membuat minuman teh untukku dan satu cangkir khusus untuk Pakdhe aku segera menyapu halaman.

Aku menyempatkan diri meminum tehku sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang kuminum rasanya agak lain, tapi aku tidak begitu curiga. Saat mandi itulah aku merasa ada yang agak aneh dengan tubuhku. Tubuhku terasa panas dan jantungku berdebar-debar. Rasa aneh menyergapku. Vaginaku terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu diriku. Tubuhku terasa gerah sekali.

Kusiram seluruh tubuhku dengan air dingin agar rasa gerahku hilang. Apa yang kulakukan ternyata cukup menolong. Tubuhku merasa segar sekali. Lalu kigosok seluruh tubuhku dengan sabun. Rasa aneh itu kembali menyerang diriku, apalagi saat aku menyabuni daerah selangkanganku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Aku merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Aku tidak tahu mengapa ini terjadi. Tiba-tiba anganku melayang pada apa yang kulihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Ningsih dan Pakdhe Marto bergumul di kamarku.

Cepat-cepat kubuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi pagiku. Hanya dengan tubuh terbalut handuk, aku lari masuk kamarku. Aku selalu berganti pakaian di kamarku sambil mematut-matut diriku di depan cermin sambil mengamati seluruh tubuhku yang mulai berubah. Bulu-bulu kemaluan sudah mulai tumbuh di gundukan bukit kemaluanku.

Dadaku yang dulu rata kini mulai tumbuh dengan puting yang sebesar kacang kedelai dengan warna merah muda. Pinggulku mulai tumbuh membesar. Kata orang aku seksi dan menarik. Apalagi tinggi badanku sudah mencapai 160 cm. Aku sendiri selalu betah berlama-lama di depan cermin dengan melenggak-lenggokkan tubuhku memandang dari segala sisi dan mengagumi tubuhku. Aku sangat bangga dengan tubuhku.

Baru saja aku mengunci pintu kamarku aku dikejutkan dengan pelukan tangan yang kokoh menyergapku. Aku tidak sempat menjerit karena tiba-tiba sosok yang memelukku langsung membekap mulutku dengan tangannya yang kokoh. Belum hilang terkejutku, handuk yang melilit tubuhku ditarik seseorang dan jatuh teronggok ke lantai. Aku benar-benar bugil tanpa sehelai kainpun menutupi tubuhku.

Kembali rasa aneh yang menyerangku semakin menggelora. Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam diriku. Aku tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutku sementara tangan satu lagi memeluk tubuh telanjangku. Mataku semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi kurasakan sentuhan kulit tubuh telanjang menempel hangat di punggungku. Pantatku yang telanjang terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis.
________________________________________
________________________________________
Aku semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam diriku saat sapuan-sapuan lidah panas mulai menyerbu tengkukku. Aku menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri leherku.. pundakku.. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggungku. Aku semakin menggelinjang. Lidah itu terus merayap ke bawah dan pinggangku mulai dijilati. Kakiku serasa lemah tak bertenaga. Aku hanya pasrah saat tubuhku didorong ke tempat tidurku dan dijatuhkan hingga aku tengkurap di tempat tidurku. Tubuhku lalu ditindih oleh sesosok tubuh yang sangat berat.

Kakiku mulai memberontak liar karena geli. Apalagi lidah itu dengan rakus mulai menjilati pinggulku. Pantatku terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatku dengan gemas. Pantatku terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatku dan mulai menjilati lubang anusku. Aku benar-benar seperti terbang mengawang. Aku belum tahu siapa yang memelukku dari belakang dan menggerayangi seluruh tubuhku. Aku hanya bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatku saat lidah itu mulai menjilati lubang anusku.

Aku tercekik kaget saat tubuhku dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurku. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuliku adalah Pakdhe Mitro, orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti orang tuaku. Aku tak tak mampu berteriak karena mulutku langsung dibekap dengan bibirnya. Lidahku didorong dorong dan digelitik. Aku terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi tubuhku terasa agak aneh. Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan.

Tubuhku menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua payudaraku yang baru mulai tumbuh. Lalu kedua kakiku dipentangkan oleh Pakdhe Mitro lebar-lebar, lalu Pakdhe menindih tubuhku yang sudah telanjang bulat di antara kedua pahaku yang terkangkang. Aku merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit kemaluanku di balik kain sarung yang dikenakan Pakdhe.

Mulut dan lidah Pakdhe tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian tubuhku. Dari mulutku, bibir Pakdhe bergeser menjilati seluruh batang leherku, kemudian turun ke dua belah payudaraku. Tubuhku semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudaraku yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya payudaraku hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Pakdhe Mitro. Aku sangat terangsang dan sudah tidak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawahku.

Lidah Pakdhe terus merayap semakin ke bawah. Perutku menjadi sasaran jilatan lidahnya. Tubuhku semakin menggelinjang hebat. Akal sehatku sudah benar-benar hilang. Kobaran napsu sudah menjeratku. Pantatku terangkat tanpa dapat kucegah saat lidah Pakdhe terus merayap dan menjliati gundukan bukit kemaluan di selangkanganku yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus. Aku merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkanganku.

Tubuhku serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Pakdhe mulai menyelusup ke dalam bukit kemaluanku dan menggelitik kelentitku. Lubang kemaluanku semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidahnya yang panas. Aku hanya mampu menggigit bibirku sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkanganku. Tubuhku semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat.

Aku tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutku. Pantatku terangkat seperti menyongsong wajah Pakdhe yang menekan bukit kemaluanku. Lalu tubuhku seperti terhempas ke tempat kosong. Aku merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahku. Tubuhku menggelepar dan tanpa sadar kujepit kepala Pakdhe dengan kedua kakiku untuk menekannya lebih ketat menempel selangkanganku.

Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba mulutku sudah disodori batang kemaluan Pakdhe Mitro yang tanpa kutahu sejak kapan sudah melepas sarungnya dan sudah telanjang bulat mengangkangi wajahku. Batang kemaluannya yang besar, hitam panjang dan tampak mengkilat mengacung di depan wajahku seperti hendak menggebukku kalau aku menolak menciuminya.

Dengan rasa jijik aku terpaksa menjulurkan lidahku dan mulai menjilati ujung topi bajanya yang mengkilat. Aku hampir muntah saat lidahku menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang kemaluan Pakdhe. Namun jepitan kedua paha Pakdhe di sisi wajahku tidak memberiku kesempatan lain.

Aku hanya mampu pasrah dengan tetap menjilati batang kemaluan Pakdhe. Lalu dengan paksa Pakdhe membuka mulutku dan menjejalkan batang kemaluannya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan karena susah bernapas. Batang kemaluannya yang besar memenuhi mulutku yang masih kecil.

Kudengar Pakdhe menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantatnya digerak-gerakannya hingga batang kemaluannya yang masuk ke dalam mulutku mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutku. Aku hampir tersedak saat ujung kemaluan Pakdhe menyentuh-nyentuh kerongkonganku. Aku hanya mampu melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tanganku mencengkeram pantat Pakdhe Mitro.

Setelah puas “mengerjai” mulutku dengan batang kemaluannya, Pakdhe menggeser tubuhnya dan menindihku lagi dengan posisi sejajar. Kedua pahaku dikuaknya dan dengan tangannya, dicucukannya batang kemaluannya ke arah bukit kemaluanku. Aku merasa geli saat ujung kemaluan Pakdhe mulai menggesek-gesek pintu lubang kemaluanku yang sudah basah.

Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba aku merasa perih di selangkanganku saat Pakdhe mulai menurunkan pantatnya sehingga batang kemaluannya mulai menerobos ke dalam lubang kemaluanku yang masih perawan. Aku merintih kesakitan dan air mataku mulai mengalir. Aku tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Pakdhe yang sudah sangat bernafsu sudah tidak mungkin mau berhenti. Ia hanya sejenak menghentikan gerakannya. Ia merayuku dan mengatakan kalau sakitku hanya sebentar dan berganti rasa nikmat yang tidak terkira.

Pakdhe menarik pantatnya ke atas hingga batang kemaluannya yang terjepit di dalam lubang kemaluanku tertarik keluar. Gesekan batang kemaluannya yang besar di dalam dinding lubang kemaluanku menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Aku mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin karena pengaruh teh yang kuminum sehingga aku benar-benar belum sadar akan bahaya yang kuhadapi. Yang kuinginkan hanya satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam diriku.

Aku kembali merintih kesakitan saat Pakdhe mulai menekan pantatnya lagi yang membuat batang kemaluannya menerobos lebih dalam ke dalam lubang kemaluanku. Lagi-lagi Pakdhe membisikiku kalau rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar.. Rasa sakit itu berganti nikmat saat batang kemaluannya ditarik keluar hingga hanya ujung kepalanya saja yang masih terjepit dalam lubang kemaluanku.

Lubang kemaluanku yang sudah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kemaluan Pakdhe dalam jepitan lubang kemaluanku. Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kemaluan Pakdhe meneronos semakin dalam ke dalam lubang kemaluanku. Pakdhe terus menarik dan mendorong pantatnya dengan pelan dan teratur. Hingga suatu saat aku menggigit bibirku keras-keras saat selangkanganku terasa perih sekali. Selangkanganku terasa robek saat Pakdhe menekan pantatnya hingga batang kemaluannya hampir masuk separuh ke dalam lubang kemaluanku.

Aku sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkanganku. Pakdhe segera menghentikan gerakannya dan memberiku kesempatan untuk bernapas. Aku merasa lega saat Pakdhe menghentikan gerakannya. Kini aku dapat merasakan lubang kemaluanku seperti terganjal benda keras dan hangat. Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluanku.

Kembali rasa sakit yang tadi menyentakku berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kemaluan Pakdhe yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan lubang kemaluanku. Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar aku menggoyangkan pantatku untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi.

Aku seperti gila. Rasa sakit itu sudah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan. Pakdhe semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan batang kemaluannya. Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantatku terangkat saat Pakdhe menarik pantatnya.

Berkali-kali Pakdhe mengulang gerakannya hingga perutku terasa kejang. Tubuhku mulai melayang. Tanganku semakin kuat mencengkeram punggung Pakdhe untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangku. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang kudengar bergemuruh di telingaku.

Mataku semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahku. Aku hampir menjerit saat ada sesuatu yang kurasa pecah di dalam sana. Namun bibir Pakdhe yang tiba-tiba melumat bibirku menghentikan teriakanku. Pakdhe melumat dengan rakus kedua belah bibirku. Aku merasa tubuhku seolah-olah terhempas di awan. Tubuhku mengejat-ngejat saat aku mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Pakdhe yang bibirnya masih melumat bibirku pun mulai berkelojotan di atas perutku. Lalu ia menggeram dengan dahsyat..

Dan akhirnya kurasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kemaluan Pakdhe yang terjepit dalam lubang kemaluanku. Batang kemaluannya berkedut-kedut dalam jepitan lubang kemaluanku. Tubuh Pakdhe masih bergerak dengan liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihku. Napas ku hanya tinggal satu-satu. Napas Pakdhe pun kudengar menggemuruh di telingaku.

Air mataku mengalir saat kusadari segalanya telah terlambat bagiku. Kegadisanku telah terenggut oleh Pakdhe. Orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti ayahku. Lalu dengan lembut Pakdhe mengusap air mataku dan berjanji akan menyayangiku sepanjang sisa hidupnya. Aku menjadi agak terhibur dengan perkataannya.
________________________________________
________________________________________
Sejak kegadisanku hilang, aku menjadi pendiam. Keceriaan yang selama ini menjadi ciri khasku seolah-olah hilang sirna. Aku menjadi sangat berubah. Selangkanganku masih terasa sakit hingga beberapa hari setelah kejadian itu.

Mbak Ningsih yang selama ini sangat memperhatikanku sangat heran melihat perubahan yang terjadi pada diriku. Akhirnya aku mengaku terus terang kepada Mbak Ningsih tentang kejadian yang menimpaku. Ia hanya menghela napas merasa prihatin akan musibah yang kualami.

Kira-kira satu bulan sejak aku dinodai Pakdheku, Mbak Ningsih minta pamit kepadaku dan juga Pakdheku. Mbak Ningsih setelah lulus SMK diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah Malang dan pindah ke Malang. Sehingga sejak saat itu aku yang baru masuk SMU harus tinggal berdua saja dengan Pakdhe.

Suatu hari, kira-kira seminggu sejak kepergian Mbak Ningsih, saat itu aku sedang mencuci pakaianku dan pakaian Pakdhe. Hari itu sekolahku libur karena tanggal merah jadi aku bersih-bersih rumah. Pakdhe seperti biasanya merapikan tanaman di halaman depan yang sudah mulai tumbuh tidak teratur.

Setelah kuselesaikan cucianku dan kujemur, aku berniat mandi. Baru saja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan Pakdhe mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Aku tidak sempat berteriak karena tiba-tiba Pakdhe sudah memelukku. Tubuhnya yang hanya tertutup celana kolor dan sudah basah penuh keringat memelukku erat-erat. Aku tidak berani berteriak karena diancam kalau tidak mau melayani nafsunya aku akan diusir dari rumah itu dan tidak dibiayai sekolahku. Aku merasa takut sekali dengan ancamannya hingga dengan air mata yang kutahan aku pasrah akan apa yang dilakukan Pakdhe padaku.

Tangan Pakdhe dengan cekatan melucuti dasterku, bra-ku lalu celana dalamku hingga aku benar-benar bugil. Tanpa membuang waktu Pakdhe segera melepas kolornya dan telanjang bulat. Batang kemaluannya yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai. Kemudian Pakdhe duduk di tepi bak mandi keramik dengan kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh telanjangku ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku dengan rakusnya.

Mulutku masih tertutup saat lidah Pakdhe mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulutku. Karena tidak tahan dengan sapuan-sapuan lidahnya yang mendesak-desak bibirku, akhirnya bibirku pun terbuka. Pakdhe segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulutku dan mendorong-dorong lidahku. Mula-mula aku diam saja, namun lama-kelamaan aku jadi terangsang juga. Apalagi batang kemaluan Pakdhe yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perutku. Aku mulai bereaksi. Lidahku tanpa sadar membalas dorongan lidah Pakdhe.

Tubuhku mulai menggerinjal dalam pelukan Pakdhe saat tangan Pakdhe mulai menggerayangi buah pantatku. Tangan Pakdhe dengan gemas meremas dan memijat buah pantatku lalu ditariknya tubuhku hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya.

Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulutku, tangan Pakdhe menekan kepalaku hingga aku disuruhnya berlutut di depan selangkangannya. Batang kemaluannya yang sudah keras nampak mengacung tegak di depan wajahku. Ditariknya wajahku ke selangkangannya dan disuruhnya mulutku menciumi batang kemaluannya itu. Dengan agak risi aku terpaksa membuka mulutku dan mulai menciumi batang kemaluannya yang sudah mengeluarkan sedikit cairan.

Kepalaku didorong maju mundur oleh tangan Pakdhe yang mencengkeram rambutku hingga batang kemaluannya mulai bergeser keluar masuk dalam mulutku. Kerongkonganku tersodok-sodok ujung kepala kemaluan Pakdhe yang keluar masuk dalam mulutku. Kudengar napas Pakdhe mulai menggebu. Batang kemaluannya semakin mengeras dalam kuluman mulutku.

Mungkin karena tak tahan, Pakdhe segera menarik tubuhku agar berdiri lalu mendudukanku di sisi bak mandi. Mulutnya segera mencecar payudaraku kanan dan kiri silih berganti. Aku menggelinjang hebat manakala mulut Pakdhe dengan rakusnya mempermainkan kedua puting payudaraku. Tangan Pakdhe pun tak tinggal diam. Tangannya mulai merayap ke selangkanganku yang terbuka lebar dan mulai meremas gundukan bukit kemaluanku.

Aku sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Aku semakin tersiksa oleh gejolak nafsu. Mulut Pakdhe lalu merayap menyusuri perutku dan mulai menjilati gundukan bukit kemaluanku. Dikuakkanya kedua bibir kemaluanku dengan jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang kemaluanku.

Tubuhku yang duduk di sisi bak mandi hampir saja terjatuh karena menggelinjang saat lidah Pakdhe mulai menggesek-gesek dinding lubang kemaluanku. Tanpa sadar tanganku mencengkeram rambut Pakdhe dan menekankan kepalanya agar lebih ketat menekan bukit kemaluanku.

Aku semakin blingsatan menahan rangsangan yang diberikan Pakdhe di selangkanganku. Tanpa sadar mulutku mendesis-desis dan dudukku bergeser tak karuan. Perutku mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuhku terasa mulai mengawang dan pandangan mataku nanar. Akhirnya dengan diiringi rintihan panjang aku mencapai orgasmeku.

Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba Pakdhe sudah berdiri di hadapanku. Batang kemaluannya yang keras dicocokkan ke bibir kemaluanku dan digesek-gesekkannya ujung kepala kemaluannya ke bibir kemaluanku yang sudah basah dan licin. Aku menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir kemaluanku. Bibir Pakdhe Mitro dengan rakusnya mulai melumat bibirku sambil mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya semakin melesak ke dalam jepitan bibir kemaluanku.

Aku masih duduk di bibir bak mandi sementara Pakdhe Mitro menggenjot lubang kemaluanku sambil berdiri. Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kemaluannya dari jepitan bibir kemaluanku. Tubuhku lalu diturunkan dari bibir bak mandi dan dibaliknya hingga aku berdiri dengan tangan bertumpu bak mandi. Lalu Pakdhe menempatkan diri di belakangku dan mulai mencoba memasukan batang kemaluannya ke dalam bibir kemaluanku dari celah bongkahan pantatku.

Punggungku didorong Pakdhe agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging. Dipentangkanya kedua kakiku lebar-lebar lalu dicucukannya batang kemaluannya ke gundukan bukit kemaluanku. Setelah arahnya tepat, Pakdhe mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kemaluannya menerobos masuk dalam jepitan bibir kemaluanku.

Kembali aku mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang kemaluanku. Dinding-dinding lubang kemaluanka serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan Pakdhe yang terjepit ketat dalam lubang kemaluanku berdenyut-denyut. Pakdhe yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kemaluannya pada dinding lubang kemaluanku semakin cepat.

Pinggulku yang dipegang Pakdhe terasa agak sakit karena jari-jari Pakdhe mulai mencengkeram. Pinggulku ditarik dan didorong oleh tangan kuat Pakdhe seiring dengan ayunan pantatnya. Tubuhku mulai terhentak dan aku mulai limbung. Kembali aku merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak. Pakdhe semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napasnya semakin menderu.

Pantatku yang ditarik dan didorong Pakdhe maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari Pakdhe semakin terasa di pinggulku. Gerakan ayunan pantat Pakdhe semakin tak terkendali. Tak lama kemudian aku kembali mencapai orgasmeku. Pakdhe pun kukira mencapai puncak kenikmatannya karena aku merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan Pakdhe ke dalam lubang kemaluanku dengan diiringi geraman yang keluar dari mulut Pakdhe.

Pakdhe tetap membiarkan batang kemaluannya terjepit dalam lubang kemaluanku selama beberapa saat. Napasnya yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipiku. Tulang kemaluannya menekan kuat di bukit buah pantatku. Aku merasa sedikit geli karena rambut kemaluan Pakdhe menempel ketat dan menggesek buah pantatku. Batang kemaluan Pakdhe yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang kemaluanku. Setelah menyemprotkan sisa-sisa air maninya batang itu mulai mengendur dan terlepas dengan sendirinya.

Tubuhku sudah terasa lemas tak bertenaga. Aku hanya memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya aku berhasil digagahi Pakdheku sendiri. Aku membiarkan saja saat Pakdhe memandikanku seperti bayi. Tangannya yang kokoh menyabuni seluruh lekuk tubuhku. Tubuhku kembali menggerinjal saat tangannya yang kokoh mulai menyabuni payudaraku yang baru mulai tumbuh. Putingku yang mencuat dipermainkannya dengan gemas.

Tubuhku semakin menggelinjang saat tangannya mulai menyentuh perutku lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit kemaluanku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jarinya menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit kemaluanku dan berlama-lama menyabuni daerah itu.

Aku tak berani memandang Pakdhe saat ia mengangsurkan sabun ke tanganku dan menyuruhku menyabuninya. Dengan agak kaku tanganku mulai menyabuni punggung Pakdhe yang kekar. Tanganku bergerak hingga seluruh punggung Pakdhe kugosok merata dengan sabun. Lalu Pakdhe membalikkan tubuhnya menghadapku. Tangannya mengelus-elus kedua payudaraku sementara aku disuruhnya menyabuni tubuh bagian depannya.

Tanganku bergerak dari dada terus turun ke arah perut. Napas Pakdhe mulai memburu saat tanganku yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang kemaluannya yang tadi kendur sudah mulai mengembang. Tanganku yang agak ragu dipegang Pakdhe dan diarahkan untuk menyabuni daerah kemaluan Pakdhe. Rambut kemaluannya sangat lebat tumbuh di pangkal batang kemaluannya yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras. Lucu sekali kelihatannya seperti pistol namun “gombyok”. Ya!! Kelihatannya seperti pistol gombyok!! Seperti pistol tapi lebat ditumbuhi rambut atau gombyok!!
________________________________________
________________________________________
Pakdhe yang sudah mulai terangsang segera menyuruhku menyelesaikan acara saling memandikan. Hanya dengan berbalut handuk, tubuhku yang masih agak basah ditariknya dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Pakdhe. Pakdhe pun hanya mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga batang kemaluannya yang sudah setengah keras tampak membusung di balik kolor seragamnya.

Baru saja pintu ditutup, tubuhku sudah langsung disergapnya. Diloloskannya handuk yang melilit tubuhku hingga aku telanjang bulat. Pakdhe segera melepas kolornya dan bugil dihadapanku. Mulut Pakdhe segera menyergap bibirku dan melumatnya dengan rakus. Kedua payudaraku segera menjadi bulan-bulanan remasan tangannya hingga tubuhku menggelinjang dalam dekapannya.

Tanganku segera dibimbing Pakdhe dan dipegangkannya ke batang kemaluannya yang sudah semakin mengembang. Bibir Pakdhe yang rakus meulai bergeser turun dari bibirku ke dagu, lidahnya menjilat-jilat daguku terus turun ke leherku hingga aku semakin menggelinjang karena kumisnya yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leherku.

Aku semakin mendesis karena kini bibir Pakdhe sudah mulai melumat kedua puting payudaraku kanan dan kiri secara bergantian. Tanganku secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas “pistol gombyok” Pakdhe. Napas Pakdhe pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua payudaraku. Jilatannya semakin liar di seluruh bukit payudaraku tanpa terlewatkan sejengkalpun.

Batang kemaluan Pakdhe yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tanganku. Sementara tangan Pakdhe mulai bergerak liar menyusuri penggungku dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantatku dan meremas-remas kedua buah pantatku dengan gemasnya. Aku sangat terangsang. Ya.. Mungkin daerah kelemahanku adalah pada buah pantatku dan pada kedua puting payudaraku. Tubuhku sudah mulai mengawang dan sudah pasrah bersandar dalam pelukan Pakdhe.

Mengetahui kalau tubuhku sudah tersandar sepenuhnya dalam pelukannya, Pakdhe segera mendorong tubuhku ke kasurnya hingga aku berbaring telentang. Ditindihnya tubuh telanjangku oleh tubuh kekar Pakdhe. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar dan aku kembali digumuli Pakdheku. Lidah Pakdhe kembali menyerbu bibirku lalu bergeser ke leherku.

“Pistol gombyok” Pakdhe yang sudah sangat keras mengganjal di perut bagian bawahku. Rambut kemaluannya yang gombyok sangat terasa menggesek-gesek perutku menimbulkan rasa geli.

Lidah Pakdhe menjilat-jilat seluruh batang leherku hingga aku mendesis-desis kegelian. Tubuhku semakin menggelinjang menahan geli saat lidahnya mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit payudaraku di sekitar putingku. Tubuhku semakin menggerinjal saat lidah Pakdhe yang panas mulai menyapu-nyapu puting payudaraku. Tubuhku serasa semakin melayang.

Lidah Pakdhe terus bergeser ke bawah. Pusarku dijilatnya dengan rakus lalu lidahnya mulai bergerak turun ke perut bagian bawahku. Otot-otot perutku terasa seperti ditarik-tarik saat bibir Pakdhe menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawahku di atas pangkal pahaku. Geli sekali rasanya, apalagi kumisnya yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perutku yang halus.

Pakdhe lalu membalik tubuhnya. Wajahnya menghadap selangkanganku sementara “pistol gombyok”nya dihadapkan ke wajahku. Diturunkannya pantatnya hingga batang kemaluannya menempel bibirku. Dibimbingnya “pistol gombyok”nya ke mulutku. Aku tahu aku harus membuka mulutku menyambut “pistol gombyok” Pakdhe yang dijejalkan ke dalam mulutku. Dengan terpaksa aku mulai mengulum “pistol gombyok” Pakdhe dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat.

Tubuhku terhentak saat mulut Pakdhe mulai melumat bibir kemaluanku. Kedua tangannya menarik kedua bibir lubang kemaluanku dan membukanya lebar-lebar lalu lidahnya yang panas didorong keluar masuk kedalam lubang kemaluanku. Aku semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas Pakdhe yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup lubang kemaluanku yang terbuka lebar.

Tanpa sadar pantatku terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah Pakdhe yang menggesek-gesek kelentitku. Gerakan lidahnya yang liar seolah membuatku semakin gila. Tanpa dapat kucegah lagi, mulutku merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kemaluan Pakdhe yang menyumpal mulutku tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulutku.

Mataku kembali nanar. Perutku terasa kejang.. Dorongan gejolak liar yang mendesak di perut bagian bawahku sudah hampir tak dapat kutahan lagi. Lalu dengan diiringi rintihan panjang tubuhku menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih. Tubuhku lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya tubuhku terdiam beberapa saat. Aku telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu.

Tubuhku terasa lemas tak bertenaga. Aku hanya pasrah saat Pakdhe yang telah mencabut batang kemaluannya dari kuluman mulutku bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat tubuhku dan mendudukanku di pangkuannya. Tubuhku dihadapkannya ke dirinya dan kakiku dipentangkannya hingga aku terduduk mengangkang dipangkuannya dengan saling berhadapan. Kemudian tangan Pakdhe mengarahkan batang kemaluannya ke celah bukit kemaluan di selangkanganku.

Bless!! Aku terhenyak saat pantatku diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di lubang kemaluanku. Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding lubang kemaluanku terasa berdenyut-denyut. Kelentitiku yang sudah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kemaluan Pakdhe. Lain sekali rasanya bersetubuh dengan posisi begini. Aku merasa sangat terangsang! Kelentitku serasa tergesek penuh pada batang kemaluan Pakdhe.

Dengan dibantu kedua tangan Pakdhe yang menyangga kedua buah pantatku tubuhku bergerak naik turun di pangkuan Pakdhe. Payudaraku yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dengan naik turunnya tubuhku di pangkuan Pakdhe. Batang kemaluan Pakdhe yang menancap ketat dalam jepitan lubang kemaluanku terasa menggesek nikmat seluruh dinding lubang kemaluanku yang terus berdenyut-denyut meremas apa saja yang menyumpalnya.

Tubuhku terasa menggigil bergetar saat mulut Pakdhe tak tinggal diam. Mulut Pakdhe dengan rakusnya melumat kedua puting payudaraku bergantian. Mulutnya menyedot buah dadaku sepenuhnya. Gerakanku menjadi kian liar. Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Aku mempercepat gerakanku naik turun dengan diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kemaluan Pakdhe masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan lubang kemaluanku.

Karena tak tahan lagi tanpa sadar kudorong tubuh Pakdhe hingga terbaring telentang di kasur dengan kedua kaki menjuntai ke lantai. Tubuhku yang tadi di pangku Pakdhe menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dengan menduduki Pakdhe yang berbaring telentang. Gerakanku kian bebas. Dengan tangan bertumpu pada dada Pakdhe yang bidang aku terus menggerakan pantatku memutar dan maju mundur. Kelentitiku kian ketat tergesek batang kemaluan Pakdhe.

Tanga Pakdhe yang memegang kedua pantatku semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakanku. Aku merasa tubuhku kembali mulai mengawang. Gerakanku kian tak terkendali. Mataku mulai membeliak dan mulutku menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat.. Kian dekat..

Dan akhirnya dengan merintih panjang tubuhku berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik. Lubang kemaluanku berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana.. Tubuhku berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut Pakdhe. Aku benar-benar tak bertenaga. Ya akibat pistol gombyok Pakdhe aku mencapai orgasme yang kesekian kalinya. Luar biasa Pakdhe ku ini. Walaupun sudah tua namun mampu membuat aku yang masih ABG begini bertekuk lutut.

Pakdhe yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan tubuhku dengan tanpa melepaskan batang kemaluannya yang masih menancap dalam jepitan lubang kemaluanku. Sekarang tubuhku yang telentang gantian digenjot Pakdhe. Aku yang sudah tak bertenaga hanya pasrah. Pakdhe dengan semangat juang terus menggenjot selangkanganku dengan tusukan-tusukan batang kemaluannya. Pistol gombyoknya tanpa ampun menghajar lubang kemaluanku.

Perlahan-lahan napsuku mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan pistol gombyok Pakdhe. Dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada aku berusaha menyambut setiap tusukan pistol gombyok dengan menggoyangkan pantatku ke kanan dan kiri.

Napas Pakdhe semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke payudaraku yang dilumat bibir rakus Pakdhe. Genjotan Pakdhe semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam tubuhku semakin menguat. Aku sudah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. Tubuhku kembali mengejang. Pantatku terangkat dan dengan merintih panjang aku mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan.

Tubuhku terhempas di tempat kosong dan pandangan mataku makin nanar. Aku merasa betapa di saat-saat itu tubuh Pakdhe yang menindih perutku mulai bergetar. Mulutnya menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan pistol gombyoknya ke dalam jepitan lubang kemaluanku. Tubuh Pakdhe berkejat-kejat lalu aku merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam lubang kemaluanku. Ada rasa berdesir menyergapku saat semprotan itu menyembur ke liang rahimku. Tubuh Pakdhe tersentak-sentak lalu ambruk di atas perutku.

Sungguh melelahkan pergumulan di pagi itu. Akhirnya aku tertidur karena terlalu lelah. Pagi itu Pakdhe benar-benar melampiaskan seluruh hasratnya pada tubuhku. Dari pagi hingga malam aku tidak dibiarkannya mengenakan pakaian utuh. Aku disetubuhi berkali-kali hari itu hingga selangkanganku terasa ngilu karena digenjot Pakdhe.

Sejak kepergian Mbak Ningsih aku menjadi pelampiasan napsu Pakdhe. Minimal satu kali dalam satu minggu Pakdhe pasti minta jatah dariku. Selama tiga tahun aku menjadi budak napsu pistol gombyok Pakdhe hingga aku lulus SMU.

Tiga tahun aku harus menjalani kehidupan sebagai sasaran tembak “pistol gombyok” Pakdhe. Ternyata hal seperti itu dialami juga oleh Mbak Ningsih. Dia bercerita kalau dulu pertama kali diperawani Pakdhe dirinya tidak sadar. Untuk selanjutnya ia juga diancam tidak akan dibiayai sekolah dan diusir kalau tidak mau memenuhi keinginan Pakdhe.

Lalu setelah aku lulus, atas kebaikan Mbak Ningsih aku kuliah di salah satu PTS di kota Solo. Untuk menambah biaya karena tidak ingin terlalu memberatkan Mbak Ningsih aku terjun ke dunia pelacuran. Ya.. Akhirnya aku menjadi pelacur untuk membiayai kuliahku. Aku berjanji akan berhenti dari dunia ini setelah aku mempunyai cukup bekal.

# TAMAT #

May 4, 2011

Keperawananku Direnggut Kakak Pacarku, Akhirnya….

“ Bagaimana Di , udah depet , cobain cewek eloe “ tanya Bram kakak Dodi , yang sedang nonton televisi di kamarnya . Dodi mengeleng “ belom , dia engak mau , gua baru cium cium aja “ jawab Dodi sambil mesem mesem . “ bego loe , dapet cewek cantik gak di pake , emang eloe gak nafsu sama dia ? “ . “ nafsu sih , tapi dia nolak terus “ jawab Dodi. “ udeh , gini aja , eloe bawa diia kemari , kita kerjain aja “ usul Bram.

“ kerjain ? , kerjain gimana “ tanya Dodi , menatap kakaknya dan melewati acara televisi itu . Bram menjelaskan secara rinci rencananya pada Dodi . “ wah , gua coba deh besok , tapi gua gak janji loh , kalau dia nolak bagaimana ? “ tanya Dodi . “ usaha dong , usaha , eloe rayu dikit…” kata kakaknya . Dodi menganguk anguk saja , dan matanya kembali menonton tanyangan layar kaca .

>>>

Gadis cantik itu , berjalan cepat keluar dari gedung sekolahnya . Dia berhenti di depan jalan raya , kepalanya bergoyang ke kiri dan kekanan , mencari sesuatu . Dia menemukan sedan merah milik Dodi . Dia menghampirinya dan masuk ke mobil itu . “ hai , Santi sayang.. “ kata Dodi menyapa gadis itu . Santi tersenyum .

Mobil warna merah itu bergerak , membawa sepasang anak SMU di dalamnya . “ Dodi , kenapa kamu mau ajak aku rumah kamu “ tanya Santi . “ kakakku si Bram , berulang tahun , tidak di pestain , jadi aku membawa kamu ke rumah , yah hitung hitung buat menghibur dia “ jawab Dodi . Santi tersenyum “ oh jadi si Bram ultah yah “ ujarnya .

Yah , Santi memang kenal dengan Bram sebelumnya . Awal pertama mereka bertemu di sebuah mall . Saat itu Bram mencoba mengoda Santi . Dan berhasil berkenalan dengan Santi . Tapi karena Bram sudah kuliah , sedang Dodi masih SMU setingkat Santi , akhirnya Dodi yang lebih mendekati Santi . Bram memang terkenal rusak , dia buaya . Dia berusaha mendidik adiknya mengikuti jejaknya .

>>>

“ hebat “ ujar Bram dalam hati , ketika melihat Dodi berhasil membawa Santi masuk ke dalam rumahnya . Santi tersenyum melihat Bram “ selamat ulang tahun yah “ . “ oh terima kasih , sorry loh , gak ada pesta , apa apa “ jawab Bram .
Mereka akhirnya duduk di sofa ruang tamu rumah itu . Kemudian Bram memulai pembicaraan..dan mulai bertambah akrab dengan Santi.

Mereka berbicara tentang , sekolahnya , temannya , hobinya dan sebagainya . Bram memang ahli , dia tak pernah ke habisan kata kata . Tampaknya Bram yang banyak bicara dari pada Dodi . “ Dodi , ambilkan minuman dong , masa tamu secantik Santi , di biarkan ke hausan sih “ perintah Dodi , sambil memberi kode kedipan mata.

Tak lama Dodi , telah kembali dengan tiga gelas sirop . Dia meletakan di Meja . “ ayo di munum San “ ujar Dodi . “ terima kasih “ jawab Santi sambil meraih gelas yang berisi Sirop, yang telah di oplos dengan obat perangsang yang keras . Obat perangsang itu, tak berbau dan tak berasa , tapi efeknya sangat kuat .

“ eh sebentar yah , San saya mau ke WC nih , sakit perut “ kata Dodi . Lalu meninggalkan Santi dengan kakaknya . Dodi melakukan sesuai rencana Bram . Ini akan memberi kesempatan Bram untuk bisa lebih mudah merayu Santi . Apalagi dengan bantuan obat perangsang yang berefek kuat itu .

“ San , kamu itu cantik sekali yah , rambut kamu sepertinya halus sekali “ rayu Bram , yang membuat Santi tersipu . “ ih , Bram , kamu bisa aja ..” kata Santi malu malu .
“ ih , benar koq , gak bohong , sumpah “ kata Bram , sambil meminta Santi meminum sirop itu lagi . Dan lagi lagi Santi mengangkat gelas itu , meminum sirop itu , tanpa curiga .

Obat perangsang itu sepertinya mulai bereaksi . Santi tampak gelisah . Dia duduk dengan tidak nyaman . Tapi Bram terus merayu dia , dengan cara memuji muji kecantikan dan ke indahan tubuhnya . “ Santi , kata Dodi , kalian pernah berciuman yah “ tanya Bram . “ eh , iyah … “ jawab Santi dengan malu malu .

“ wah , si Bram beruntung yah , bisa mencium cewek secantik kamu “ ujar Bram , yang makin membuat Santi terlena . “ ah , Bram kamu bisa aja , eh kamu lebih baik yah dari si Dodi “ kata Santi . Bram tersenyum “ boleh gak , aku mencium kamu “ kata Bram .
Santi , sepertinya terkejut , dia menatap Bram . “ boleh gak sayang , itung itung hadiah ultah saya “ kata Bram .

Dorongan obat perangsang itu begitu kuat , membuat syaraf syaraf di otak Santi tak bisa berpikir jernih . Libidonya meningkat , tak terkontrol . Santi mengangguk , sambil memejamkan matanya . Tanpa membuang waktu Bram mulai mencium bibir mungilnya. Melumatnya memasukan lidahnya ke dalam mulut Santi . Matanya terpejam. , Bram terus memainkan lidahnya di dalam mulut Santi . mengelitik langit langitnya .

Detak jantung Santi meningkat , Bram tahu dia mulai terangsang. Bram mulai meraba dadanya, dia merintih.”jangan Bram ” Santi berkata lirih. Bram menjilat lehernya , ”sayang , kamu jangan munafik , aku yakin m-*-m-*-k mu sudah basah . ”
Bram tersenyum , dia meledek Santi dengan sinis. ”m-*-m-*-k mu basah kan , ayo jawab jangan muna ’”kata Bram sambil meraba raba dadanya

Muka Santi memerah , dia menatap Bram dengan lirih. Santi diam , tak berkata kata . Bram tersenyum , Santi sudah sepenuhnya berada di bawah kendalinya .

Kembali Bram menciumi bibir Santi lagi . Santi pun membalasnya dengan penuh nafsu Dengan cepat Bram melepas kancing bajunya satu per satu. Santi sama sekali tak bisa menolak . Bajunya telah terbuka buka ,dia memaki bra pink . Tangan Bram cekatan melepas bra pink itu . Kini matanya bebas menatap buah dada , ABG , SMU itu.

Buah dada yang sedang dalam masa pertumbuhan itu tak luput dari sentuhannya . Tubuh Santi gemetar , baru kali ini buah dadanya di sentuh tangan pria . Putingnya yang kecil ke merahan juga di mainkan dengan liar oleh jari Bram . Santi mendesah
“ ahh.. geli Bram … “ erang Santi . “ geli tapi enak yah “ seloroh Bram .

Lidah Bram pun menjulur , menjilat putting susu Santi yang tampak menonjol keluar . Santi sudah sepenuhnya di kuasai birahi . Bram dengan rakus melumat , menyedot buah dada Santi . Membuat Santi semakin birahi . Suara erangan nikmat Santi terdengar , menambah gairah Bram .

Puas dengan buah dadanya Bram pun melepas rok abu abunya , pangkal pahanya masih terbalut celana dalam pink . Tangan Bram dengan lembut meraba raba paha putih mulus Santi , Santi tak lagi berkuasa atas tubuh nya .

Kedua kakinya di buka lebar Bram , Bram dapat jelas melihat bercak basah , cairan nikmat yang merembes dari vagina perawan Santi . “ sayang , saya akan buat kamu terbang ..” ujar Bram di telinga Santi , lalu menjilati daun telinga Santi , sehingga membuatnya terangsang geli .

Satu sentuhan dengan tekanan , tepat di selangkangan celana dalam pink milik Santi . Suara erangan birahi keluar dari mulut ABG itu . “ ahh , Bram .. ahhh “ . Lidah Bram terus aktif menyapu , putting susu Santi , buah dadanya tanpak mengeras karena
nafsu . Di sertai getaran getaran jari Bram di atas selangkangan celana dalamnya , membuat tubuh Santi bergejolak .

“ ohh .. ahhh .. sudah Bram aku mau pipis ..” erang Santi ketika jarinya bergerak cepat di selangkangan celana dalamnya . Bram tidak berhenti , jari itu bergetar semakin liar , Putting susunya juga di jilat cepat . Tubuh Santi mengejang , Santi menjerit histeris , pantat indahnya terangkat , mengejang lalu jatuh terduduk kembali .

Rasa nikmat yang baru pertama kali di rasakannya . Nafasnya masih memburu , di sertai degup jantungnya yang cepat . Bram pun menciumi bibir indah Santi “ bagaimana sayang , kamu merasa nikmat ..” tanyanya . Santi tak bisa menjawab pertanyaan itu , dia hanya diam pasrah .

Tangan Bram lalu melepas celana dalam pink Santi yang telah basah itu . Bram melihat bukit kemaluan Santi dengan bulu bulu tispis . Dengan dua jarinya , bibir tebal vaginanya di kuak lebar oleh Bram . Santi mengerang . Lidah Bram menjulur , menjilati klitorisnya . Lagi lagi Santi mengerang nikmat .

Jilatan lidah Bram di klitorisnya terus membangkitkan nafsu birahi Santi sebentar saja , Gadis itu telah kembali birahi . Santi terus mengerang kenikmatan . Pengaruh obat perangsang itu begitu kuat . Lendir vagina Santi mengalir terus . Dan tubuhnya kembali menegang . “ ahh… enak… ahhh ahhh..enak..” erangnya .

Lidah Bram terus bergerak menyapu klitoris , dan membawa Santi kembali mengejang kerena orgasme . Tubuhnya kembali lemas .

Saat itu Dodi sudah berdiri , dan melihat tubuh bugil Santi terduduk lemas di atas Sofa . Santi yang melihat Dodi tiba tiba , berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka dengan roknya . Tapi Bram menarik rok itu . “ Dodi buka celana eloe “ perintah kakaknya . Dodi pun melakukan apa yang di suruh kakaknya .

Penis Dodi telah tegang . Dodi mendekati Santi . “ San , jilatin k-*-*-t-*-l nya . Santi menolak “ tidak , aku tidak bisa “ . “ ayo di coba , nanti aku jilati lagi m-*-m-*-k eloe “ rayu Bram . Tapi Santi tetap menolak . Bram hanya tersenyum .

Tiba tiba , Bram mengangkat tubuh Santi , dan memangkunya . Tubuh Santi terasa lemah , dia tak banyak melawan . Dan kedua kakinya di buka lebar oleh Bram . “ Dodi , sekarang eleo bisa e-*-t-*-t-in Santi “ kata Bram sambil tertawa . Santi meronta dalam pangkuan Bram , tapi dia seperti kehilangan tenaga . “ jangan.. tolong jangan…” ibanya

Dodi semakin mendekat tubuh muda itu , Dodi menatap , wajah cantik Santi , dan kepala penisnya sudah menempel di bibir vaginanya . Santi memejamkan matanya , dan dia bersuara lemah “ tolong .. jangan , jangan Dodi… “ ibanya . Penis Dodi perlahan mendesak masuk , membuka belahan vagina Santi . Santi meringis , Penis itu bergerak masuk lebih dalam . “ ahhh .. sakit.. tolong hentikan..” erang Santi , ketika penis Dodi , telah masuk seluruhnya dalam liang Santi .

Dodi pun menikmati , jepitan erat vagina Santi . Dia mulai mengoyang , menarik keluar batang penisnya , dan mendorong masuk kembali dengan cepat . Santi mengerang , setiap kali penis Dodi , menusuk liang vaginanya . Dari belakang , tubuh Santi di peluk erat oleh Bram , yang meremas remas buah dada muda itu .

Gerakan Dodi pun makin lama semakin liar . Penisnya terus bergerak keluar masuk , membuat Santi terus menerus , mengerang ke sakitan . Dodi tak peduli yang di rasakan hanya nikmat tubuh muda Santi . Penisnya terus bergerak keluar masuk . Gerakkan Dodi semakin cepat , menghentak hentak keras , dan tiba tiba menekan habis batang penisnya dalam liang vagina Santi . Dia Diam .

Saat itu , Santi merasakan cairaan hangat sprema Dodi , telah memenuhi vaginanya . Perlahan Dodi , mencabut batang penisnya , dan sebagian dari spremanya keluar dari liang vagina Sani , berserta darah perawan Santi .

Bram , melepaskan pelukkan-nya . Dan membiarkan Santi terkulai lemas di atas Sofa . Bram sambil tersenyum membuka kancing celana blue jean belelnya , perlahan resleting celana itu di turunkan , Bram melepas celananya , penisnya yang lebih besar dari Dodi , telah tegak mengacung .

Tangan Bram , menarik tubuh Santi , sehingga kembali terduduk . Bram menyodorkan penis itu tepat di depan mulut Santi . “ kulum k-*-*-t-*-l gua “ pintanya pada Santi . Santi membuang muka “ aku gak bisa , ..” katanya . Jari Bram , menyentuh vagina Santi , satu jarinya menerobos masuk , liang vaginanya . Santi mengerang “ ahh perih..” .

“ ayo , sayang .. coba jilat .. “ pinta Bram , terus mendesak kepala penisnya ke wajah Santi . Santi meronta . Dan tiba tiba , dua jari Bram mendesak masuk ke liang vagina Santi . “ ahhh … sakit…. jangan… “ erangnya . “ kalau gitu , eleo jilat dan kulum k-*-*-t-*-l gua , kalau gak tiga jari gua masuk ke lobang m-*-m-*-k eleo “ ancam Bram .

“ jangan jangan .. saya jilat ..” kata Santi , lalu menjulurkan lidahnya menjilati ujung penis Bram . “ ohh .. enak juga lidah eleo sayang..” erang Santi . Santi tak berani berhenti , perlahan Bram mulai menekan masuk penisnya ke mulut Santi . Santi meronta , tapi tangan Bram memegang erat kepalanya . Dengan terus mendorong dorong batang penisnya di mulut Santi .

Sekarang Santi tak bisa lagi menolak , penis itu mulai bergerak cepat di dalam mulutnya , maju mundur dengan cepat , disertai dengusan nafas Bram yang penuh dengan nasfu .
Dodi pun tak ketinggalan , dia duduk di sebelah Santi , dan memainkan buah dada , Santi , meremasnya , menjilatnya , dengan penuh nafsu .

Setelah penis itu cukup lama bergerak , dalam mulut Santi , sekarang Bram mengarahkan penisnya ke liang vagina Santi . “ jangan .. sudah… jangan tolong..” Santi mengiba iba . Tapi Bram tak peduli , penisnya terus mendekat ke liang vagina Santi . “ ahhh.. sakit… jangan… sudah.. “ rintih Santi . Penis Bram sudah menancap di liang vagian Santi .
Penis Dodi pun sudah kembali tegang , dan kini Dodi berusaha , memasukan penis itu di mulut Santi .

Santi meronta , tapi Bram meremas buah dadanya keras , “ sakittt.. ahhh … sakit ..” .erangan Santi terdengar keras . “ buka mulut eloe , isep k-*-*-t-*-l Dodi , cepat.. “ bentak Bram . Mau tak mau Santi membuka mulutnya menerima penis Dodi .

Akhirnya tubuh Santi harus menerima penis kakak beradik itu . Satu mengaduk aduk vaginanya , satu menyodok nyodok mulutnya . Gerakkan penis Bram kasar , bergerak cepat di liang vagina milik Santi . Santi tak hentinya mengerang kesakitan . Penis itu bergerak cepat , rasa perih dan panas melanda vaginanya .

Gerakan penis itu semakin cepat , sampai akhirnya memuntahkan spermanya di liang vagina Santi . Sedang satu penis lagi masih bergerak cepat di mulutnya , siap menembakkan spermanya . “ ahhh .. gua udah mau keluar… “ erang Dodi . Tubuh Dodi mengejang . Dan sperma itu tertampung di mulut Santi .

Perlahan Dodi menarik penisnya keluar dari mulutnya , Santi berusaha memuntahkan sperma itu , dari mulutnya . Dan kedua kakak beradik tertawa melihat Santi .

Dengan tubuh yang lemah , Santi berusaha memakai pakaiannya , Perlahan dia memakai celana dalamnya , roknya , dan bajunya . “ loh , koq sudah pakai baju , emang eloe sudah puas , sayang ..” seloroh Bram . “ saya , mau pulang ..” pintanya .

Santi berusaha berdiri , lalu berjalan , dia berjalan sempoyongan . Tapi Bram , menarik tanganya , dan membawanya ke kamar . Santi meronta , tapi tenaganya lemah sekali . Dan Bram mendorong , tubuh lemah Santi hingga terbaring di kasur ranjangnya .
Bram kembali menindih tubuh Santi . Membuka bajunya , dan melumat buah dadanya dengan nafsu .

“ tolong… sudah , saya sakit… jangan.. tolong..” erangnya . Bram tersenyum , penisnya tampak sudah tegang lagi . Bram bermain cepat , rok santi di singkapnya ke atas , dan celana dalamnya di singkap ke samping . Penis besarnya langsung melesak masuk ke vaginanya yang terlihat memar kemerahan . Santi kembali menjerit dan terdengar keras .

Vaginanya di paksa menerima penis Bram . Bram pun kembali memperkosa dengan penuh nafsu , dan goyangannya semakin kasar . Santi terus mengerang kesakitan . Tangan Bram pun meremas remas buah dada Santi . Dan tubuh Santi terus di dera rasa sakit .Erangan Santi semakin terdengar lemah .

Penis Bram masih terus mengaduk aduk vagina Santi yang terluka . Sampai penis itu terpuaskan . Bram melepas seluruh hawa nafsunya . Vaginanya kembali di penuhi sperma Bram .

“ Dodi , eloe masih mau ..” tanya kakaknya . Dodi mengeleng . “ kalau gitu , kita antar dia pulang oke “ kata Bram . Bram bersiap kembali , memakai pakaiannya kembali . Lalu membawa tubuh Santi yang setengah pingsan itu , ke dalam mobilnya .

Mobil berjalan , kencang , dan berhenti tepat di depan sekolah Santi . Suasana tampak sepi , Tak ada seorang pun terlihat disana . Mereka pun melepaskan Santi di sana .
Dan tubuh lemah Santi pun jatuh terduduk di pinggir jalan, depan sekolahnya .

Mobil Dodi segeara meluncur cepat , meninggalkan tubuh lemah Santi begitu saja .
Dengan sisa tenaganya Santi berjalan tertatih tatih masuk kegedung sekolahnya . Dia berjalan ke belakang , di mana di situ ada gudang . Santi masuk kegudang itu . Dia duduk di sebuah kursi tua .

Dari dalam tas sekolahnya dia melihat ke layar HP ,nya sudah jam 1.00 malam . Untuk pulang ke rumah dia tidak berani . Santi berusaha tenang , walau seluruh tubuhnya terasa sakit . Tulang tulangnya seperti lepas .

Tanpa terasa , Santi mulai terlelap karena lelah . Suara anak anak SMU , yang baru tiba di sekolah itu , membangunkan Santi . Santi kembali melihat layar Hpnya lagi . Waktu sudah menunjukkan puluk 6.50 pagi . Santi diam , menunggu , dia menunggu bel tanda masuk berbunyi .

Tepat pukul 7.00 bel berbunyi . Santi masih diam . Setelah lewat beberapa saat , dan yakin seluruh murid sudah masuk kelas .
Santi memberanikan diri keluar dari gudang itu . Walau rasa nyeri masih mendera vaginanya . Dia berusaha berjalan dengan cepat , hingga keluar dari gedung sekolahnya dan langsung menuju ke rumahnya dengan mengunakan jasa kendaraan umum .

>>>

Setibanya di rumah , Santi berjalan mengendap endap , memasuki rumahnya . Dia berjalan terus dan masuk ke kamarnya . Berhasil , yah.. Santi telah tiba di kamarnya.
Tiba tiba suara ibunya memanggilnya “ Santi .. dari mana saja kamu ? “ . “ eh anu , Santi belajar di rumah teman bu ..” jawabnya .

“ kamu , jangan bohong sama ibu yah .., kalau ayah kamu tahu kamu bisa di pukul tahu .” hardik ibunya . “ ayah , ayah saya sudah meninggal bu , suami ibu bukan ayah saya ..” kata Santi dengan nada tinggi . “ Santi apa apaan kamu bicara seperti itu , walau dia ayah tiri kamu , tapi dia yang biayain hidup kita , apa kamu mau jadi gelandangan , jadi pelacur di jalanan ..” bentak ibunya , Santi menatap wajah merah ibunya , “ jadi pelacur , mungkin bu , kalau ibu mengharapakan Santi jadi pelacur …” kata Santi .

“ kurang ajar “ kata ibunya . ..PLAAKK!! Satu tamparan ibunya mendarat di pipinya . Santi terjatuh dan berbaring di ranjang. Sambil menutup mukanya dengan bantal, gadis SMU ini menangis . Ibunya yang masih emosi , pun tak bisa berbuat apa apa , ada rasa sesal di hati ibunya , telah menampar buah hatinya sendiri . Dia memilih untuk tidak berkonfrontasi lebih lanjut dengan putrinya , lalu keluar dari kamar Santi .

Santi terlelap , saat dia bangun , saat waktu telah sore , Santi bergegas ke kamar mandi , dia membuka pakaiannya , dan di selangkangan celana dalamnya dia melihat bercak bercak , darah yang telah mengering . Air mata Santi meleleh . Dalam hati Santi memaki maki kakak beradik yang telah menghancurkan hidupnya ini .

Santi menyiram tubuhnya dengan air dingin , dia mandi sebersih bersih , membasuh vaginanya , yang masih terasa sakit dan pedih . Kemudian setelah selesai membersihkan tubuhnya , dan mengenakan baju tidurnya , dia kembali ke kamarnya .

Santi , duduk di depan meja belajarnya , pikirannya mumet . Bagaimana kalau saya hamil ? . apa yang harus saya lakukan ?

Tiba tiba ayah tirinya . seorang pria berumur 50 tahunan , berbadan tegap itu, masuk ke kamar Santi . Seperti biasa , Santi tampak acuh dengan ayah tirinya . “ Santi , kamu tidak boleh begitu dengan ibu kamu , kalau kamu ada masalah , coba bicarakan sama ayah , ayah pasti bantu kamu , sayang” kata ayah tiri Santi , sambil membelai belai rambut Santi .

Santi menatap wajah ayahnya . Mata Santi jelas melihat mata ayahnya nanar , menatap belahan dadanya dari lobang leher kaos t-shirt yang di gunakannya . Dasar buaya , maki Santi dalam hati , sambil berdiri . “ Santi tidak ada masalah , kemarin , saya kemalaman belajar di rumah teman , jadi tak berani pulang “ ujar Santi .

“ oh , kalau begitu , tak apa apa , baiklah ..” kata ayah tirinya . Santi hanya diam menatap ayahnya . “ oh yah , lain kali , kalau mau nginap , telpon dulu , biar ibumu gak kawatir.” Kata ayahnya lagi . “ baik ayah “ kata Santi . Dan ayahnya pun keluar dari kamar tidur Santi.

Santi masih merasakan sakit di vaginanya , dan masih terasa pedih . Dia berjalan keluar kamar , mengambil es batu dari lemari es , dan kembali masuk ke kamarnya . Dia mengunci pintu kamar tidurnya . Lalu berbaring di atas ranjangnya , dan membuka celana dalamnya . Santi teringat es batu bisa menghilangkan rasa sakit .

Santi membuka lebar kakinya dan di tempelkan es batu tsb ke vaginanya . Pertama rasa dingin itu membuat vaginanya terasa pedih , namun semakin lama rasa pedihnya hilang . Santi terus melakukan itu , untuk mengurangi rasa sakit di vaginanya .
Sampai akhirnya Santi terlelap . Dan tertidur dalam mimpinya . Rasa senang , nafsu , takut , marah dan sedih , tertuang dalam mimpinya .

>>>>>>>>…..

“ ha.. Bram , bagaimana kamu bisa kemari “ kata Santi yang tiba tiba melihat Bram ada di kamarnya . Bram hanya tersenyum , lalu dia menjilati vagina santi yang terbuka . Santi ingin menjerit , tapi suara tak ada yang keluar . Lidah Bram terus mengaduk aduk vaginanya , membuat Santi menjadi birahi .

Lidah itu demikan lembut menstimulasi klitorisnya , sehingga Santi mengejang dan orgasme . Tubuh Bram kemudian berada di atas tubuhnya , dengan penis besarnya telah berada dalam tubuhnya . Santi merasakan nikmat sekali , atas apa yang di lakukan Bram
Santi dengan mata terpejam ,mengejang , tubuhnya bergoyang , menerima perlakuan Bram .

“ dasar , pelacur murahan “ terdengan suara ibunya . Santi membuka matanya , terlihat ibu dan ayah tirinya . Ditangan ayah tirinya terdapat sebatang rotan . “ pak , pukul dia , anak kurang ajar ..” hardik ibunya . Ayah tirinya segera mengayunkan rotan di tangannya . Santi menjerit , melengking ke sakitan .
>>>>>>…
Dia terbangun dari tidurnya , dengan peluh membasahi tubuhnya .

>>>

Santi terduduk di ranjang , matanya melirik jam weker yang ada di meja belajarnya . 5.30 pagi . Santi berjalan ke kamar mandi . dia baru teringat , dia tidur tak memakai celana dalam , dia berjongkok , hendak buang air . Ketika tanganya menyentuh vaginanya , terasa lendir membasahi vaginanya , Santi pun merasakan nikmat .

Jarinya bermain di vaginanya sendiri . Birahinya terangkat . Makin cepat jarinya memainkan klitorisnya , semakin nikmat pula yang dirasakannya .
Jari jarinya juga masuk ke liang vaginanya , terus dan terus . Santi terus bermasturbasi , sampai tubuhnya mengejang di kamar mandi itu .

Setelah itu dia mandi , dan kembali mengenakan seragam sekolahnya , putih abu abu .

Setelah selesai sarapan pagi , Santi meraih tas sekolahnya , dia berpamitan pada ibu dan ayah tirinya . Santi berjalan dengan langkah gontai ke sekolahnya . Dengan pikiran yang kacau balau .

Saya sudah tak perawan , aduh gimana nih , apa mesti lapor polisi , saya diperkosa , saya malu akan jadi berita di koran , aduh bagaimana kalau saya hamil . Kenapa saya bermasturbasi . Tapi ada kenikmatan disana . Segala macam pikiran , menghantuinya .

Tapi Santi harus tegar dan berani menerima keadaan ini…..

Di kelasnya , Santi sama sekali tak bisa berkonsentrasi . Pikirannya masih kacau , apa yang di terangkan gurunya tak ada yang masuk dalam memorynya . Santi hanya diam , walau matanya menatap lurus ke depan , dimana gurunya sedang menerangkan rumus matematika , tapi pikirannya kosong melopong .

Saat istirahat , Santi melihat , Gina dan Lala . Dua orang gadis ini , terkenal dengan kenakalannya . Mereka suka menjajakan diri kepada om om yang berkantong tebal . Santi pernah berselisih dengan Gina . Saat itu Santi memaki maki Gina . Santi mengumpat Gina , perek , pecun dan sebagainya .

Tapi saat ini Santi sepertinya butuh pertolongan Gina . Dengan memberanikan diri Santi menghampiri Gina dan Lala . Belum sempat Santi berbicara Gina telah menghardiknya . “ eloe jangan dekat dekat sama gua , eloekan anak alim , anak baik baik , gua ini perek , jadi eloe lebih baik pergi sana , jauh jauh..” .

“ Gina , gua mau minta tolong “ kata Santi . “ minta tolong .. anak alim , mau minta tolong sama perek .. “ kata Gina . Santi menatap Gina , lalu berkata “ maaf , kalau eloe masih dendam masalah dulu , tapi tolong , gua butuh bantuan eloe ..” . Gina tersenyum “ ha .. coba gua pikir pikir dulu yah , pantes gak gua bantuin eloe ..”

“ Gin , sudahlah , ada apa sih San , koq eloe serius gitu “ ujar Lala . Santi pun bercerita , setelah Lala dan Gina berjanji akan merahasiakan semuanya . Setelah Santi selesai bercerita , Gina tertawa “ jadi eloe takut bunting , setelah di gituin cowok eloe. ha ha ha..” . “ Gina , sudah deh .. eloe jangan ngeledekin si Santi terus dong..” kata Lala . “ abis lucu sih , katanya anak alim , tahunya doyan juga ha ha ha “ ejek Gina lagi .

“ Gina… “ kata Lala . “ oke deh oke , biar gua perek , gua juga masih punya hati , gua bantu eloe deh “ katanya . Lalu Gina mengeluarkan Hpnya . Hp , PDA-phone yang mahal dan mendial seseorang . “ Halo , Rom , entar praktek gak , gua mau kesana ..” kata Gina di Hp nya . Setelah selesai pembicaraan di Hpnya , Gina berkata pada Santi “ entar pulang sekolah , eloe cari gua , gua anter eloe ke teman gua..”

“ eh eleo dapet dari mana Hp canggih ini “ tanya Lala , sambil merebut PDA-phone nya Gina . “ dari mana lagi , jual m-*-m-*-k .. lah , dapet duit gua beli tuh Hp , sini hp gua ..” jawab Gina , dan mengambil lagi Hp itu dari tangan Lala. “ wah , m-*-m-*-k eloe mahal banget “ kata Lala lagi . Santi yang mendengar percakapan mereka menjadi risih .

>>>

Setelah pelajaran hari itu usai , Santi segera berjalan , mencari Gina . Gina sudah di atas sepeda motor Supranya . Berbicara dengan Lala . Ketika melihat Santi, Gina berkata “ ayo naik..” . Santi pun duduk dibelakang jok motor bebek itu . Gina menjalankan motornya . Hingga tiba di sebuah rumah .

Rumah kecil, yang terdapat plang di depannya . DR ROMI . Gina membawa Santi masuk . Setelah mengetuk pintu , dan mereka di sambut Dr .
Romi sendiri . “ halo , Gina sayang , sakit apa loe… “ katanya genit , sambil menepuk pantat Gina . Santi menetap Dr Romi , wajahnya ganteng , dan dia masih muda .

“ Rom , yang sakit ini gua nih “ katanya sambil memegang tangan Dr Romi , dan membawanya ke selangkangannya . Santi hanya terbengong melihat kelakuan mereka berdua . Dr Romi pun meraba raba selangkangan Gina , yang masih tertutup celana dalam kuning mudanya . “ udah Rom , malu gua jadinya , tuh pasien baru .. “ kata Gina sambil menunjuk Santi .

“ oh , nama eloe siapa cantik “ sapa Dr Romi , matanya menatap Santi dari ujung rambut , sampai ujung kaki . “ Santi .. “ jawabnya singkat . Dr Romi menanyakan masalahnya , lalu Gina menceritakannya . “ oh , masalah kecil , sini gua suntik “ katanya . Dr Romi pun menyiapkan peralatan suntiknya . Dan Santi teleh tengkurap di atas ranjang praktek Dr Romi .

Kemudian, dia menyingkap rok abu abu Santi , menurunkan celana dalam putihnya . Dr Romi menatap pantat Santi . “ wah , pantat eleo bagus juga , yah mulus..” katanya seraya mengusap usap pantat Santi . Santi pun hanya diam . Dan Dr Romi pun menyuntiknya dengan obat anti hamil .

Setelah itu ,Dr Romi memberinya salep , “ nih , olesin di m-*-m-*-k eloe , buat bantu hilangin rasa nyeri.” . Santi pun berterima kasih . Satu masalah telah selesai . “ berapa dok ? “ tanya Santi . “ ha ha ha , untuk cewek secantik eloe , gua gak perlu di bayar ..” kata Dr Romi tertawa . Gina pun tertawa “ ha ha ha , awas tuh San , dia mulai ngerayu..”

Santi hanya diam, senyum senyum . “ malah kalau eleo mau main sama gua , gua yang bayar eloe “ kata Dr Romi lagi . Raut wajah Santi berubah , dahi mengerut , bertanya tanya maksud perkataan Dr Romi .

“ eh , udah yok kita balik “ ajak Gina pada Santi , sambil berdiri . Santi pun ikut berdiri . “ koq buru buru “ tanya Dr Romi . Gina membisiki sesuatu di kuping Dr Romi . Dan Dr Romi tersenyum , sambil memandang Santi . Tangan nakal Dr Romi pun kembali meremas pantat Gina . Lalu mengeluarkan dompetnya , memberinya dua lembar uang lima puluh ribuan . “ nih , buat eloe jajan ..” .

Dalam perjalan Santi yang penasaran bertanya pada Gina “ Gin , koq Dr Romi gak mau di bayar , malah eloe di kasih duit .. kenapa sih..” . “ Si Romi tuh , langganan gua , dia sering n-*-e-*-t-*-t sama gua , sama Lala juga ..” jawab Gina . “ Gina , jadi eloe serius yah , jual diri ..” kata Santi .

Gina memberhentikan motornya di pinggir jalan . Gina menolehkan kepalanya , menatap Santi , lalu berkata “ iyah gua serius , loe tahu gak , gua minta ceban ( sepuluh ribu ) aja sama bokap gua susah bener , lihat pantat gua di kobok , gua di kasih seratus ribu , asik gak jadi perek ..” kata Gina . Santi melongo “ tapi …Gin .. tapi.. “ .

Gina mentap wajah Santi , yang terlihat bingung “ tapi apa , eloe pikir aja sendiri , gua udah di perawanin cowok gua dulu , gua di tinggal , terus gua mesti gimana dong , kepalang becek , tanggung , mending gua jual diri , dapet enak , dapet duit..” . Santi tak bisa berkata , dia hanya diam menatap temannya itu .

“ San , kalau eloe gak percaya , coba eleo cari si Romi , elo n-*-e-*-t-*-t sama dia , lihat eleo di kasih duit berapa sama dia ..” kata Gina . “ tapi gua gak bisa , Gin , takut ..” kata Santi . “ takut .. takut apa , eloe udah bolong , udah di suntik anti hamil takut apalagi , yang penting enak dan dapet duit..” kata Gina .

Santi tampak mulai terpengaruh dengan ucapan Gina . “ tapi Gin , kalau dia mainnya kasar bagaimana ..” tanya Santi . “ Selama gua main sama dia , dia gak pernah kasar ..” kata Gina . Santi diam menatap Gina .

“ San , gua bilangin sama eloe , kalau eloe pake rok , jangan yang kaya gini , pake rok mini kayak gua , cowok gak nafsu liat rok eloe ..” kata Gina . “ Gua gak biasa Gin , risih pake rok mini ..” kata Santi . Gina tertawa “ yah , sekarang sih , tapi besok besok , ceritanya akan lain ..” .

Gina kembali menstater motornya , dan motor itupun melaju . Gina mengantar Santi pulang kerumahnya

Malam itu Santi terus memikirkan kata kata Gina , Sambil berbaring , Santi mengangkat daster tidurnya , dan melepas celana dalam , dia mengolesi salep pemberian Dr Romi , di vaginanya . Tak terasa pedih . tapi yang di rasakan Santi hanya rasa dingin . Jarinya menelusuri vaginanya .

Entah apa yang ada dipikirannya , yang jelas Santi mulai terangsang . Jari jarinya terus bergeser turun naik , memainkan klitorisnya . Liang vaginanya mulai terasa berlendir .
Semakin lama , Santi semakin merasakan nikmat . Sambil menggigit bibirnya , jari Santi memainkan vaginanya sendiri .

Santi terus bermasturbasi , sampai tercapai kepuasan birahinya , dan dia terlelap .

>>>

Esok paginya , Santi masih terus memikirkan kata kata temannya . Santi penuh keraguan . Bagaimana kalau ada yang tahu dia menjajakan dirinya . Apa yang akan terjadi nanti , bagiamana masa depannya .. Semua pikiran itu , terus berkecamuk di hatinya .

“ bu , Santi mau sekolah “ kata Santi pada ibunya . “ yah , hati hati di jalan , jangan nakal yah “ jawab ibunya . “ bu , Santi belum bayaran , sekarang sudah tanggal sembilan bu “ kata Santi . Ibunya menghela nafas “ yah sabar ya Santi , ayah kamu belum kasih ibu uang ..” jawab ibunya . Santi pun tak bisa berkata lagi , ia lalu berpamitan .

Sampai di sekolah , dia menemui Gina . “ Gin , tolong dong gua mau pinjem uang , buat bayaran , nih Hp gua , buat jaminan ..” katanya . Gina melihat Hp Santi , lalu menatap wajahnya “ elo gila yah , Hp eloe itu , Hp zaman revolusi , di jual aja paling laku goban ( lima puluh ribu ) “ kata Gina . “ yah , gimana dong , tolong dah “ pinta Santi . “ nih gua pinjemin , tapi eloe cepet balikin yah “ kata Gina memberikan sejumlah uang pada Santi .

Santi menerima uang itu “ thanks yah Gin.. “ . Lalu Santi segera berjalan . “ eh , eloe mau kemana ..” tanya Gina . “ ke TU , bayaran dulu..” jawabnya .

>>>

Berkali kali Santi di tegur gurunya , karena melamun di kelas , selagi gurunya menerangkan pelajaran hari itu . Dan Santi menjadi bahan ejekan temannya . Waktu seakan akan berjalan sangat lambat . Sampai akhirnya bel tanda berakhirnya belajar mengajar berbunyi . Satu persatu murid keluar dari kelas , menuju rumahnya masing masing . Santi berjalan keluar sekolahnya , bergabung bersama Gina dan Lala .

“ Santi , ikut kita yuk , ke mal …” ajak Lala . “ eh hari ini enggak deh , gua ada janji “ jawab Santi . “ ha .. ada janji dia , sama sapa ..” ujar Gina , sambil menatap Lala . Lala pun tersenyum . “ elo mau tahu aja yah , gua tadi janji sama om om..” jawab Santi . Lala dan Gina tertawa . “ om om yang mana ..” kata Lala Sambil tertawa .

“ udeh deh , gua jalan dulu ..” kata Santi meninggalkan Gina dan Lala . Santi berjalan cepat . Dia berjalan menjauh dari gedung sekolahnya . Kemudian menyetop bajaj , dan menaiki bajaj tersebut . Tekat Santi sudah bulat . apa boleh buat , terlanjur basah pikirnya . Bajaj itu tepat berhenti di rumah Dr Romi .

Setelah urusan transaksi dengan tukang bajaj selesai , Santi mengetuk pintu rumah Dr Romi . Pintu terbuka , wanita setengah baya menyapanya “ ada apa dik “ . “ maaf bu , Dokter Romi ada..” tanya Santi . “ oh ada , sebentar yah ..” jawab ibu itu , sambil menyilakan Santi masuk . Santi pun menunggu di ruang tunggu .

Tak lama Dr Romi keluar . “ oh , hai Santi .. ada apa masih sakit.. “ tanya Dr Romi ramah . “ eh masih , eh anu , eh sakit sedikit ..” jawab Santi gugup . Dr Romi tersenyum , “ oke oke , biar saya periksa , ayo masuk “ ajak Dr Romi ke ruang prakteknya .

Santi duduk di kursi pasien , dengan gelisah . Dr Romi tersenyum melihatnya . “ Santi ayo sini , berbaring , biar gua periksa “ kata Dr Romi . Santi pun berbaring di ranjang pratek itu . Dr Romi , membuka kancing bajunya , dan menatap dada Santi . Santi memejamkan matanya . Kemudian tangan Dr Romi pun membuka Bra Santi . Selanjutnya Santi merasa geli dan dingin di putting susunya yang imut itu .

Lidah Dr Romi , sedang asik menjilati putting susunya . “ ahh … geli.. ahh.. ah.. “ erangnya . “ oh , indahnya buah dada loe , San ..” ujar Dr Romi , lalu meremas lembut buah dadanya . Lidahnya juga terus menjilati putting kecil itu .
Menyusui dengan nafsu , membuat ABG itu terus mengerang . Vaginanya menjadi lembab , Santi mulai terangsang .

Sambil terus memainkan putting susunya , tangan Dr Romi , meraba raba paha putih mulus ABG itu . Tangannya terus merayap sampai ke atas . Tanpa sadar Santi , pun merengangkan ke dua kakinya . Sehingga tangan dr Romi , dengan mudah dapat mencapai selangkangan celana dalam putihnya . “ ahhh … ahh… dokter… ahhh “ erangnya nikmat .

Dr Romi , melepas lidahnya di putting susu Santi . Sekarang targetnya adalah selangkang Santi . Dia membuka lebar kaki Santi , hidung menempel di selangkan celana dalam Santi , menghirup aroma vaginanya . Tubuh Santi menggelinjang . “ ahh dokter .. ahhh saya malu…ahhh …” erangnya . Dr Romi dengan bernafsu menciumi selangkangan celana dalam Santi yang sudah basah itu .

Perlahan , celana dalam itu terlepas dari tubuhnya , kini jelas terlihat vagina muda itu . Dengan bulu bulu lembut di bukitnya . Dua jari Dr Romi membelah bibir kemaluannya , lalu lidahnya menjilati klitorisnya . Tubuh Santi gemetar , jantung berdegup cepat . Rasa nikmat menjalar cepat di seluruh tubuhnya .

“ ahhh… ahhh…enak.. ahhh… dokter.. ahh…. “ erang Santi semakin membuat Dr Romi nafsu . Lidah itu terus menyapu klitorisnya . Lendir nafsu Santi yang merembes keluar dari liang vaginanya di sapu oleh lidah Dr Romi , dan di telannya dengan penuh nafsu . Santi benar benar di bawa ke puncak birahinya .

Tubuh Santi terus mengeliat . Lidah Dr Romi semakin cepat memainkan klitorisnya. Erang demi erangan , mengiringi Santi yang semakin dekat mencapai puncak birahinya .
“ ahh dokter .. ahh Santi ahhh mau pipis… ahh….” erangnya . Dr Romi pun mempercepat gerakan lidahnya . Dan akhirnya tubuh ABG itu mengejang , dan Santi tiba di puncak orgasme .

Tubuh ABG itu kejang kejang sesaat . “ Santi elo mau pipis “ tanya Dr Romi . Santi mengeleng “ engak sih , tapi tadi , rasanya mau pipis ..” terang Santi . Dr Romi tersenyum ,” itu nama elo sudah hampir orgasme , sudah mau keluar istilahnya ..” .
Santi hanya diam saja . “ San , kita terus yah “ ajak Dr Romi .

Dr Romi pun membuka celananya , dan terlihat jelas penis Dr Romi yang telah ereksi penuh . Penis cukup besar , seperti penis Bram . Dr Romi , mendekatkan penisnya ke mulut Santi . Santi terlihat ragu “ ah , gua gak bisa.. Rom ..” tolaknya . Dr Romi pun tak memaksa . “ kalau gitu gua masukin aja yah ..” katanya . Santi menganguk “ tapi pelan pelan yah..” pintanya .

Dr Romi pun naik ke ranjang prateknya . Kedua kaki ABG itu pun di pentangkanya . Ujung penisnya di gesek di bibir vagina Santi . Santi kembali menggelinjang . Perlahan Dr Romi menekan masuk ujung penis . “ aww … ahh… “ jerit Santi pelan .

Dr Romi berhenti sesaat , dan melumat bibir Santi . Santi pun menerima ciuman Dr romi , dan balas dengan ciumannya .

Tanpa terasa , penis Dr Romi , sudah seluruhnya tertanam dalam tubuhnya . Dr Romi mulai menggoyang dengan lembut . “ ahhh … ohhh… Romi … oh… ahh… “ erang Santi . Penis itu terus bergerak , lambat laun gerakkan maju mundur penis Dr romi membuat Santi , kembali birahi .

Santi pun mulai bisa menerima nikmatnya gesekan penis . Dr Romi pun tahu cara membahagiakan wanita . Penisnya terus bergerak keluar masuk dengan lembut .
Dr Romi pun melumat bibir Santi dengan lembut . Kadang Dia berbisik di telinga Santi memuji muji Santi , yang tentu saja membuat Santi semakin hanyut , dalam birahi .

Saat saat birahi Dr Romi mendekati puncaknya dia mulai bergerak cepat . Penis itu bergerak lancar di liang Santi , yang telah sangat berlendir itu . Dr Romi semakin terengah engah dalam kenikmatannya . Santi mengigit bibirnya , walau merasa nikmat , Santi tak sepenuhnya menikmati penis itu .

Akhirnya sprema Dr Romi membasahi vaginanya . Dr Romi berhasil mencapai puncaknya .

Mereka berdua pun segera membersihkan dirinya . Lalu berpakaian kembali . “ Santi , gua orang kedua yang n-*-e-*-t-*-t sama elo yach “ tanya Dr Romi . “ ehm , orang ketiga , gua di paksa si Bram , sama si Dodi “ jawab Santi . Dr romi mangut mangut . “ “ lalu rencana elo apa selanjutnya ? “ tanya Dr Romi . Santi menggeleng “ enggak tahu juga “ .

“ kenapa loe gak tuntut , mereka “ tanyanya . “ gak mau , entar gua jadi berita , makin malu aja , lagian dia orang anak orang kaya “ jawabnya . Dr Romi hanya diam “ eh Santi , nih buat elo ..” kata Dr Romi , dan memberinya uang sebanyak satu juta rupiah .
Santi menerima uang itu dengan gembira . “ Romi , terima kasih yah ..” .

“ Kalau elo perlu uang , elo boleh kemari “ kata Dr Romi lagi . “ yah , terima kasih yah “ jawab Santi . Santi pun pamit . Dr Romi pun mengantarnya sampai depan pintu rumahnya .

Santi pun terus berjalan , mencari kendaraan roda tiga , untuk pulang kerumahnya .
Santi berpikir , enak juga yah , dapet duit , dapet kenikmatan . Benar kata Gina pikirnya .
Seumur hidup baru kali ini dia punya uang satu juta .

Yah , karena uang satu juta itu , akan membuat Santi , terperosok lebih dalam lagi , masuk ke lembah hitam , dunia prostitusi .

>>>

“ Gina , nih gua bayar utang gua “ kata Santi sambil memberikan Gina uang dua ratus ribu rupiah . Santi mengembalikan pinjamannya pada Gina . “lunas yah “ katanya . “ eh elo dapet duit dari mana nih .? “ tanya Gina . “ he he he , dari mana lagi , jual m-*-m-*-k lah “ jawab Santi . Gina melongo . “ loe serius San ? . Santi tersenyum , dan mengangguk .

Jam 9.10 pagi itu Hp butut Santi berbunyi , “ halo “ jawab Santi . “ Santi , entar pulang sekolah bisa ke rumah gua yah , ada yang mau kenalan sama elo “ kata Dr Romi . “ ha , siapa ..” tanya Santi . “ yah elo kemari dulu dah ,..” jawab Romi , membuat Santi penasaran . “oke deh , entar gua ke sana yah ..” kata Santi . Hari itu Santi juga tak berkonsentrasi dalam pelajarannya . Gurunya sempat menegurnya , tapi tampaknya Santi cuek saja .

>>>

“ San , ada yang mau main sama elo , orangnya tajir , elo mau gak ? “ tanya Dr Romi . Setelah Santi berada di rumah Dr Romi , sepulang dari sekolahnya . “ siapa orangnya ? “ tanya Santi penasaran . “ teman gua , orangnya baik koq “ terang Dr Romi . “ mana orangnya “ tanya Santi . “ entar lagi dateng “ jawab Dr Romi .

Santi menatap Dr Romi “ koq enggak elo aja sih yang ajak gua main “ tanya Santi .
“ elo gak bosen main sama gua terus ? “ Dr Romi balik tanya . Santi mengeleng .
“ San , gua mau lihat celana dalam eloe “ kata Dr Romi . Santi tersenyum , lalu dia mengangkat rok abu abunya , dan memperlihatkan celana dalam kremnya . Tangan Dr Romi segera meraba selangkangan celana dalam Santi .

Santi mundur selangkah “ ah , jangan entar gua jadi nafsu , elo kan gak mau main sama gua “ katanya protes . “ gua bukan gak mau main sama elo , tapi teman gua minta , gua cariin cewek buat dia ..” terang Dr Romi . Tiba tiba Dr Romi memeluk Santi , dan menciumi bibirnya , tangan Dr Romi juga meraba raba selangkangan celana dalamnya . Tentu saja , semua perlakuan ini , membuat birahi Santi naik .

Tiba tiba , terdengar ketukan di pintu ruang prateknya . Dr Romi melepas pelukkannya , dan membuka pintu kamar prakteknya . “ Jo , sini masuk , kenalin nih , Santi “ sapa Dr Romi . Johan , menatap tubuh sexy Santi , sambil mengulurkan tangannya “ Johan “ katanya sambil tersenyum manis . Santi pun menyambut uluran tangan itu “ Santi “ , sambil menatap Johan , yang berumur , 32 tahun itu . Mereka pun berbincang bincang .

Johan menatap Dr romi , matanya mengedip sebelah , memberi tanda . Dr Romi pun berbisik di telinga Santi “ san , gimana , mau gak ke hotel sama Johan ..” tanya Dr Romi .
Santi tersenyum , dan mencubit lengan Dr Romi . Yah itu kata lain dari mau . Akhirnya Johan menjadi customer Santi yang kedua .

“ Jo , tolong yah , mainnya yang halus yah , dia pacar gua nih “ kata Dr Romi . Santi pun mencubit genit lengan Dr Romi lagi . “ Jangan takut , gua pria lembut koq “ kata Johan , sambil membimbing Santi memasuki mobilnya .

Mobil itu berjalan , membawa Santi dan Johan , menuju sebuah motel . Di mobil mereka pun berbincang bincang . Berbicara seputar soal sex. Dan Santi pun tanggap menjawab pertanyaan Johan . Mereka cepat menjadi akrab . Terlihat sesekali Johan mencium pipi Santi, juga meraba raba paha Santi . Akhinrya mobil itu tiba di motel tujuan Johan .
Mobil bergerak , memasuki motel , setelah , bell boy , menutup pintu rolling door , dan mereka pun masuk ke motel itu .

Mereka berpelukan ,ciuman . Santi pun bisa mengimbangi ciuman ciuman Johan , walau johan tak seganteng Dr Romi , tapi Santi menikmati ciuman Johan . Tampak tangan Johan pun meremas remas pantat Santi . Lidah Johan juga menjilati leher Santi , yang membuat tubuhnya mengelinjang , geli dan nikmat .

Johan mengambil tempat di Sofa , membuka celananya , dan penis besarnya mencuat keluar dari kolornya . Dia meminta Santi Jongkok . untuk mengulum penisnya . “ ah , saya gak bisa itu ..” protes Santi . “ ah .. gak apa , ayo coba saja .. jilat dulu ..” rayu Johan . Santi hanya diam menatap Johan .

“ ayo , sayang .. nanti gua tambahin tip buat elo .. ayo jilat saja..” rayu Johan lagi .
Santi pun terpaksa melakukannya , padahal dia tidak suka . Perlahan lidahnya menjulur , menjilati batang penis Johan . “ oh , yah gua suka lidah eloe , terus jilat “ erang Johan . Santi pun menjilati terus batang penis Johan .

Kadang , Santi memakai tanganya , mencoba mengocok batang penis Johan . Tapi Johan menolak “ jangan pakai tangan sayang , pakai mulut eloe “ . Santi pun menurut , lalu mulai lagi menjilati batang penis Johan . “ Kulum , sayang , elo gak suka sama k-*-*-t-*-l gua yah “ kata Johan . Santi pun berusaha tak mengecewakan pelanggannya . Santi pun membuka mulut mengulum penis Johan, yang semakin tegang .

Sambil memegang kepala Santi Johan juga menggerakkan penisnya keluar masuk mulut Santi . Johan mengerang , kenikmatan . Cukup lama waktu yang di perlukan hingga penisnya memuntahkan isinya . Santi terbatuk , dan menumpahkan sperma Johan . “ Johan hanya tersenyum , melihat Santi .

Setelah beberapa saat , Johan berkata “ San , ayo dong buka baju eloe “ . Santi pun mulai membuka baju dan roknya . Santi masih berdiri di depan Johan . “ loh koq , …buka bh sama celana elo dong ..” kata Johan Lagi . Santi pun semakin tak menyukai gaya main Johan . Tapi apa boleh buat . Dia melepas Bra dan celana dalamnya .

Johan menatap nafsu tubuh perek ABG itu , “ San , sini dong duduk sini “ katanya . Santi pun menurut duduk di samping Johan . Johan melumat bibir Santi , dan tangannya meraba raba , buah dada Santi . Santi mengerang , rabaannya agak kasar , tapi dia harus menerimanya . Puas dengan buah dadanya , tangan Johan berpindah , sekarang selangkangan Santi , di raba rabanya .

Jari Johan tiba tiba masuk dalam liang vaginanya . “ ahhh … sakit .. pelan pelan “ erangnya . Johan hanya tersenyum ., tapi jari itu tetap berada di liangnya , merasakan hangat liang vagina ABG itu . Jari itu perlahan bergerak keluar masuk . Santi pun mengerang , perlahan nafsunya bangkit . Jari Johan bekerja giat di liang vaginanya , sementara Johan melumat bibir Santi dengan nafsu .

Liang vagina Santi menjadi basah , memudahkan jari Johan bergerak dengan lancar . Santi mengerang nikmat . Johan menghentikan gerakan jarinya , dia membimbing Santi ke ranjang . Santi terbaring tengkurap , dengan kakinya di buka lebar oleh Johan .

“ ahhhggg …. “ erang Santi ketika liang Vagina terisi penis besar Johan . Johan menggerakan Batang penis keluar masuk liang vagina Santi . Santi memejamkan mata , tangannya mencengkram bantal, kepala penis Johan bergerak liar di liang vaginanya .
“ ahhh .. pelan pelan.. ahhh … “ erang Santi .

Penis Johan terus bergerak keluar masuk , Johan tampaknya sangat bernafsu main dengan gadis muda ini . Dia bertahan cukup lama . Sedang Santi tak sepenuhnya bisa menikmati permainan Johan . Dia hanya pasrah , dan berharap Johan segera ejakulai . Tapi Johan cukup bertahan . Penisnya terus mengobok obok liang vagina ABG itu . Sambil terus mengerang kenikmatan .

Akhirnya , setelah hampir setengah jam , Johan menikmati tubuh Santi , penisnya terasa segera akan muntah . Johan mempercepat gerakan tubuhnya . Santi semakin mengerang . “ ahhh, aghhh ahhhhh ….” . Penis Johan tertanam dalam dalam , lalu penis itu menumpahkan spermanya . Santi merakan panasnya cairan Johan dalam tubuhnya . Johan terkulai lemas . Begitu juga dengan Santi , yang merasakan lelah melayani Johan .

Setelah berbaring sesaat , Santi masuk dalam kamar mandi . . Santi terangsang , tapi tak bisa sampai pada puncaknya . Ada kekecewaan di hati Santi . Tangan meraba vaginanya , dengan sisa sisa sperma Johan , Santi menstimulasi sendiri Klitorisnya . Dia mengerang pelan , merasakan nikmat di klitorisnya .

Santi terus merangsang dirinya sendiri , mencari kepuasan . Akhirnya Tubuhnya mengejang , dan Santi orgasme , karena bermasturbasi . Setelah itu dia membasuh vaginanya . Lalu berpakaian kembali , dan keluar . Santi duduk di Sofa .

Johan pun mengantar Santi pulang setelah membayar tubuhnya . Santi menerima se jumlah uang dari Johan , sambil mengucapkan terima kasih .

Malam itu di rumahnya , Santi berada di meja belajarnya . Menghitung uang yang diperolehnya , dari hasil menjajakan dirinya , selama beberapa hari terakhir ini . Sambil tersenyum , dia berkata dalam hati , “ aku bisa beli apa yang aku mau , tak perlu lagi mengharapkan ayah tiriku itu “

Santi telah merubah jalan hidupnya…

Esok hari , Santi kembali mengunjungi rumah Dr Romi . Dia hendak menceritakan pengalamannya main dengan temannya Johan .

“ payah , Rom , si Johan mainnya gak enak “ keluh Santi . “ yah gimana , yang pentingkan eloe di bayar , dapet duit yah enggak “ ujar Dr Romi . Santi dia menatap Dr Romi . Dr Romi tersenyum “ gua tahu deh , eloe gak puas yah kemarin “ kata Dr Romi , sambil meraba bokongnya . “ i ih “ suara Santi terdengar genit .

Dr Rom tiba tiba mencium bibirnya “ mau main sama gua ngak , tapi gratis yah , gua lagi bokek nih “ . Santi tersenyum saja . Tangan Dr Romi pun meraba dada Santi . Dan Santi semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Dr Romi . Mereka pun duduk di pinggir ranjang praktek Dr Romi .

Tangan Dr Romi meraba raba paha mulus ABG itu , Santi terus naik ke selangkangan celana dalam pinknya . Santi mulai mendesah , merasa birahi mulai , meningkat drastis . Jari Dr Romi bergetar , di selangkangan celana dalamnya , membuat selangkangan celana dalamnya menjadi lembab. Dr Romi jongkok , sehingga mukanya tepat berada di depan selangkangan celana dalam Santi .

Tangan menyibak , celana dalam pink itu , lalu lidahnya menjilati klitoris ABG itu . “ ahhh , ahhh…” erang Santi kenikmatan . Satu jari Dr Romi pun bermain di dalam liang vaginanya , bergerak keluar masuk , membuat tubuh Santi semakin di dera rasa nikmat , yang tak bisa di tahannya . Saat lidah Dr Romi bergerak nakal , yang membuat klitoris Santi semakin membesar . Tubuhnya pun mengejang .

“ ahhh … Rom .. aku gak tahan lagi…” erangnya . Tubuhnya mengejang sesaat , lalu terlemas . Santi berhasil mendaki puncak kenikmatannya . Dr Romi pun kembali menciumi bibir Santi , Santi pun menerima cumbuan dari Dr Romi . Cumbuan itu membuat birahinya sedikit menjadi naik lagi .

Dr Romi mulai membuka kancing celananya , dan menurunkan resleting celananya . Penisnya tampak tegak . Dengan menyibak celana dalam pink Santi , penis itu bergerak masuk ke liang vagina Santi . “ ahhh , ahh , terus Rom .. ahh “ erangnya menikmati penis Romi yang tengah mengisi ruang ruang di liang vagina Santi .

Penis itu bergerak keluar masuk liang vagina Santi . Santi sangat merasakan batang penis Romi , mengesek dinding liang vaginanya . Baru kali ini Santi merasa begitu nikmat dalam , bersenggama . Santi terus mendesah desah menikmati gesekan batang penis Dr Romi di liang vaginanya . Liang vagina terus merembeskan cairan pelicin , karena birahi yang terus meningkat .

Nikmat gesekan penis itu , membuat tubuhnya mengejang , dan berakhir dalam kenikmatan .
Santi memeluk erat tubuh Dr Romi , dan tubuh itu mengejang dalam pelukan Dr Romi . Saat kemudian , Dr Romi pun melepas spermanya dalam liang hangat vagina Santi . Perlahan penis itu keluar , dan meninggalkan seluruh isinya , dalam liang vaginanya . Santi merapikan celana dalamnya .

Saat yang sama pintu ruang kamar itu di ketuk seseorang . Setelah mereka merapikan pakaian mereka , Dr Romi membuka pintu ruang prakteknya . “ maaf dok , ada pasien “ kata pembantunya . “ Oh baiklah “ kata Dr Romi . Sambil melepas Santi, pulang kerumahnya . “ makasih yah Dokter , saya sudah lebih baik sekarang “ kata Santi . “ oke yah , di minum obatnya yah “ jawab Dr Romi , sambil tersenyum

Dr Romi pun menyambut pasien yang sedang menunggunya di ruang tunggu .Santi berjalan pulang kerumahnya , selangkangannya terasa tak nyaman , karena basah oleh sperma Dr Romi . Santi pun terus mempercepat langkahnya , sambil matanya mencari kendaraan umum , untuk mengantarnya ke rumahnya .

>>>

Begitu tiba di rumahnya , Santi segera mengambil handuk dari kamarnya , lalu masuk ke dalam WC . Dia segera membersihkan tubuhnya . Santi membasuh vaginanya , membersihkan sisa sisa sperma Dr Romi , yang tertinggal dalam liang vaginanya .Santi mandi , dengan guyuran air dingin , yang akan membuat tubuhnya segar dan bersih .

Sehabis mandi sore itu Santi tiduran diranjangnya , kemudian terdengar pintu kamar tidurnya di ketuk, “yah masuk bu , tidak di kunci koq “ kata Santi yang mengira pintu itu di ketuk oleh ibunya . Pintu terbuka , tapi yang masuk ayah tirinya. Santi segera bangkit , dan merapikan baju tidurnya . Lalu Santi duduk di depan meja belajarnya .

Ayah tirinya lalu berdiri di sampingnya ,”Santi , kamu banyak berubah sekarang , ke sekolah pakai rok mini , juga sering pulang malam, masa pulang sekolah jam 7.00 malam , ada apa dengan mu? “tanya ayahnya. Santi menatap ayah tirinya , lalu dia menjawab belajar dirumah teman .

Ayahnya tersenyum ,”Santi ,ayah tahu kamu bohong ,ayah sayang sama kamu ,walau kamu anak tiri ayah, tadi siang ayah di panggil ke sekolah oleh kepala sekolahmu “ Wajah Santi memucat . Ayahnya berkata lagi “ di sekolah nilai pelajaran kamu menurun , ada apa Santi ,coba kamu cerita yang sesungguhnya.”kata ayah . Santi berpikir ini skak mat , tapi dia tetap tenang , toh dia bisa cari uang sekarang ,walau diusir dia tidak takut

Santipun mulai bercerita Dari Dodi merayunya ,membawa kerumahnya , sampai bagaimana mereka kakak beradik itu memperkosanya dengan sadis , lalu tanpa sadar air matanya berlinang. Ayah Santi dengan lembut membelai rambutnya. “ Yah sudah lah ,San mungkin takdir mu begini “,kata ayahnya. Lalu ayahnya bertanya “kamu punya pacar lagi sekarang”. Santi menatap ayahnya “ tidak punya yah..”.

Ayahnya tersenyum dan berkata ,”kamu bohong lagi yah, Ayah bisa membedakan antara noda keputihan dan noda sperma “,kata ayahnya . Lalu ia memperlihatkan celana dalam pink milik Santi yang siang di kenakannya .

Di selangkangan celana dalam itu . memang penuh dengan spermanya Dr Romi. Dan Waktu mandi tadi Santi kelupaan mencucinya dan tertinggal di WC setelah Santi selesai mandi tadi sore itu .

“ dasar maniak sex “ umpat Santi dalam hati . Emosi Santi jadi meninggi , “ ayah , itu milik pribadi saya “ . Ayahnya hanya tersenyum sinis “ jangan sewot gitu dong , ayah cuma nanya ini p-*-j-u- siapa he he he , kamu harus cerita dong..” . Santi pun sudah siap dengan segala hal dia menceritakan seluruhnya.

Santi menceritakan pengalamannya minggu mingu terakhir ini . Menceritakan dirinya menjajakan tubuhnya dengan lelaki hidung belang . Santi bercerita dengan Gamblang . Dia tak takut sama sekali . “ nah , ayah sudah tahu semuanya , mau usir saya , usir saja “ kata Santi. Expresi ayahnya tenang sekali “ Santi ayah sayang kamu , mana mungkin ayah usir kamu , Santi ayah bisa ngerti dan menerima , tapi ibumu , dia bisa mati jantungan …kalau sampai tahu ,anaknya jadi perek….”

“ ibu ….” gumamnya dalam hati . Santi menatap ayahnya , lalu berkata ,”ayah tolong jangan kasih tahu ibu , ini rahasia kita berdua saja “. Lalu ayahnya tersenyum dan berkata ,”Baik lah ayah bantu kamu merahasiakannya , tapi kamu bantu ayah ok “ . Santi tersenyum , terima kasih ayah , ayah butuh bantuan apa sama Santi “ tanyanya polos.

“ Begini Santi ayah suka sama kamu , ayah juga nafsu sama kamu , kamu mau main sama ayahmu ” . ayahnya bertanya tanpa malu malu . “ ayah , maksudnya apa ?!?! “ tanya Santi terkejut . “ masa sih kamu gak tahu , ayah mau n-*-e-*-t-*-t- sama kamu , anggap saja ayah langganan kamu “ kata Ayahnya .

”tapi bagaimana dengan ibu , ayah…” Santi protes . Ayahnya menjawab “ sapi tua itu , tak bisa apa apa lagi susunya udah kering , dagingnya udah alot…”. “ dasar bandot tua “ umpat Santi dalam hati . Tapi Santi tak bisa berbuat apa apa , secara tak langsung , ayahnya mengancam akan memberi tahu ibunya kalau Santi tak bersedia melayaninya.Bagaimana pun Santi sangat menyayangi ibunya itu .

Santi pasrah , dan mulai membuka dasternya . Lalu dia buka celana dalamnya . Santi duduk di meja belajarnya ,lalu membuka lebar kakinya . Ayah tirinya memandangi tubuh sexy Santi dengan liar,memelototi buah dadanya yang montok ,dan vaginanya yang berbulu halus .

Ayah tirinya dengan bernafsu melepas sarungnya. .Santi tertegun memelototi penis ayahnya .Penisnya kecil sekali ,hanya sepanjang kira kira jari telunjuk Santi, besarnya sebesar spidol untuk menulis whiteboard . Dalam hati Santi tertawa “ bandot tua ini buaya , tapi k-*-*-t-*-l cuma segitu “ ujarnya dalam hati.

Ayahnya mendekat ,buah dada Santi diraba raba dan diremas dengan nafsu . Santi menjerit , dia pun melepasnya . Lalu bandot tua itu mengarahkan penisnya ke vagina Santi , dimasukan dengan keras. .”Ah….sakit….,” jerit Santi menjerit. Ayahnya tersenyum , lalu berkata sambil meledek ”,Ah.. Santi ,kamu kayak masih perawan aja ,”

“ s-i-a-l-a-n “umpat Santi dalam hati . Tentu saja Santi merasa sakit , ayahnya memasukan penisnya dengan tiba tiba , di saat Santi belum siap , vaginanya masih kering. Ayah tirinya terus mengoyang penis imutnya . Saat vagina Santi mulai becek karena nafsunya bangkit . Tiba tiba ayahnya mengerang , dan Santi merasakan vagina menjadi panas oleh cairan birahi ayahnya .

Sepertinya belum semenit bergoyang , ayahnya sudah ejakulasi . Ayahnya tersenyum puas ,lalu memakai sarungnya lagi dan ayah tirinya berkata ,”Santi m-*-m-*-k kamu ,enak sekali ,udah yah ayah balik dulu ,nanti sapi tua itu bangun ,dan jaga ya rahasia kita ya….”,lalu meninggalkan santi di kamarnya .

Saetalah ayahnya keluar dari kamar tidurnya , santi pun berjalan ke kamar mandi . Dia membasuh vaginanya. Sambil memasukan jarinya di liang vaginanya ,untuk membersihkan sisa sia air mani ayah tirinya . “ ..ih encer banget “ ujar Santi dalam hati Jarinya pun masuk lagi berusaha mengeluarkan semua sperma ayah tirinya .

Karena Santi yang tadi setengah horny , maka dengan jarinya keluar masuk liang vaginanya membuatnya tambah Horny . Jarinya malah bermain di liang vaginanya keluar masuk, melakukan masturbasi , sampai dia merasa puas . Lalu kembali ke kamarnya dan Santi tertidur .

Paginya seperti biasa Santi bangun ,mandi dan bersiap hendak berangkat kesekolah Ibunya sedang kepasar , Saat itu Santi melihat ayahnya , sedang menikmati kopinya di ruang makan. Timbul niat iseng Santi , Dihampiri ayah tirinya , kemudian Santi meraba raba selangkangan ayah tirinya . Kontan penisnya bangun , terlihat jelas penis imut itu berdiri tegak di balik kain sarungnya .

”Ih…ayah genit ,nggak pake kolor…..,” goda santi dengan nada yang genit dan nakal. Ayahnya hanya bisa mengerang nikmat ,” ahhh . .shhhh ….ah….. ,” sambil merem melek keenakkan.Santi pun menyibak sarungnya, dan mulai mengocok penisnya . Belum sampai sepuluh kocokan ayah tirinya sudah keluar.

Spermanya belepotan di tangan Santi. “ Dasar nafsu besar tenaga kurang “ dalam hati Santi meledeknya. ,”yah , ayah sayang minta uang jajan dong,” Dia berkata dengan manja . ”pantes pagi pagi bikin ayah “senang” , Kata ayahnya dan memberiku seratus ribu.

Santi pun berjalan kesekolah dan Santi tersenyum sendiri , baru kali ini ayahnya yang pelit itu memberi Santi uang seratus ribu ,biasanya kalo minta uang sama ayahnya santi paling di beri cuma lima ribu perak.

Sepulang dari sekolah siang itu , Gina dan Lala mengajak Santi pergi ke sebuah mall , Santi memutuskan untuk ikut dengan dua temannya itu . Berangkatlah tiga ABG yang cantik dan sexy itu ke Mall .

Di dalam mall itu mereka nongkrong di food cort .”San begini nich ,cara gua orang cari duit ,” kata Gina. Santi hanya tersenyum , rupanya mereka sering ke mall untuk mejeng mencari om om tajir . Gina dan Lala ngegosip apa aja , dari guru disekolah sampai pengalaman mereka di booking sama om om. Santi pun ikutan ngegosip.sambil nunggu kalau kalau ada om om yang mengajak berhappy ria .

Tiba tiba mereka di hampiri , dua orang cowok muda berseragam SMU . “hai ,cewe cewe manis kenalan dong”, goda seorang di antaranya . “ mau kenalan buat apa “ tanya Lala tersenyum genit . “ yah kenalan dulu dong , baru ngajak kencan “ cowok muda itu menjawab sekenanya .

Tiba tiba Gina membentak dengan juteknya ,”Eh , loe pikir loe ganteng yah , k-*-*-t-*-l loe gede , Loe liat dompet loe , kalo eloe punya duit cetiaw ( sejuta ) , loe boleh kencan ama gua . kalo eloe mau n-*-e-*-t-*-t gratis, ama emak loe aja. ..” . Langsung dua cowok muda itu kabur. Dan Gina bersama Lala tertawa terpingkal pingkal.

”Gina jahat loe , kan tuh anak cuma mau kenalan , lagian mereka ok ok loh”.kata Santi pada Gina .Gina menatap Santi , kemudian Gina memberi wejangan , nasehat penting untuk perek-perek.

”San, dengar yah, kita itu perek, prinsip kita ada uang , ada m-*-m-*-k. Tidak ada kata cinta dalam kamus kita. lelaki itu semuanya buaya , kecuali kalau lelaki itu , impoten , atawa dia homo , so kita harus permainkan mereka, jangan sampai kita yang di permainkan mereka .”

Santi diam dan berpikir , mencoba mencerna kata kata Gina . Santi berpikir ada benarnya juga kata kata Gina . Tapi tak semua cowok itu buaya , mungkin takdirnya memang harus bertemu dengan Dodi . Sehingga hidupnya menjadi berantakan seperti ini . Dalam hatinya Santi berharap , suatu saat akan bertemu cowok yang bisa menerima dirinya apa adanya .

Tiba tiba ada seorang pria setengah baya .Tubuhnya pendek, perutnya agak buncit , mendekati mereka .Kepala pria itu celingak celinguk ke kiri dan ke kanan . Lalu dia berkata ,” maaf, apa kalian teman Gina,” . Gina menjawab “, om , tau dari siapa kita teman Gina ,” . Lalu pria itu tersenyum , dan duduk semeja dengan mereka .”Dari , pak Bondo , dia bilang kalian bisa , anu eh di booking ,”

Gina diam sebentar , dia berpikir , “ pak Bondo ? yang mana yah “ ujarnya dalam hati .Lalu Gina tersenyum dan berkata ,” iya om benar , om tinggal pilih deh , kita semua ABG pengalaman ,”Gina berpromosi lalu melanjutkan ,”Om sukakan sama ABG , tapi kita mintanya 1 juta , sekali main , om “, kata Gina buka harga.

“ oh…harga om tidak masalah , apa lagi kalo servis bagus , nanti om tambahin “, Kata om itu . Pria kelihatan gembira sekali ,seperti anak kecil yang dapat mainan baru.lalu dia melanjutkan bicaranya . ”Om cuma bingung mau milih yang mana , habis kalian semua cantik cantik ,”…….

Lalu om itu memilih Gina . tapi Gina tak bisa, lagi lampu merah. Santi pun menolak dengan alasan lampu merah , padahal dia nolak karena om nya jelek . Akhirnya Lala yang bertransaksi .Transaksi terjadi ,uang satu juta harus bayar dulu dan Gina yang menyimpan. Untuk menghindari penipuan , takut nanti habis di en*** nggak di bayar.Lalu Lala pun dibawa oleh om itu.

“ Gin , eloe bener benar lagi mens yah “ tanya Santi . “ yah bener , mau lihat , udah gak banyak sih ,tapi kalau di colok yah keluar “ jawab Gina . Santi tersenyum, timbul niat isengnya untuk ngerjain Ayah tirinya .

Santi lalu menceritakan perlakuan ayah tirinya terhadap dirinya . Gina pun tertawa terbahak bahak “ benar benar bandot tua tak tahu diri yah , udah k-*-*-t-*-l cuma segitu masih doyan lagi , ha ha ha “ . Santi pun tertawa lalu mengutarakan ide gilanya pada Gina . “ ha ha ha , boleh juga ide elo “ kata Gina sambil terus ketawa . “ gina , tapi elo mesti bisa akting yang serius yah “ kata Santi .

>>>

Hari ini memang hari Sabtu , yang berarti si bandot tua itu tak ke kantor , karena libur , dan ibu Santi juga ikut arisan di rumah temannya .

Santi dan Gina pun , langsung berangkat kerumah Santi. Santi melihat ayahnya di ruang tamu , sedang membolak balik halaman majalah . Gina pun mulai berakting , seperti seorang gadis lugu . Santi pun memperkenalkan Gina pada ayah tirinya. Mata ayah tirinya menatap tubuh sexy Gina dengan nasfu .

Mereka berdua duduk di ruang tamu rumah itu . Santi sengaja memancing ayahnya , dengan berbicara cukup keras pada Gina . Sehingga ayah tirinya bisa mendengar jelas percakapan mereka .

“ Gina , jalan satu satunya , untuk dapet duit tiga juta , yah mau gak mau eloe mesti jual perawan elo “ kata Santi . Kuping ayah tiri Santi terbuka lebar , menangkap suara Santi . “ yah , gua tahu gua rela , asal ibu gua bisa berobat dan sembuh “ kata Gina dengan nada sedih . “ oke deh kalau gitu , nanti gua cariin om om yang mau beli perawan elo yah “ kata Santi .

Sekonyong konyong , ayah Santi menghampiri mereka , “ ibu kamu sakit apa , koq mahal berobatnya “ tanya ayah tiri Santi .Gina tak menjawab hanya menunduk saja.

“ ibu nya harus segera di operasi yah “ kata Santi . “ wah mahal yah sampai tiga juta “ kata ayahnya . “ tau deh , habis kata ayah juga , sekarang apa apa mahal “ kata Santi .

“ emang benar , teman kamu masih perawan “ tanya ayah tiri Santi yang tampaknya semakin tertarik . “ yah , benar dong , pokoknya berdarah , kalau gak berdarah , mana mau om om itu bayar “ kata Santi . Ayah tirinya yang buaya itu lalu berkata “ eh gimana kalau , ayah saja yang beli perawannya “ kata Ayah tirinya .

“ ha , ayah punya uang segitu ? “ tanya Santi . “ ada dong “ kata ayah tirinya . “ kalau ayah mau , yah gak apa apa , yang penting harus ada uangnya sekarang , sebab Gina benar benar butuh uang itu yah “ kata Santi . “ oh baik baik “ kata ayahnya , lalu berjalan masuk kekamarnya . Gina tersenyum , setelah ayah Santi masuk kamar . Gina pun berbisik di telinga Santi . Santi tersenyum

Tak lama ayahnya keluar dari kamar , dengan membawa uang tiga juta rupiah . Santi pun menerima uang itu . “ ayah , ayo deh , tapi Gina maunya di temani Santi , boleh yah yah .” kata Santi . Ayahnya mengangguk “ boleh boleh “.

Kemudian Santi dan Gina Ke WC Gina membuka softeknya,lalu Gina cebok membersihkan darah yang ada di luar vaginanya. Lalu mereka masuk kekamar Santi . Gina hanya memakai handuk. Lalu Santi menyusun bantal agar pas tepat menganjal pantat Gina. Jadi posisi vaginanya agak tinggi, supaya darah mensnya tidak mudah keluar.

Posisi Gina jadi sexy menantang , Santi menutup tubuh bugil Gina dengan selembar selimut . Lalu dia memanggil ayah tirinya masuk . “ ayah , Gina sudah siap , tapi ayah jangan kasar kasar yah “ kata Santi . “ oh , tentu , pasti ayah akan pelan pelan “ jawab ayahnya .

Dan Santi pun membuka selimut yang menutupi tubuh bugil Gina . “malu….aku malu….”tangannya segera menutupi vaginanya .

Ayah tiri Santi melihat dengan nafsu tubuh bugil Gina , yang membuat penisnya berdiri . Buaya darat itu segera membuka bajunya dengan cepat , sampai berbugil ria. Gina pun berpura pura lugu, dia menjerit kaget dan menutup mukanya dengan bantal.

Tangan ayah tiri Santi , segera meraba raba buah dada Gina , yang sedikit lebih besar di banding milik Santi . Lidahnya juga menjilati putting susunya , membuat Gina menjadi geli . Gina mendesah ” …ah… se…. ah… ah…….” . Santi melihat Gina mulai birahi . dan Santi takut juga kalau diteruskan akan membuat liang vagina Gina bertambah basah .

Santi lalu berinisiatif , dan berkata ” ayah , udah deh cepat perawani , nanti ibu keburu pulang….” Lalu tangan Gina yang menutupi vaginanya dari tadi , di angkat oleh Santi , Santi juga membuka buka kaki Gina lebar lebar ” cepat ayah masukin ”kata Santi . Lelaki setengah tua itu tersenyum , lalu memasukan penisnya ke liang vagina

Gina berpura pura menjerit kesakitan “Ahhh…… sakit sekali , ampun ….. om…..” Ah ….. ah…… ampun…..sakit…….” . Jeritan itu semakin membuat nafsu ayah tiri Santi . Dia mempercepat gerakan penisnya , di liang vagina Gina . Gina berakting dengan sempurna . Ayah tiri Santi sangat bernafsu , tak bisa lama menahan birahinya . Dia mengeram , .memuncratkan spermanya dalam liang vagina Gina

Gina menutup mukanya dengan tangganya berpura pura nangis . Dari liang vaginanya keluar darah mensnya , bercampur sperma lelaki buaya itu . Santi melihat ayah tirinya seperti orang idiot, menjilat darah mens yang keluar dari liang vagina Gina.Darah mens yang bercampur spermanya sendiri dijilati bersih.!

Lalu Santi dan Gina Ke WC , Gina mencebok vaginanya , sambil tersenyum dia berusaha menahan tawanya. Lalu cepat cepat berpakaian .Kemudian Gina pamit mau pulang pada ayah Santi . “ Gina , om baru sekali loh , boleh nambah gak ?” tanya ayah tiri Santi . “ bo .. boleh om , tapi jangan sekarang yah , anu saya masih sakit om ..” jawab Gina . kemudia dia berjalan, yang di buatnya agak ngengkang , sambil meringis .

Santi pun mengantarnya . Setelah mereka keluar agak jauh dari rumah Santi , Santi dan Gina tak lagi bisa menahan tawanya . Mereka tertawa terpingkal pingkal .

“ San , bokap elo nafsunya gede , tenaga kurang , udah gitu bego lagi ha ha ha “ kata Gina . “ iyah .. rasain tuh bandot tua “ kata Santi . “ Gina, ini uang bagian elo “ kata Santi . “ udeh San , elo simpen saja , gua gak mau ..” kata Gina . “ Tapi kitakan udah janji , bagi dua hasilnya “ kata Santi lagi .

“ udeh , simpen , elo beli Hp napa sih , beli yang baru “ kata Gina . Santi tersenyum “ iyah gua juga mau beli “ . “ bener nih eloe mau beli Hp baru “ tanya Gina . “ iyah “ jawab Santi . “ ayo gua anterin “ kata Gina .

>>>

Setelah melihat sana sini , akhirnya Santi menentukan pilihan , model Hp yang akan di belinya . Mereka menuju sebuah toko . Mereka di layani oleh pelayan toko , seorang pemuda , yang ganteng . Pemuda itu , beberapa kali mencoba menggoda Santi , dengan halus , Pemuda itu mencoba mendekati Santi , tapi di halangi oleh Gina .

Setelah transaksi selesai , pelayan toko itu , berkata “ coba di test ke Hp saya yah “ . Santi menekan no Hp pemuda itu , yang tentu saja pemuda itu mendapatkan nomer Hp Santi . Semua ok , setelah membayar Hp tersebut , mereka pun meninggalkan toko itu . Mereka pun berjalan untuk kembali pulang .

Santi merasa gembira memiliki sebuah Hp yang selama ini hanya ada dalam mimpinya.
Begitu mudah memiliki Hp cangih yang berharga mahal . Hanya dengan menjual tubuhnya . ABG ini semakin terperosok dalam dunia hitam pelacuran.

Sepulang sekolah besok harinya , tiga ABG itu berkumpul di pojok kantin sekolahnya . Mereka bergosip ria . “Gila bokapnya Santi ,k-*-*-t-*-lnya kecil banget ,gua baru liat tuh yang kayak gitu….udeh gitu masa belom semenit udah kelojotan..”kata Gina sambil ketawa ngakak. Lalu mereka semua pun tertawa . “ eh tapi idenya Santi , gila juga yah , bokapnya bego banget sih , percaya aja , tiga juta dapet darah mens ha ha ha “ kata Lala.

“ nanti kalau gua lagi M , boleh juga tuh tawarin bokap tiri eloe , San “ kata Lala . “ ha ha ha , kenapa, eloe mau tiga jutanya , apa cobain k-*-n-t-*-l bokap tiri si Santi “ kata Gina . Lala cemberut . “ San, hebat juga elo yah , udah ganti Hp “ ujar Lala lagi . Santi Cuma tersenyum saja .

“ Lala , sama om Gondo , elo di apain aja “ tanya Gina . “ om , Gondo yang mana ? “ tanya Lala . “ yang mana , kemarin , gua main sama bokapnya Santi , elo kan di boking om om , om Gondo “ terang Gina . “ oh , itu , biasa aja “ jawab Lala . “ biasa aja , ceritain dong “ pinta Gina . Lala tersenyum “ loe mau tau aja..” .

“ loe tau gak , waktu negur kita kan orangnya sopan banget , begitu di kamar wah liar banget Jo “ kata Lala . Santi mendengar dengan serius . “ terus terus ..” kata Gina penasaran . “ yah begitu masuk di kamar motel , si Gondo lamgsung duduk di pinggir ranjang , minta gua isepin k-*-*-t-*-lnya , dia bilang , isepein dong k-*-*-t-*-l gua , udah gak tahan nih ,” cerita Lala .

“ terus yah gua isep aja , sampe dia keluar , keluarnya di mulut gua lagi , masa gua di suruh nelen p-*-j-u nya “ sambung Lala .

Gina dan Santi mendengar cerita Lala , dengan antusias . “ terus gimana , La “ tanya Santi . “ yah , udah gua di telajangin , t-e-t-e gua di sedot sedot , m-*-m-*-k gua juga di jilatin , terus , gua di e-*-t-*-t “ kata Lala . “ yah terus , terus …” kata Gina . “ Gin elo kayak tukang parkir yah , terus .. terus..” canda Lala . “ eh bukan maksud gua , k-*-*-t-*-l nya gede apa kecil , mainnya lama apa sebentar “ ujar Gina .

“ biasa aja , sedang sedang saja , tapi mainnya cukup lama , biar tua di kuat loh , tapi gak bisa bikin gua keluar “ kata Lala . “ tapi elo nafsu “ tanya Santi . “ gila loe , gua normal nih , masa t-e-t-e gua di sedot , m-*-m-*-k di jilat gak nafsu sih “ kata Lala. “ tapi eloe kan gak keluar , mana enak ? “ tanya Lala lagi .

“ ih bego yah , kita di bayar buat bikin cowok puas , soal elo mau puas atau kagak tergantung nasib elo , kalo gak puas , elo colok colok aja m-*-m-*-k eloe pake jari , sampe puas “ kata Lala . Santi hanya diam saja .
Gina tersenyum . “ elo di tambahin gak ? “ . “ di kasih lima ratus ribu , terus di ajak makan , tapi terakhir dia minta di sepong lagi , jadi dia tiga kali keluar tuh ” kata Lala .

“ yah masih mending deh , dulu gua pernah di nyepong sampe tiga kali , cuma di bayar gopek ceng “ kata Gina . Santi terdiam mendengar pengalaman teman temannya , yang lebih pro .

“ Gina , berarti dapet om om , beda beda yah , ada yang baik , ada yang jahat yah “ ujar Santi . “ yah.. baru tau dia ..” kata Lala sambil tertawa . Gina tersenyum “ emang gitu San , resiko , ada yang baik , yang baik ada, kalo yang jahat mati loe , makanya pilih pilih “ kata Gina .

“ eh , pilih pilih , emang elo pilih apanya , di luar kelihatan baik , begitu di kamar liar , elo mau bilang apa ? “ kata Lala . “ yah itu tadi , resiko , apa lagi , elo jual barang elo , yah terserah yang beli dong , mo di apain keq , elo kan tahu resikonya..” kata Gina lagi . Santi jadi semakin terbuka wawasannya tentang dunia yang baru saja dimasukinya .

“ eh , yah udeh deh , elo orang mau ke mal lagi nggak, mejeng ? “ tanya Gina . “ eh enggak ah , kemarin baru di pake , kalau saban hari bisa dobol m-*-m-*-k gua “ kata Lala . “ yah udeh deh , kalo gitu bubur aja , balik ah , ngantuk, gua mau tidur..” ujar Gina . Akhirnya tiga ABG itu pulang kerumahnya masing masing . Gina membonceng Santi dengan Supranya , mengantar temannya pulang .

>>>

Santi pun berbaring di ranjangnya , memainkan games yang ada di ponselnya . Tiba tiba Hpnya berdering . Yang menelpon Johan , yang pernah main dengannya beberapa minggu yang lalu . “ hi , saya Johan , teman Dr Romi “ suaranya terdengar di Hp Santi . “ yah , ada apa “ tanya Santi . “ San , aku kangen , mau main lagi sama kamu “ katanya . Santi tersenyum , “ kapan ? “ . Akhirnya Santi sepakat , sepulang dari sekolah Johan akan menjemputnya .

Sepulangnya dari sekolah , Santi langsung ke tempat yang sudah di janjikannya . Mobil Johan sudah menunggunya disana . Santi masuk ke dalam mobil itu . Dan Johan membawanya ke sebuah Hotel . Santi di bawa masuk ke kamar Hotel itu . Di dalam kamar itu sudah menuggu seorang cowok lain . Santi agak terkejut , dia mulai merasa tak enak . “ Bob , kenalin nih cewek gua “ katanya . Cowok muda itu menjulurkan tangannya , Santi menerima jabat tangan Boby .

Johan tiba tiba memeluk tubuh imut ABG itu dari belakang memciumi leher Santi . Santi mengelinjing . “ Johan , jangan begini dong , saya gak mau main bertiga “ katanya . Tiba tiba Boby , mengangkat rok mininya hingga ke pinggang “ cewek elo nakal juga yah , Jo “ ujarnya

Tangan Jo pun bermain di selangkangan celana dalam biru muda yang di kenakan Santi . Jarinya meraba raba bagian itu .

Santi meronta “ jangan begini , tolong Johan “ pintanya . Johan tersenyum “ sayang gua akan bayar eloe , jangan takut “ . Tangan Johan mengangkat sebelah kaki Santi , sehingga Abg itu berdiri dengan sebelah kakinya . “ Jo , saya gak mau , kalau begini “ kata Santi . “ San , dengar yah sayang , elo perek , gua beli m-*-m-*-k elo ” kata Johan . Kata katanya terasa pedas .

Dengan posisinya yang berdiri sebelah kaki , tangan Boby leluasa memainkan selangkangan celana dalamnya . Boby mencium selangkangan Santi . “ eh , m-*-m-*-k eloe bau , eloe kencing gak cebok yah “ kata Boby . Santi meronta “ Johan , lepaskan saya , saya gak mau “ . Johan hanya tersenyum , tangannya semakin erat memeluk tubuh Santi . Tangan Boby menyibak celana dalam birunya itu . Boby membasahi jarinya dengan air liurnya , lalu Jari itu di masukan ke liang vagina Santi .

Santi mengerang sakit , dia sama sekali tidak terangsang , vaginanya kering kerontang . Jari Boby terus mencolok colok liang vaginanya . Semakin lama semakin kasar . Tubuh Santi meronta ronta . “ lepaskan Johan , tolong , sakit .. sudah..” erang Santi . Boby semakin gila , dia mencolok vagina ABG itu dengan dua jarinya . Tentu saja membuat Santi semakin sakit . Santi menjerit kesakitan , tapi dua cowok itu tak peduli .

Dua jari itu bergerak liar , mengaduk aduk , mengorek ngorek liang vaginanya dengan kasar . Tujuan Boby jelas , bukan memberinya kenikmatan , tapi menyiksa tubuh ABG ini , untuk kepuasan dirinya sendiri.

Hampir setengah jam , vagina mudanya di dera rasa sakit , akibat sodokan sodokan kasar dua jari Boby . Ketika Boby puas menyiksa dengan cara itu , Johan melepas pelukkannya pada tubuh Santi . Tubuh Santi ambruk terjatuh di lantai . Vaginanya memerah , memar . Boby membuka celana blue jean belelnya . Penisnya yang besar di sodorkan ke mulutnya . “ isep “ kata Boby . Santi menatap Boby , menatap wajah kejamnya .

“ isep , apa elo mau m-*-m-*-k eloe gua colok sampe robek “ ancam Boby . Santi tak bisa berbuat apa apa , Dia membuka mulutnya , dan mengulum penis besar Boby . Sambil megang kepalanya, Boby mendorong masuk batang penisnya , hingga ke tenggorokan Santi . Membuat nafas Santi terasa sesak .

Penis Boby terus bergerak , keluar masuk , terkadang menyentak dengan kasar dan tiba tiba .Sedang Johan menonton sambil memainkan penisnya yang sudah terlihat ngacung itu . Kepala Santi terasa pusing karena goyangan tangan Boby yang kasar . Santi merasakan siksaan ini cukup lama , sampai Boby melepas spermanya di mulut Santi . Dia menahan penisnya dalam mulut Santi , berharap Santi menelan spermanya .

Santi megap megap , sebagian sperma Boby tertelannya . “ ha ha ha , eh perek , gimana p-e-j-u gua enak gak “ kata Boby , setelah penisnya terlepas dari mulut Santi . Santi tak sempat menjawab , kerena penis Jo sudah mengisi mulutnya .

Johan pun mengoyang penisnya dalam mulut Santi . Untungnya Johan tak sekasar Boby . Penis itu bergerak di dalam mulut Santi maju mundur , tapi tidak menghentak hentak . Dan Johan juga tidak terlalu lama , Penis itu segera memuntahkan isinya . Perlahan Johan mencabut penisnya . Dan spermanya tampak meleleh keluar dari mulut Santi .

Penis Boby yang masih lemas , mendekati Santi Lagi . Santi meronta , dia mengoyangkan mukanya berusaha menghindari penis Boby . Tapi Johan memegang kepalanya , sehingga tak bisa bergerak . Penis Boby semakin mendekat ,dan masuk kemulutnya . Boby meringis , dan tiba tiba , Santi merasa mulutnya penuh dengan air hangat .

Boby mengencingi , mulut Santi . Air seninya keluar dalam mulut Santi . Banyak sekali . Air seni itu tumpah hingga membasahi baju seragamnya . Setelah tetes terakhir air seninya keluar , Boby mengeluarkan penisnya dari mulut Santi . “ he he he , Johan , ini yang gua bilang toilet hidup .. ha ha ha “ kata Boby .

Santi menitikkan air mata , dia harus menerima penghinaan seperti ini dalam hidupnya . Siksaan dan hinaan ini belum berakhir . Tubuh Santi di angkat Boby di bawa ke atas ranjang . Boby , melepas seluruh pakaiannya . Santi terbaring , terisak tanpa busana di atas ranjang hotel itu . Santi tak bergairah unutk melawan , dia hanya pasrah . Dan Boby membuka lebar kakinya .

Penisnya yang sudah tegak lagi itu segera di desak masuk ke vagina Santi . Santi menjerit panjang “ ahhhh…… “ vaginanya terasa pedih dan panas . Penis Boby menggesek liang vaginanya dengan kasar . Santi mengerang , bukan kenikmatan , tapi sebaliknya dia sangat kesakitan . Sedangkan Boby melenguh menikmati vagina ABG ini . Dia menggoyang , tubuhnya menindih tubuh imut Santi .

Kadang tangannya dengan nafsu dan kasar meremas buah dada ranum Santi . Semua ini dilakukan sepertinya hendak menyakiti tubuh Santi . Dan Santi tak bisa berbuat apa apa . Hanya pasrah , menikmati semua siksaan yang di berikan Boby .

Santi memejamkan mata , mengigit bibirnya . Dari matanya tampak meleleh air matanya membasahi pipinya . Santi berharap semua ini segera berakhir . Tapi untuk sementara , vaginanya harus terasa sakit , pedih dan panas , di sodok sodok penis besar Boby dengan kasar . Boby terus saja mengerang menikmati vagina Santi dengan kasar . Penisnya terus bergerak keluar masuk menghentak hentak . Boby mencari puncak kenikmatanya .

Sampai suatu saat , penis itu di tekan masuk dalam dalam , lalu penis itu mengeluarkan spermanya . Santi merasa spermanya begitu panas , dan terasa pedih di liang vaginanya . Boby tersenyum puas . “ wah , biarpun eloe perek , tapi enak juga m-*-m-*-k eloe gak rugi gua beli “ . Santi hanya bisa menangis , menerima hinaan dari Boby .

“ b-a-j-i-n-g-a-n loe , menghina seenaknya “ kata Santi . Kata kata itu membuat Boby marah . “Plak …” . Boby menampar pipi Santi dengan keras . Santi mengaduh kesakitan . “ dengar yah , gua memang bajingan , dan eloe pelacur , gua beli badan elo tau ..” bentaknya . Wajah Boby berubah merah menyeramkan , Santi tak berani barkata lagi.

Boby yang telah terpuaskan , untuk sesaat , dia memberikan tubuh Santi , untuk bergantian dangan Johan . “ wah , peju eloe banyak banget nih “ ujar Johan , sambil melap vagina Santi dengan Tisuee . “ Santi mengerang terasa vaginanya semakin pedih karena usapan tisuee itu.

Penis Johan segera beraksi . Penis itu dengan mudah masuk ke vagina santi yang telah basah oleh sperma Boby . “ s-i-a-l ..m-*-m-*-k eloe jadi longgar “ kata Johan .

Johan pun mengoyang penisnya dalam liang vagina Santi . Semakin cepat , dan cepat . Santi mengerang . Walau penis Johan tak sebesar Boby , tapi rasa pedih tetap mendera vaginanya. Santi memohon agar Johan berhenti , tapi tidak di tanggapi . Malah penis Johan bergerak semakin liar , mengaduk aduk liang vaginanya . “ aghhhh perih .. sudah.. tolong..” erang Santi mengiba .

Tapi semuanya tidak dihiraukan . Santi bahkan menerima penghinaan lagi . kalau gak mau di e-n-*-*-t , jangan jadi perek , berisik amat sih loe” kata Johan . “ gebuk aja Jo “ saran Boby yang terkenal sadis sama wanita itu .

Johan terus mengoyang penisnya , sampai tubuh Santi seakan akan luluh lantak . Akhirnya puncak kepuasan Johan tiba , dengan melepas benihnya di rahim ABG ini . Tubuh Santi terbaring lemas di atas ranjang , dengan di tonton mereka berdua .Santi sadar , tubuh terbuka dan lemahnya menjadi santapan mata mereka , Santi tak rela , dia mebalikkan badannya .

Posisi ini malah membuat birahi Boby meningkat , melihat bokong indah ABG ini . “ wah , Jo nih perek hebat juga , minta di e-*-t-*-t nunging “ ujar Boby . Boby menghampiri tubuh Santi , memposisikannya menungging . Santi meronta , akhirnya Johan turun tangan , memaksa Santi menungging .

Dari belakang , Santi merasakan vaginanya di colok colok kembali oleh jari jari Boby . “ aghhh .. sudah .. tolong.. saya sakit sekali sudah.. “ erang Santi . “ diam loe , dasar pelacur murahan “ bentak Boby . Yang langsung mengarahkan penisnya ke liang vagina Santi yang merah memar . “ aghhh… Santi mengerang , menjerit kesakitan “ . Liang Vaginanya kembali merasakan kesakitan lagi .

Boby memegang pinggang , dengan erat . Dan penisnya terus mengobok obok , liang vagina Santi dengan penuh nafsu . Kesempatan itu tidak di sia siakan Johan . Penisnya di sodorkan ke mulut Santi . Kini tubuh ABG itu , harus menerima dua penis sekaligus . Kedua orang pria itu berlomba mencari kenikmatan dari tubuh Santi . pelacur muda itu .

Boby tidak hanya menyodok nyodok vagina Santi dengan penisnya , tapi tangannya yang berat , dengan sengaja , memukul pantat Santi dengan keras . Juga meremas dengan kasar , mencengkramnya , membuat gores luka di kulitnya akibat kuku tajam Boby.

Semua itu harus di terima Santi dengan pasrah . Mereka telah membeli tubuh ABG ini , itu pikiran mereka .

Tubuh Santi semakin lemas akibat rasa sakit yang terus menderanya . Dia tak tahu berapa lama Boby memainkan vaginanya dalam posisi nunging ini . Yang jelas Santi merasakan vagina basah di sembur sperma panas Boby . Juga semburan hangat di mukanya , dari penis Johan . Tubuhnya kembali ambruk tergeletak di ranjang itu .

“ bagaimana Bob , puas loe “ tanya Johan . “ lumayanlah “ jawab Boby , Sambil mengenakan pakaiannya kembali . “ nih , gua bayar tubuh eloe “ kata Boby melempar , setumpuk uang lembaran lima puluh ribuan ke muka Santi . Air mata Santi kembali menitik , membayangkan betapa hina dirinya . “ gua cabut dulu yah , eloe urus cewek eloe tuh “ ujar Boby , dan pergi meninggalkan mereka berdua .

Johan kemudian membantu tubuh lemah Santi berpakaian kembali . Santi berusaha untuk berdiri , seluruh tubuhnya terasa sakit , terutama di selangkangannya . Santi membandingkan waktu dulu dia di perkosa Dodi dan Bram . Saat itu tubuhnya tidak sesakit ini . Hanya sakit hatinya yang tertertahankan .

Santi berjalan , merapikan uang yang berserakan di ranjang , Santi tak bisa lagi menghitung jumlah uang itu , uang itu langsung di masukkan ke dalam tas sekolahnya . “ ayo aku antar kamu pulang “ tawar Johan . “ tidak usah , aku pulang sendiri “ kata Santi . Berjalan pelan berusaha mencari taksi . Johan mengerti perasaan Santi dia tak memaksa . Dari saku celananya , Johan mengeluarkan beberapa lembar uang lima puluhan ribu , dan memasukkan ke saku baju seragamnya “ buat ongkos taksi .

>>>

Akhirnya , Santi bisa pulang dengan selamat , sampai di rumahnya . Hari sudah malam , sekitar pukul delapan malam . Saat Santi memasuki ruang tamu rumahnya ibunya langsung mencak mencak “ dari mana kamu , anak gadis pulang malam malam “ . Ayah tirinya langsung melerai “ sudah bu ..” katanya . Santi berusaha menahan sakit di selangkangannya , dan berjalan cepat menuju kamarnya .

Ayahnya berbicara dengan ibunya , kemudian pasangan suami istri itu masuk ke kamar mereka . Tak lama ayah tiri Santi keluar lagi . Entah apa yang di bicarakan yang jelas , ayah tirinya menuju kamar Santi . Dan ayah tirinya melihat Santi terbaring lemah di ranjangnya . Ayahnya menutup pintu kamar Santi , dan menguncinya . Lalu menghampiri anak tirinya itu .

“ Santi kamu kenapa “ tanya Ayah Tirinya menatap wajah lemah Santi . Ayah tirinya meperhatikan bibir Santi yang agak membengkak , akibat tamparan tangan Boby tadi . “ saya tidak apa apa yah “ kata Santi . “ Santi jangan begitu , kita sama sama punya rahasia , ceritakan dengan ayah , apa masalah kamu , ayah akan bantu “ rayu ayah tirinya dengan lembut .

Santi menitikan air mata , menceritakan kejadian tadi . Ayah tirinya menjadi geram “ Santi ayah kamu ini memang bajingan , buaya , bejat , tapi ayah tidak pernah melakuan hal kejam terhadap wanita .. kurang ajar mereka , kamu tahu dimana mereka tinggal “ tanya ayahnya . Santi menggeleng . Santi membalik badannya meraih resleting rok mini abu abunya , dia membuka rok mini itu , lalu menurunkan celana dalamnya , memperllihatkan luka di bokongnya .

Ayah tirinya terperajat , pantat mulus Santi tampak merah , dan ada luka cakaran di sana .
“ kurang ajar mereka “ kata ayah tirinya geram . Ayah tirinya juga mencium bau tak sedap di pakaiannya . Sisa air seni Boby yang sudah mengering . “ Santi , lebih baik kamu mandi dulu “ saran ayahnya . “ yah , Santi lemas sekali “ katanya . “ baik deh , kamu tunggu yah “ kata ayah tirinya lembut .

Ayahnya keluar kamar tidur Santi . Tak lama ayahnya kembali membawa handuk kecil , dan seember air hangat . Ayah tiri nya kembali menutup pintu dan menguncinya . Ayah tirinya membuka seluruh pakaian yang di kenakan Santi . Santi hanya pasrah , toh ayah tirinya pernah melihat seluruh bagian tubuhnya .

Perlahan dengan lembut ayah tirinya membersihkan tubuhnya dengan handuk yang di rendam dengan air hangat itu . Ayah tirinya melap seluruh tubuh Santi . “ ahhh .. perih ayah “ erang Santi ketika ayah tirinya melap vaginanya . Ayahnya menatap vagina Santi yang terlihat memar . Akhirnya Santi melap sendiri vaginanya , sambil meringis .

Ayahnya juga mengolesi luka di bokongnya dengan obat luka . Dan memakaikan baju tidur yang bersih ke tubuh anak tirinya yang cantik itu . Tanpa terasa Santi menaruh rasa simpatik pada ayah tirinya ini . Walaupun dia tahu ayah tirinya bejad . “ terima kasih ayah “ kata Santi. Ayahnya menarik nafas “ Santi jangan begitu , seharus ayah bisa melindungi kamu , walau kamu anak tiri ayah , tapi ayah sayang sama kamu “ .Ayahnya mencium kening Santi .

Santi menatap ayah tirinya “ ayah benar sayang sama Santi “ . “ Santi , ayah tiri kamu memang bejat , meniduri anak tirinya sendiri , itu karena ayah tak bisa mengendali nafsu ayah , maafkan ayah nak , tapi ayah benar benar sayang kamu “ kata Ayahnya . Santi melihat ayah tirinya bersunguh sunguh . Santi tak bisa berkata apa apa .

“ ayah cium Santi “ pinta Santi tiba tiba . Ayahnya kembali mencium kening anak tirinya . “ bukan di situ yah “ protes Santi . Ayahnya mengenyitkan dahinya . Lalu mencium bibir anak tirinya . Ayah tirinya menjadi nafsu . Mencium dengan penuh birahi . “ auuu “ jerit Santi . Ciuman ayahnya mengenai luka di bibirnya . “ ahhh perih yah “ kata Santi . Ayahnya tersenyum . “ maaf …abis kamu bikin ayah nafsu sih “ kata ayah tirinya .

Tak dipungkiri , bukan hanya ayah tirinya yang nafsu , birahi Santi pun naik . “ ayah tolong Santi yah , ambilkan es batu “ pintanya . “ oh kamu haus yah , sebentar yah sayang “ kata ayah tirinya .
Ayahnya berjalan ke depan , tak lama kembali dengan segelas air putih dengan es batu . Santi meminum habis air es itu , hingga tersisa es batunya .

Santi mengangkat daster tidurnya sebatas pinggang , lalu melepas celana dalamnya . Semua perbuatan Santi itu membuat ayah tirinya semakin bernafsu . Tangan Santi mengambi sebuah es batu , lalu menempelkan di vaginanya . “ Santi ….. “ ujar Ayahnya . “ m-*-m-*-k Santi sakit yah , kalau di kasih es agak mending sakitnya ..” katanya .

Es itu mencair , Santi mengambil es kedua , dan terus begitu hingga hampir seluruh es di gelas itu habis . Ayah tirinya semakin birahi , tangannya mendekati vagina Santi , menyentuhnya “ ahhh ayah…” erangnya pelan . Jarinya pun memainkan klitoris Santi dengan lembut . Cairan birahi Santi mulai membasahi liang vaginanya . Tak lama Ayah tirinya semakin liar . Lidahnya menjulur , berusaha memberikan hiburan buat Santi.

“ ahhh ayah… ohhh .” Santi mengerang menerima kenikmatan ayahnya . Santi perlahan melupakan pedih di vaginanya . Ayah tirinya dengan lembut menstimulasi vaginanya . Cairan vagina santi semakin banyak . Ayah tirinya pun semakin nafsu . Dia berusaha memuaskan Anak tirinya . Ayah tirinya terus menjilati klitorisnya . Sampai tubuh Santi mengejang mendapat orgasmenya “ ayah… ahh Santi keluar…. “ .

Santi menatap ayahnya “ ayah , koq sekarang lain sih , dulu gak gitu , koq sekarang mau sih jilatin Santi sampai keluar ..” . Ayah tirinya tertawa “ belajar dari film porno “ . mereka berdua tertawa . “ ayah , mau gak “ tanya Santi . “ mau , tapi m-*-m-*-k kamu kan lagi sakit “ kata Ayah tirinya . Santi meraba raba penis ayahnya . Ayahnya pun membuka celananya . Penis itu di kulum Santi dengan nafsu.

Walau penis itu kecil , tapi Santi mengulumnya nafsu. Ayah tirinya mengeram kenikmatan . Sayang ayah tirinya cepat keluar , jadi tak bisa berlama lama , menikmati servis anak tirinya yang cantik itu . Ayahnya mengeluarkan spermanya yang encer di mulut Santi . Lalu ayah tirinya melap mulut Santi dengan penuh perhatian .

“ sudah yah sayang , kamu istirahat , kalau besok masih sakit ayah antar ke dokter “ kata ayah tirinya , lalu mengecup kening anak tirinya . “ ayah .. terima kasih yah “ kata Santi . Ayahnya tersenyum , sambil meniggalkan kamar itu , lalu kembali ke kamar istrinya . “ bagaimana pak , “ tanya ibu Santi . “ bu , dia itu remaja , masih mau senang senang , mau berteman , yah sekali sekali biar saja “ kata suaminya .

“ sekali sekali , gimana , dia sering pulang malam koq “ kata ibunya protes . “ iyah , saya tahu , tapi nanti kita bilangin pelan pelan , kalau di kerasi anak seusia dia semakin melawan bu “ kata suaminya lagi . Ibunya diam saja . “ sudahlan , biar bapak yang atur ..” kata suaminya . “ yah terserah bapak deh , tapi omong omong mau mesra mesraan gak pak “ rayu ibu Santi . “ aduh , bu pinggang ku lagi sakit nih , besok besok ajah ayah “ kata suaminya , menolak secara halus .

Santi menatap langit langit kamarnya , merenungi kejadian yang baru menimpa dirinya . Ini pelajaran buatnya , harus berhati hati terhadap pelangannya .
Santi belajar dari pengalamanya . Benar kata Gina dan Lala . Semua ada resikonya , dia baru saja menghadapi resiko profesi yang di gelutinya .

Santi pun merasa sangat bersalah pada ibunya . Membohongi ibunya , seakan akan merebut suaminya . Tapi Santi tak bisa menolak ayahnya . Semakin hari ayahnya semakin baik terhadap dirinya .

>>>

Pagi itu ketika ibu Santi pergi ke pasar , ayah Santi kembali ke kamar anak tirinya . Santi yang sudah bangun , tapi masih malas beranjak . Baju dasternya tersingkap , mempertontonkan ke mulusan paha putihnya , serta celana dalam nya . Santi tak merapikan pakaiannya , dia cuek saja . Ayah tirinya yang melihat itu tentu saja menjadi birahi penis imutnya meronta di balik kolornya .

“ selamat pagi , ayah “ katanya mesra . “ selamat pagi juga sayang “ balas ayah tirinya . “ bagaimana , kamu sudah mendingan “ tanya ayah tirinya . “ mendingan sih , tapi m-*-m-*-k nya masih gak enak “ kata Santi . “ kalau gitu kamu istirahat saja deh , gak usah sekolah hari ini , nanti ayah mampir ke sekolah kamu , minta izin sama guru kamu “ kata ayah tiri Santi .

Santi tersenyum . “ ayah sini dong “ kata Santi menyuruh ayahnya mendekat . Lalu Santi membuka dasternya , memperlihatkan buah dadanya yang ranum itu . “ ayah mau nyusu gak “ kata Santi dengan genit . “ gila , gua engak nyesel kawin ama ibu eloe “ ujar ayah tirinya dalam hati . Ayah Santi lalu menjilati buah dada Santi dengan nafsu . Dia menyedot dengan nafsu , menjilati putting itu dengan liar .

Santi mengerang nafsu , birahinya meningkat . Vaginanya mulai terasa berlendir . Sambil ayah tirinya menyedot nyedot putting susunya , Santi memegang tangan ayah tirinya membawa ke selangkangannya . Tangan ayahnya pun meraba raba , mengusap usap selangkangan celana dalam Santi . Birahi Santi meningkat . Selangkangannya semakin becek .

“ ayah , sudah e-*-t-*-t aja ayah “ pinta Santi . Ayah tirinya dengan senang hati mengabulkan permintaan anak tirinya . Penis imutnya itu di masukkan dalam liang vagina Santi . “ ahhh … ayahh enak “ erang Santi . Ayah tirinya begitu bernafsu terus mengoyang penis imutnya di liang vagina Santi . Sebentar saja , vagina Santi sudah bertambah basah oleh sperma ayahnya .

“ ohh enak sekali Santi “ erang ayahnya . “ iyah , Santi juga enak “ kata Santi . Santi pun memakai celana dalamnya lagi . “ eh San , sini pantat kamu ayah kasih obat dulu “ kata ayahnya . Lalu ayahnya mengolesi obat luka , di pantat indah Santi . “ Sudah agak mendingan San “ ujar ayah tirinya .

Ayah tirinya juga , meminta nomer Hp Johan . “ yah sudah deh , jangan cari gara gara , ini salah saya koq , saya mau di boking dia “ kata Santi .
“ iyah ayah tahu , ayah cuma mau menegurnya , jangan begitu terhapad wanita “ kata ayah tirinya . Santi diam saja . “ sudah yah Santi , kamu istirahat hari ini , gak usah sekolah “ kata ayah tirinya , lalu meninggalkan Santi di kamarnya .

Tangannya perlahan membuka celana dalamnya , dengan sisa sisa sperma ayah tirinya jari bergerak memainkan klitorisnya . Meneruskan nafsunya yang tadi terputus . Dia tahu ayah tirinya tak bisa membuatnya orgasme dengan penis imutnya , apa lagi sebentar saja ayah tirinya sudah ejakulasi . Tujuan Santi hanya untuk memuaskan birahi ayahnya .

Jari Santi bergerak liar di klitorisnya , dia mendesah pelan , terus dan terus hingga mencapai puncak birahinya . Santi lemas dalam kenikmatannya .

Santi pun merenung sendiri dalam kamarnya .
Merenungi jalan hidupnya yang menjadi pilihannya….

Santi masih bermalas malas di ranjangnya . Siang itu pukul 1.00 , Gina dan Lala menengoknya . “ kenapa loe , bisa ampe gitu , sih “ tanya Lala . Santi pun menceritakan secara detail kejadian yang menimpa dirinya . “ wah eloe sih , lain kali hati hati , pilih tamu , jo “ kata Lala . “ gua , kan tahu si Johan , dari si Romi , yah gua juga udah pernah main sama Johan, yah gua oke aja dong ..” kata Lala .

“ udeh entar gua tanya si Romi “ kata Gina . “ ah , udah deh , biar aja , emang nasib gua kali..” kata Santi . “ yah , tapi jangan gitu dong , koq tuh cowok sadis banget “ kata Lala.
Santi terdiam , dalam hati , Santi senang karena , teman temannya memperhatikan dirinya.

“ eloe sekarang gimana, badan loe masih pada sakit “ tanya Gina . “sudah mendingan koq , besok gua sekolah ..” jawab Santi .“ wah , besok udah bisa mejeng lagi dong “ canda Lala . Santi melemparnya pakai bantal. “enggak janji deh kalau besok mah..” .
Setelah bersenda gurau cukup lama , teman temanya , berpamitan .

Tak lama , teman temannya pulang , Hp Santi berdering . “ halo .. “ sapa Santi . “ halo , Santi yah , bagaimana Hpnya bagus gak “ tanya orang di seberang sana . “ siapa yah ini “ tanya Santi . “ Aku Tedy ..” jawabnya . “ Tedy , Tedy yang mana yah ..” tanya Santi lagi “ . “ loh , aku yang jual Hp , kamu kan beli Hp sama aku … “ jawabnya .

Santi mengingat ingat , cowok ganteng yang menjual Hp di mall itu . “ oh yah , ada apa yah “ tanya Santi . “ oh tidak apa apa , cuma mau kenalan aja ..” katanya . “ oh , oke deh , kita kan sudah kenal , saya Santi , kamu Tedy “ ujar Santi . “ eh maksud saya , kita bisa jadi teman kan ..” kata cowok itu lagi . “ ehm , oke deh , kalau mau berteman “ kata Santi .

Cowok yang bernama Tedy itu lalu bercakap cakap dengan Santi . Santi pun menanggapinya dengan senang hati . Tampaknya Tedy cukup , baik , sopan dan kata katanya menarik . Mereka berbicara di Hp cukup lama , sampai Santi , menyudahi percakapannya “ eh Ted , udah dulu yah , kuping gua panasnya “ kata Santi . “ oke dah , besok saya boleh telpon kamu lagi gak ? “ tanya Tedy . “ ehm , terserah kamu deh ..” jawab Santi .

Esok harinya ABG cantik itu , sudah ada di sekolahnya . Santi sudah tampak ceria kembali . Setelah bertemu teman temannya , mereka berkumpul di kantin sekolah , sambil menunggu jam pelajaran di mulai . “ sebentar lagi , ujian akhir nih , gimana yah gua takut gak lulus “ kata Lala . “ wah , tumben loe mikirin , cuek aja deh “ jawab Gina.
Santi hanya berdiam diri , dalam hati ia juga kawatir tidak lulus . Belakangan ini nilainya merosot terus .

>>>

“ loh , mana si Gina “ tanya Santi ketika sudah berada di luar sekolahnya , saat bubar sekolah siang itu .
“ laku dia , sama om om barusan di bawa “ kata Lala . “ oh gitu “ ujar Santi . “ eh San , eloe mau kemana ? “ tanya Lala . “ gak tahu deh , pulang aja kali “ jawab Santi . “ ehm, ayo deh gua antar “ ajak Lala . “ eh , gak usah deh , gua mau jalan aja “ kata Santi . “ oke deh , gua duluan yah “ kata Lala , pergi dengan motor bebeknya meninggalkan Santi.

Santi berencana mau ke mall , dia ingin belanja . Santi berjalan , sampai ketemu kendaraan umum , lalu menumpang kendaraan umum itu , dan tiba di mall . Selagi Santi berjalan , dalam mal itu , tiba tiba ada wanita , menabraknya .” ops , sorry yah dik “ katanya . “ oh tak apa apa kak “ jawab Santi , lalu terus berjalan . Dan Wanita yang berwajah cantik itu mengikutinya . Santi pura pura cuek saja .

Wanita itu , terus berjalan , dan dia berkata lagi “ dik , mau kemana ..” tanyanya . “ eh engak cuma lihat lihat saja , kalau ada yang cocok baru beli “ katanya sambil tersenyum . “ oh gitu , boleh yah saya temani , nama kamu siapa ? “ tanya wanita itu lagi . Santi menatap wajah wanita itu dan mereka reka , apa maunya . Dalam hati Santi berpikir wanita cantik ini seorang germo . Santi pun bermain bodoh . “ nama saya Santi kak ..” .

Wanita itu tersenyum , “ nama saya Henny “ . Santi hanya tersenyum , lalu masuk ke sebuah toko . Santi melihat baju di sana . “ mbak , yang itu berapa harganya “ tanya Santi pada penjaga toko itu . Wanita yang bernama Henny itu , juga melihat lihat baju di sana , bahkan ikut memilihkan Santi baju yang bagus . Henny pun , membeli beberapa baju untuknya .Akhirnya Santi memutuskan membeli tiga buah baju .

Di kasir ,wanita itu mengeluarkan kartu kreditnya “ biar saya sekalian , yang bayar “ katanya . Tapi Santi dengan halus menolaknya “ jangan kak , ngak enak ,kita baru kenal , lain kali aja yah ..” kata Santi . Wanita itu tersenyum , sambil mengangguk . Akhirnya wanita itu mengajak Santi ke satu café yang ada di pojok mall itu . Mereka duduk di , menikmati minuman dan makanan ringan .

“ apple pie nya enak juga yah “ kata Henny , membuka percakapan dengan Santi . “ ehm iyah ..” jawab Santi . “ eh San , omong omong kamu sudah punya pacar “ tanya Henny . “ ehm , sudah kak “ jawab Santi berbohong . “ oh , sudah lama pacarannya “ tanyanya lagi . “ baru setahun deh “ jawab Santi .

Pertanyaan wanita itu semakin serius “ kamu sudah pernah berciuman “ . “ ih .. kakak .. “ jawab Santi , sambil pura pura malu . “ loh koq gitu, sudah apa belom “ tanyanya . Santi cuma mengangguk . Wanita itu tersenyum , “ pacarannya sudah ngapain aja “ tanyanya lagi . Santi tak menjawab , lalu berbalik bertanya pada wanita itu “ kalau kakak sudah punya pacar , sudah berciuman “ .

Henny tersenyum , “ umur saya 32 tahun , saya sudah menikah , tentu saja pernah berciuman , sampai begituan “ jawabnya . Santi diam . Henny berkata lagi “ kamu sudah pernah gituan “ . “ ih kakak ..” kata Santi . “ loh , sama sama cewek koq malu sih “ ujar Henny . “ sudah pernah kak “ jawab Santi.

“ wah , hebat juga kamu yah , sering yah “ tanyanya lagi . “ eh , enggak sering sih , kadang kadang aja “ jawab Santi . Henny menatap Santi , lalu Henny bercerita tentang dirinya . Dia seorang wanita bisex . Nafsu dengan cowok , tapi suka dengan sesama jenis juga . Henny bercerita tentang petualangan sex nya bersama suaminya . Santi tampaknya tertarik juga , dan Santi menjadi agak terangsang , lembab vaginanya mulai terasa .

Henny pun menawari Santi , untuk mencoba main dengannya dan suaminya . “ ah , saya takut , nanti ketahuan sama pacar saya “ ujar Santi . Dalam hati Santi sebenarnya ingin mencoba . “ ah , tenang saja , cowok kamu gak bakalan tahu..” rayu Henny . “ tapi kalau dia tahu , saya bisa di putusin , kalau di putusin saya gak dapet uang lagi darinya , saya perlu uang itu kak..” kata Santi .

Henny tersenyum , sepertinya dia dapat menduga arah pikiran Santi . “ soal uang jangan kawatir , saya bisa kasih kamu uang lebih banyak dari cowok kamu ..” . “ nah , ini yang ditunggu “ ujar Santi dalam hati . “ sudah , ayo ikut aku “ ajak Henny . “ eh , tapi…tapi..kak…” kata Santi terbata . Henny menggelengkan kepala , dan jari telunjuknya di tempel ke bibir Santi , “Santi ,sudah lah , percaya deh sama saya , kamu ikut aja “ .

Seperti kerbau di cocok hidungnya , Santi mengikuti Henny . Tangan Henny menarik tangan Santi . Mereka berjalan ke tempat parkir mobil . Henny membuka pintu mobil besar berwarna hitam , buatan Jerman . Mereka masuk ke dalam mobil itu . Mobil mewah itu bergerak pelan keluar dari areal parkir mall itu menuju jalan raya . Mobil terus berjalan pelan , menembus kemacetan siang hari itu .

Sambil sebelah tangannya memegang kemudi mobil , sebelah tangan Henny meraba paha Santi . “ eh , jangan kak , malu di lihat orang “ kata Santi , sambil berusaha menahan tangan Henny bergerak lebih jauh . “ tenang aja Santi , koq gugup begitu “ ujar Henny . Santi jelasnya tidak gugup , hanya merasa risih , jika tubuhnya di raba sesama jenis .

Seperti tak bisa di rem , tangan Henny , terus bergerak masuk selangkangan Santi . “ eh.. kakak .. jangan saya malu ..” kata Santi . “ ha ha ha , kamu lucu , sama sama cewek koq malu sih ..” kata Henny . Tangannya bisa merasakan lembab di celana dalam Santi . Akhirnya tangannya meninggalkan selangkangan Santi dan kembali memegang kemudi mobil mewah itu .

Tak lama tangannya mengambil Hp di dalam tas nya . Tangannya menekan tombol di Hp itu . “ halo , sayang , lagi ngapain ..” kata Henny . “ oh , kalau gitu , pulang dong sayang , aku gatel nih ..” katanya genit . “ oke yah , eh aku bawa hadiah nih buat kamu sayang “ katanya lagi . Pembicaraan selesai . Mobil itu sekarang melaju cepat di jalan bebas hambatan . Membawa Santi ke rumah Henny .

>>>

“ ayo masuk , Santi “ ajak Henny ketika tiba di rumah mewahnya . Santi berjalan mengikuti Henny , langsung menuju kamar tidurnya yang besar , dan tampak mewah itu .
Ranjang tidur yang besar dengan sprei putih bersih . Henny mengajak Santi duduk di sofa besar di kamarnya . Mereka duduk berdekatan . “ Santi kamu cantik sekali “ puji Henny sambil membelai rambut Santi .

Santi hanya berdiam diri . “ Santi , boleh saya mencium kamu ..” tanya Henny . “ ah .. maaf , kak , saya bukan lesbian , tidak bisa ..” tolak Santi . “ Santi coba saja , pejamkan mata kamu , bayangkan saja , saya seorang cowok..” rayu Henny . Santi sepertinya tak bisa menolak , Henny telah menjanjikan sejumlah uang yang banyak buatnya . Santi memejamkan matanya , bibir mereka bertemu .

Henny tampak begitu bernafsu melahap bibir Santi . Lidah Henny seperti mendesak desak ingin memasuki ruang di mulut Santi . Bagi Santi ciuman ini terasa begitu hambar.
Santi meronta ketika tangan Henny meraba dadanya “ eh .. ah kak .. “ erangnya . Tapi Santi merasakan rabaan Henny begitu lembut . Tangan Henny terus berusaha membuka beberapa kancing baju Santi . Santi tak bisa menolak .

Kulitnya terasa di sentuh oleh kulit tangan Henny yang lembut . Jari jari menyelinap memasuki bra Santi . Memainkan putingnya , Santi mulai merasakan nikmatnya sentuhan tangan Henny yang terasa begitu lembut . “ ahh kakak .. saya malu..” erangnya . Bibir Henny kembali menciumi bibir Santi , ciuman yang begitu lembut , tak pernah di rasakan selama ini .

Tangan Henny cekatan menyibak branya ke atas , sehingga buah dadanya terbuka . Kini tangan Henny semakin leluasa menstimulasi birahi Santi melalui buah dadanya . Santi mengerang pelan . “ kakak .. oh… kak…. “ . Tangan Henny tak hanya memainkan buah dada Santi , sekarang tangannya meraba dan mengelus paha mulus Santi . Tangan Henny bergerak maju mundur , dan semakin jauh .

“ ahh… kakak.. Santi malu sekali…” rintih Santi , ketika tepat jari Henny mengenai selangkangan celana dalam Santi yang berwarna biru muda . Jari mengesek selangkangan celana dalam Santi . “ ahh kakak .. sudah.. kak ..Santi malu ..” erangnya .
“ Santi , kamu nakal yah .. sudah basah yah..” kata Henny . Henny benar benar membawa Santi masuk dalam birahi .

“ wah .. koq sudah mulai dulu sih..” suara seorang cowok terdengar . Santi terkejut dan merapikan pakaiannya . “ kamu lama sekali sayang .. nih kenalin , adik saya “ kata Henny . “ hai .. saya Robert , suami Henny “ kata lelaki itu . Santi menatapnya Robert terlihat gagah dan ganteng , umurnya kira kira 40 tahun , tapi penampilanya modis sekali.
“ sa saya Santi ..” katanya terbata .

Suami istri itu lalu berciuman dengan mesra di depan Santi . Santi hanya bisa menatap mereka dengan heran . “ Bert , ayo kamu ciuaman sama , Santi .. dia juga jago loh ..” kata Henny . Santi hanya diam , Robert menghampiri Santi , lalu mencium bibir Santi.

Santi tak bisa menolak , Ciuman Robert juga ganas , penuh birahi , Santi pun membalasnya . Mereka berciuman , saling memainkan lidah mereka . Semua di saksikan jelas oleh istri Robert .

“ bagus , kamu memang jago , Santi “ puji Robert ketika bibir mereka terlepas . Dan Robert pun mengambil posisi duduk di sebelah Santi . Dengan cepat Robert membuka kancing baju Santi satu persatu , sehingga baju seragamnya lepas , begitu pula dengan branya . “ wah , indah sekali buah dada kamu , sayang ..” puji Robert lagi .
Lidahnya pun tak sungkan , langsung menjilati putting susu imut Santi .

Tubuh Santi mengelinjing . selangkangannya semakin basah . Henny pun tak ketinggalan.Dia membuka lebar kedua kaki Santi ,sebelah kaki Santi bertumpu di kaki Robert . Henny menatap selangkangan celana dalam Santi yang sudah begitu basah . Tak ada rasa jijik , celana dalam Santi disibaknya . Lidahnya menjulur , menijlati vagina Santi . “ oh .. ahhh … kakak …ahh… kakak…. “ erang Santi merasakan kenikmatan .

Robert pun tak memperdulikan istrinya , yang asik dengan penuh nafsu menjilati vagina ABG ini . Dia pun asik melumat buah dada Santi . Sesekali melumat bibir Santi . Santi pun semakin larut dalam kenikmatan , yang di berikan suami istri ini . Tubuh Santi terus mengelinjing , merasakan nikmat . Lidah Henny pun seakan tidak pernah lelah , bergerak liar , penuh nafsu menyapu klitorisnya.

“ ahh.. kakak .. aku ingin pipis… “ erang Santi . Lidah Henny bergerak semakin liar. Tubuh Santi gemetar , kemudian kejang , dan kaku . Lalu tubuhnya manjadi lemas , di sertai erangan panjang puncak kenikmatannya . “ kakakkk…. Santi keluar… “ erangnya .
Tubuh muda itu pun lunglai di atas Sofa .

Kini pasangan suami istri itu mulai bercumbu . Robert melepas satu persatu baju Henny . Buah dadanya yang montok menonjol di dadanya , menjadi sasaran Robert . Remasan tangan Robert yang mesra membuat Henny mengerang nikmat . Robert pun membawa tubuh istri tercintanya duduk di sebelah Santi . “ San , coba raba tetek Henny “ pinta Robert . Santi agak bingung dengan perintah itu .

“ tidak apa apa sayang “ kata Henny lalu membawa tangan Santi untuk meraba buah dadanya . Santi pun menuruti , tangannya meraba raba buah dada Henny . Dia sama sekali tak merasakan apa apa . Tapi Henny mengerang . “ oh .. yah begitu sayang.. terus ..saya suka sekali ..”. Robert pun perlahan membuka rok yang di gunakan Henny , sehingga tinggal celana dalam hitam yang tersisa di tubuh istrinya itu .

Jari Robert menyelinap di balik celana dalam istrinya , merasakan basahnya vagina istrinya . “ ahh .. Bert .. ahh,…” erangnya . Santi coba jilat teteknya “ perintah Robert lagi . “ ah… sa sa saya gak bisa ..” tolak Santi . “ coba sekali saja , masa kamu gitu sih , kak Henny kan sudah jilati m*m*k kamu “ rayu Robert . Santi tak enak , lalu dengan memejamkan matanya di menjilati putting susu Henny .

“ ahh… Santi .. ahh… enak.. lidah kamu enak sekali..” erangnya . Suaminya perlahan melepas celana dalam hitam istrinya . Lidahnya pun langsung menari di vagina istrinya yang berbulu tipis itu . Lidahnya keluar masuk liang vagina istrinya . Membuat istrinya mengerang kenikmatan .

Santi masih tampak canggung menjilati buah dada sesama jenisnya . Henny tau itu , Santi seorang pemula . Dia tak memaksa , lalu menarik tubuh Santi dekat dengannya dan mencium kening ABG itu . “ Bert , sudah , aku gak tahan , masukin aja sayang..” pintanya pada suaminya untuk ke level selanjutnya . Robert pun membuka pakaiannya .

Santi menatap penis Robert , penisnya berukuran sedang . “ Santi , kalau jilat k**t*l kamu bisa “ tanya Henny . Santi tersenyum , lalu mengenggam batang penis Robert dan mengulumnya . “ ohh.. kamu nakal juga yah sayang ..” erang Robert , menikmati kuluman mulutnya . Penis Robert bergerak keluar masuk dalam mulut Santi . Tapi tak lama , “ sudah dong Bert , aku cemburu nih , masukin deh ..”

Henny lalu membuka kakinya lebar . Dan penis Robert bergerak masuk ke liang vaginanya dengan cepat . “ ohh.. Bert tekan terus .. tekan…” erang Henny . Santi hanya Diam menyaksikan pasangan ini bermain sex di depan matanya . Birahinya naik kembali , berharap , dapat juga main dengan Robert yang ganteng itu .

Robert terlihat masih terus bernafsu mengauli istrinya , Penisnya terus bergerak cepat di liang vagina Henny . Henny pun terus mengerang “ ahhh .. enak…enak…” . Santi tersenyum , malu malu melihat Henny yang tengah bersetubuh dengan Robert . Tapi sebaliknya , Henny tampak biasa saja , tak ada rasa malu . Malah Henny berkata “ Santi , mau coba .. di e-*-t-*-t sama Robert ..” . Tentu saja Santi tak bisa menjawab .

Gerakan penis Robert semakin liar , pasangan itu sudah mendekati puncaknya . “ ahh .. Bert .. aku sudah gak tahan nih … enak.. “ erang Henny . Robert pun menjawab hanya dengan dengusan nafasnya yang memburu keras . Penisnya terus mengocok vagina istrinya . “ ahhhh … Bert… aku ..keluarr…” jerit Henny panjang , sambil tubuhnya mengejang . Dan lemas sesaat .

Tak lama Robert pun mendapat puncak ke puasnya , spermanya pun menghambur dalam liang vagina istrinya .

>>>

“ Santi bagaimana , kamu merasa nikmat , atau aneh dengan permainan kita “ tanya Henny sambil menikmati hangatnya air di bak jacuzzi , berendam bersama Santi , di kamar mandinya . “ emh .. gimana yah kak , Santi baru pertama kali , main seperti ini ..” jawab Santi polos . Henny tersenyum .

“ San , omong omong suami saya , ganteng gak ? “ tanya Henny yang agak sulit di jawab Santi . “ ehm .. eh ganteng sih..” . “ Santi , entar kamu main yah sama dia..” kata Henny . “ eh ..emm.. terserah kak Henny saja ..” kata Santi .
Selesai menikmati gelembung gelembung udara , di bak jacuzzi itu , mereka kembali berpakaian . Henny meminjamkan baju tiburnya yang sexy kepada Santi . Dan dia pun mengenakan baju tidur yang sama , hanya berbeda warna . Dua cewek itu tampak sexy . Mereka pun keluar dari kamar mandi , melihat Robert yang sedang mengutak utik lap top nya sambil berbicara di telpon selularnya .

“ wow .. sexy sekali kamu sayang “ kata Robert kepada Santi . Santi tersipu malu . Henny berbisik pelan di telinga suaminya . Dan suaminya tersenyum . Dia mengecup bibir istrinya “ yah , tapi aku lapar , kita makan dulu yah ..” ajak suaminya . Mereka bertiga keluar dari kamar , Santi agak protes “ kak , masa pakai baju ini , ini tipis sekali “.
“ pembantu saya sudah tua , dan sudah biasa dengan saya koq .. “ jawab Henny .

Makan malam sudah tersedia mereka bertiga menikmati hidangan yang tersedia . Sambil makan , mereka juga bersenda gurau . Robert banyak mengajukan pertanyaan pada Santi. Menyelidiki latar belakang kehidupannya . Santi lalu bercerita dengan jujur , siapa dirinya . Santi menundukkan kepalanya “ maaf kak , Santi berbohong , Santi memang cuma seorang pelacur ..” .

Henny tersenyum , sambil membelai rambutnya , “ saya sudah tahu dari awal , saya sering memperhatikan kamu , bertiga sama teman teman kamu berkumpul di foodcourt mall , menunggu om om ..” . “ ha .. kok kakak tahu sih ..” tanya Santi . “ sebenarnya saya mau menghampiri kalian , tapi karena saya juga wanita kan gak enak ..” ujar Henny lagi . Santi hanya diam , menatap wajah Henny .

“ tadi , pas sya lihat kamu jalan sendirian , maka saya pura pura menabrak kamu ..” kata Henny . Santi pun tertawa . Robert pun cuma mendengar ocehan dua cewek itu sambil memakan buah melon.

>>>

Santi duduk di tepi ranjang empuk itu , bersama suami Henny . “ Bert , saya terima telpon dulu yah ,” kata Henny , ketika Hpnya berdering . Kemudian Henny keluar dari kamar . Santi agak canggung , bermain dengan Robert . Sepertinya dia tak enak , karena dia tahu jelas Robert itu suaminya Henny .

Tapi lain halnya dengan Robert , dia langsung mencium bibir Santi , dan tangannya pun meraba raba paha mulus Santi , dan terus menuju selangkangannya . Belaian tangan Robert yang lembut , serta cumbuan di bibirnya , menaikan birahinya . Robert terus melangkah , tangannya kini mengelus elus selangkangan celana dalam Santi .

“ ahhh… eh…. “ erang Santi . Perlahan , Robert melepaskan gaun tidur yang di kenakan Santi , buah dada nya langsung terpampang jelas tanpa ditutupi bra . Putingnya tampak menonjol , merah . Robert pun menjilati putting kecil itu . “ ahh…. Ehhh …..” erang Santi dengan tubuh yang mengelinjing .

Lidah Robert menyapu buah dadanya , dan jari jari Robert bermain di selangkangannya.

Semua ini membuat Santi semakin menjadi birahi . Ketika jari Robert menyelinap masuk di balik celana dalamnya , Santi menjerit kecil “ aghhh…… ehh…” erangnya .
Jari Robet terus menggelitik klitoris Santi . Liang vaginanya sudah berlendir . Henny yang sudah selesai berbicara di Hp , memasuki kamarnya . Dia melihat Santi sudah terengah engah dalam birahinya .

Henny mendekat , dan melepas celana dalam Santi . Henny mengambil alih vaginanya dari tangan Robert . Jari Henny , menerobos masuk liang vagina Santi “ ahhh… kakak.. “ erangnya . Jari Henny bergerak keluar masuk dengan lembut . Sedang Robert asik dengan buah dada ramun Santi .

Begitu jari Henny lepas dari liang vaginanya , lidah Henny dengan penuh nafsu , menjilati vagina Santi . Yang semakin membuat klitoris Santi , membesar karena birahinya semakin meninggi. “ ehh… kakak .. Santi gak tahan .. kak…” erang Santi yang sudah semakin dekat dengan orgasmenya . Lidah nya berhenti menjilati klitoris Santi. Di gantikan dengan jari Henny yang bergerak nakal di liang vaginanya .

Sebentar saja tubuh ABG itu mengejang , mengejet , di sertai suara erangkan nikmat Santi yang panjang . “ Ahhh … kakak …. Santi .. keluar…” . Dan tubuhnya lemas terbaring di ranjang .

Henny kemudian membuka celana suaminya . Penis Robert yang tampak tegang itu di kulumnya dengan nafsu . Penis itu semakin mengeras , Henny melepasnya “ Bert , masukin di m-*-m-*k Santi , yah..” ujarnya . Henny pun membenarkan posisi Santi . Santi berbaring terlentang di atas ranjang empuk itu , dengan kaki terbuka lebar , siap bercinta dengan Robert .

Sedang Heny berbaring dekat denganya , sambil membelai rambutnya , Henny mencium bibir Santi dengan bernafsu . Santi seperti mulai terbiasa , dia juga membalas ciuman Henny . “ aghhh….. “ jerit Santi , ketika merasa liang vaginanya , di sesaki penis Robert. Robert pun bergerak pelan , membuat Santi merasa nyaman .

Sambil menatap wajah ABG yang tangah di landa birahi itu , tangan lembut Henny juga meraba raba buah dadanya , yang semakin membuat Santi , mengerang nikmat . Santi sangat menikmati gesekan penis Robert yang bergerak lembut , mengesek dinding vaginanya . Erangan demi erangan Santi , terus membawanya menuju orgasmenya .
“ kakak .. ohh.. enak..sekali… saya gak tahan..” ujarnya penuh nafsu .

Henny tersenyum , sambil mengecup keningnya “ lepaskan … lepaskan nafsu kamu sayang , jangan di tahan tahan..” . Lidah Henny dengan nakal mengelitik lehernya , semakin menambah rasa geli dan nikmat buat Santi . Tak lama tubuh Santi , kembali mengejang . “ aghh…. Kakak… “ erangnya . Tangan Santi dengan erat menggenggam tangan Henny , dan ABG itu melepas birahinya .

Robert bergerak pelan , lalu diam , membiarkan penisnya dalam liang vagina Santi yang berdenyut denyut . Sesaat kemudian penis Robert kembali bergerak , dengan lembut . Santi kembali mengerang “ ahh.. ngilu… ahhh…” .

Robert terus bergerak , mencari orgasmenya . Tak lama Robert pun melepas spermanya . Cairan kental putih itu , membasahi liang vagina Santi .

>>>

Setelah itu Santi dan Henny kembali ke kamar mandi . Santi membasuh dirinya , setelah itu mengenakan kembali pakaian sekolahnya . “ayo , aku antar kamu pulang “ kata Henny. “ Bert , aku antar Santi pulang dulu yah “ kata Henny pada suaminya . “ oh , oke “ jawab Robert . “ kak Robert Santi pulang dulu yah “ pamit Santi . “ oke sayang .. “ balas Robert .

Henny pun mengemudikan mobilnya , mengantar Santi pulang kerumahnya . Di dalam mobilnya Henny memberikan Santi uang sebesar lima juta rupiah . “ wah , kakak , ini terlalu banyak .. “ kata Santi . “ tidak apa apa , untuk kamu ..” ujar Henny . “ wah , terima kasih yah kakak ..” kata Henny bergembira menerima uang itu . “ Santi , simpan uangnya ditabung ..” kata Henny . Santi mengangguk .

“ kak , eh ehm.. koq , kakak gak cemburu sih ..” tanya Santi . “ maksud kamu , suamiku main sama kamu ? “ ujar Henny . Santi mengangguk . “ buat apa aku cemburu , aku larang juga dia tetap bisa main sama cewek lain , apa lagi aku ini bisex , jadi biar aja sama sama enak koq ..” terang Henny . Santi pun bertambah wawasannya . “ Santi , terus terang aku lebih nafsu sama kamu , ketimbang sama suamiku “ katanya .

Santi tak bisa berkata , dia bukan seorang lesbian , juga seorang bisex . Tapi tak menutup kemungkinan Santi akan tertular , menjadi seorang bisex . “ Santi , boleh yah nanti saya ajak kamu lagi , kerumah “ tanya Henny . Santi tersenyum dan menganguk .

Tibalah mobil itu di depan rumah Santi . “ kak , sudah yah , Santi permisi “ pamit Santi .
“ San , sini dulu , cium saya ..” pinta Henny . Santi melihat ke kiri dan kekanan . Mendekatkan wajahnya ke wajah Henny . Lalu dengan cepat Henny menyambar bibir Santi . Mereka berciuman . Lepas itu Santi turun dari mobil mewah itu , dan masuk ke dalam rumahnya .

Sambil berjalan , santi meraba bibirnya . Ada rasa yang tak biasa , berciuman dengan sesama jenis . rasa yang aneh . Tapi Santi seperti menyukainya . Ciuman dengan sesama jenisnya , terasa lebih lembut….

Ketiga ABG itu tampak seperti biasanya , ngerumpi di kantin , sesudah bubar sekolah . Sekalian mengambil keputusan , mau mejeng kemana.

“ Gina , kemarin , gimana ..? “ tanya Lala . “ gimana apanya..” Gina balik bertanya . “ yah ceritain dong , elo ngapain sama om yang booking eloe “ tanya Lala lagi . “ yah ngapain lagi kalo gak n-*-e-*-t-*-t ,… trus elo orang ngapain..” jawab Gina sambil bertanya balik.

“ he he he ..eloe , jutek banget , gua gak kemana mana ..” jawab Lala . “ eloe kemana San ?” tanya Gina . “ eh.. ehm.. belajar , sebulan lagi udah mau ujian kan ..” jawab Lala .

“ wah , rajin loe..” ujar Gina . “ iyah Gin , gua juga akut gak lulus ..” ujar Lala pula . “ ah , lulus gak lulus emang gua pikirin..” jawab Gina seenaknya . Santi dan Lala diam saja . “ yah udah nih , mau ke mall gak ..” tanya Gina . “ eh gua mau pulang aja ..” ujar Santi . “ eloe La , “ tanya Gina . “ ehm , gua gak mau , badan gua gak enak..” jawab Lala memberi alasan . “ yah udah , terserah eloe orang , gua mau ke mall “ kata Gina .

Santi dan Lala , berjalan , menuju pintu gerbang sekolahnya . “ eh Santi..” panggil Gina , setelah kakinya melangkah beberapa langkah . Santi menoleh , menatap Gina . “ gua kemarin sore , ke tempat Romi , Romi bilang temannya , si Johan dan temannya, di rawat di rumah sakit , Johan babak belur di gebukin preman..” kata Gina . Santi melonggo .
“ koq bisa sih .. ? “ tanya Santi . “Gak tahu gak jelas .. “ jawab Gina . Lalu Gina menjalankan motornya “ yah udah , gua duluan yah..” .

Santi di boceng Lala dengan motornya , saat motor melewati sebuah bank , Santi minta turun . “ Lala , gua turun di sini aja yah , mau ke bank dulu ..” kata Santi . “ wah ngapain eloe ke bank , banyak duit yah eloe..” tanya Lala . “ he he he , ada yang mau booking gua , orang bank..” jawab Santi bercanda..

Santi masuk ke bank itu , dia menyetorkan sejumlah uang , untuk di tabung di rekeningnya . Tiba tiba Hpnya berdering , ternyata dari Tedy . Mereka berbincang bincang . “ Santi , eloe dimana “ tanya Tedy . Santi menjelaskan dia berada di sebuah bank . Tedy , sangat ingin bertemunya , dan Santi pun bersedia menunggu di bank .
“ oke , tunggu yah , saya kesana , paling sepuluh menit..” kata Tedy , sambil memutus hubungan selular itu .

>>>

“ San , mau minum , apa makan..” tanya Tedy , sambil memberikan daftar menu , setelah mereka tiba di sebuah café . Santi memilih nasi goreng , dan air jeruk . Begitu juga dengan Tedy . Sambil makan mereka bersenda gurau . Tedy seorang cowok muda , umurnya , terpaut enam tahun dari Santi . Tedy tak sempat duduk di bangku universitas , karena tak ada biaya . Dia memilih bekerja , di toko yang menjual Hp .

Santi terlihat suka dengan sifat Tedy . Dia seorang cowok yang baik , dan sopan . Tapi dari pengalamannya selama ini , dia menjadi agak tegar , tak begitu mudah , di goyah oleh kata kata manis cowok . Tedy pun tak terlalu macam macam , begitu selesai makan di café itu , mereka hanya berjalan di seputar mall . Lalu Tedy mengantarnya pulang .

“ Santi , besok boleh aku jemput , sekalian aku ke toko ..” tanya Tedy . “ gak usah Ted , nanti ngerepotin kamu , lain kali ajah deh..” jawab Santi . Santi pun masuk ke kamarnya , dia duduk di depan meja belajarnya . mengeluarkan buku pelajarannya , dan berusaha konsentrasi mempelajari , pelajarannya yang tertinggal selama bebebulan terakhir ini .

Tak terasa Santi telah duduk , lebih dari tiga jam , matahari sudah mulai terbenam . Saat itu dia mendengar suara mobil minibus ayahnya . Santi keluar dari kamarnya . “ eh tumben kamu ada di rumah gini hari “ tanya ayah tirinya . Santi hanya diam . “ ibu ke mana San ? “ tanya ayah tirinya . “ tak tahu, mungkin ke tempat bu Ratna “ jawab Santi.

“ yah , Johan dan temannya di gebukin preman “ kata Santi . “ oh ,… “ jawab ayahnya dengan nada datar . “ ayah , ini bukan kerjaan ayah kan ..” tanya Santi . ayahnya menoleh ke Santi , menatap wajah cantik ABG itu . “ Santi , ayah tiri kamu ini pegawai negri , bukan preman..” ujar ayahnya . Santi terdiam , lalu kembali ke kamarnya .
Dia mengambil handuk , lalu masuk ke kamar mandi .

Selesai itu Santi kembali ke meja belajar . Pintu kamarnya terbuka , Ayah tirinya masuk .
“ ayah …” ujar Santi . Ayahnya membelai rambut Santi . “ ah , ayah jangan gangu dong Santi serius nih , lagi belajar ..” katanya . “ iyah ayah gak gangu deh ..” jawab ayahnya .
“ Santi kamu serius belajar ..” tanya ayahnya . “ iyah , Santi harus lulus , Santi mau kuliah.. “ jawab Santi . Ayahnya menatapnya .

“ kalau kamu serius , kamu lulus , ayah akan usahain cari biaya untuk kamu kuliah..” ujar ayah tirinya . Santi menatap ayahnya . Ayahnya tersenyum .

>>>

Pagi itu matahari terlihat bersinar , cerah . Santi melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya , untukk berangkat ke sekolah . Tak jauh dari rumahnya dia melihat sebuah motor , dan Tedy , ada di atas motor itu . “ ojek , non..” katanya bercanda . Santi tersenyum “ ke sekolah SMU **** , yah bang ..” sambil duduk di belakang jok motor itu .

Motor itu pun berlalu , berjalan , mengantar Santi ke sekolahnya . Setibanya di sana Santi turun “ thanks yah Ted ..” katanya . “ San, nanti saya jemput yah …” kata Tedy .
“ gak usah Tedy , kamu kan kerja , nanti di pecat loh keluar keluar terus..” ujar Santi .
“ baru di pecat , di bunuh aja aku rela , asal bisa antar kamu..” jawab Tedy . Santi tersenyum , mencubit lengan Tedy .

Hari selanjutnya , Tedy sering kali terlihat memboceng Santi , entah pulang kerumanhya atau pergi kesekolahnya . Tapi Tedy tak pernah berbuat macam macam terhadap Santi . Santi pun , tetap rajin belajar , dia bertekat unutk lulus dari sekolah itu . Waktu tersisa tinggal beberapa minggu lagi .

>>>

Santi tampak sedang berhadapan dengan buku bukuya di meja belajarnya . Saat itu Hpnya berdering . Dia tersenyum , yakin dia telpon itu dari Tedy . Tapi saat dia melihat layar hpnya , tertera nama Henny . “ yah , halo..” sapanya . “ Santi , saya mau bertemu “ kata Henny . Santi melirik jam wekernya , jam 6.45 . “ kakak , sudah malam , Santi gak bisa , lagian Santi lagi belajar nih..” jawab Santi .

“ Santi sebentar , saja saya perlu sama kamu ..” kata Henny . “ ehmm ..” gumamnya . mengingat ke baikan Henny , serta dia pernah memberinya uang dengan jumlah banyak , Santi pun berkata “ iyah deh , sebentar saja yah..” katanya .

Santi ganti pakaian , dan menuju keluar rumahnya . “ bu , ayah , Santi ke rumah teman sebentar yah , mau pinjam buku catatan ..” Santi meminta izin sama orang tuanya . “

Santi sudah malam , apa tak bisa besok “ tanya Ibunya . “ ah , biarlah bu , mungkin catatan itu penting sekali..” kata Ayah tirinya . Santi menatap ayah tirinya . “ sudah Santi , kamu pergi saja , jangan terlalu malam yah pulangnya .. apa perlu ayah antar ..” ujar ayahnya .

“ tidak usah ayah , dekat koq rumahnya “ kata Santi , lalu berjalan keluar rumahnya . Tak jauh dari sana , mobil mewah Henny sudah terlihat jelas oleh mata Santi . Santi masuk ke mobil tersebut . “ hi .. Santi .. kamu cantik sekali..” kata Henny , sambil menjalankan mobilnya .

Henny terus menjalankan mobilnya . Tangan Henny meraba paha mulus Santi , yang mengenakan celana hot pannya . “ kakak ….” kata nya . Henny menatap Santi . “ kakak , sebentar lagi saya ujian akhir , dan saya harus lulus , saya mau kuliah , jadi saya gak mau gituan dulu …” kata Santi . Henny tersenyum lagi . “ saya tahu , saya cuma ingin dekat sama kamu, saya kangen ..” kata Henny .

“ kakak , kan ada kak Robert ..” kata Santi . “ sudah tiga hari dia diluar ngeri , saya lagi pengen ..” katanya . Santi terdiam , dia tahu , Dia akan menjadi pelampiasan nafsu birahi Henny yang bisex ini . Mobil itu berjalan terus hingga tiba di rumah Henny yang megah .
Santi dan Henny segera masuk ke kamar tidur Henny .

Sudah di dalam sana , Santi hanya bisa pasrah , kini dengan nafsu Henny menciumi bibir Santi . Tak beberapa lama , tubuh dua wanita ini sudah bugil separuh . Hanya celana dalam masih tersisa di tubuh masing masing . Lidah Henny dengan liar menyapu putting susu Santi . Santi mengelinjing menahan geli .

“ Santi gantian yah , kamu yang jilatin t-*-t-* ku ,” pinta Henny tak lama kemudian . Santi diam “ kak …. “ katanya . “ ayolah San , gak apa koq…” rayu Henny . Santi perlahan mendekati putting susu Henny , dan lidahnya mulai menjilati putting susu itu .
“ oh , apa yang aku lakukan ..” ujarnya dalam hati .

Henny mengerang , dia merasa nikmat , lidah Santi mengelitik putting susunya . Tangan Henny perlahan membuka celana dalamnya sendiri , lalu dengan jarinya dia meraba raba vaginanya . “ ohh.. Santi.. “ erang Henny .
Santi tak banyak berkomentar , dia hanya menjilati putting susu Henny , berharap wanita ini segera puas . “ Santi , sayang .. mau jilatin m-*-m-*-k saya …” pinta Henny . “ ha.. maaf kakak , Santi tak bisa…” katanya . “ coba saja , sayang..” bujuk Henny . “ Santi mengeleng “ tolong kak , Santi gak bisa.. “ katanya . Akhirnya Henny mengalah , dia tahu Santi bukan seorang lesbi , dia tak memaksa .

Tapi Henny meminta , Santi untuk memainkan klitorisnya dengan jarinya . Santi agak ragu , tapi akhirnya dia melakukannya juga . Perlahan jari Santi , mulai menyentuh , klitoris Henny . “ ahh.. iyah di situ , sayang .. terus..” erang Henny . Santi pun mulai meraba raba klitoris Henny . Dia berbuat seakan sedang melakukan masturbasi . Jari Santi yang lembut terus memainkan klitoris Henny .

“ Santi , colok lobangnya .. “ pinta Henny lagi . Santi pun memasukkan jari telunjuknya di liang vagina Henny . Ada perasaan aneh di hati Santi , dia juga merasakan jijik , tapi mau tak mau dia melakukannya . Jari Santi bergerak keluar masuk liang vagina Henny yang semakin basah . Henny pun mengerang kenikmatan .

Cukup lama Santi harus memainkan vagina Henny sampai , Henny mencapai kepuasannya . Henny kembali menciumi Santi . Tapi santi menolak secara halus , “ kakak , sudah malam , Santi harus pulang ..” Henny tersenyum , “ baiklah San , aku antar kamu pulang yah..” katanya .

Sambil mengemudikan mobilnya , Henny berkata “ Santi , jika nanti , kamu mau kuliah , tapi biayanya kurang , jangan ragu yah , bilang sama saya , pasti saya bantu kamu..” . Santi menatap Henny , wajah terlihat serius .. “ terima kasih , kakak ..” ucap Santi .

Mobil itu tiba kembali di rumah Santi . Sebelum turun , Henny memberinya beberapa lembar uang ratusan ribu . “ sudah kak , yang kemarin masih ada , gak usah ..” tolak Santi. Tapi Henny memaksa “ ayo , ambil , buat kamu jajan ..”. “ terima kasih kak..” ujarnya , lalu turun dari mobil itu .

Santi berjalan memasuki rumahnya , tampak ayah tirinya yang membukakan pintu rumah itu . “ terima kasih , yah ..” kata Santi . Lalu Santi terus masuk ke kamarnya . Ayah tirinya pun mengikutinya . “ Santi , ayah tahu , kamu bukan kerumah teman..” kata Ayahnya . Santi menatap ayahnnya “ iyah , .. “ jawab Santi .

“ Santi , kalau kamu memang mau lulus , dan mau kuliah , coba hentikan dulu kegiatan kamu itu , belajar dulu , setelah lulus , baru deh .. “ kata ayah tirinya menasehatinya . “ iyah ayah ..” kata Santi . Ayahnya tersenyum . Santi pun membuka bajunya , dan menggantinya dengan baju tidur . Mata ayah tirinya menatap nafsu , tubuh putri tirinya itu . “ ayah kepingin ..” goda Santi .

“ eh .. tidak , lain kali saja , kamu harus konsentrasi belajar ..” kata ayah tirinya lalu keluar kamar tidurnya . “ dulu maksa , sekarang gua tawari malah kabur .. “ ujar Santi dalam hati .

>>>

Hasil jerih payah Santi selama sebulan tak sia sia , dia berhasil pulang kerumah dengan baju seragam yang penuh coretan tanda tangan teman temannya . Baju seragam abu abu putih , yang tak akan di gunakannya lagi . Santi berhasil lulus , walau nilainya tak tinggi.
Begitu juga dengan Lala , tapi Gina tak nampak di sekolahnya itu , dia gagal . .

Santi pulang kerumah dengan ceria , di antar oleh Tedy . “ Santi nanti malam , jadi yah ..” kata Tedy . Santi mengangguk . Motor Tedy pun kembali berjalan , meninggalkan Santi di depan rumahnya . Santi masuk ke dalam rumahnya . “ ibu .. ibu… “ jerit Santi .
“ ada sih..” kata ibunya . “ Santi lulus bu …” kata Santi . Ibunya tersenyum , “ syukurlah … “ ujar ibunya . Ada ke banggaan tersendiri di hati ibunya .

>>>

“ Santi , kamu mau makan di mana ? “ tanya Tedy . “ ehm , terserah kamu deh ..” jawab Santi . “ loh koq , kamu dong yang milih , ini kan buat ngerayain ke lulusan kamu “ kata Tedy . “ ih , makan di tempat biasa aja deh “ kata Santi .

Akhirnya Tedy membawa Santi , ke café yang sudah beberapa kali di kunjungi mereka . Mereka pun makan malam di sana . Tedy , tampak ceria malam itu . Setelah selesai makan malam , Tedy pun memesan ice cream . “ Santi , kita kan sudah sering pergi keluar bersama , kalau menurut kamu , saya gimana ..” tanya Tedy , sambil memakan ice cream yang tersedia di meja itu .

“ ehm , maksud kamu ? “ tanya Santi . “ yah , menurut kamu , saya itu orangnya gimana ? “ ulang Tedy . “ oh itu , kamu baik , kadang lucu , tapi juga suka nyebelin ..” jawab Santi “ Tedy tersenyum saja . “ eh kalau saya gimana ? “ tanya Santi . “ kamu cantik , kamu baik ..” jawab Tedy . Santi tersipu .

“ Santi , mau gak , kalau kamu jadi pacar aku ..” tanya Tedy . Santi menatap Tedy , matanya seperti berbinar . Santi tak bisa menjawab . “ Santi , koq diam , saya salah bicara yah “ ujar Tedy . Santi menggeleng , “ tidak Tedy , kamu baik sekali.. tapi saya .. saya tidak bisa .. saya saya masih harus kuliah dulu..” tolak Santi dengan halus .

“ tak masalah , saya akan tunggu kamu , yang penting kamu resmi jadi pacar saya..” kata Tedy lagi . “ tapi .. , ehm .. Tedy , boleh saya pikir satu hari ..” kata Santi . “ Tedy menatap Santi , “ apa saya kurang baik untuk kamu ..? “ tanya Tedy . “ tidak Tedy , malah kamu terlalu baik …” jawab Santi .

Tedy diam , dia tidak memaksa , walau hati kecilnya kecewa , terhadap penolakan Santi .

Santi termenung di kamarnya . Tanpa terasa air matanya mengalir . Dia tak bisa menerima cinta Tedy . Santi merasa tak pantas , menerima cinta Tedy . Santi berusaha menekan perasaannya . …

>>>

Siang hari Tedy menagih janji Santi . Meminta keputusan Santi . Apa Santi menerima cintanya atau tidak .. Saat itu mata Santi lurus kedepan menghadap lautan luas , di pantai itu . Angin laut menerpa wajahnya , menghembus rambutnya yang hitam , terurai . Tedy pun tampak diam , tak berbicara …

“Tedy , saya tak pantas menerima cinta kamu ..” ucap Santi , kemudian . “ Tedy menarik nafasnya “ saya bisa mengerti , tapi tolong katakan , apa sebabnya kamu menolak saya..” pinta Tedy . Santi menatap , matanya berkaca kaca , “ Tedy , saya sudah .. saya tidak .. suci lagi ..” . Tedy tersenyum “ aku tak peduli soal itu , aku gak butuh keperawanan kamu koq , yang aku butuhkan diri kamu…” kata Tedy .

Santi menarik nafas lagi , hati kecilnya ingin berbohong , ingin menyembunyikan rahasia hidupnya , tapi tidak , suatu saat pasti akan ketahuan , pikirnya . . “Saya perek , tapi saya tak ingin hidup dalam ke bohongan “ ujarnya dalam hati .

Santi sadar ini konsekuensi , yang harus di terimanya ,walaupun semua berlawanan dengan hatinya , Santi pun mengambil keputusan dan berkata , “ Tedy , saya sebenarnya seorang pelacur , saya menjual tubuh saya , demi uang..” .

Tedy menatap Santi , kupingnya jelas mendengar ucapan Santi tadi . Tedy tak berbicara sepatah kata pun , dia menarik tangan Santi , dan memboncengnya dengan motornya . Tedy , menjalankan motornya , keluar dari pantai rekreasi itu . Motornya melaju hingga tiba di rumah Santi .

Santi turun dari motor itu . “ Tedy .. maaf …” ujar Santi , yang langsung di sela Tedy. “ Santi , kalau kamu tak suka sama saya , bilang saja terus terang, jangan memakai alasan yang tidak masuk akal , alasan kamu , sangat merendahkan diri kamu , aku serius , sayang sama kamu ..”kata Tedy panjang lebar . Tedy benar benar tak bisa percaya , kalau Santi itu seorang pelacur.

Santi hanya bisa terdiam , menatap Tedy . “ Santi , saya tidak akan menganggu kamu lagi “ katanya . Lalu Tedy memutar gas motornya , dan motor itu melaju cepat , meninggalkan dirinya yang berdiri , menatap motor Tedy melaju cepat , hingga menghilang dari pandangan matanya .

Santi hanya bisa melampiaskan ke sedihan hatinya dengan membasahi bantalnya dengan air mata .

>>>

Beberapa hari kemudian , Santi menerima pangilan dari Hpnya “ eh , perek , eloe kuliah dimana jadinya ? “ tanya Gina . “ eh gak tau nih , mungkin bareng sama si Lala , ambil ekonomi “ jawab Santi . “ oh , gitu ..” kata Gina lagi .

“ eh Gina , eloe gimana , terusin sekolah atau..” tanya Santi . “ sekolah .. sekolah apaan sih .. ? “ ledek Gina . Santi hanya terdiam .Lalu mereka berbincang bincang sebentar .

“ Santi eloe lagi nganggurkan , eloe mau ke mari gak , ada teman gua mau ketemu ..” tanya Gina . “ eh , gua lagi males nih ..” kata Santi . “ ah eloe , ayo dong .. “ rayu Gina . “ Dari pada bermuram durja di rumah , emang benar juga lebih baik gua pergi aja deh “ pikir Santi .

>>>

“ nah , gitu dong , wah eloe sexy sekali “ kata Gina , begitu melihat Santi di food court mall itu . Santi hanya tersenyum . Ada seorang cowok muda , berusia kira kira 30 tahun di sana , dia juga menatap Santi . “ eh Santi kenalin nih , teman gua Bernad “ kata Gina .
Mereka pun berkenalan . Bernad memang tampak gagah , dan wajahnya juga ganteng .
Sambil minum dan makan , cemilan , mereka bercanda .

“ eh Nad , tunggu ya.. gua mau pipis , yok San , temani gua ..” ajak Gina . Mereka berdua jalan ke WC , “ San , eloe mau gak di booking dia ? “ tanya Gina . “ oh eloe sekarang udah jadi germo yah ..” canda Santi . “ berengsek loe , gua lagi M , kalau enggak gua juga enggak rela kenalin dia sama eloe..” kata Gina .

“ emang kenapa “ tanya Santi . “ bayaran-nya bagus , main-nya enak ..” kata Gina .
“ ah , masa sih ? “ kata Santi . “ benar , jilatannya jago , tapi dia juga minta di isep .. jo..” kata Gina lagi . “ ehm , boleh juga .. tuh ..” kata Santi . Tiba tiba , tanpa di sadari mereka seorang wanita paruh baya menegurnya sinis “ hem , masih muda muda , cantik cantik , tapi jadi pelacur , dasar murahan..” .

“ ha , eloe bilang apa , jangan jangan laki eloe pernah n-*-e-*-t-*-t ama gua yah , jadi eloe sirik .. ..” kata Gina sewot . Wanita itu melonggo “ kurang ajar “ katanya . “ Gina , udah deh , ayo jalan..” kata Santi menarik Gina keluar dari toilet itu .

>>>

“ Santi , kamu mau ke hotel mana sayang..” kata Bernad , sambil memegang kemudi mobilnya . “ terserah deh , aku ikut aja ..” kata Santi . Mobil Bernad pun terus melaju .
Mobil itu melaju , tanpa di sadari sebuah motor mengikutinya . Motor itu perlahan menyusul mobil yang di tumpangi Santi itu . Santi melihat mator itu dengan jelas .

Walau pengemudi motor itu memakai helm , yang menutupi wajahnya , tapi dia kenal dengan motor itu . Motor itu milik Tedy .Sampailah mobil itu masuk ke sebuah motel . Motor yang membuntutinya pun berhenti tepat tak jauh dari motel itu .

>>>

“ ayo , dong San , sini kemari “ kata Bernad memangil Santi untuk berbaring di sebelahnya . Santi pun berjalan , lalu dia berbaring ke ranjang itu , di sebelah Bernad . “ San ., eloe kanapa sih , kayak cewek lagi frustasi gitu , gak semangat..” tanya Bernad . “ ah , gak apa apa koq ..” jawab Santi .

“ apa , eloe gak suka sama gua …” tanya Bernad lagi . Santi tersenyum “ ah .. semua cowok sama koq , gua suka semua cowok..” jawab Santi sekenanya . Bernad lalu mulai mencium bibir Santi . Dan Santi pun ikut membalas ciuman Bernad . Entah karena terlalu berpikir tentang Tedy , dia merasa ciumannya kali ini begitu hambar . Lain halnya dengan Bernad , yang terlihat nafsu mencium bibir Santi .

Bernad semakin tak sabar , dia membuka pakaian Santi , satu persatu . Kini Santi telah berbugil , berbaring di ranjang itu . Bernad juga mulai mempreteli pakaiannya sendiri . Penisnya terlihat sudah ngacung tegak . “ San , servis dong ..” pinta Bernad lagi . Santi lalu memegang batang penis tegak itu , dan mulai mengocoknya . “ oh .. yah .. enak..” erang Bernad .

Tapi itu tak lama , Bernad meminta Santi unutk mengulum batang penisnya “ Santi , isep dong..” pintanya . Dan Santi pun harus memenuhi kewajibannya sebagai pemuas nafsu . Dia pun membuka mulutnya mengulum penis itu , dan membuat Bernad mengerang kenikmatan . Bernad terus mengoyang batang penisnya di mulut Santi . Dia juga memegang kepala Santi , lalu mengoyangnya , dengan cepat .

Penisnya terus melaju cepat , keluar masuk mulut Santi . “ oo..ahhh … enak sekali… “ erang Bernad . Bernad tampak nikmat dengan permainannya itu . Penis itu di tekan masuk dalam dalam , lalu spermanya muncrat , di dalam mulut Santi . “ ohhh.. Santi .. enak sekali ….” erang Bernad , yang orgasme .

Setelah penis itu terlepas dari mulut Santi , Santi pun berlari ke toilet , memuntahkan sperma Bernad yang penuh di mulutnya . Santi berkumur . “ oh , seharusnya gua nggak main sama dia.. seharusnya gua ngak mau di booking dia .. gua mesti berhenti jadi pelacur..” ujarnya dalam hati .

Santi kemudian keluar dari toilet itu . “ Nad , eloe udah keluar kan , udahan yah , kepala gua sakit nih ..” pinta Santi . “ wah , gak bisa gitu dong sayang , gua kan belom coba m-*-m-*-k eloe ..” kata Bernad . “ yah , lain kali deh , kepala gua sakit nih..” pinta Santi lagi . “ wah , eloe gitu sih ..” kata Bernad , lalu menarik Santi hingga terbaring di ranjang . Bernad pun langsung memainkan buah dada Santi .

Tangannya meremas remas buah dada Santi , dan lidahnya juga menjilati putting susunya . Santi sama sekali tak merasa nikmat . Santi benar benar tidak mood , pikirannya kacau . Santi terus terbayang bayang wajah Tedy . Tangan Bernad juga meraba raba , vagina Santi . Vaginanya terasa kering kerontang . Santi tak merasa nikmat . “ aduh .. sakit Nad ..” erang Santi ketika tiba tiba Bernad memasukan jarinya di liang vaginanya .

Jari Bernad , terus bergerak di liang vagina Santi “ ahh .. udah Nad .. udah..” pinta Santi agar Bernad menghentikan kegiatannya . Tapi tidak , Bernad terlihat asik dengan permainannya . Jarinya terus merodok liang vagina ABG itu . Santi meringis , merintih , dia benar benar tak selera . Setelah puas , Bernad Akhirnya memasukan penisnya yang terlihat tegak itu ke liang vagina Santi .

Santi akhirnya harus melayani Bernad , walau hatinya sebenarnya tak sudi . Penis Bernad menghentak masuk , “ aduhhh …. “ jerit Santi . Bernad mengerang , merasakan nikmat vagina muda ini . Penisnya bergerak keluar masuk , dengan desahan Bernad yang bernafsu . Santi mengigit bibirnya , berharap Bernad segara ejakulasi .

Penis Bernad terus bergerak , keluar masuk , dan Santi hanya mengerang , tanpa menikmati genjotan nafsu Bernad . Hatinya gundah , pikirannya kacau . “ ohh , m-*-m-*-k eloe masih enak juga yah San ..” ujar Bernad , terus mendesak desak liang kewanitaan Santi dengan penuh nafsu .

Santi hanya diam , menanti permainan ini segera selesai . Setelah cukup lama bertahan , akhirnya Bernad pun melepas spermanya . Bernad sudah terpuaskan . Santi pun segera berlari ke toilet , dia membasuh vaginanya , duduk di atas kloset . Butir butir air matanya tanpa terasa membasahi pipi mulusnya .

Dia tidak di perkosa , tapi memang menyerahkan dirinya untuk di nikmati lelaki , dengan bayaran sejumlah uang . Santi menangis , merenungi nasibnya . Biar bagaimanapun , dia seorang manusia , yang punya perasaan . Apakah dia harus mengubur rasa cintanya dalam dalam ?

>>>

“ Santi sorry yah , gua buru buru , nih bayaran eloe..” kata Bernad sambil memberinya uang jasa servis Santi . “ oh yah ini gua tambahin buat ongkos taksi eloe..” katanya lagi , sambil meninggalkan dia di kamar motel itu .

Santi pun mengambil uang itu , lalu berjalan dengan gontai keluar dari motel itu . Kakinya terus melangkah , hingga ke halte tak jauh dari motel itu . Santi duduk , menunggu kendaraan umum .

“ apa gua pantes menerima cinta Tedy ? “ ujarnya dalam hati . “ seharusnya ini bukan jalan hidup gua , gua salah jalan , gua mesti kembali…” ujarnya lagi . Santi benar benar tak tahu harus berbuat apa .
Santi sangat menyukai Tedy , tapi dia benar benar merasa dirinya terlalu kotor untuk Tedy . “apa Tedy masih bisa menerima gua , kalau dia tahu gua ini perek.” pikirnya .

Kini di hatinya terdapat rasa sesal yang dalam ….

May 4, 2011

Lhian, Siswa Smu yang Cantik

Pagi sekali sekitar pukul 06. 30 dia sudah menunggu angkutan kota menuju sekolahan nya, jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 5 km. Apalagi nanti ada upacara. Tiba-tiba ketika Lhian sedang asyik-asyiknya jalan sendiri sambil baca buku pelajaran, ada seorang naik mobil menghampirinya.
“Halo Lhian kok jalan?”, tanya si pengendara mobil itu yang ternyata adalah Pak Bambang guru Fisikanya.
“Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?” tanya Lhian spontan.
“Iya saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo ke sekolah, ayo ikut Bapak saja” ajak Pak Bambang.

Karena Lhian sudah kenal benar dengan yang namanya Pak Bambang. Akhirnya mau juga nebeng Pak Bambang. Tapi Lhian nggak tahu disitulah awal bencana bagi Lhian.
“Dik Lhian nggak keberatan khan kalau kita mampir dulu ke rumah adik saya, soalnya saya baru ingat kalau buku laporan saya tertinggal di sana?” Pak Bambang membuat alasan.
“Iya Pak tapi cepetan yah, biar nggak telat”
Tiba-tiba Pak Bambang mempercepat kecepatan mobilnya dengan sangat tinggi dan arahnya ke rumah kosong di pedesaan yang jarang terjamah orang.

Sesampainya disitu Lhian ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dan disitu sudah ada Pak Wahyu, Pak Joko yang merupakan wali kelas Lhian yang sudah lama mengamati Lhian dan nggak ketinggalan kepala sekolah Pak Budi dan wakil kepala sekolahnya yang namanya Pak Dono. Mereka semua nampaknya sudah menunggu semenjak tadi.
“Halo Lhian, sudah ditunggu dari tadi lho?”, seru salah seorang dari mereka.
“Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?”, Lhian mulai kebingungan.

Lhian menjerit karena dia mulai digerayangi.
“Bangsat tua bangka jangan coba-coba sentuh saya”.
“Diam, kamu pengin lulus nggak? Berani melawan perintah gurumu yah”, kata Pak Budi selaku guru Matematika.
Lhian mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi Lhian kalah setelah ia dihantam perutnya oleh Pak Joko guru olahraganya, dan di gampar pipinya berkali-kali sampai Lhian kelenger hingga merah dan bibirnya berdarah. Lhian meringis kesakitan.
“Nah sekarang emut dan hisep kontol saya, kontol Pak Andi, kontol Pak Joko dan Pak Dono yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik rahim kamu biar nggak bisa punya anak Mau?”,

Karena ketakutan akhirnya Lhian mengulum kontol para gurunya. Lhian menyedot penis mereka satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan mulutnya yang mungil, sambil tangannya menggenggam penis para Bapak guru sambil mengocok-ngocoknya.
“Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah pinter”, seru Pak Bambang.
“Mmmphh, slerrpp, mmhh” Dengan terpaksa Lhian menghisap kontol-kontol mereka sampe mereka semua pada orgasme.
“Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Lhian, lo pasti sudah sering nyepongin kontol temen-temen lo yah? haa, ha, ha, ha”.
Guru Lhian satu persatu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut Lhian, dan mengalir ke tenggorokannya. Walaupun Lhian hampir muntah dia memaksakan untuk menelan pejuh kelima orang itu. Dia masih tak percaya dioral oleh gurunya sendiri. Wajah Lhian mulai terlihat kelenger lagi, sepertinya ia mabuk sperma, merasakan mual pada perutnya.

Setelah mereka puas memperkosa mulut Lhian ternyata mereka langsung menelanjangi Lhian. Pak Dono memegang kedua tangan Lhian, Pak Budi memelorotkan rok abu-abunya, Pak Joko merobek pakaian dan kutang Lhian.
“Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat pasti manis nih Wahh, kenyal sekali, lembut banget Bapak-Bapak” Pak Joko mengomentari payudara Lhian, sambil mulai meremas-remas payudara Lhian.
Dalam sekejap Lhian sudah dalam keadaan tanpa busana.
“Jangan Pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi”, seru Lhian sambil teriak.
“Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk menerima pelajaran khusus” Seru Pak Budi sambil menjambak rambut Lhian.
Lhian sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja.

Ketika Pak Budi hendak beraksi tiba-tiba Pak Bambang protes, “karena saya yang dapat perek ini maka saya duluan yang memperkosanya.”
Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Lhian menjadi tengkurap, kedua tangannya yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Pak Bambang itu kini mengusap-usap bagian pantat Lhian, dirasakan olehnya pantat Lhian yang sekal. Sesekali tangannya menyabet pantat Lhian dengan keras, bagai seorang Ibu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak, Plak.”.
“Wah sekal sekali pantat kamu Lhian, kenyal, gila nih Don, paha murid kita satu ini gede amat. Putihnya ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi di pahanya” ujar Pak Bambang sambil terus mengusap-usap dan memijit-mijit pantat Lhian sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di paha Lhian yang putih gempal itu.
Lhian mengaduh kesakitan.
“Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapi aja.”
“Montoknya, ya ampun, gede, kenyal lagi” sambil memijat pantat Lhian yang memerah karena tamparan tangan Pak Bambang.
Pak Dono lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Lhian.
“Aakhh, bangsat, keparat, jangan sentuh pantat gue”, Lhian membentak mereka.
“Plakk” sebuah tamparan sangat keras ke pipi Lhian.
“Diam kamu, pelacur pengin gue rontokin gigi putih loe”, Pak Dono balas membentak.

Lhian hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar. Tangisnya terdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Bambang secara perlahan-lahan mengusap kaki Lhian mulai dari betis naik terus kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulus putih Lhian dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya.
“Jangan paak, saya mohon, saya masih perawan pakk”, Lhian teriak ketakutan.
Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Bambang, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Lhian agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak Bambang tadi langsung menusuk lobang kemaluan Lhian.

“Egghhmm, oohh, shitt, shitt”, Lhian menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Pak Bambang masuk kedalam liang kewanitaannya itu.
Badan Lhian pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Bambang memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Lhian. Nafas Lhian terengah-engah sambil mengerang kesakitan.

Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah lobang kemaluan Lhian, sementara itu badan Lhian menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan-rintihan yang keluar dari mulutnya itu Pak Bambang menciumi bibir vagina Lhian sambil sesekali memasukkan lidahnya kedalam liang vagina Lhian, kepala Pak Bambang menghilang di bawah selangkangan Lhian sambil kedua tangannya dari bawah meremas -remas pantat Lhian. Sementara Pak Dono meremas payudara kanan Lhian, dan mulutnya mengulum payudara Lhian satunya lagi.
“Pak Bambang, susu murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi, kualitas nomer satu”.
Pak Dono asyik menyantap payudara Lhian, yang ranum padat dan kenyal sekali.

“Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak”.
Lhian terus mengerang kesakitan pada kedua buah dadanya dan kenikmatan pada kemaluannya. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Lhianpun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Pak Bambang kemudian mencabut jarinya.

Melihat Lhian yang meronta-ronta, Pak Bambang semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Lhian yang masih perawan. Walaupun vagina Lhian sudah basah oleh air liur Pak Bambang dan cairan vagina Lhian yang keluar, namun Pak Bambang masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Lhian yang perawan masih sangat sempit. Lhian hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini akan direnggut dengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya Pak Bambang memasukkan batang penisnya lagi.
“Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn”, terdengar suara dari mulut Lhian yang terlihat kesakitan.
Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati kontol Pak Bambang yang mengaduk-aduk liang peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Lhian yang menahan sakit luar biasa pada selangkangannya.

Lhian sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika penis disodok-sodokkan ke lubang memeknya.
“Huek, hek, hek aah oohh jangan, uh, duh, ampunn pakk”, ternyata Lhian telah orgasme.
Sungguh mengasyikan melihat expresi Lhian yang merem-merem sambil menggigit bibir bawahnya. Pak Bambang terus menggenjot memek Lhian. Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak Bambang terus menggenjot tubuh Lhian, Lhianpun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Pak Bambang menggenjot tubuhnya. Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan lemah, “Ahh, ahh, oouuhh”.

Lalu Pak Bambang memposisikan tubuh Lhian menungging. Pantat Lhian sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang paha panjangnya yang putih dan tegak. Pak Bambang memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke vagina Lhian hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu ke dalam rongga vagina Lhian hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak disertai teriakan panjang.
“Aaahh, Stoop, kumohon jangan”.
Kedua tangan Pak Bambang memegang pantat Lhian, sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Bambang mengelus-elus pantat Lhian dan sesekali meremas payudara Lhian dari belakang.

Beberapa menit kemudian, Pak Bambang kembali mempercepat goyangan pinggulnya, kemudian dia menarik kedua tangan Lhian. Jadi sekarang persis seperti menunggangi kuda lumping, kedua tangan Lhian dipegang dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan penis Pak Bambang. Karena tidak disangga kedua tangannya lagi, kini buah dada Lhian tergencet di atas tikar tipis sebagai alas Lhian disetubuhi. Sedangkan wajah Lhian menghadap keatas dengan mulut menganga mengerang kesakitan. Melihat keadaan Lhian seperti itu, Pak Bambang semakin bersemangat mengebor liang vagina Lhian.

“Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Lhian ngentoott, gue entotin loo”.
Pak Bambang merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Bambangpun berejakulasi di lobang kemaluan Lhian, kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Lhian.
“Aa, aakkhh, oohh”, sambil mengejan Pak Bambang melolong panjang bak serigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas.
“Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt”.
Lhian mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan air mani Pak Bambang membanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Lhian, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menyetubuhi Lhian, puas dalam merobek keperawanan Lhian dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis nomor satu di sekolah itu.

Lhian menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa gurunya telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Lhian sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Lhian yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali.
Setelah itu Pak Andi maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Andi mengangkat kedua kaki Lhian ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Lhian. Pak Andi masih mengalami kesulitan saat memasukkan penisnya, meskipun vagina Lhian kini sudah licin oleh sperma Pak Bambang dan juga cairan vagina Lhian. Vagina Lhian masih sangat sempit. Kembali vagina Lhian diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan Lhian lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

“Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt”
Namun kali ini Lhian tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat gurunya semakin bernafsu saja.

Sementara itu Pak Andi terus memompa vagina Lhian dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Lhian yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Lhian.
“Ooohh, makan nih pejuh gue”.
Lhian hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak berdaya di lantai. Walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Lhian dan sebagian sperma Pak Andi mengalir lagi keluar dari vaginanya.

“Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh”, Lhian menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Pak Budi mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Lhian.
Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Pak Budi terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki dua penis tadi, usia Lhian juga masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit.

Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Budi berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya didalam vagina Lhian. Tubuh Lhian berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun terus memohon kepada Pak Budi agar mau melepaskannya.
“Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa ngerasain jepitan memek kamu sayang”, bisiknya ketelinga Lhian.
“Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn”, rintih Lhian dengan suara yang megap-megap.
Jelas Pak Budi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memompakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Lhian.

“Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh”, Lhian merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot Oleh Pak Budi, badannyapun semakin menggeliat-geliat.
Otot-otot dinding vaginanya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak Budi yang tertanam didalamnya, karenanya Pak Budi merasa semakin nikmat. Sambil memukuli perut Lhian dengan tangannya, berharap agar vagina Lhian mencengkram penisnya dengan lebih erat karena lobang vagina Lhian semakin mengendur.

Tiba-tiba Pak Budi mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Lhian. Pak Budi mendempetkan kedua buah payudara Lhian yang kecil dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Lhian, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Lhian. Lhian gelagapan karena sperma Pak Budi mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Pak Budi masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Lhian dan ke puting susunya. Kemudian Pak Budi menampar payudara Lhian yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Lhian berwarna kemerahan dan membuat Lhian merasa perih dan kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Pak Joko dan Pak Dono maju. Mereka kini menyuruh Lhian untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak Joko berlutut di belakang pantat Lhian dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Lhian yang sangat sempit.
“Gila nih cewek, bokongnya montok banget kenyal lagi, lihat nih Tin paha si Lhian. Gempal, gede, Putih banget. Bener kata Pak Bambang” Kata Pak Joko.
“Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn”.
Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Lhian mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Pak Dono yang segera mendorong wajah Lhian ke arah penisnya. Kini Lhian dipaksa mengulum dan menjilat penis Pak Dono. Penis Pak Dono yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Lhian.

Sementara itu, Pak Joko masih berusaha membesarkan lubang anus Lhian dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Lhian.
“Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk”
Sesekali Pak Joko menampar pantat Lhian dengan keras, sehingga Lhian merasakan pantatnya panas.
“Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget” Kemudian Pak Joko juga berusaha melicinkan lubang anus Lhian dengan cara menjilatinya.
Lhian merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Pak Joko menjilati lubang anusnya. Ia berada dibelakang Lhian dengan posisi menghadap punggung Lhian.

Ketika lobang dubur Lhian agak terbuka, Pak Joko menuang sebotol minyak goreng kedalam lobang dubur Lhian. Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Lhian selebar bahu, dan, “Aaakkhh.”, Lhian melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Pak Jokol menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Lhian. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Joko berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Lhian, meskipun baru masuk setengahnya. Setelah itu tubuh Lhian kembali disodok-sodok, kedua tangan Pak Joko meraih payudara Lhian serta meremas-remasnya.

Tidak lama kemudian Lhian kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusnya sudah jebol oleh penis Pak Joko yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. Kini Pak Joko memperkosa anus Lhian perlahan-lahan, karena lubang anus Lhian masih sangat sempit dan kering. Ketika Pak Joko menarik penisnya, mulut dubur Lhian ikut tertarik sehingga terlihat monyong keluar. Lalu Pak Joko menyodokkan lagi penisnya, sehingga kini dubur pantat Lhian mengempot.
“Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt”.
Lhian menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yang teramat-sangat yang pernah dirasakannya. Pak Joko merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Lhian. Pak Joko merasa penisnya lecet didalam pantat Lhian. Kenikmatan yang terus-menerus dirasakannya ketika menunggangi pantat Lhian. Tak terbayang bagaimana wajah orang tua Lhian, jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami putrinya. Anak perempuan yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remaja dan dibiayai, sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi oleh gurunya sendiri.

Seperempat jam lamanya Pak Joko menyodomi Lhian, waktu yang lama bagi Lhian yang semakin tersiksa itu.
“Eegghh, aakkhh, oohh”.
Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Lhian merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Pak Joko. Saat Lhian berteriak, kembali Pak Dono mendorong penisnya ke dalam mulut Lhian, sehingga kini Lhian hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Pak Dono. Tubuh Lhian terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Lhian yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya diremas-remas dengan brutal oleh Pak Joko. Lhian berteriak-teriak kesakitan.
“Aakkhh, oohh, oouhh, aammp, uunn, pakk”
Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Pak Joko dan Pak Dono mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Pak Joko yang sudah tidak tahan karena seret dan panasnya dubur Lhian menyemburkan spermanya di dalam anus Lhian, Lhian merasakan perih pada rongga duburnya yang lecet tersiram sperma Pak Joko. Dan Pak Dono menyemburkan spermanya di dalam mulut Lhian. Lhian terpaksa menelan semua sperma Pak Dono agar dia dapat tetap bernafas. Lhian hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Pak Dono masih berada di dalam mulutnya. Lhian membiarkan saja penis Pak Dono berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Pak Dono menarik keluar penisnya dari mulut Lhian. Sebagian sisi sperma Pak Dono yang tidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Lhian.

Kemudian Pak Dono memaksa Lhian untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Pak Joko juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Lhian dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Lhian, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Lhian dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya. Perih yang luar biasa dirasakan lobang pantat Lhian yang lecet-lecet.

Setelah Pak Joko mencabut penisnya dari anus Lhian, lalu Pak Dion mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Lhian mendekati dan mengangkat tubuh Lhian lalu memposisikan mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Pak Dion kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Lhian, dan kemudian memaksa Lhian untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Pak Dion langsung masuk ke dalam vagina Lhian.
“Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk”, Lhian mengerang kesakitan.
Setelah itu, Lhian dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Dion meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Lhian. Sesekali Pak Dion menyuruh Lhian untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Pak Dion dapat merasakan vagina Lhian berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Lhian yang sudah basah.

Pak Dion masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Lhian lalu mengangkat kaki kanan Lhian ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan penisnya di liang kemaluan Lhian. Lhian menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Dion tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Lhian yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Dion, lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Dion tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Lhian diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Lhian. Lhian kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Lhian. Dia menarik Lhian dari pangkuan Pak Dion, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Lhian disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat Lhian turun, sehingga vagina Lhian langsung terhunjam oleh penis Pak Gatot yang sudah berdiri keras.
“Akkhh, aakkhh, oogghh,”. teriakan memilukan keluar dari mulut Lhian.
Penis Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya meskipun tubuhnya pendek yang memasuki vagina Lhian, masuk semuanya ke dalam vagina Lhian, membuat Lhian kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Lhian merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Pak Gatot. Pak Gatot memaksa Lhian untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk vagina Lhian dengan leluasa. Kedua Payudara Lhian besar menggantung bebas, naik turun seirama tubuhnya.

Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting susu Lhian dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Lhian berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Lhian yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Pak Joko melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat Lhian beberapa kali.
“Akkhh, aakhh, damn, shitt”, Lhian kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahanya.
Cambukan Pak Joko sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan paha Lhian.

Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Lhian tetap merasakan perih dan panas di punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Lhian terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Lhian dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Lhian menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Lhian, lalu membuat goyangan memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Lhian itu.
“Oohh, sshh, shh”, Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Lhian yang empuk basah menduduki selangkanganya.

Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Lhian dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Lhian tidur di bawah dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Lhian dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Lhian, Pak Gatot terus menggenjot vagina Lhian. Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot mencabut penisnya keluar dari vagina Lhian dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Lhian. Kemudian dia menarik tangan kanan Lhian dan memaksa Lhian untuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa vagina Lhian. Ia mengangkat kedua kaki Lhian dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala penisnya di mulut vagina Lhian. Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Penisnya dengan keras kedalam liang peranakan Lhian. Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa vagina Lhian dengan kasar, membuat vagina Lhian semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Pak Heru mencabut penisnya dari vagina Lhian dan memaksa Lhian untuk membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Heru memaksa Lhian untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang melihat itu, sementara Lhian menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Lhian terlihat mBLenger oleh sperma milik Pak Heru.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para Guru Lhian terhadap tubuh Lhian. Kali ini Lhian tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Vaginanya sudah mulai habis. Rongga vaginanya mulai mengering, karena cairan vaginanya sudah hampir habis dkeluarkan. Lhian merasakan sakit luar biasa pada rongga vaginanya. Ditambah penis para gurunya yang tak henti-hentinya menyodok dan menggesek rongga vaginanya yang kering, sehingga membuat rongga vaginanya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga vaginanya lah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah bersarang didalamnya.

Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Lhian akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Lhian telah diperkosa secara habis-habisan selama empat jam lebih oleh gurunya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Pak Bambang.

lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Lhian yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan menciumi ketik Lhian.
“Mmuuahh, ketek lo montok banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm”
Liur Pak Andi membasahi ketiak Lhian. Lhian kembali disetubuhi dari 2 arah tentu saja lubang anus dan vaginanya. Lhian kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orang mengejan.
“Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh”
Lhian terus berontak seperti orang kesetanan. Karena dubur Lhian mulai mengering, Pak Andi kembali membasahi dubur Lhian dan batang penisnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi Lhian untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Joko lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Lhian, ia semakin bernafsu menghancurkan anus Lhian (Anal Destruction).

Kemudian mereka kembali menelentangkan Lhian di lantai, lalu mereka maju semua mencari bagian-bagian tubuh Lhian yang bisa di gunakan untuk memuaskan penis mereka. Pak Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut Lhian, dan memaksa mengulumnya. Pak Bambang menyarangkan Penisnya ke dalam memek Lhian yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan penisnya yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Lhian yang sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan penisnya di antara belahan payudara Lhian, kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintir dan menarik puting susu Lhian yang coklat mungil dan membengkak. Pak Dono menaruh penisnya di tengah-tengah ketiak kanan Lhian yang gemuk putih dengan beberapa helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan penisnya di dalam jepitan ketiak Lhian. Sedangkan Pak Budi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Dono dengan Menjepitkan penisnya ke ketiak Lhian yang sebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Lhian, kemudian memaksa tangannya mencengkram penisnya lalu membantu tangan Lhian untuk mengocoknya. Yang terakhir yaitu Pak Dion, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri Lhian.

Akhirnya Lhian yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Vagina dan anusnya yang dalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisa cairan vagina dan duburnya. Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet, puting susunya yang coklat mungil sobek. Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Lhian yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.

******

Setelah para guru Lhian pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Lhian yang diam-diam mengikuti gurunya. Ketika menemui tubuh Lhian yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Mereka mulai memperkosa tubuh Lhian yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka menelepon teman-temannya di sekolah. Sekitar 20 menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Lhian. Lalu mereka mulai menikmati tubuh Lhian secara bergantian ataupun bersama-sama. Ketika sadar, Lhian hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa menyetubuhi Lhian, akhirnya tercapai juga.

Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Lhian yang pingsan lagi untuk kesekian kalinya itu. Liang vaginanya sudah menganga sangat lebar, merah membengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terus mengalir dari lobang vaginanya. Lobang duburnya pun sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan cairan kekuningan yang keluar terus menerus dari liang duburnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan yang begitu berat.

Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Lhian ke kostnya. Lhian selalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut vaginanya yang sobek. Dan juga ketika buang air besar, karena lobang duburnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Lhian sadari.

# TAMAT #

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.